Three Cold Girls

Three Cold Girls
Pertemuan


__ADS_3

" El Bi udah yok ke kelas." Ajak Lisa


" Iya." Jawab Bianca dan Bianca.


" Guys Bdw kalian yakin gak kalau perjodohan ini pasti batal?." Tanya Bianca.


" Yakinlah, gak mungkin dia mau jodohin anaknya sama orang yang aneh."


" Maksud Lo gue anehh?!." Ucap Bianca dengan tatapan Tajam.


" Bukan maksud gue penampilan samaran Lo itu, bukan lo yang asli hehe." Jawab Elena.


" Yahh 90 persen berhasil." Sahut Lisa.


" Kok 90 persen bukan 100 persen?." Tutur Bianca.


" Bisa jadi orang tua Leo tetep jodohin Lo karena dia mau mendapat kekuasaan di perusahaan Lo, atau bisa juga kalo Leo suka sama Bianca yang cupu itu gimana?, kita gak tau kan bisa jadi aja." Jawab Lisa.


" Ah elho Lis bikin gue khawatir, tapi bener juga yang Lo bilang. Nggak nggak pokonya perjodohan ini harus batal apapun caranya." Ucap Bianca.


" Oke Kita berdua selalu siap bantuin Lo." Jawab Elena.


" Iya makasih ya, kalian tu sahabat terbaik gue


walaupun kadang kurang waras." Tutur Bianca merangkul Lisa dan Elena.


"Apaa!!, Lo bilang kita gak warasss?!." Ketus Elena.


" Ohh gitu ngajak gelud ya awas Lo!." Ketus Lisa dan Bianca langsung kabur melarikan diri dari kemarahan sahabatnya itu.


" Kalo iya kenapa wekkk." Ucap Bianca mengejek sambil berlari.


" Somplak nyebelin Lo!." Ketus Lisa dan melepas salah satu sepatunya untuk melempar Bianca sayangnya tak mengenai Bianca.


" Eiitt Gak kenapa hahahaha, ini ambil aja sepatu Lo kalo bisa." Ledek Bianca dan ia berlari ke kelas membawa sepatu lisa.


" Ehhh sepatuu guee jangan di bawah." Teriak Lisa dan berlari mengejar Bianca dengan hanya menggunakan sebelah sepatunya.


" Ayok El kejarr bantuin gue!." Ketus Lisa.


" Hahahaha oke oke let's go syuuuuhh." Jawab Elena dan berlari dengan tangan ala Superman.


" Heh tangannya biasa aja, jangan nambah malu maluin gue." Ketus Lisa lagi.


" Hehehe Sorry kelepasan." Jawab Elena.


" Biancaa tungguu." Teriak Elena Dan Lisa mengejar Bianca.


" Aduh capek, gue jahilin Lisa ah, gue taruh dimana ya, nah sangkutin di atas pohon itu aja." Ucap Bianca setelah sampai di depan kelas, dan ia memiliki ide jahil Bianca menaruh sepatu Lisa di atas pohon depan kelas.


" Biancaa mana sepatu guee!." Ketus Lisa yang baru sampai di ikuti Elena di belakang.


" Ituu ambil aja sendiri haha." Jawab Bianca santai menunjuk ke atas pohon.


" Aaaa sepatu gue, tinggi lagi gimana cara ngambilnya, nyebelin banget lo Bianca." Ketus Lisa.


" Bodo amat hahaha, udah kalo pendek pendek aja, gak bakalan sampai ngambil itu sepatu." jawab Bianca santai duduk di depan.


Lisa kesal dengan pasang muka jutek ke Bianca. Sedangkan Bianca tertawa lepas melihat Lisa tak bisa mengambil Sepatunya.


" Aduh punya temen kok kejem amat ya, segitunya ngerjain hadeh." Batin Elena.


" Udah sini El duduk samping gue." Ucap Bianca.


" Tapi Lisa?, Gue mau bantuin dia." Jawab Elena.


" Gak usah di bantuin biar dia ambil sendiri." Jawab Bianca.


" Keterlaluan Lo bi!."ketus Lisa kesal, namun siapa sangka Angga melihat Lisa yang berusaha mengambil Sepatunya dan berniat untuk membantu Lisa.


" Ehh Lis ngapain loncat²?." Tanya Angga.


" Itu mau ngambil sepatu gue, apa mau ngeledekin gue pendek!." Ketus Lisa.


" Nggak kok, Kenapa bisa di atas sana Lo lempar apa gimana?." Tanya Angga.


" Nggak, ini semua kerjaan si Bianca tuh." Ketusnya menatap Bianca tajam.


" Waduh marah beneran kayaknya sih Lisa mendingan gue kabur , masuk ke kelas aja." Batin Bianca lalu masuk ke kelas meninggalkan Lisa Di luar.


" Sini gue bantuin." Ucap Angga jongkok di depan Lisa.


" Ngapain Lo jongkok?." Tanya Lisa Polos.


" Bantuin Elho lah, ayok naik pundak Gue." Jawab Angga.


" Nggak mau, gue pake rok ntar Lo ngintip." Ketus Lisa.


" Gak selera ngintip Lo, udah mau di bantuin nggak." Ketus Angga.


" Ya udahh awas Lo ngintip gue." Jawab Lisa.


" Iyaa." jawab Angga.


" Eiitt tunggu dulu." Ucap Angga menghentikan Lisa yang baru mau naik pundaknya.


" Apa katanya mau bantuin." Ketus Lisa.


" Iyaa lepasin dulu sepatu satunya lagi, sama kaos kaki Lo, ntar kotor siapa tau juga kaos kaki Lo bau." Ketus Angga.


"Eh kaos kaki gue gak bau Gue taruh farfum juga barusan ganti, enak aja bilang kaos kaki gue bau." Ketus Lisa.


" Udah lepas aja mau di bantuin apa nggak." Jawab Angga.


" Iya yaa, bawel!." Jawab Lisa dan segera melepaskan sepatu dan kaos kakinya, dan naik punda Angga.


" Aduh tetep gak nyampek, pendek banget sih Lo ngga." Ketus Lisa.


" Ehh Lo yang pendek, ngomongin gue yang pendek." Ketus Angga.


" El ambilin Sapu buat gapai sepatunya, biar cepet kelar berat banget sahabat Lo ini." Perintah Angga.


" Eh gue gak berat² banget emangnya gue gendutt." Ketus Lisa


" Udah berantem Mulu, bentar gue ambil sapunya." Ucap Elena menengahi dan tak lama ia kembali lagi memberikan sapu kepada mereka.


Akhirnya Lisa mengambil Sepatunya dengan bantuan Angga.


" Udah belom berat ni?." Tanya Angga.

__ADS_1


" Udah, turunin gue." Jawab Lisa


" Oke Makasih." Ucap Lisa jutek langsung turun dari pundak Angga, mengambil kedua sepatunya dan masuk ke kelas.


" Udah di bantuin bilang makasihnya jutek, gak bisa bilang makasih yang tulus dikit apa." Gumam Angga lalu kembali ke kelasnya


 


Bel Pelajaran terakhir pun berbunyi semua murid masuk kelas masing² di sertai guru mapel. Di kelas XI Tata busana yakni kelas Lisa Elena Dan Bianca semua murid diam mendengarkan apa yang di sampaikan guru mapel, ya tetapi bukannya mengerti mereka mendengar penjelasan guru seperti mendengar dongeng sehingga setengah dari murid kelas mengantuk, karena jam terakhir sudah sangat siang dan mungkin menyebabkan mereka bosan. waktu terus berjalan dan akhirnya waktu pulang yang di tunggu tunggu semua murid tiba.


 


//Tempat Parkiran//


" Guys Kalian bantu gue lagi, malem ini Gue sama leo di suruh diner di cafe." Ucap Bianca.


" Ohh oke, tapi malem gue sama Lisa mana bisa keluar rumah." Jawab Elena.


" Tenang biar gue yang pamitin sama orang tua kalian." Jawab Bianca.


" Oke." Jawab Lisa.


" Ya udah gue gue pulang duluan, malem nanti gue jemput kalian." Ucap Bianca dan segera melajukan motornya.


SKIP


" Biancaa." Panggil mamanya menghampiri Bianca di kamarnya.


" Iya ma." jawab Bianca.


" Kamu ingetkan malam ini kamu, ada diner sama Leo." Ucap mamanya.


" Iya inget." Jawab Bianca.


" Oke, kamu harus datang dan jangan berpenampilan seperti kemarin." Ucap mamanya memperingatkan.


" Iya nggak kok." Jawabnya.


" Ya sudah cepat kamu siap² berangkat." Ucap mamanya lagi Bianca menjawab dengan anggukan.


GRUP PENGHUNI KUTUB.


💬 Guyss siap², Gue otw rumah kalian." Bianca.


💬 Iya." Elena


💬 oke." Lisa.


💬 Bdw Lo bawa baju ganti ya nanti Lo harus


rubah penampilan." Lisa


💬 Iya bener tu bawa baju yang Norak." Elena


💬 oke."


💬 .....


//Rumah Elena//


" Assalamualaikum." Ucap Bianca.


" Waaikumsalam salam." Jawab Mama Elena dari dalam sembari membuka pintu.


" Iya Tante nggak usah, Bianca ke sini mau ngajak Elena main ke rumah soalnya ada hal penting dan juga mau ngerjain beberapa tugas sekolah, nanti pulangnya Bianca Anterin." Ucap Bianca.


" Kok malem² gini ngerjain tugasnya?." Tanya Mama Elena.


" Emm iya Tante soalnya penting besok mau di kumpul tugasnya boleh ya." Pinta Bianca.


" Ya sudah boleh, tapi hati hati ya jangan keluyuran kemana mana malem² gini." Ucap mama Elena memperingatkan.


" El elana." panggil mama Elena.


" Iya ma." jawab Elena sambil menuruni tangga.


" Bianc..." Belum selesai mamanya ngomong Elena sudah menjawab.


" Iya Elena udah tau kok hehehe, ini elena udah siap² dada mama assalamualaikum." Ucap Elena lalu salam kepada mamanya begitu juga Bianca.


" Huff." Mama elena menghela nafas.


//Rumah Lisa//


Assalamualaikum." Ucap Bianca Dan Elena.


" Waalaikumsalam." Jawab Mama Lisa sembari membuka Pintu di ikuti Lisa di belakang


" Kalian berdua, kenapa malem² kesini?." tanya mama Lisa.


" Jadi gini Tante kita mau ngajakin Lisa belajar kelompok di rumah Bianca." Ucap Bianca.


" Belajar kelompok apa?, Kok malem?!." Tanya mama Lisa menyelidiki.


" Emm Kejuruan tante." Sahut Elena.


" Beneran Gak bohongkan?." Tanya mama Lisa.


" Enggak kok Tante beneran." Jawab Bianca.


" Ya udah boleh tapi jangan keluyuran ya." Ucap mama Lisa memperingatkan.


" Ya udah Lisa pergi dulu ya ma assalamualaikum." Ucap Lisa pamir salam kepada mamanya begitu juga Bianca dan Elena.


" Kalian duluan aja ya tunggu di mobil." Ucap Lisa Bianca dan Elena menurutinya.


" Mah, sebenernya mereka bohong Lisa gak belajar kelompok, tapi Lisa bantuin Bianca Buat batalin perjodohannya. ucap Lisa jujur kepada mamanya karena ia tak bisa Berbohong.


" Perjodohan??." Tanya mamanya.


" Iya, mah nanti Lisa ceritain semua, Lisa jujur sama mama karena Lisa gak mau bohongin mama, emm sekarang Lisa pergi dulu ya." Ucap lisa.


" Ya udah hati², dan jangan keluyuran setelah selesai masalahnya apalagi kegenitan sama cowok." Ucap mama Lisa memperingatkan.


" Iya nggak." Jawab Lisa lalu, pergi menghampiri sahabatnya.


" Ayok berangkat." Ajak Lisa.


 Mereka bertiga segera berangkat ke Cafe dan kebetulan tempatnya Di Cafe yang sering mereka bertiga kunjungi.

__ADS_1


 


" Ayok cepet turun kita diem² masuk langsung ke toilet Cafe oke, Lo harus rubah penampilang dulu." Ucap Elena dan di setujui 2 sahabatnya.


" Guyss itu leo, cepetan² jangan Sampai ketahuan." Ucap Lisa dan mereka jalan diam² langsung menuju toliet.


" Selamat untung aja Leo gak liat kita." Ucap Elena.


" Bianca ayok cepetan ganti penampilan, pakek kacamatan, pakek ini tompel juga." Ucap Lisa.


" Sif selesai, sekarang Lo keluar duluan ntar kita nyusul biar leo gak curiga." Perintah Elena.


" Okee guys bay." jawab Bianca.


" El Kayaknya kita harus Nyamar juga deh."


" Kita pakai jaket sama topi." ucap Lisa


" Tapi gue gak bawa topi sama jaket." jawab Elena.


" Tenang aja gue udah siapin." ucap Lisa.


" Oke deh." jawab Elena.


 


Elena dan Lisa keluar dari toilet dengan menyamar mereka duduk di meja sebelah Bianca dan Leo.


 


" Halloo Kamu." Sapa Bianca genit tak lupa mengedipkan matanya dan membuat Leo bergidik.


" Haii." jawab Leo tersenyum palsu.


" Udah lama ya nunggu aku." Ucap Bianca Genit dan sedari tadi menggonta ganti posisi duduk dan kakinya.


" Lumayan lama, mm sorry ya itu kenapa kaki kamu gak bisa diem, gak nyaman atau gimana duduknya?." Tegur Leo.


" Nggak papa, aku cuman grogi aja Ketemu sama kamu yang ganteng." jawab Bianca.


" Oh iyaa." Jawab Leo tersenyum palsu dan langsung memalingkan pandangannya memijat sepertiga keningnya.


" Kamu kenapa?." Tanya Bianca.


" Mm Nggak papa kok." Jawab Leo.


" Hadeh pengen muntah gue bilang dia ganteng, kalo bisa gue tarik lagi omongan gue tadi." Batin Bianca.


" Kamu mau persen apa?." Tanya Leo.


" Hmm terserah kamu aja deh aku nurut kamu, Biar kompak gitu so sweet kayak pasangan² sekarang." Jawab Bianca genit.


" Oke aku pesen ya." jawab Leo tersenyum aneh.


" Yak Allah amit² deh gue sampai nikah sama ini cewek." Batin Leo.


" Elana sama Lisa mana sih gue chat grup aja." Batin Bianca.


GRUP PENGHUNI KUTUB.


💬 guys Kalian di mana?." Bianca


💬 Di samping Lo, coba liat ke samping kita nyamar juga biar gak ketahuan." Lisa.


💬 Ohh iya ya." Bianca.


 


Bianca dan leo hanya sedikit berbincang bincang, sedangkan Leo terlihat risih dengan kehadiran Bianca. Hingga tak terasa waktu sudah menjelang larut malam.


 


" Mmm udah malem mendingan kita pulang ya." Ucap Bianca keapda Leo.


" Oh iya bentar aku bayar makanan dulu, kamu mau aku anter?." Ucap Leo basa basi.


" Nggak usah aku bawa mobil sendiri." Jawab Bianca.


" Oh gitu ya udah aku pulang duluan ya." Ucap leo pamit.


" Iya bayyy." Jawab Bianca dengan melampanikan tangan mengedipkan mata.


" Huss huss cepet pergii." Batin Bianca


" Hadeh akhirnya bebas, bisa jadi Bianca lagi. Guyss udah yok pulang." Ajak Bianca langsung.


" Oke yuk udah kemaleman kita." Jawab Lisa.


" Iya udah mau jam 11 malem." Sahut Elena.


" Bdw jago juga acting Lo, ngakak gue laitnya hahaha."


" Ya iya lah secara gue itu artis handal." Jawab Bianca sombong.


" iyaa karena Lo itu ratu drama, kehidupan Lo penuh drama." Celetuk Lisa.


" Somplak Lo."ketus Bianca.


" Udah ayok pulang." Ajak Elena.


 


Mereka bertiga pulang menuju rumah tetapi di sepanjang jalan ada mobil yang mengikuti mereka dan hanya Lisa yang sadar akan hal itu, tetapi ia tak terlalu menghiraukannya.


 


//Rumah Lisa//


" Gue masuk ya daa." Ucap Lisa dan Bianca dan segera melajukan mobil menuju pulang.


" Itu mobil tadi kan." ucap Lisa melirik mobil yang berhenti tak jauh dari rumahnya.


" Heii tungguu." teriak Lisa tetapi mobil itu langsung putar balik pergi.


" Hmm perasaan gue aja kali dia ngikutin. Udahlah bodo amat." Gumam Lisa.


Hai hai haiii... para Readers. Semoga tetep seru dan gak bikin ngantuk baca cerita ini.


Hmm siapa ya yang ngikutin Mereka??..

__ADS_1


penasaran tunggu episod selanjutnya😁😁


Ayo tinggalin jejak para pembaca misterius😊😁


__ADS_2