
"Pindah....cepat pindah..." teriak mentari.
"Ngak mau,," jawab Yudha.
"Aku mau duduk...." teriak mentari.
"Pelit amat sih jadi orang,bentar gue pinjam bangku loe ributnya minta ampun.." jawab Yudha sambil tidur di bangku mentari.
Tap tap tap . suara kaki mentari pergi meninggalkan Yudha dan keluar dari kelas.
Yudha bangun dan melihat kearah mentari "Hmm paling mau ngadu.... emang gue pikirin.." gerutu Yudha.
Tak lama mentari kembali dan jalan menuju bangkunya, Yudha yang masih tidur disana tidak mau peduli dan tetap tidur. sampai tiba tiba Yudha merasa ada yang masuk kebajunya dan terkejut " waaaaaaaaa kodok....." teriak Yudha sambil bangun dan loncat loncat.
"Tolongin gue......." teriak Yudha.
Mentari dan yang lain hanya melihat dan tertawa.
"Loe keren keren, sok jago, kok takut sama kodok. " ucap Arif kawan Yudha sambil tertawa karena ngeli melihat tingkah Yudha.
" Aduh... tolongin napa , ne kodok ngak keluar keluar dari baju gue ." kata Yudha.
" Sini sini gue liat." kata Egi sambil menarik baju Yudha bagian belakang dan mengeluarkan kodoknya.
" Oh..... akhirnya pergi tu kodok. "ucap Yudha sambil menghela nafas dan menggosok dadanya karena sangat takut dan terkejut.
Mentari yang sudah duduk di bangkunya hanya tersenyum. emang kamu pikir saya ngak tau kamu takut kodok ,bukan guru ,batin mentari.
" Hey loe napa senyum senyum." teriak Yudha Sambil menatap Mentari.
"Ngak....kenapa napa..." jawab mentari sambil tersenyum lagi.
"Diam loe...... gue jijik sama senyum loe.. bentar doang pinjem bangku ributnya minta ampun..." balas Yudha dengan perasaan marah dan malu terus menatap Mentari.
"Siapa suruh tidur dibangku orang....dan sok kuasa..." jawab Mentari bangun dari bangku dan mulai marah.
"Dasar pelit..... loe,yang lain aja ngak masalah tu." ucap Yudha sambil menolak jidat Mentari dan berbalik mau pergi tiba tiba Yudha terjatuh karena kakinya di hadang kaki Mentari.
"Aduh......kurang ajar loe ." teriak Yudha sambil bangun dan berjalan menolak Mentari hingga jatuh.
"Aduh...sakit.. " kata Mentari.
__ADS_1
Egi datang dan menolong Mentari. " Loe ngak papa." Tanya Egi.
"Iya ngak papa..." jawab Mentari sambil bangun dibantu Egi.
" Ngapain sih loe tolong tu cewek oon.." ucap Yudha berdiri menatap Egi yang menolong Mentari.
" Loe sih, sama ce...."ucap Egi tiba tiba terdiam Bu guru datang.
"Ada apa ini ribut ribut..." tanya Bu intan dengan wajah sedikit emosi melihat keributan dikelas.
" Ngak da apa apa kok buk." jawab Yudha tertunduk dan diam.
"Saya lihat semua tingkah laku kalian, ke kantor sekarang." Ucap buk intan dengan wajah kesal dan mau berjalan keluar kelas, dan tiba tiba berhenti karena suara siswanya yang bertanya.
"Maaf buk siapa yang kekantor buk." Tanya Yudha pura pura bertanya.
" Yudha Sejahtera dan Mentari Wijaya kekantor sekarang, sudah jelas...." Jawab buk intan dengan wajah kesal dan lanjut berjalan.
"Je jelas Buk. " Jawab Yudha dan ikut berjalan dibelakang buk intan diikuti Mentari.
Mentari jalan mengikuti Yudha dan buk intan tanpa menoleh kiri kanan, karena dia malu atas keributan yang terjadi. sebab sebelumnya dia tidak pernah bermasalah dengan siapa pun selama sekolah.
Sambil berjalan dan termenung kok bisa hari ini aku ngak bisa kontrol emosi ya.... duggghhhh " aduh...." ucap Mentari yang menabrak Yudha dari belakang karena tiba-tiba berhenti berjalan.
" Kamu ngapain tiba tiba berdiri." Jawab Mentari dengan mata malu karena memang salahnya termenung sambil jalan.
"Huh...ya udah.." balas Yudha melangkahkan kaki masuk ruang buk intan.
Buk intan duduk di bangkunya dan menatap yudha dan mentari sambil menghela nafas dan bertanya "Ada masalah apa sebenarnya Mentari ?"
"Begini buk tadi saya masuk kelas.........." Mentari menjelaskan semuanya seperti yang terjadi.
" Apa iya itu Yudha." Tanya Buk intan menatap yudha dengan kesal.
" Maaf buk ." jawab Yudha paling sekarang diceramahi, yudha ini yudha itu... biasa. batin yudha.
" Kalian sudah kelas tiga SMA, kenapa masih kanyak anak SD.. apa ngak malu ma adek kelas udah tua tua juga." Ucap buk intan sambil emosi.
"Enak aja buk..... saya belum tua, masih 17 buk nanti dua bulan lagi 18." Jawab Yudha dengan gaya dibuat sok lugu, sedangkan Mentari memilih diam saja.
"Kenapa kamu jawab saya... tidak sopan " Ucap buk intan wajah marah.
__ADS_1
" Keluar kalian hormat bendera 10 menit sana..." Ucap buk intan memberikan hukuman.
"Jangan buk." Jawab Mentari merasa malu karena tak pernah dihukum sebelumnya.
"Iya buk." Sahut Yudha ikut memohon.
"Yasudah kalau gitu " jawab buk intan sambil tersenyum.
Syukurlah.." Spontan jawab Yudha sambil mengelus dada.
iya....yasudah 15 menit aja " seru buk intan" tersenyum manis.
" Aduh.....kok ditambah buk" Tanya Mentari dengan wajah cemas karena malu.
" Iya buk jangan dong buk.." ikut Yudha memohon juga.
" Mau tambah lagi.." Seru buk intan
"Ngak ngak buk jangan tambah lagi ." Ucap Yudha terkejut dan melihat kearah Mentari yang terkejut juga dan memilih diam.
" Yasudah cepat kelapangan." Ucap buk intan
"tapi Mentari 10 menit aja dan kamu Yudha 15 menit.." Seru buk intan saat mereka mau keluar ruangan.
Didepan tiang bendera terlihat Yudha dan Mentari sedang dijemur menghormati bendera, jam pukul sepuluh membuat hari mulai panas dan terasa gerah.
" Duh panas.... gerah...." Gerutu Mentari.
"Baru 5 menit juga dah ngeluh.." Jawab Yudha yang mendengar keluhan Mentari.
" Kamu dah biasa dihukum, dah jadi makanan." Seru Mentari.
" Ah cewek lemah loe..."balas Yudha
"Aku ngak lemah tau.....cuma ngak biasa saja. " balas Mentari
" Makanya dibiasakan kayak gue.. biasa kenak matahari.....nama loe Mentari kenak Mentari aja ngak sanggup." Ucap Yudha sambil terus hormat kebendera.
" Sanggup tapi ngak lama lama." Jawab Mentari sambil melirik jamnya ditangan, ingin melihat berapa menit lagi. oh tiga menit lagi,
perut lapar tadi ngak sempat sarapan, mana kena jemur lagi, haus juga, panas lagi, rasanya udah ngak tahan pusing, kenapa aku sial banget sih hari ini apa bawaan PMS ya. Mentari terus membatin sambil menatap bendera. Dan tiba-tiba saja Bughhh suara orang jatuh.
__ADS_1
Assalamualaikum saya pemula jadi maaf kalau cerita saya banyak kurang nya.
Tolong dikoreksi saya akan berusaha jadi lebih baik... terima kasih.