Three Cold Girls

Three Cold Girls
Pertemuan Di Cafe


__ADS_3

//Pulang Sekolah//


" Yeyeyeyeye blackpink hahaha." Lisa nyanyi kegirangan kek orang gila.


" Ehh Lis lo kenapa?." tanya Elena aneh.


" Napa lo kayak orang gila." tanya Bianca.


" Hahaha enak aja ngomong gue gila, gue lagi seneng puas gue ngerjain balik sih Angga." jawabnya.


" Ohhh iya bener tu sering² aja cari masalah ma kita biar seru ngerjainnya hahaha." sahut Elena.


" Ohh gitu biasa aja." jawab Bianca datar.


Mereka berdua melihat sinis


" Udah ah gue mau pulang bayy." ucap Lisa pergi meninggalkan 2 sahabanya itu tapi tiba².


" Brakkk." *L*isa menabrak seorang cowok dan terjatuh.


" Aduhh sakitt." Eluhnya terduduk di lantai.


" Ehh maaf gak sengaja." ucap cowok itu membantu Lisa berdiri.


" Isshh gak usah bantuin,bisa sendiri." tolak Lisa judes.


" Yaelah judes amat, lain kali hati² ya kalo jalan." jawab cowok itu lembut menasehati.


" Nyenyenye gak usah ceramah salah lo ngapain di tengah² jalan, kalo di jalan raya dah is dead lho ke tabrak mobil atau motor." ketusnya.


" Huhh keras kepala banget sih ni cewek." batinnya.


" Napa diem ngebatin lo, udah minggir minggir awas gue mau lewat bayy." jawabnya jutek.


" Hahahahahaha jatohh lo makan tuh, siapa suruh ninggalin kita." tawa Elena dan Bianca mengejek dari jauh.


" Pa'an berisikkk. ketus Lisa berlalu pergi.


" Cie ilee marah dia hahaha." sahut Elena.


" Hahaha udah yok ke parkiran juga ngambil motor dan lets go cap cuss pulang." ajak Bianca.


" Lets goo." *j*awab elena menyetujui dengan gaya tangan terbang ala superman.


" Pa'an gak usah alai yuk cepet, ntar di tinggal kita ma lisa." ketus Bianca.


" Huhhh gue tu temenan sama manusia apa


sama setan sih bawaannya sensi terus." batin Elena.


" Ayok jalan malah bengong." tegur Bianca.


" Yeee." jawab Elena datar.


// Parkiran//


" Lisa, elena ntar malem main ke cafe yuk." ajak Bianca.


" Cafe kagak ada uang gue." jawab Elena sambil memundurkan motornya.


" Enggak deh lo tau kan papa gue galak, mana mungkin gue di suruh keluar malem." jawab Lisa menolak.


" Yaelah kita kan ke cafe bukan ke diskotik yang satu misqueen satunya lagi anak rumahan." ketus Bianca.


" Ya udah ayok tapi lo yang nanggung kemarahan papah gue setuju gak." Ketus Lisa.


" Lgah gue." jawab Bianca judes.


" Hmmm gue traktir deh, sekali kali kita santai di sana." Tawar Bianca.


" Okee mauuuu." jawab Elena bersemangat.


" Ya udah ayok kalo di traktir hahaha." jawab Lisa menyetujui.


" Huhh Dasar somplak semua lo, tadi banyak alesan giliran traktir langsung mau bilang aja lagi misquenn." ketus Bianca sinis.


" Iklas gak kalo gak ya udah gak usah." ancam Lisa.


" Iya iya iklasss." jawab Bianca.


" Okee tapi gak usah pamit ke rumah, gue ngabur aja lewat jendela lho tunggu di depan gerbang rumah gue, soalnya pasti gue gak di suruh." perintah Elena.


" Yaa bener tuhh." sahut Lisa.


" Hmm ye." jawab Bianca singkat.


" Oke sampai jumpa nanti dadaaa." ucap bianca menyalakan motor pulang duluan.


" Hmm." jawab Lisa.


" Ya." sahut Bianca singkat.


SKIP


//Rumah Bianca//


" Mah pah Bianca pergi dulu sama temen²." pamitnya.

__ADS_1


" Iya gak usah pulang malem banget anak cewek gak boleh pulang larut malem." Perintah papanya.


" Iyaa gak lama kok." jawabnya mengambil mobil dan berlalu pergi.


//Rumah Elena//


GRUP penghuni kutub


💬 " @Elena Cepetan keluar gue depan gerbang rumah lo." Bianca.


💬 " Iyee bentar gue lagi manjat jendela ni." Elena.


💬 "@Lisa siap siap bentar lagi kita ke rumah lo." Bianca.


💬 "I yee tinggal dateng aja gue dah siap tinggal keluar lewat jendela." Lisa.


💬 ......


Elena keluar diam² dan membuka gerbang.


" El cepetan." bisik Bianca.


" Iya sabar." Jawab Elena pelan.


" Udah naik, kita ke rumah lisa."


//Rumah Lisa//


GRUP Penghuni Kutub


💬 " @Lisa cepet kita Udah di depan rumah lo."Bianca.


💬 Ye." Lisa


Lisa mengambil ponsel dan tasnya ia memanjat jendela turun pelan² sampai langsung masuk mobil.


" Yukk cepetan jalan." Perintah Lisa.


Bianca langsung tancap gas melajukan mobilnya.


" Huhh lega gue akhirnya lolos juga." ucap Lisa.


" Iya tapi masih deg deg kan gue semoga gak ketahuan pulang nanti." Sahut Elena.


" Udah gak bakalan ketahuan lagian kita kan cuman ke Cafe gak macem²." Jawab Bianca.


//CAFE//


" Yaps nyampek guys yok turun." ucap bianca.


" Mbak pesen minuman yang ini tiga ya." perintah Bianca kepada pelayan cafe.


" Bi beneran lo yang bayar kan hehehe." tanya Elena mengingatkan.


"Iyaa." jawab Bianca tersenyum misterius merencanakan rencana jahil.


" Guyss dompet gue ketinggalan." ucap


Bianca bohong.


" Whatt?!??!! ketinggalan teruss yang mau bayar siapa." jawab Lisa terkejut dengan suara keras sontak semua orang menoleh.


" Sstttt bercandaa diemm malu maluin gue aja lo." jawab Bianca.


" Lisa melihat sekeliling orang tertuju kepadanya semua ia pun menutup mukanya dengan tangan karena malu. duhh lisa kalem² repotasi popularitas lu turun nanti." batinnya.


" Sstt duduk diem." Bisik Elena.


" Huh nyesel gue ngerjain kalian malah malu²in." ketus Bianca kesal.


" Bodo. siapa suruh usil gigit jari lo kan." jawab Lisa jutek.


" Huh gue smackdown lo." jawab Bianca


" Apa smackdown² sini ngajak gelut." jawab Lisa menantang.


" Ssstt guys ini cafe diem kalem." sahut Elena menengahi.


" Ya." jawab Lisa.


" Mm." jawab Bianca.


" Haduhh pengen rasanya gue tonjok satu² mereka." batin Elena.


" Apa lo diem ngebatin." Ucap Lisa dan Bianca serentak."


" Kagak." jawab elena jutek.


" Pegel duduk² aja ahh gue nyanyi aja deh." batin Lisa pergi menuju ke depan.


" Heh mau kemana jangan aneh²?!?!." tanya Bianca.


" Itu mau ganti'in dia nyanyi bosen gue duduk² aja." jawab Lisa menunjuk seorang pegawai cafe yang sedang bernyanyi menghibur semua.


" Ehh jangan aneh² jangan malu²in. Ucap bianca menghentikan Lisa.


" Bodo." jawab Lisa jutek tetap menuju kedepan.

__ADS_1


 


Elena dan Bianca hanya bisa menutup muka mereka karena malu. Sedang kan lisa kedepan meminta penyanyi itu memberikan gitarnya dan menyuruhnya duduk.


 


" Mbak mau ngapain ini tugas saya buat menghibur Para pengunjung." ucap penyanyi cafe itu."


" Udah diem aja gue pinjem bentar." jawab Lisa santai.


 


Lisa pun bernyanyi dengan memainkan gitarnya. Untungnya dia tak membuat Sahabatnya itu malu, ia bernyanyi dengan merdu. dan di sela² bernyanyi ia melihat seorang cowok yang memperhatikanya dan salah satuh temen cowok itu adalah orang yang ia tabrak di sekolah tadi. Tetapi Lisa cuek tak perduli tetap bernyanyi.


 


para pengujung semua berdiri dan bertepuk tangan untuk penampilan Lisa.


" Terimakasih." jawab Lisa dengan senyum manis memberikan kembali gitar penyanyi cafe itu dan turun dari panggung kembali ke tempat duduknya.


" Huh gila ide lo untung gak malu²in kita lo." ucap Elena.


" Gila kali gue masih waras."ketus Lisa.


" Ohh gitu kirain otak lo dah ilang." ketus Bianca.


" Lisa melihat sinis.


" Hahahahahaha." tawa Elena.


" Gak usah ketawa." Ketus Lisa jutek.


"Nyenyenyenyenyek." jawab Elena mengejek seperti anak kecil.


" Pulang yuk guys dah malem ntar gue ketahuan." ajak Lisa.


" Ohh iya yuk gue juga gak boleh pulang malem banget." sahut Bianca.


" Oke yok pulang." sahut Elena.


******


//Rumah Lisa//


" Lke guys sampai jumpa besok." ucap Lisa sedikit berbisik turun dari mobil.


" Kya bayy." sahut Elena dan Bianca.


Lisa pelan² membuka gerbang rumahnya mengambil tangga untuk memanjat jendela kamarnya. setelah masuk langsung membereskan semua dan langsung melompat ke tempat tidur nya menutupi diri dengan selimut karena ada suara derap kaki menuju kamarnya.


" Lisaa belum tidur kamu?! " tanya mamanya dari luar kamar membuka pintu.


" Udah tidur rupanya." batin mamanya kembali menutup pintu pelan².


" Huhhh lega untung gak ketahuan bdw besok hari minggu bisa molor sampek siang hahaha." gumamnya membuka selimut, lalu tidur.


//Rumah Elena//


" Udah cepetan pergi bay." perintah Elena berbisik.


" Oke bay." jawab Bianca.


Elena pelan pelan membuka pagar rumahnya berlari menuju samping mengambil tangga untuk memanjat masuk ke kamar dari jendela.


" Huh nyampek ehh aduhh." *l*irihnya jatuh karena kakinya tersangkut saat ingin berdiri ia menyenggol pas bungan dan praaakkk pas bunga itu jatuh.


" Haduhh sial ceroboh banget sih, hah suara derap kaki ada yang mau ke sini ngumpet di mana niii.!?!?!?." ucapnya panik dan ngumpet di bawah kolong kasur.


" Elenaa suara apa itu?." tanya mamanya membuka pintu dan melihat ke ranjang Elena sedang tidur.


" Meongg meongg." Elena menirukan suara kucing.


" Ternyata kucing." ucap mamanya lalu pergi.


" Haduh hampir aja ketahuan untung aja gue taruh bantal guling di balik selimut hehehe. haahh dah malem tidur ah." gumamnya membaringkan tubuhnya.


//Rumah Bianca//.


*M*emindik mindi pelan masuk rumah kayak maling tiba² ...


" *K*lek kakaknya menyalakan lampu dan membuat Bianca terkejut menghentikan langkahnya.


"Haduhh gimana ini." *b*atinnya.


" Dari mana pulang malem banget?!?!." tanya kakaknya iqbal menyelidiki.


" Dari rumah temen." jawabnya gugup.


" Kenapa pulang malem banget?!?!." tanya kakaknya jutek.


" Hmmm tadi ban mobil bianca bocor, hehe iya bocor jadi nampal ban dulu bang." jawabnya ngeles.


"Emang ada tampal ban malem² gini?!?!?."


" Ya ada dong lo aja yang gak tau ****** dah gue mau tidorrr bay." sahut bianca langsung pergi ke kamar melarikan diri.


" Huhh untung adek gue kalo gak dah gue mutilasi gue buang ke sungai. ketus kakaknya.

__ADS_1


" Heh gue denger, apa lo psikopat." teriak bianca dari kamarnya.


" Dasar anak setan bilang gue psikopat lagi huhh." ketus kakaknya kesal.


__ADS_2