THRONE Seri 1 "HOPE" Fall To Jail

THRONE Seri 1 "HOPE" Fall To Jail
27 - Gerald Feels Short Ver


__ADS_3

Kejadian yang menimpaku bukanlah suatu kebetulan, semuanya sudah di rencanakan olehnya. Meski begitu, aku tidak akan asal masuk dan tak membuat rencana. Aku bukanlah lekaki yang kuat tanpa putus asa, sebenarnya itu kesalahan yang besar. Aku sangatlah putus asa, sangat. Kalau di bandingkan dengan siapapun di dunia ini, aku merasa yang paling lemah. Tapi, tak selamanya hatiku putus asa, dengan harapan yang mereka berikan padaku, semuanya menjadi lebih jelas dan terang, aku punya tujuan dan hal itu membuatku terus melangkah.


Harapan orang lain yang di bebankan padaku adalah Harapanku untuk maju dan tidak putus asa, itulah pikirku. Aku berjalan maju dengan semangat itu.


Di pukul, di hina, di caci, di usir dan di buang, perasaan itu sudah tak terasa lagi seiringan dengan seberapa lama aku hidup dengan mereka. Tapi... Aku tak pernah membayangkan kalau sesuatu yang berharga, jika di ambil, jika di sakiti di depanmu, itu akan menimbulkan rasa sakit yang berbeda.


Rasa sakit yang mendorongmu untuk mati.


**Gerald Di Penjara.


Penjara, adalah tempat yang paling pantas untuk para penjahat pikir penguasa. Tempat yang gelap lusuh dan dingin itu menjadi tempat yang layak bagi mereka. Para penjahat terkumpul di satu tempat dan saling melampiaskan kemarahan di jeruji besi itu, Yang lemah akan di tindas Yang Kuat akan berkuasa, hukum rimba sangat kuat di sana. Berbagai macam penjahat dengan kejahatan kejam bertatap muka dan saling tersenyum bangga. Namun..


Gerald hanya terduduk suntuk di pinggir dinding mengelupas itu dengan tatapan hampa.


Ada 4 orang yang satu tempat dengannya, dan mereka semua bertubuh besar dengan wajah menyeramkan. Sambutan tidak enak di rasakan Gerald saat pertama kali di masukan ke sel itu, perutnya di tonjok dan di tendan sesuka mereka, Gerald jadi bola sepak dalam sekejap oleh mereka, karna itu wajahnya kelihatan memar hebat. 4 orang penjahat yang memukuli Gerald itu bercanda sesamanya dan nampak melirik Gerald.


"Oy anak muda! " Seru salah satu dari mereka.


Gerald mengangkat kepalanya menatap orang yang menyerunya.


"Hahahaha... Sebanyak apa orang yang kau bunuh? " Tanyanya.


Gerald diam memikirkan jawaban untuk pertanyaan itu.


"Mungkin, ada ratusan" Jawabnya yang meledakkan tawa 4 orang itu.


"Dia bisa melawak ternyata" Ucap salah satu dari mereka yang merasa sangat geli mendengarnya.


"Ratusan? Semut mungkin"

__ADS_1


"Bhaahahahahahahah! "


Hanya tawa mereka yang terdengar di telinga Gerald.


"Sungguh, aku memang membunuh seseorang, aku tidak berbohong" Gumam Gerlad pelan.


........


Makasih sudah membaca ceritanya sampai chapter ini.


Aku Tulis Lirik Dari Lagu Khusus Gerald.


Judulnya Terkurung.


Where my home..


Sejauh manapun memandang


Hanya rumput yang ada


Where my memory


Where my memory


Sekuat apapun ku coba


Semua hanya gelap...


Langit malam begitu indahnya

__ADS_1


Namun tempatku duduk sangatlah keras


Ketika hatiku menghangat karnanya


Ketika itu juga dingin menghampiri


Ku tau...


Semua...


Yang kujalani saat ini hanyalah kebohongan


...


Melangkah kedepan tertarik arus laut kelam


Melihat kebelakang hanya ada kegelapan..


Kubuka mataku untuk memperjelas semuanya


Aku... Hanya berputar putar.. Di tempat yang sama...


Bagaimana caranya keluar?


Gerald song.


ini Hanya Lirik, belum ada instrumen, mungkin kalau sudah ada bisa ku publish kekalian.


intinya terimakasih sudah membaca sejauh ini, cerita pertamaku**.

__ADS_1


__ADS_2