
" Silahkan duduk nenek kebelakang bikinin air dulu." ucap nenek Lisa.
" Lina bantuin ya ma." tawar mama Lisa di jawab dengan anggukan.
Di ruang tamu mereka berbincang - bincang, dan beberapa menit kemudian nenek serta mama Lisa kembali membawa beberapa gelas teh hangat.
" Lisa kamu masih pusing?." tanya mamanya.
" Iya ma." jawab Lisa.
" Kamu tidur saja sebentar di kamar nenek, kalo pusing." ucap neneknya, dan di jawab dengan anggukan oleh Lisa.
" Guys gue istirahat bentar ya." ucap Lisa.
" Iya Lis." jawab Elena.
" Kalian sekelas sama Lisa ya?." tanya kakek Lisa.
" Kalo Bianca, sama Elena sekelas kek, tapi Angga sama Briyen beda kelas mereka jurusan TAV." jawab Bianca.
" Ohh begitu." jawab kakek Lisa.
" Lisa jurusan apa ya kakek lupa?." tanya kakek Lisa.
" Jurusan Tata Busana pa." jawab papa Lisa.
" Ngomong - ngomong bagaimana dengan sawah dan perkebunan lainnya papa?." tanya papanya Lisa.
" Alhamdulillah banyal hasilnya, tanamannya bagus, dan juga tanahnya subur di sini." jawab Kakek Lisa.
" Atau kalian mau lihat sawah dan perkebunan di sini." tawar kakek Lisa.
" Boleh kek , kayaknya seru hehe." sahut Briyan.
" Iya, ayo semuanya."ajak kakek Lisa.
Mereka semua pergi menuju sawah, dan melihat lihat semua tanaman yang ada sembari mendengarkan penjelasan kakek.
" Kakek di sini selain sayuran, sawah, ada tanaman apa saja?." tanya Angga.
" Ada buahan juga, jeruk apel, anggur, dan stroberi, petani disini juga tanam buah buahan." jawab Kakek Lisa.
" Ohh banyak juga ya pa, yang di kembangkan
penduduk di sini." sahut papa Lisa.
" Iya, ayo kita kesana." ajak kakek Lisa sembari menunjuk perkebunan jeruk.
" Bianca, lumayan juga kalo ada buah - buahan, siapa tau kita dapet gratisan hehe." bisik Elena.
" Apa sih El, nggak usah macem - macem." jawab Bianca.
" Lah kenapa diam di tempat, ayo ke sana." ucap kakek Lisa.
" Hehe iya kek, hmm kalo boleh Elena mau minta buah - buahan sedikit, buat nyicipin boleh nggak." ucap Elena.
" Hahaha iya tentu boleh kok." jawab kakek.
" Elena, malu - maluin aja." bisik Bianca.
" Ya gak papa, orang penduduk sini ramah - ramah, dari ujung sana sampai ke sini mereka baik selalu senyum, berarti gak papa dong kalo minta buah dikit doang pasti di kasih, udah lah bay." ucap Elena.
" Hadeh nasib punya sahabat, gak ada urat malu ya gini." batin Bianca.
" Ahihihihi." tawa pelan Angga dan Briyen.
" Apa kalian berdua!." ketus Bianca lalu berjalan mendahului mereka.
__ADS_1
" Wah kayaknya banyak belut, boleh juga kalo di pancing pasti banyak dapetnya." gumam Bryan.
" Kek belut - belut di sini boleh di pancingkan?." tanya Bryen.
" Iya boleh nak, penduduk sekitar juga sering nangkep belut di sini." jawab kakek.
" Ah males gue nangkep belut sama kalian, Licin mirip Uler lagi ihhh gelii." sahut Elena.
" Iya bisa lah siapa bilang belut nggak bisa di tangkap." ketus Briyen.
" Nggak ah males nangkep belut, licin kayak otak lho." ketus Bianca.
" Berarti gue pinter dong." sahut Bryen.
" Iya pinter, sangking pinter dan licinnya otak lho, pelajaran matematika bisa prosotan mental keluar." ketus Elena.
" Hahahahaha." tawa Bianca dan Angga.
" Malah di ketawain bukan bantuin temennya." ketus Bryen kepada Angga.
" Nggak usah ketawa, lho juga sama aja." ketus Elena kepada Angga.
" Hahaha kena juga." tawa Bryen.
" Kurang ajar, kenapa jadi gue juga." ketus Angga.
" Ahahahawkwkwkwk, kasian deh lhoo, minggir!." tawa Bianca, dengan sengaja ia kibaskan rambunya mengenai Angga dan Briyen.
" Sudah - sudah ada ada saja kalian ini. Pa, kalo di sini jenis jeruk apa yang di tanam?." tanya papa Lisa.
" Jeruk Valencia, karena di sini Alhamdulillah cocok sama kondisi tanah di sini, dan juga jeruk ini pasarannya bagus." jawab kakek.
***
" Huaa." Lisa terbangun dari tidurnya.
" Mahh mama ." panggil Lisa.
" Udah enggak nek." jawab Lisa.
" Mama, sama yang lain mana?."tanya Lisa.
" Mama kamu ada lagi masak di dapur, yang lain pergi lihat - lihat sekitar sini sama kakek kamu." jawab neneknya.
" Ohh begitu, ya udah Lisa ke depan ya nek, cari udara segar." ucap Lisa.
" Iya." jawab neneknya.
" Hufff haa, udah lama banget gue nggak menghirup udara segar pedesaan." gumam Lisa sembari menghirup udara.
" Oh iya di sini pasti banyak belut, tangkep belut deh pasti seru hihi." gumam Lisa lalu pergi dengan membawa ember berukuran
sedang.
***
" Nah nyampek sawah, let's go tangkep belut." ucap Lisa.
" Belut, belut di mana belut, gue mau tangkep biar lho nanti gue goreng." ucap Lisa sembari mencari belut di lubang - lubang lumpur.
" Eh neng Lisa ya." sapa salah satu penduduk desa.
" Hehe iya ini Lisa mang Edi." jawab Lisa.
" Apa kabar neng, udah besar ya sekarang gelis pisan atuh, apa kabar? ." ucap warga tersebut.
" Hehe bisa aja mang Edi, Alhamdulillah Baik mang." jawab Lisa.
" Baguslah kalo begitu. Lagi ngapain neng, masuk sawah kotor atuh bajunya." ucapnya lagi.
" Hehe gak papa, biasa mang nangkep belut." jawab Lisa.
__ADS_1
" Oh iya ya, ya sudah mamang pergi dulu mau baja sawah mari neng." ucap penduduk desa itu ramah.
" Iyaa." jawab Lisa sembari tersenyum ramah.
" Nangkep belut lagi, eh ini ada ini, yeyy ada beneran kan, widih baru sebentar udah dapet banyak. Cari lagi." gumam Lisa.
Nampak dari kejauhan Kakek Lisa, papa, serta teman - temannya berjalan menuju pulang. Dan mereka melihat Lisa yang sedang asik bermain lumpur dan menangkap belut di sawah.
" Ya ampun Lisa, lagi ngapain?!." tanya papanya.
" Lagi nangkep belut pa hehe." jawab Lisa polos.
" Hahaha ada ada saja cucu kakek satu ini, ya sudah biarkan saja, memang kesenanganyna dari kecil. Kalo sudah jangan lama - lama ya langsung pulang." ucap kakeknya.
" Hehe iya kek." jawab Lisa.
" Imut juga Lisa kalo lagi polos gitu." batin Angga.
" Ya sudah kita duluan ya." ucap papa Lisa.
" Eh Lisa lho nangkep belut atau gantiin kerbau bajak sawah." ejek Elena.
" Apa sih El, ya nangkep belut lah gak liat inih nih." jawab Lisa sengaja menyodorkan belut ke dekat Elena.
" Aaaaa, iih geli jauhin dari gue." teriak Elena.
" Hahaha jadi lho takut belut, ya udah siap - siap lho tangkep gue lempar ni, 1 2 3." ucap Lisa jahil.
" Aaaaaaa gak mau, guys gue pulang duluan bay." teriak Elena langsung melarikan diri.
" Wih pinter juga lho nangkep belut, banyak dapetnya." ucap Bryen.
" Iya dong." jawabnya menyombongkan diri.
" Lisa gue duluan ya susul Elena." ucap Bianca yang segera kabur melarikan diri tak ingin kotor terkena lumpur.
" Yee malah kabur semua, eh lho berdua bantuin gue naik." perintah Lisa kepada Angga dan Bryen.
" Iya." jawab Angga mengulurkan tangannya.
" Bryan lho bawa ember isi belutnya ya, daa gue duluan." ucap Lisa yang telah naik ke pematang sawah.
" Lah kenapa gue." ucap Bryen.
" Aja gue ada ide suruh, Angga aja yang bawa belutnya, gue lagi males kotor - kotoran." batin Bryen.
" Nggak tolong pegangin bentar embernya, gue mau benerin tali sepatu." ucap Bryen pura - pura, dan saat Angga telah memegang ember tersebut ia langsung segera berlajan pergi.
" Lho yang bawa ya, gue duluan." ucap Bryen yang sudah agak jauh.
" Lah, sialan ini anak, ngerjain gue." ketus Angga.
" Ya udahlah bawa aja." gumamnya lagi.
SKIP.
" Ya ampun Lisa abis ngapain bajak sawah?!, kotor semua." ucap mamanya.
" Nangkep belut ma hehehe." jawab Lisa polos.
" Hadeh, nangkep belut ya sekedarnya saja, ini udah mirip kerbau bajak sawah haha." ledek mama Lisa.
" Ah mama masa Lisa di samain sama kebo, udah Lisa mau mandi." jawab Lisa.
*Lisa* *pergi membersihkan dirinya dari lumuran lumpur, sementara itu mamanya membersihkan belut yang sudah di tangkap untuk sajian makan malam nanti.
Detik jam terus berjalan sampai waktu magrib dan berlanjut lagi ke waktu sholat Isa, sebelum makan malam mereka semua menunaikan ibadah shalat terlebih dahulu.
__ADS_1
Setelah selesai baru mereka makan malam bersama, di meja makan mereka menyantap makanan dengan lahap, selesai makan para cewek - cewek membatu mama Lisa dan neneknya mencuci piring dan membereskan semua. Detik jam terus berbunyi, hingga sampai pada pukul 22 : 00 malam, mereka memutuskan untuk istirahat. Lisa dan teman - teman tidur di kamar tengah, ibu Lisa tidur di kamar neneknya, dan para cowo tidur di kamar tamu. Kebetulan ada 3 kamar yang cukup luas di rumah nenek kakek Lisa jadi, cukup untuk banyak orang jika ada yang menginap*.