Three Cold Girls

Three Cold Girls
Di Gosipin Satu Sekolah


__ADS_3

" Pulang yuk." ajak Elena.


" Cepet banget. Bentar lagi, gue males di rumah, apalagi ada abang gue."sahut Bianca.


" Ya itukan masalah lho, gue mau Bodo amat."sahut Lisa.


" Bisa nggak sih, jadi orang nggak usah nyolot!." ketus Bianca.


" Oh, terserah gue, diri diri gue, what your problem of me?!." jawab Lisa.


" Udah nggak usah sok sok'an saling nyalahin, kalian berdua itu sama aja. Sama sama nyolot, keras kepala." sahut Elena.


" Ohhh gitu, Bianca ntar malem siapin boneka sama lilin, gue mau santet orang?!!." ucap Lisa.


" Astagfirullah jadi ngeri." jawab Elena.


..." Udah ah ribut mulu, ayo pulang." ajak Elena."...


"Nggak seru, barusan bentar di sini." ucap Lisa. by di


" Kalo kalian belum mau pulang yaudah gue duluan." ucap Elena.


" Lho mau pulang pakek apa?." tanya Bianca.


" Naik taksi aja." jawab Elena.


" Ohh ya udah hati²." ucap Lisa.


" Iya." jawab Elena.


" Lis lho yakin mau temenan dan Deket sama David lagi?." Tanya Bianca.


" Iya yakin." jawab Lisa.


" Dan lho nggak takut jatuh cinta lagi sama dia, terus gimana kalo dia ngehianatin lho lagi." ucap Bianca.


" Hahaha apa'an sih lho, jauh banget mikirnya sampek ke situ. Ya enggaklah gue nggak mungkin suka lagi sama dia semua rasa itu udah pupus, lagian kita hidup di masa sekarang bukan masa lalu, ngapain harus menyakutkan semuanya di masa lalu. jawab Lisa.


" Dan gue rasa lebih baik gue temenan sama dia, dari pada musuhan terus capek, kita juga udah sama sama dewasa bisa nentuin sendiri mana yang baik atau enggak." ucapnya lagi.


" Sok bijak lho." ketua Bianca.


" Bukan sok bijak, emang gitu." jawab Lisa.


" O."jawab Bianca.


" Apa, mendingan gue dari pada lho susah banget move on bikin caption di sosmed galau terus, kayak gue dong santai!." ucap Lisa percaya diri.


" Nggak usah ngeledek gue, terserah dong gue mau apa, nyatanya kan gue nggak selalu galau." jawab Bianca.


" Yakin??, terus kalo nggak galau kenapa curhat hampir setiap menit sama gue." ucap Lisa jahil.


" Apa'an sih!." ketus Bianca.


" Hahahaha marah?!, emang benerkan." ucap Lisa.


" Udah ah, males gue." jawab Bianca.


" Males atau ma.... ." belum selesai Lisa bicara sudah di potong oleh Bianca.


" Diem!. Nggak usah bikin gue kesel paham?!, sebelum gue cincang halus badan lho, mau?!." ucap Bianca penuh penekanan.


" Astagfirullah psikopat anjirr ngeri gue haha." jawab Lisa.


" Ini lho yang bayarkan, ya udah gue duluan bay." pamitnya.


" Ehh tunggu bareng gue aja." panggil Bianca.


" Enggak usah gue buru - buru daaa." jawab Lisa dari kejauhan.


" Dasar pacat air, udah kenyang pergi." gerutu Bianca.


SKIP


//Rumah Bianca//


" Assalamualaikum Bianca pulang." ucapnya sembari menekan bel.


" Waalaikumsalam salam." jawab pembantunya sembari membuka pintu.


" Bianca." tegur mamanya yang sedang duduk sembari membaca buku, karena melihat Bianca yang nyelonong begitu saja menuju kamar.


" Iya ma." jawab Bianca berbalik.


" Maaf Bianca nggak liat mama di situ tadi hehe." ucapnya.


" Hm, gimana tadi di rumah Leo?."tanya mama Bianca.

__ADS_1


" Seru ma, soalnya tadi Bianca nge... ." ucapannya terhenti.


" Upss Bianca hampir aja keceplosan." batin Bianca.


" Apa?." tanya Mamanya.


" Itu nge... ngebantuin mama Leo masak." jawab Bianca terbata.


" Ohhh iya." jawab mamanya.


" Ya udah Bianca mau ke atas." ucapnya segera pergi.


" Mama udah kayak detektif aja, banyak banget nanya, kayak tau aja kalo gue pasti berulah hihi, untung nggak keceplosan tadi." gumamnya.


//Rumah Leo//


" Ma, yang masak tadi siapa nggak enak, asin mana sambelnya pedes banget." protes Leo.


" Bianca, maklum mungkin dia belum bisa masak. Ya udah kamu makan sama ikan goreng aja." jawab mama Leo.


" Enggak ma, Leo makan di luar aja." jawab Leo pergi ke kamar mengambil jaket dan kunci motor.


" Nggak bisa masak sok sok'an, gimana kalo dia udah jadi istri gue nanti, bisa mampus gue di masakin sama dia huh." gerutu Leo menghembuskan nafas kasar.


" Assalamualaikum, Leo pergi dulu ma." ucapnya sembari berlari kecil.


SKIP


Waktu terus berlalu, hingga keesokan harinya saat jam istirahat ketika Elena, Bianca, Lisa, berjalan menyusuri koridor sekolah menuju kantin. Semua orang berbisik dan tertuju pada Bianca dan membicarakannya, tentu hal itu membuat Bianca bertanya - tanya.


" Orang - orang ngapain pada ngeliatin gue kayak gitu emang ada yang aneh." batin Bianca.


" Guys mereka ngapain pada ngeliatin gue?." tanya Bianca kepada Lisa dan Elena.


" Nggak tau." jawab Elena.


" Guys ada gosip katanya Bianca di jodohin sama si Leo."


" Leo?."


" Iya Leo yang nakal itu."


bisik beberapa siswi dan terdengar oleh Bianca.


" Apa, mereka semua tahu tentang perjodohan gue?!. Sial!, siapa yang nyebarin semuanya." batin Bianca menggerutu.


" Iya nggak tahu gue." jawab Bianca.


" Mereka tahu dari mana?."batin Lisa bertanya tanya.


" Udah abaikan, kita urus nanti."ucap Elena.


KANTIN


" Sial!, kenapa semua orang bisa tahu, siapa yang kasih tau mereka semua." ketus Bianca.


" Sabar, nanti kita urus masalah ini dan buat semua orang percaya bahwa nggak ada perjodohan." ucap Lisa menenangkan.


" Oke." jawab Bianca.


" Bi pesen soto 3." ucap Elena memesan makanan.


" Oke siappp."sahut bibi kantin, tak lama kemudian makanan sampai.


" Udah jangan dipusingin ini di makan dulu." ucap Lisa kepada Bianca.


" Iya, sayang kalo nggak di makan, kalo lho nggak mau ya buat gue aja." ucap Elena sembari menarik mangkok itu ke arahnya.


" Issh! singkirin tangan lho, siapa bilang gue nggak mau." ketus Bianca menepis tangan Elena.


" Duh sakit, kasar banget jadi cewek huu." ejek Elena, dan Bianca tidak memperdulikan tetap melanjutkan kegiatannya.


" Huff." Lisa menghela nafas panjang melihat tingkah laku sahabatnya itu.


Baru saja mereka mau menikmati makanan yang sudah di pesan, seketika Leo datang dan membuat riuh suasana. Semua murid mulai berbisik dan membicarakannya dan Bianca.


" Baru aja mau makan dengan tenang, udah ganggu suasana aja." batin Bianca.


" Guyss liat, itu Leo, bener nggak sih dia di jodohin sama Bianca?." Bisik salah seorang Siswa.


" Brakkk!."Bianca sengaja meng-gebrak meja karena kesal, sontak membuat semua orang kaget dan terdiam.


" Lisa, nih duit gue bayarin. Gue mau ke kelas." ucap Bianca dan pergi begitu saja.


" Tapi kan blm lho sentuh sedikit pun sotonya?." ucap Elena.


" Lho aja yang makan." ucap Bianca dari kejauhan.

__ADS_1


" Hmmm Elena, lho tunggu di disini bentar ya gue ada urusan." ucap Lisa.


" Lho mau kemana?, masa gue makan sendiri." tanya Elena.


" Udah tunggu di sini aja." jawab Lisa.


Lisa menghampiri Leo yang sedang duduk di meja pojok kantin dengan teman temannya.


" Leo. Ikut gue bentar, gue mau ngomong sama lho." ucap Lisa.


" Ya ngomong aja di sini." jawab Leo dingin, tanpa menoleh sedikitpun ke arah Lisa.


" Hallo cantik, sini ngobrol sama gue aja." Goda salah seorang teman Leo.


" Gue nggak ngomong sama lho!." ketus Lisa dengan tatapan mautnya.


" Ikut gue!." ucap Lisa menarik tangan Leo, dan mengajaknya pergi.


" Lah Lisa ngapain narik narik Leo?!." gumam Elena.


" Hai El, gue temenin makan ya." ucap manis Briyen, menghampiri Elena.


" Hmm, baik banget mau nemenin aku, Bdw boleh minta tolong, tapi kamu ikhlas kan?!." ucap Elena dengan senyum misteriusnya.


" Oh iya pasti ikhlas kok, klo demi kamu." jawab Briyen.


" Oke bagus klo gitu. Nih abisin dua mangkok soto ini, tenang aja blm di sentuh sama sekali, dan bayarin semuanya yaaa, gue mau pergi dulu, selamat menikmati." Ucap Elena dan pergi meninggalkan Bryan.


" Tapii, eh El ini gimana?, Haduh apes gue." ucap Briyen.


***


" Apaan, Lepasin!." Ketus Leo, melepaskan tangan Lisa dengan kasar.


" Gue mau ngomong tentang perjodohan lho dan Bianca." ucap Lisa.


" Halah nggak penting, minggir!." ketus Leo.


" Tunggu, gue bisa bantu lho. Lho mau perjodohan ini batal ka?!, dan asal lho tau semua orang di sekolah ini udah tahu tentang perjodohan ini." ucap Lisa menghentikan langkah Leo.


" Apa?!, semua orang tahu?!." tanya Leo.


" Iya, semua orang pada gosipin tentang ini, mungkin lho nggak tahu, karena mereka nggak mungkin bilang itu di depan lho, lagi pula mereka tau sifat lho itu gimana." jawab Lisa.


" Apa maksud lho tentang sifat gue!, siapa yang bilang itu, awas aja gue cari orangnya." ketus Leo.


" Tunggu dulu, percuma kalo lho pakek emosi, itu cuman memperkeruh keadaan, dan membuat mereka makin percaya kalo perjodohan itu bener." ucap Lisa menghentikan lagi langkah Leo yang hendak pergi.


" Terus gue harus gimana?!. Gue memang mau perjodohan ini batal secepatnya, tapi itu nggak mungkin, sebelum gue emang bener bener ada calon dan gue tunjukkin ke mama." jawab Leo.


" Gue bisa bantuin lho, dengan syarat lho harus bisa yakinin semua orang bahwa nggak ada perjodohan antara lho dan Bianca." ucap Lisa memberi saran.


" Ogah, gue nggak butuh bantuan lho." jawab Leo.


" Argh!, susah banget sih ngomong sama ini anak, udah mepet gini masih aja mentingin egonya, nguji kesabaran!." batin Lisa menggerutu.


" Pliss deh, dengerin dulu. jangan pikirin tentang ego dan permusuhan kita. Kalo ini berhasilkan ada baiknya juga untuk lho."ucap Lisa.


" Oke gue setuju, tapi gue mau lho jadi babu gue selama sebulan, kalo nggak mau kelarin aja sendiri, gue mah Bodo amat sama orang - orang yang ngegosipin ." jawab Leo.


" Apaa?!, jadi babu lho!." ucap Lisa.


" Astagfirullah, anak setan!, udah di bantuin masih mau gue jadi babu!, terpaksa gue setuju, tapi awas aja liat aja nanti pelayan gue." batin Lisa.


" Oke gue setuju." jawab Lisa.


" Oke." jawab Leo dan berlalu pergi.


" Lisa, gue cari cari di sini rupaya. Hmm lho bicara apa sama Leo di depan Lab Multimedia ini?." tanya Elena.


" Nggak ada, yuk ke kelas." ajak Lisa.


Di ruang kelas terlihat Bianca sedang duduk sendiri dengan raut wajah kesal.


" Hai." tegur Elena.


"Kemana aja?, lama banget makan Sampek 20 menit?." tanya Bianca.


" Nnggak kemana mana, Lho tenang aja masalah ini akan clear semuanya." ucap Lisa.


" Maksudnya?."tanya Bianca dan Elena bingung.


" Udah tenang aja, kalian liat aja nanti." jawab Lisa.


#Hai Readers semuanya, berjumpa kembali di karya ini setelah cukup lama .Maaf ya Author lama banget upnya, dan buat kalian menunggu🙏, tapi tenang aja sekarang author akan sering² up.


Bayy....😘

__ADS_1


__ADS_2