Three Cold Girls

Three Cold Girls
Pulang Ke Kota


__ADS_3

" Hmmm kembali lagi di keramaian kota, kemacetan, dan orang - orang gila termasuk yang lagi nyupir mobil di depan." ucap Elena menyindir Angga.


" Lho ngomong gue gila, lho yang gak waras." sahut Angga.


" Nyenyenye."jawab Elena.


" Astafirullah lama - lama kena tekanan darah tinggi gue ngeladenin cewek ini." batin Angga.


" Jangan lupa lho numpang naik mobil gue, jangan banyak ulah, gue turunin lho di tengah jalan." ancam Angga.


" Turunin aja kalo berani." jawab Elena.


" Duh jangan sampek dia turunin gue beneran, gue pulangnya gimana hihihi." batin Elena.


" Hadehh ini cowo tidur kayak kebo, tangan kemana mana ketampok gue." ketus Bianca


" Briyen bangun singkirin tangan lho, ini mobil bukan kamar lho." ketus Bianca lagi.


" Bangunn!." ucap Bianca.


" Apaan sih gue lagi enak - enak tidur." ucap Briyen terbangun.


" Singkirin tangan lho dari hadapan gue, serakah banget padahal duduk di depan kita, tapi tangan Sampek kebelakang." ucap Bianca.


" Yah namanya orang tidur, gak tau apa - apa." jawab Briyen.


" Iya tapi gak kayak lho, tidur malang melintang kayak talang air." ketus Bianca.


" Sstt hiburan siaran tv hihi." bisik Lisa kepada Elena.


" Hahaha." tawa pelan Elena.


" Ngga ngebut dikit ntar kemaleman kita." perintah Lisa.


 


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Angga menyetir mobil dengan berhati - hati, karena malam yang semakin larut semua tertidur di mobil kecuali dirinya.


" Nasib jadi supir, yah gini nahan kantuk." gumam Angga.


Mobil terus melaju melewati tikungan jalan


hingga tak beberapa lama sampai di kota, Angga mengantar satu persatu teman - temannya dari Elena, lalu Bianca Lanjut mengantar Lisa.


//Rumah Lisa//


" Lisa bangun udah nyampe rumah lho." ucap Angga membangunkan Lisa.


" Hmmm." Lirik Lisa terbangun sembari mengucek matanya.


" Apa?." tanya Lisa.


" Udah nyampe rumah." ucap Angga.


" Ohh." jawab Lisa lalu turun.


" Briyen bantuin gue bawa barang." perintah Angga.


" Iya." jawab Bryen.


Angga dan Briyen membawakan barang - barang Lisa. Setelah selesai mereka berdua pamit pulang dengan mama papa Lisa.


" Bro Lho nginep rumah gue aja, gue kemaleman kalo harus nganter lho pulang." usul Angga. ucap Angga sembari memasang sabuk pengaman.


" Oke." setuju Bryen.


" Bantuin gue bikin PR juga." ucap Angga sembari melajukan mobilnya.


" Oh iya ada PR, gue juga belom." jawab Bryen.


" Nggak usah kita kerjain Ngga." ucap Briyen.


" Jangan Bry, kerjain aja bosen gue masa setiap pelajaran kena strap di depan, kalo nggak telat nggak ngerjain PR, bisa - bisa uang jajan gue abis di potong sama mama." jawab Angga.


" Ya senakalnya kita di sekolah,nggak separah si Leo anak baru itu sampe ikut tawuran." sahut Briyen.


" Iya tapi gue pernah sekali ikut tawuran." jawab Angga.

__ADS_1


" Ketahuan mama lho?." tanya Bryen.


" Iya, Sampek uang jajan 1 tahun gue nggak di kasih sama mama, mobil juga di sita." jawab Angga.


" Hahaha parah juga lho Ngga." tawa Bryen.


SKIP


 


Malam telah berlalu, mentari pagi menyambut hari yang cerah. Seperti biasa Elena, Lisa serta Bianca sedang bersiap untuk pergi ke sekolah, sesampai di sekolah mereka bertemu di depan gerbang dan menuju kelas bersama.


" Gue denger kalian pergi bareng Angga, bukannya kalian musuh bebuyutan?." ucap Wike.


" Iya, tapi bukan berarti kita baikkan." jawab Lisa.


" Lah terus?." tanya Wike.


" Ya gak tau, lho pikir aja sendiri." jawab Lisa.


" Kok mikir sendiri gimana caranya?." jawab Wike.


" Ya nggak tahu, terserah lho." jawab Lisa.


" Guys kantin yuk." ajak Elena.


" Oke." jawab Bianca.


" iya.". jawab Lisa.


//Kantin//


" Bi pesen soto 2 sama jus mangga 1." ucap Lisa mesan makanan.


" Lho nggak pesen makan?." tanya Elena.


" Nggak, gue diet." jawab Lisa.


" Mau diet apa lagi, badan lho kurus gitu." celetuk Bianca.


" Keliatannya aja kurus, tapi bagian perut gue berlemak." jawab Lisa.


" Bentar gue ambilin." ucap Lisa pergi mengambil sebotol kecap di meja belakang yang masih penuh.


" Brakk!." Lisa terjatuh karena Leo menjegalnya.


" Aiss sialan." lirih Lisa.


" Lisa Lho nggak papa?." tanya Elena sembari membatunya bangun.


" Nggak ." jawab Lisa.


" Apa maksud lho ngejegal Lisa!?, nggak kapok lho ya, terus aja gangguin kita,


belum puas kena skor kepala sekolah!." tegas Bianca.


" Ya terserah gue dong, Om gue kepala sekolah disini, mau gue ngapain aja bebas." ketus Leo.


" Heh lho itu nyalah gunain jabatan om lho,


pasti tersiksa pak kepsek punya keponakan kayak lho." ketus Elena.


" Oh, minggir gue mau lewat." ucap Leo dingin dan berlalu pergi tanpa perduli apapun.


" Astafirullah, gue rasa tersiksa ibunya ngelahirin anak kayak dia." ketus Lisa.


" Udah yok balik ke tempat." ajak Elena.


" Apa lho!, pakek lewat depan mata gue ngeselin!." ketus Lisa kepada Briyen yang tiba - tiba lewat.


" Astafirullah, gue cuma lewat doang salah?." ucap Briyen.


" Salah!."ketus Lisa.


" Hahaha, udah cepetan cabut sana, jadi mangsa harimau lho nanti." ucap Elena.


" Galak banget Lis, kenapa lagi dapet lho?." tanya Bianca.

__ADS_1


" Iya." jawab Lisa jutek.


" OMG kudu hati - hati gue, marah biasa aja serem, apa lagi pas... ihh serem melebihi film horor." Batin Elena.


" Nggak usah ngebatin gue!." tegas Lisa.


" Hehe nggak kok." jawab Elena.


" Huh tau aja sih Lisa gue ngebatin dia." batin Elena.


Bel masuk berbunyi pelajaran berlangsung, dari jam pelajaran pertama berlanjut ke jam pelajaran ke 2, ke 3, dan seterusnya di selingi waktu istirahat, hingga sampai di jam pelajaran terakhir.


//Parkiran//


" Guys duluan ya." pamit Elena sambil menstarter motornya.


" Hmm."jawab Lisa.


" Ya." jawab Bianca.


" Gue duluan juga, bay Lis." pamit Bianca di Jawab dengan anggukan.


//Rumah Elena//


" Assalamualaikum mamaa." panggil Elena.


" Waalaikumsalam." jawab mamanya dari dalam rumah.


" Mah ada makanan nggak di dapur?, Elena laper." tanyanya.


" Ada cari sendiri di dapur, pantesan diem nggak heboh, tenyata laper haha." goda mamanya.


" Hehehe iyaa ma." jawab Elena.


//Rumah Bianca//


" Assalamualaikum." ucap Bianca.


" Waalaikumsalam non." jawab pembantunya membukakan pintu.


" Bianca abis ini kamu langsung ganti baju siap - siap ya, mama Le mau kesini jemput kamu, dia mau ngajak kamu main kerumahnya." ucap mama Bianca yang tiba - tiba datang.


" Males mah, Bianca mau istirahat di rumah aja." tolaknya.


" Nggak bisa sayang, mama sudah bilang iya,. nggak mungkin mama bilang kamu nggak bisa." jawab mamanya.


" Ya udah iya deh ma, Bianca ganti baju dulu." ucap Bianca terpaksa setuju.


" Kenapa pulang - pulang muka cemberut gitu?." tanya kakaknya.


" Ya apa lagi kalo bukan, keluarga Leo yang bikin gue bad mood bang." jawab Bianca.


" Ohh." jawab kakaknya.


" Oh doang jawabnya, hibur adeknya atau gimana kek, huh ******." ketus Bianca.


" Iqbal bukan ******." Protesnya.


" Ya ya, dah sana minggir jauh - jauh bang." ketus Bianca.


" Huff sabar, punya adek judes amat." gumam Iqbal.


" Nggak usah ngumpat gue abang tersayangg." sahut Bianca dari jauh dengan kalimat penuh penekanan.


" GR siapa yang ngumpat lho." jawab Iqbal.


//Rumah Lisa//


" Assalamualaikum mama." panggil Lisa.


" Waalaikumsalam." jawab mama Lisa sembari membuka pintu.


" Loh papa udah pulang?." tanya Lisa melihat papanya yang tengah duduk di sofa depan televisi.


" Iya papa, izin pulang duluan, soalnya papa rasa agak meriang." jawab papanya.


" Ohh, mau di beliin obat apa nggak?." tawar Lisa.

__ADS_1


" Nggak usah, biar papa beli sendiri atau suruh mama kamu aja nanti, sana ganti baju udah itu makan." jawab papa Lisa


" Oke pah." jawab


__ADS_2