Three Cold Girls

Three Cold Girls
Kembali teringat masa lalu


__ADS_3

//Rumah Bianca//


" Assalamualaikum Biancaa." teriak Elena dan Lisa.


" Waalaikumsalam." jawab Bianca dari dalam rumah.


" Ehhh kalian tumben main ke sini." ucap Bianca.


" Hehe sekali kali emang gak boleh." sahut Elena.


" Boleh." jawabnya singkat.


" Siapa bi?." tanya kakak Bianca.


" Temen - temen Bianca." jawabnya


" Ohhh." jawab kakaknya singkat.


" Udah yok masuk langsung ke kamar gue aja." ajak Bianca.


" Menjawab dengan anggukkan.


" Asrafirullah ini kamar cewek apa kandang kambing berantakkan banget." ketus Lisa.


" Pa'an berisik gue belum sempet beresin kamar gue." jawab bianca Jutek.


" Ohh gitu ya udah minggir?." perintah Lisa membereskan kamar Bianca.


" Ehh lo mau ngapain?." tanya Bianca


" Tak menjawab tetao sibuk meletakkan barang². akhirnya beress." ucap Lisa membersihkan tangannya.


" Wow rapi berbakat lo kalo jadi pembantu sekalian noh kamar gue di rumah lo rapihin juga hahahahaha." ledek Elena.


" Lisa melihat sinis.


" Hahahahaha." tawa Bianca.


" Ha ha hi hi mulu kenapa tularan kuntilanak lo pada." ketus Lisa.


" Iyaa soalnya di sini kedatengan setan." ucap Bianca menyindir.


" Siapa?!?! maksud lo kita berdua setan." Ketus Elena dengan wajah jutek.


" Iyaa hahahahaha." tawa Bianca.


" Yah wajar kita kayak setan lo aja kayak dajal." sahut Lisa membalas ejekan Bianca.


" Kurang ajar lo somplak bilang gue dajal." Ketus bianca kesal.


" Huhh udah gak usah saling ejek kalian berdua tu sama aja mirip setan." Tutur Elena.


" Apa lo mau gue colok tu mata." jawab Bianca jutek.


" Gue smackdown juga lo." sahut Lisa pasang muka marah.


" Hahahaha udah ah lo berdua gak asik darah tinggi semua, kita keluar yuk jalan ke taman mumpung hari minggu." jawab Elena.


" Terserah." jawab Lisa jutek.


" Hm." jawab Bianca datar.


" Yaelahh lo berdua huhh lama² gue yang darah tinggi di sini." ketus Elena kesal.


" Ciaahhh bisa marah juga si ogeb hahahahaha." tawa Lisa mengejek.


" Hahahahaha ya udah yok ketaman." tawa Bianca.


" Males gua dah gak mood." jawab Elena jutek.


" Dah lah gak usah ngambek napa?." Ucap Lisa membujuknya.


" Udah ah pa'an ngambek kayak anak kecil males gue bujuk lo, yok Lis kita pergi." Sahut Bianca judes.


" Jangan tinggalin guee ikutt." ucap Elena.


" Makanya gak usah kayak anak kecil." ketus Bianca.

__ADS_1


Lisa diam jadi penonton setia.


" Lo tu juga bukannya dibujuk malah judess,huhh." jawab Elena.


" Bodo." jawab Bianca tak perduli.


" Ampun dah punya sahabat kayak gini kudu banyak sabar." batin Elena.


" Hahahahahaha." tawa Lisa keras.


" Apa lo pakek ketawa lagi." Jawab Elena kesel.


" Kagakkk." jawab Lisa.


" Yok katanya mau jalan² ke taman." ajak Lisa.


" Ya udah yok." Sahut Bianca.


" Naik apa?." tanya Elena.


" Jalan kaki aja sekalian joging masih pagi ni?. jawab lisa.


" Maless aaa capekk?." Eluh Elena kayak anak kecil.


Lisa dan bianca tak memperdulikan langsung berlalu pergi.


" Njirt di tinggal terus guee." ucap Elena kesal.


" Cuaca yang cerahh kayak hati gue hahaha."


ujar Lisa.


" Wow mataharinya terang ya, seterang masa depan gue hahaha." tutur Elena


" Ehh ada awan yang gelap sebelah sana gelap kayak masa depan mantan gue hahaha." ucap Bianca.


" Hahahahaha bisa ae lo ular sanca." sahut Elena.


" huhh coba gak usah rubah² nama gue udah jelas nama gue Bianca Putri." ketus Bianca.


" Bianca melihat sinis.


" Wow keren." ucap Elena melihat cowok yang barusan lewat.


" Apa cowok nya keren cihh gak level." *j*awab Lisa.


" Bukan motornya doang yang keren, orang nya kagak hahaha." ucap Elena.


" Hahahahaha." tawa Lisa dan Bianca serentak.


" Huh capek guys yuk duduk si sono." ajak Lisa menujuk sebuah kursi.


" Yukk." sahut Bianca dan Elena serentak.


saat berjalan ke taman Lisa berpapasan dengan David mantan gebetannya


" Itu tadi kan david Sebel gue kenapa harus ketemu dia." batin Lisa.


" Lis lo kenapa tiba² cemberut kek setrikaan tu muka?." tanya Bianca.


" Gak papa." jawabnya singkat.


" Lisaa." panggil David.


" Huh sebel pakek manggil lagi." batin Lisa sembari menoleh.


" Apa." jawab Lisa judes.


" Judes banget sih sekarang hehe


lo apa kabar?." tanya David.


" Jangan tanya kenapa gue judes, harusnya lo sadar koreksi diri tanya sama diri lo sendiri kenala gue gini. kabar gue baik kok semenjak lo gak ada di kehidupan gue." jawab Lisa judes.


" Lisa siapa dia?." tanya Elena berbisik.


" Ntar gue ceritain." jawab Lisa pelan.

__ADS_1


" Maafin gue Lis gue gak ada maksud nyakitin lo." Jawab David dengan nada sesalnya.


" Simpen aja maaf lo dah basi." jawab Lisa berlalu pergi meninggalkan mereka semua."


" Lisa tunggu." panggil Elena."


Bianca dan Elena melihat sinis David dan temen²nya dan berlalu pergi menyusul Lisa.


" Lisa jangan cemberut dongg senyumm." pinta Elena.


" Gak gue gak cemberut kok." jawab Lisa tersenyum ringan.


" Lisa cowok itu tadi siapa?." tanya Bianca penasaran.


" Itu cowok yang sering gue bilang bi.


gue gini gara² dia, dan dia bikin gue gak percaya lagi namanya cowok." jawab Lisa.


" Ohh sabar ya, bdw cerita ke gue dong." sahut Elena.


" Oke jadi gue sama david itu pernah deket bahkan udah lama, sampek gue timbul perasaan sama dia, tapi dia bikin gue kecewa karena setelah gue tau kalo gue itu cuman di jadiin temen doang saat dia sepi. Tapi yang bikin gue kesel dia tu udah lama ngilang sering balik lagi coba deketin gue lagi. abis itu ngilang lagi kek setan gak ada jejak." *j*elas Lisa menceritakan semuanya.


" Ohh gitu sabar yaa." sahut Bianca.


" Iya bi tapi udah lah lupain aja gue dah gak perduli." jawab Lisa.


" Bdw cerita lo tu hampir sama banget sama masa lalu gue Lis, dulu gue juga pernah deket sama seorang cowok pdkt sampek 6 bulan tapi gak jadian, setelah gue tau ternyata gue cuman di jadiin peran pengganti pelampiasan dari masa lalu dia sama mantannya yang belum selesai. semenjak itu juga gue dah gak percaya lagi namanya cinta. Kadang gue capek setiap gue jatuh cinta sama orang yang salah." Sahut Bianca curhat menceritakan kisahnya.


" Hiks hikss." tangis Elena.


" Lahh ini anak kok malah nangis, heh lo kenapa kita yang galau kok lo yang nangis?." tanya Lisa.


" Gue inget mantan guee." jawab Elena.


" Mereka melihat sinis."


" Haduh gak usah lebai deh pakek nangis segala, cowok kayak mereka tu gak pantes di tangisi." jawab Bianca.


" Iya udah deh gak usah nangis, bdw emangnya lo putus sama mantan lo gara² apa." sahut Lisa.


" Gara² orang ketiga." jawab Elena masih nangis.


" Udah udah jangan nangis." sahut Bianca dan Lisa menenangkan.


" Guys gue bukan sedih nangis karena itu gue nangis karena perut gue sakit laper belom makan mag gue kambuh, gue lupa bawak uang." jawab Elena dengan muka sok imut.


" Haduhhh Elenaaaaa." Teriak Lisa dan Bianca serentak.


" Huuss diem budek kuping gue."


" Lo tu ngeselin kirain apa'an ternyata cuman gara² laper." Ketus Lisa.


" Pa'an has huss lo kira ayam has hus has hus." jawab bianca jutek.


" Dah yok ke warung makan tuh, gue traktir makan sepuasnyaa." Jawab Lisa menunjuk warung makan di sebrang jalan.


" makasihhh lisaaa." jawab Elena bersemangat langsung berdiri menarik tangan kedua sahabatnya ith menuju warung.


"Huhhh." Lisa dan Bianca menghela nafas.


" Ini anak lahirnya di kasih makan apa sih jadi kayak gini." batin Lisa.


" Ini anak idiot apa kek gimana sih." batin Bianca.


" Nah nyampek, bi pesen nasi 2 porsi di jadiin satu pakek ikan goreng, ayam, telor, sama sambel yaa." ucap Elena duduk langsung memesan makanan.


" Astafirullah El lo belum makan berapa tahun sih banyak banget huh nyesel gue mau traktir lo, tekor deh gue." ketus Lisa.


" Bodo amat penting gue kenyang, mau lo ikhlas gak iklas dah terlanjur gue pesen makan gak tau pokoknya lo bayar." jawab Elena tak perduli.


" Yee." jawab Lisa singkat pasang muka jutek.


Bianca hanya diam sambil minum minumanya, menatap Elena aneh.


oke pembaca setia ku makasih ya udah baca karya ini, jangan lupa tinggalin jejak.


kalo ada kesalahan pengetikan kata athor minta maaf banget🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2