Three Cold Girls

Three Cold Girls
Di Kejar Orang Gila


__ADS_3

" Ayok pulang."Ucap Lisa.


" Iya bentar." Jawab Bianca.


" Ayok lama banget, kita tinggalin nanti." Ketus Elena.


" Iya ya." jawab Bianca.


" Bdw gue males nyetir jadi antara kalian aja


yang nyetir mobil." ucap Lisa.


" Gimana ceritanya lo yang punya mobil kita yang suruh nyetir." ketus Elena.


" Mau pulang apa nggak?!, turutin aja." ketus Lisa.


" Biar gue yang nyetir, tapiii." Sahut Bianca.


" Tapi apa?." tanya Lisa.


" Mobil lo gue bawa pulang hihi." jawab Bianca.


" Oh seriusan?, ya udah bawa aja." jawab Lisa cuek.


" Lah kok biasa aja kirain mau ngerocos itu mulut , ya udah gue bawa pulang beneran mobil lo hehe." ucap Bianca.


" Ya silahkan bawa aja gak papa, tapi jangan salahin gue pulang nanti ada polisi yang dateng ke rumah Lo." jawab Lisa santai.


" Hahahahahaha mamam tuh kuas sate basi." tawa Elena mengejek Bianca.


" Sialan. Diem Lo gak usah ketawa." ketus Bianca.


" Udah gak usah komen lagi ni bawa." ucap Lisa memberikan kunci mobilnya kepada Bianca.


" Iyaa, dasar setan idiot." jawab Bianca tersenyum sok manis dan memelankan suaranya di akhir kalimat.


" Bilang apa bisik bisik." tanya Lisa menyelidiki.


" Gue bilang Lo kan sahabat yang baik." jawab Bianca.


" Alias sahabat ternyebelin." batin Bianca


" Yok pulang." ucap Lisa menggandeng Elena sedangkan Bianca ditinggal di belakang diperlakukan seperti bodyguard mereka.


Bianca mengeluarkan mobil di parkiran, sedangkan Elena dan Lisa menunggu di depan Cafe.


" Eh kenapa kalian duduk di belakang semua, salah satu di samping gue, masa gue di jadiin supir." ketus Bianca


" Males panas di depan sempit, mending di belakang luas." jawab Lisa.


" Duh sialan banget!, sabar Bianca sehari doang kok lo jadi supir huff." batin Bianca sembari menghela nafas.


" Huff ini tu sahabatan atau musuhan sih." Batin Elena sembari menghela nafas.


" Eh itu kan mobil yang kemarin ngikutin. Dan itu mobil Angga?!." batin lisa melihat Angga yang sedang menuju parkiran dan mengeluarkan mobilnya.


" Terus buat apa dia ngikutin gue sama Elena dan Bianca kemarin." batinnya lagi.


" Lisa liatin apa Lo?." tegur Elena.


" Nggak ada." jawab Lisa.


Bianca melajukan mobil menuju pulang tetapi berhenti sebentar di sebuah mall, karena ia ingin membeli sesuatu.


" Kenapa berenti?." tanya Elena.


" emm gue mau beli sesuatu bentar, mau ikut gak?." jawab Bianca.


" Sesuatu apa?."tanya Elena lagi.


" Ya sesuatu." jawab Bianca.


" ohh sesuatu yang ada di hati ku sesuatu , yang ada di hati mu sesuatu juga ada dalam benak mu huwooo." ucap Elena malah bernyanyi lagu milik Syahrini.


" Malah nyanyi lagu Syahrini, ikut nggak?." tanya Bianca sekali lagi.


" Hehehe ikut, gue mau beli cemilan." jawab Elena.


" Gue ikut juga deh, males gue sendirian di mobil." sahut Lisa.


Tak lama setelah Bianca Lisa, dan Elena Masuk mall, mobil Angga juga berhenti di depan mall tersebut.


" Hmm gue beli cemilan bentar deh buat begadang ntar malem ada siaran bola." ucap Angga sembari berjalan masuk mall.


Β 


Bianca dan Elena membeli barang barang yang mereka butuhkan, Elena membeli cemilan, sedang Lisa hanya mengikuti mereka di belakang sembari bermain ponsel dan tak membeli apapun. Di mall tersebut Angga juga berbelanja membeli cemilan di sana tetapi tak bertemu dengan Bianca, Lisa, dan Elena. Tak lama setelah di rasa sudah membeli barang yang di perlukan Angga keluar mall duluan sembari memegang sekaleng minuman ringan, tak lama diikuti 3 sejoli di belakang Angga keluar dari mall. Namun karena kecerobohan Angga membuang begitu saja sampah kaleng minumannya yang ia minum begitu saja, hingga tak sengaja mengenai orang gila yang tak jauh dari tempatnya berdiri, merasa terusik orang gila tersebut mendekati Angga.


Β 

__ADS_1


" Ini bapak - bapak ngapain deketin gue aneh lagi. gumam Angga.


" Emm guys udahkan belanjanya kita langsung pulang ya, gak pakek berenti mau belanja lagi." protes Lisa.


" Mas mas larii, itu bapak - bapak orang gilaa!." Teriak Satpam penjaga mall.


" Hahh apa orang gila?!, kaburrr." teriak Angga segera berlari dan orang gila itu mengejarnya.


" Guys Itu Angga kan?, kenapa lari lari gitu?." Ucap Elena dan karena mereka tidak jauh dari dekat Angga berlari, orang gila tersebut melihat mereka dan mereka bertiga juga kena batunya.


" Haduh guys ini kayaknya orang gila deh tahan nafas." ucap Elena pelan tak bergerak dari tempat ia berdiri.


" Ehh emang vampir apa suruh tahan nafas, mendingan kalian ikutin instruksi gue 1 2 3


kaburrrrrr." ucap Lisa memberi insyarat dan mereka bertiga langsung melarikan diri orang gila itu turut berlari mengejar mereka.


" Huh huh capek gue, sialan ternyata orang gila." ucap Angga berhenti berlari mengambil nafas ngos-ngosan.


" Aaaaa cepet lari lariii." teriak Elena, Lisa, serta Bianca sembari berlari.


" Kok rami banget di belakang gue ada apa ya?." Ucap Angga berbalik badan melihat Lisa, Elena, dan Bianca juga di kejar orang gila itu.


" Mereka di kejar juga, sialan makin deket lagi, ayo Angga larii larii." Gumam Angga dan berlari kabur lagi.


Β 


Mereka terus berlari kocar kacir di kejar orang gila hingga sampai di sebuah taman tempat Lisa, Elena, Bianca sering berkumpul.


Β 


" huh huh capek aduhh gue harus ngumpet di mana ni, itu ada kedai kopi gue sembunyi di sanan aja." gumam Elena segera berlari masuk ke sebuah kedai kopi dekat taman.


" Ehh mbak mbak, ngapain di kolong meja?." tegur pemilik kedai kopi tersebut.


" Maaf bu saya numpang ngumpet di kejar orang gila." Ucap Elena pelan bersembunyi di bawah meja tempat penyajian kopi.


" Ohh iya iya boleh." jawab ibu ibu pemilik kedai kopi tersebut.


" Gue harus ngumpet, di mana ya?, nah di sana aja." ucap Angga melihat sebuah toilet umum dekat taman dan bersembunyi di sana.


" Woi mas ngapain lo masuk sini gak liat ada orang." tegur lelaki yang ada dalam toilet.


" Maaf mas saya nggak tau, saya lagi ngumpet di kejar orang gila."


" Ada ada aja." ketus lelaki tersebut.


" Haduh orang gilanya malah ngikuti gue lagi, dia lengah cepetan ngumpet, Nah ada pohon gue manjat sini aja dia gak bakalan tau." gumam Lisa segera memanjat pohon di dekatnya yang lumayan tinggi.


" cepetan pergi dari sini, malah muter muter deket pohon lagi orang gila ini." gumam Lisa di atas pohon.


" huff akhirnya pergi juga, untung gue pake celana bisa manjat." Ucap Lisa sembari menghela nafas melihat orang gila tersebut pergi menjauh.


" Nanti deh turunnya ngambil nafas dulu." ucapnya lagi.


" Huff selamett orang gilanya usah pergi, makasih ya bu." Ucap Elena keluar dari persembunyiannya.


" Alhamdulillah udah pergi ihh bauu, sekarang gue harus cari Elena sama Lisa dulu jangan sampe mereka dapet sama orang gila itu." Gumam Bianca keluar dari persembunyiannya.


" Mas mas bisa tolong saya liat keluar ada orang gak." Ucap Angga minta tolong kepada seorang laki laki tadi.


" Nggak ada." Ucap lelaki itu keluar toilet lalu pergi.


" Akhirnya pergi juga." Gumam Angga.


" Elenaaa." teriak Bianca memanggil.


" Bianca." sahut Elena menghampiri.


" Lisa mana?." tanya Bianca.


" Nggak tau." jawab Elena.


" Yok kita cari, jangan sampek Lisa ketemu orang gila itu." ajak Bianca.


Bianca dan Elena berkeliling taman mencari Lisa dan bertemu Angga di dekat Toilet umum.


" Lisa." teriak Bianca mencari lisa


" Lisaa Lo ngumpet di manaa." teriak Elena mencari Lisa.


" Itu Angga yok kita tanya, siapa tau dia Liat Lisa." ucap Bianca.


" Iya." jawab Elena.


" Nggaa liat Lisa nggak?." tanya Elena.


" Nggak liat." jawabnya.


" Duh gimana ni, ehh batuin kita cari Lisa semua ini gara gara Lo tau nggak, Lo yang di kejar orang gila kita kena juga." Ketus Bianca.

__ADS_1


" Iyaa ya, gue bantu nyari." jawab Angga.


" Lisaa Lisa, Lisaa Lo dimana." teriak mereka mencari Lisa.


" Guysss gue di siniii." teriak Lisa melihat mereka di bawah pohon yang ia panjat.


" Guyss Bianca Elena gue di atas sini."teriak Lisa memanggil mereka dan mereka mendengar teriakkan Lisa menoleh ke atas pohon.


" Ya ampun heh Lo cewek atau monyet sih manjat pohon setinggi itu, ntar jatuh patah tulang gimana." Ketus Angga.


" Udah berisik lo, pakek nyumpahin gue jatuh patah tulang, mendingan bantuin gue turun." ketus Lisa dari atas pohon.


" Tapi gimana di sini gak ada tangga tau apa pun." Sahut Elena.


" Hmm gitu ya, gue coba turun sendiri aja deh." jawab Lisa.


" Hati hati ntar jatuh." Ucap Angga memperingatkan.


" Untung ni pohon rantingnya sampe ke bawah, gue manjat di ranting yang tinggi ternyata." batin Lisa sembari pelan pelan turun kebawah, dan dengan hati hati, akhirnya sampai juga.


" Lo nggak papakan?." tanya Angga.


" Ngak papa." jawab Lisa cuek sembari membersihkan bajunya.


" Udah yok pulang." ajak Bianca.


" Maafin gue, gara gara gue kalian jadi dikejar orang gila tadi." ucap Angga lembut.


" ya gak papa." jawab Elena jutek.


" Dan lo Lisa lain kali nggak usah manjat manjat pohon ya, tinggi lagi nanti Lo jatuh gue gak mau Lo kenapa napa." ucap Angga mengkhawatirkan Lisa.


" Hmm iya." jawab Lisa jutek.


" Ya udah kita pulang duluan." ucap Bianca dengan wajah dingin dan berlalu pergi di ikuti kedua sahabatnya di belakang.


" Ini cewek cewek udah kayak kesurupan setan semua, pada datar mukanya ngeri gue serasa mau di terkam." batin Angga berlalu pergi.


SKIP


//Rumah Elena//


" Gue masuk ya guys, mau mampir dulu gak minum atau apa, pasti capek di kejar orang gila tadi." ucap Elena sembqri turun mobil.


" Enggak deh nanti di rumah masing masing aja, ya udah kita jalan ya daa." jawab Lisa.


" Oke daa." ucap Elena.


//Rumah Bianca//


" Makasih ya." Ucap Bianca sembari turun dari mobil.


" Iya, emm gue langsung ya daa." Jawab Lisa.


" Daaa." jawab Bianca melambaikan tangan dari luar mobil.


//Rumah Lisa//


" Assalamualaikum ma pa." ucapnya mengetuk pintu.


" Pada kemana kok gak ada suaranya." Gumam Lisa.


" Lagi pergi mungkin ya, telpon mama deh." Ucapnya.


πŸ“ž Assalamualaikum ma, mama di mana?."


Lisa


πŸ“ž Waalaikumsalam Lis, mama sama papa


lagi di rumah oom kamu, nanti sore


pulangnya." Mama.


πŸ“ž Ohh ya, kunci rumah mama taruh mana?."


Lisa.


πŸ“ž Ada di pot besar deket pintu, mama


sembunyiin di sana." Mama.


πŸ“ž Oke ma daa, titip salam sama om,


Lisa matiin telponnya assalamualaikum."


Lisa.


πŸ“ž Waalaikumsalam." Mama.

__ADS_1


__ADS_2