
Β
Hari ini merupakan hari Libur nasional karena tepat tanggal 10 November yaitu hari peringatan pahlawan. Di rumah masing masing Bianca Lisa dan Elena sedang melakukan aktivitas mereka setiap pagi, yaitu
Β membatu bersih bersih rumah ya walaupun di salah satu dari mereka mempekerjakan pembatu di rumah, tetapi tetap saja harus membatu berberes, ditambah lagi jika tidak dilakukan akan menghadapi ocehan mama mereka masing - masing.
" Bianca bersihin rumput di pot bunga yang itu, kalo udah langsung di sapu." perintah mamanya.
" Iya maa." jawabnya.
π "hallo jeng, Waalaikumsalam." ucap mama Bianca yang mengangkat telpon
π " Ada apa ya tiba tiba nelpon?." mama Bianca.
π " Bagini aku sama keluarga mau ngadakan piknik di pantai deket sini sama Leo juga, dan rencananya kalo kalian tidak terlalu sibuk kita mau ngajakin piknik. Ya sekalian untuk acara pertemuan keluarga." ucap mama Leo.
π Ohh begitu, bisa kok bisa." mama Bianca.
" Siapa ya yang nelpon mama?."batin Bianca.
π Ajak Bianca juga ya." mama Leo.
π Iya pasti di ajak jeng hehehe."
π Ya udah sepeerti itu aja jeng, saya tutup telponnya assalamualaikum." mama Leo.
π Waalaikumsalam." mama Bianca.
π.........
" Siapa ma?." tanya papa Bianca.
" Mamanya Leo pa, dia ngajakin kita sekeluarga piknik ke pantai." jawabnya.
" Ohh." jawab papa Bianca singkat.
" Apa piknik?!, gawat nih." batin Bianca.
" Ya sudah habis ini kita siap siap, bibi sama mamang lanjutin kerjanya ya."perintah mama Bianca kepada pembatu dan tukang kebun.
" Iya nyonya." jawab para pembantu.
" mmm ma Bianca dirumah aja ya mau istirahat." ucap Bianca.
" Kamu ikut juga sayang." jawab mamanya.
" Bianca ikut??." jawabnya dengam exspresi bingung.
" Iya kamu ikut, ya udah sana siap siap duluan." jawab mamanya.
" Iya." jawab Bianca langsung berajak pergi dari tempatnya.
" Gimana ini, kalo gue pergi semobil sama mama papa gimana gue bisa nyamar." gumam Bianca bingung di dalam kamar sembari mondar mandir kanan kiri.
" Gue harus kasih tau Lisa sama Elena." gumamnya segera mengambil hp dan menghubungi mereka.
//Rumah Lisa//
Β
Di rumahnya Lisa sedang menyapu dam merapikan kamarnya. Dan tiba tiba telponnya berdering dan tertera nama Bianca.
Β
" Bianca?, ngapain dia nelpon." gumamnya sambil mengambil Hp di atas meja dan menganggkatnya.
π " Hallo Lis, aduhh gawattt pokonya lho
harus tolongin gue."
π " Nolongin apasih, langsung Nyamber aja
gak pakek salam lagi, gue lagi beres beres
kamar." Lisa
π " Gak ada waktu, pokonya lho Dateng ke
pantai yang pernah lho kunjungi sama
Elena, tau kan." Bianca.
π " Iya tau emangnya ada apa sih.
π Nanti aja gue cerita, sekarang lho langsung siap siap gue tunggu di sana."Bianca.
π Iya - iya." Lisa.
π..........
//Rumah Elena//
Β
Di rumahnya Elena sedang mengepel dan merapikan seluruh rumanya.
Β
" Huh capek juga,.lagian kenapa mama gak pekerjakan pembatu aja, kayak dan rumah Bianca jadikan gak repot - repot merapikan
rumah sendiri." gumam Elena dan di tengah tengah pekerjaannya tiba tiba Hpmya berdering.
" Ini siapa lagi yang nelpon ganggu aja."gerutu Elena sembari mengambil hp dari saku celananya.
π "Hallo El, lho harus tolongin gue, sekarang juga dateng ke pantai yang pernah lu kunjungi sama Lisa, segera ya gue tunggu di sana." Bianca.
π Apa sih langsung to the point banget,
gue lagi ngepel ni kalo gak selesai, nanti
gue di omelin mama, ntar kalo gue udah
kelar beres rumah baru pergi." Elena.
π Aduhh pliss Elena sekarang juga Lo pergi
bisa ya, ini gawat banget. Gue tunggu di
sana." Bianca.
π........
" Yah langsung di matiin gitu aja telponya, ada apaan sih?!." gumam Elena bertenya tanya.
" Mana pekerjaan rumah gue belum selesai, huhh ya udah deh gu cepetΒ² ngepelnya abis itu langsung pergi." gumanya lagi
SKIP
" Aduh mana sih Elena sama Lisa, bentar lagi keloaga Leo Dateng." batin Bianca sembari melihat sekeliling.
" Kenapa kamu bi, cari siapa?."tegur mamanya.
" Nggak cari siapa siapa mah." jawabnya sambi tersenyum.
__ADS_1
" Hadeh lama banget, udah mepet ini, gimana ya biar gue bisa pergi dari sini." batin Bianca.
" Emm ma pa, Bianca pergi bentar ya mau beli cemilan nanti ke sini lagi." Ucapnya.
" Iya jangan lama keluarga Leo sebentar lagi datang." ucap mamanya memperingatkan.
" Iya." jawab Bianca singkat.
***
" Mana sih mereka." gumam Bianca sambil celingukan.
" Nah itu mereka langsung samperin aja." gumamnya melihat Lisa dan Elena yang turun dari taksi.
" Guyss, lama banget sih udah gue tungguin dari tadi." ucap Bianca.
" Ya namanya hari libur kita lagi beres rumah dulu sampai selesai, emang ada apaan sih?." sahut Elena.
" Iya, baru aja turun dari taksi udah di cegat aja, kek orang mau begal." sahut Lisa.
" Jadi gini, keluarga Leo ngajakin gue sama keluarga piknik bentar lagi mereka Dateng, sedangkan gue gak bisa nyamar karena ada mama sama papa, gimana dong, bantuin gue." ucap Bianca memelas.
" Whatt?!, kenapa gak ngomong dari tadi biar kita cepet dateng." sahut Elena.
" Tadi kan gue udah ngomong gawat, suruh cepet pas gue telpon." ketus Bianca.
" Iya apa?." jawab Elena pura pura lupa.
" Emm gimana ya?." sahut Lisa.
" Ya gak tau gimana, malah nanya balik, kalian sih lama banget datengnya." ketus Bianca lagi.
" Ya udah Lo di sini aja sama kita gak usah ikut piknik." jawab Lisa.
" Ya gak bisa lah, nanti Leo sama keluarga, juga mama papa gue curiga." jawab Bianca.
" emmm gimana ya." gumam Lisa dan Elena.
" Ayok pikirin ide, gue udah kelamaan pergi ninggalin mama papa." sahut Bianca panik sembari mondar mandir.
" Itu mobilnya Leo kan?, iya beneran mobil Leo." Batin Bianca sambil melihat mobil yang datang.
" Cepetan ngumpettt." ucap Bianca langsung menarik kedua sahabatnya dan bersembunyi di balik sebuah mobil pick up yang terparkir di sana.
" Ada apa lagi sih main tarik tarik aja."Aketus Lisa.
" Itu kalian gak liat, Leo sama keluarganya dateng." jawab Bianca sambil menunjuk ke sebuah mobil.
" Oh iyaa." jawab Elena.
" Ayok cepetan cari ide."ucap Bianca.
" Gini aja lho pakek topi sama masker jadi, muka lho gak bakalan keliatan jelas." ucap Lisa memberi ide.
" Oke bagus juga, tapi dimana kita cari topi sama masker?." jawab Bianca.
" Hmm bentar, kayaknya gue bawa topi." sahut Elena sembari memeriksa tas yang di bawanya.
" Ini ada, untung gue bawa topi." ucap Elena memberikan topi kepada Bianca.
" Masker?." tanya Bianca.
" masker mah gampang, kita beli di apotik deket sini pasti ada." jawab Lisa.
" Yaudah yok cari." ajak Bianca dan mereka langsung bergegas pergi mencari masker.
Mereka bertiga pergi mencari masker dan dan mendapatkannya di sebuah apotik tak jauh dari pantai tersebut.
" Udah dapet yok balik." tutur Bianca.
" Hadehh balik ke pantai tadi, masa ke rumah
lho kira udah kelar urusan." ketus Bianca.
" Bolot banget sih bikin kesel aja." ketus Bianca lagi.
" Omg galak banget ." sahut Elena dengan wajah melas.
" Ssst diem, elho sih aneh aneh aja." sahut Lisa.
" Udah yok balik ke pantai, pasti keluarga Lo udah nungguin di sana." ucap Lisa.
Β
Mereka pun kembali lagi ke pantai, Bianca berjalan mendahului mereka, di ikuti oleh Lisa dan Elena yang berjalan agak berjauhan dengan tujuan supaya Leo tak curiga. Sesampai di sana Bianca kembali duduk di meja di mana keluarganya berada. Sedang Lisa dan Elena duduk di meja yang agak berjauhan dengan jarak satu meja antara mereka dan Bianca.
Β
" Bianca dari mana aja cuma beli cemilan lama banget,ini lho keluarganya Leo udah nungguin kamu dari tadi." tegur mama Bianca.
" Mmm maaf ma tadi pas di tengah jalan tiba tiba Bianca sakit perut makanya lama." jawab Bianca beralasan.
" Bianca katanya kamu beli cemilan mana cemilannya?." tanya Papa Bianca.
" Ohh iya gue pamit tadi mau beli cemilan, gue lupa beli lagi." Batin Bianca.
" Emm gak jadi pa gara gara sakit perut." jawabnya lagi.
" Sudahlah jangan terlalu di pikirkan mending kita ngobrol dan sekaligus memperbincangkan perjodohan Leo sama Bianca." tutur mama Leo menengahi.
Mereka berbincang bincang sementara Bianca merasa risih dan panas karena menggunakan masker serta topi, tetapi ia berusaha tenang. Bianca juga hanya sedikit bicara dan sesali memalingkan mukanya ke arah lain agar Leo tak mengenali wajahnya. Lisa dan Elena memperhatikan mereka dari jauh sembari minum jus jeruk yang mereka pesan.
" Bi lho lagi sakit pakek masker?." tanya Leo.
" Iiiya nih, tiba tiba gue gak enak badan jadi tadi pakek masker." jawab Bianca sedikit gugup.
" Duhh kesel banget banyak tanya, panas sebenernya gue, mana pakek masker pengap
lagi, kalo gini sih bisa bisa sakit beneran." Batin Bianca.
" Ini cewek aneh banget tingkahnya." Batin Leo.
" Ma , Bianca permisi sebentar ya." Bisik Bianca kepada mamanya.
" Mm Tante om Bianca permisi sebentar ya mau ngambil handphone ketinggalan di mobil." pamit Bianca dan di jawab dengan Anggukan kedua orang tua Leo.
" Huhhh pengap gue, Elena sama Lisa di mana ya."gumam Bianca sembari melepas maskernya.
" Guyss." sapa Bianca.
" Gimana gak ketahuan kan?." tanya Elena.
" Enggak." jawab Bianca singkat.
" Lho kenapa ngap-ngapan?, kayak orang asma." celetuk Lisa.
" Pengap panas, gue pakek masker pakek topi baju panjang." jawab Bianca sembari melepas topi dan masker, dan dengan santainya mengambil jus dari tangan Lisa lalu meminumnya.
" Ehh itu jus gue." ucap Lisa.
" Biarin, di sana gue gak bisa minum atau makan apa pun, gak mungkin gue buka masker di depan mereka yang ada gue ketahuan sama Leo." jawabnya, Elena dan Lisa hanya menghela nafas.
Sedari tadi tanpa di ketahui Bianca Leo memperhatikan sikap anehnya dari jauh dan melihat kemana Bianca pergi. Leo juga merasa ada yang tidak beres dari sikap Bianca.
__ADS_1
" Aneh banget, itu cewek nemuin siapa?, kayaknya ada yang gak beres ni gue harus selidikin." Batin Leo.
" Semuanya, Leo permisi sebentar ya mau ketoilet." Pamit Leo.
" Iya nak Leo." jawab mama Bianca
ramah.
Β
Leo pergi dan menghampiri di mana Bianca, Lisa serta Elena tengah duduk. Lisa memberi kode kepada Bianca akan kehadiran Leo di belakangnya. Sontak Bianca terkejut dan langsung segera memakai masker dan topinya kembali.
Β
" Dua cewek resek ngapain kalian di sini." Ketus Leo kepada Lisa Dan Elena.
" Apaan maksud lho panggil kita cewek resek."ketus Lisa.
" Terserah kita lah mau di mana, apa urusannya sama lho." sahut Elena.
" Ehh cupu lho kenal sama mereka?." tanya Leo dengan nada angkuhnya.
" Sialan panggil gue cupu, huhh kalo gal lagi nyamar gue bejek bejek lho." Batin Bianca.
" Iya aku kenal sama mereka." jawab Bianca dengan menundukkan kepala, supaya Leo tak mengenalinya.
" Hahaha terserah lah, aku lho kenal apa enggak lagian cocok cupu temenan sama cewek - cewek resek ini." ketus Leo.
" Hmm iya meskipun kata kamu mereka resek tapi mereka baik kok." jawab Bianca lembut padahal batinnya menggegerutu.
" Seenaknya aja ngomongin kita resek, elho tu yang gak sadar diri dasar cowok belagu." k**etus Lisa.
" Udah deh jangan gangguin temen baru kita, guys mendingan kita pergi aja yok panas di sini gara gara kemunculan setan." Sahut Elena ketus.
" Mereka mau pergi kemana?, gue harus ikutin." gumam Leo sembari mondok mondok mengikuti Bianca Lisa dan Elena.
" Ngeselin banget sih itu cowok, panggil gue cupu seenak jidatnya, kalo gak mikir gue lagi nyamar udah gue bejek bejek." ketus Bianca.
" Apa nyamar? jangan jangan bener dugaan gue kalo itu Bianca." Gumam Leo mendengar percakapan mereka, sembari sembunyi di balik pohon kelapa.
" Gue tunggu aja dia buka masker sama topinya biar gue tau siapa dia sebenernya." Gumamnya lagi.
" Panass, nih pegang." ucap Bianca melepas topi dan maskernya.
" Ohhh jadi dugaan bener gue, cewek cupu itu ternyata elho Bianca si cewek resek." Ketus Leo Yang tiba tiba datang."
" Leoo!!." ucap Bianca Lisa dan Elena terkejut.
" Haha kampungan banget sih ngapain lho pakek nyamar segala." ketua Leo lagi.
" Iya kenapa kalo gue nyamar, masalah buat lho?!, lagian gue nyamar kek gini karena gue gak mau di jodohin sama cowok belagu, angkuh dan kasar kayak lho." jawab Bianca menyangkal.
" Heh dari awal juga gue gak mau di jodohin sama lho, apa lagi kalo gue tau kalo itu lho Bianca menjijikkan!." ketus Leo.
" Siapa juga yang mau di jodohin sama lho Najisss!." ketus Bianca.
" Heh lho cowok apa cewek, lancar banget itu mulut ngocehin orang kek truk rem blong." celetuk Elena.
" Diem lho gak usah ikut campur!." ketus Leo.
" Jelas jelas kita berdua harus ikut campur karena Bianca itu sahabat kita!, kenapa gak suka?!." sahut Lisa.
" Bodo amat, dahlah gak penting ngurusin kalian para cewek-cewek resek, gila." ketus Leo dan berlalu pergi meninggalkan mereka.
" DASAR KETERLALUAN!!." teriak Bianca marah dan melihat ada sebuah kaleng bekas minuman, Bianca langsung mengambil dan meleparkanya ke arah Leo yang belum cukup jauh pergi .
" Awww." ringis Leo yang terkena lemparan kaleng dari Bianca tepat mengenai kepalanya.
" Dasar resek!." ketus leo berbalik badan, mengambil kaleng minuman itu dan ingin meleparkan kembali ke Bianca tetapi, dengan tepat waktu Iqbal kakak Bianca datang dan menghalangi Leo dengan memegang erat tangan Leo yang hendak Melempar Bianca.
" Jangan sekali - kali lho sakitin adek gue!." ketus Iqbal.
" Hah minggir, gak usah ikut campur." ketus Leo.
" Gak bisa sopanan dikit lho sama yang lebih tua, dasar gak ada adab." ketus Iqbal.
" Apa maksud lho ha!, gue gak perduli sama umur lho." ketus Leo sembari mendorong Iqbal keras.
Tanpa ancang-ancang Iqbal menojok Leo karena geram.
" Pergi nggak lho dari sini kalo nggak a ia lho sama gue." ketus Iqbal.
" Awass kalian semua!." Ancam Leo berlalu pergi sembari memegang pipinya yang terkena tonjokan.
" Wowww kerennn abang gue, udah kayak pahlawan di televisi." ucap Bianca kegirangan sembari menghampiri kakaknya.
" Keren apa'an, abang lho mukulin orang di bilang keren." jawab Iqbal.
" Hehehe tapi, itu emang pantes buat cowo belagu itu." jawab Bianca.
" Iya, tapi kalo dia gak kasar gak mungkin abang pukul." jawab Iqbal.
" Iya tapi, biarin aja biar dia kapok, kenapa gak sekalian Abang hajar habis - habisan tadi, kayak di film Tom Cruise." ucap Bianca lagi.
" Enggak lah ngaco aja, gitu gitu juga anak manusia. Kalo kenapa - napa abang juga yang kena. jawab Iqbal.
" Hehehe tapi, menurut Bianca dia bukan anak manusia." jawab Bianca.
" Terus anak siapa?." tanya Iqbal.
" Anak dajjal haha." jawab Bianca.
" Bisa ae lho Bocil." ucap Iqbal.
" Apaan Bocil, Bianca udah gedee!." Ketus Bianca.
" Udah lah gue mau nyamperin temen - temen." ucap Iqbal.
" Lah emang pergi kesini cuma mau ketemu temen - temen?." ucap Bianca.
" Ya iya lah, emang lho kira siapa?." tanya Iqbal.
" Ya kali gitu, ketemu sama calon kak ipar hahahaha." ledek Bianca.
" Somplak lho jadi adek, mentang - mentang Abang jomblo di ledekin ." ketus Iqbal dan berlalu pergi.
" Hehh Elena lho kenapa melamun gitu?." tegur Bianca.
" Abang lho sweet ya idaman, btw kalo dia jomblo gue aja daftar jadi calon kakak ipar lho." ucap Elena ngelantur yang masih melamun sembari menatap Iqbal dari jauh.
" Hahahahahaha." tawa Lisa.
" Mimpi lho ketinggian hahaha." jawab Bianca.
" Yaealah sadis banget." jawab Elena dengan muka cemberut.
Hallo Readers new episode three cold girls come back again hehehe.
maaf ya author lama banget up nya, jadi buat bab episod kali ini athor bikin spesial dengan
ceritanya yang lumayan panjang lah.
selamat membaca, semoga karya ini tetep menarik dan nggak ngebosenin buat kalian.
__ADS_1
see you next time....π₯°