Tiba Tiba Jadi Pasangan

Tiba Tiba Jadi Pasangan
eps 22 status baru


__ADS_3

" Yudha bangun..." Teriak Bu Mira mamanya yang sudah dari tadi membangunkannya.


" Cepat bangun, udah seminggu kamu nikah masak sampai sekarang kamu nggak jenguk istri kamu." Cerocos sang mama geram melihat putranya yang beberapa hari setelah pernikahan hanya tidur saja tidak mengajak istrinya jalan atau pun berkunjung lagi ke sana.


" Yudha." Teriak mama lagi.


Yudha bangun dan membuka matanya perlahan menatap mamanya yang sudah berkacak pinggang di depannya.


" Iya ini udah bangun." Ucapnya seraya menguap lagi.


" Cepat mandi jangan tidur lagi, hari ini kamu kerumah istrimu dan ajak dia kemari." Cerocos sang mama sambil membereskan tempat tidur Yudha.


" Turun sana." Ucap sang mama mendorong Yudha dari tempat tidur.


" Istri.." Ucapnya bingung.


" Iya sana mandi jemput Mentari istri kamu." Ucap sang mama lagi.


" Oh iya, aku lupa ma udah punya istri soalnya dia nggak tinggal di sini." Sahutnya dan masuk ke kamar mandi.


" Hmm... dasar, masak istri sendiri kamu lupain." ucap sang mama dan keluar dari kamar Yudha.


" Siapa yang nggak lupa punya istri, orangnya nanyak kabar pun enggak." Gerutunya di kamar mandi mendengar ucapan sang mama.


*


*


" Sayang... gimana kalau menantu kita tinggal di sini saja." Ucap Bu Mira menghampiri suaminya yang sedang membaca koran paginya.


" Hmm.. ayah boleh saja sih, tapi apa pak Helmi akan mengizinkan." Sahutnya menoleh ke istrinya.


" Di coba aja dulu yah, dari pada begini mama takut kalau hubungan mereka nggak bakal ada perkembangan dan malahan takutnya mereka lupa kalau mereka sudah menikah." Bu Mira menceritakan semua kecemasannya mengingat anaknya saja lupa kalau sudah punya istri.


" Iya nanti ayah coba ngomong dulu sama pak Helmi." Sahutnya seraya terus membaca koran.


Bu Mira melihat suaminya ingin bertanya masalah Manda namun dia merasa ragu, takutnya akan membuat suaminya kembali cemas.


" Emmm sayang." Ucapnya sambil mengelus lengan suaminya.


Pak Wahyu menoleh ke istrinya dan tersenyum. " mama mau apa pagi pagi ? " Tanyanya merasa sang istri sedang menggodanya.


" Masalah Manda bagaima ... " Ucapnya terputus karena pak Wahyu langsung memotongnya.


" Manda , Manda , Manda selalu itu yang mama bilang , aku tidak perduli dengan anak itu, kalau dia mau dia boleh kembali dan meminta maaf , tapi untuk mencarinya aku tidak akan mencarinya karena itu pilihannya." Ucapnya emosi meletakkan koran dimeja dan pergi meninggalkan istrinya.


Bu Mira menghela nafasnya dia bingung harus bagaimana karena suami dan putrinya sama sama keras kepala.


*


*


Mentari sedang duduk di samping tempat tidur sambil membalas pesan seseorang

__ADS_1


" *N*tar sore kita jalan yok yang." Pesan dari Raihan yang berstatus pacarnya.


" Boleh ntar aku ijin dulu sama mama." Balas Mentari.


" Enaknya kemana ya ? " Tanya Raihan.


" Kemana aja boleh kok " Jawab Mentari.


" Beneran , kalau gitu kita ke bulan mau ? " Balas Raihan.


Mentari tersenyum membaca balasan dari Raihan dan tidak menyadari sang mama yang telah duduk di sebrang ranjang memperhatikannya.


" *M*emang bisa kalau bisa aku mau." Balasnya


" Ehm ehm.. yang lagi kasmaran ne." Ucap sang mama.


" Eh mama." Mentari terkejut melihat sang mama yang duduk di sampingnya.


" Hmm mama duduk di sini aja kamu nggak tau, memangnya kamu lagi chat sama siapa ? Yudha." kesalnya dan bertanya mencoba menebak sepertinya dari Yudha.


" Emm bukan ma , ini lagi chat sama Raihan." Jawabnya ragu.


" Oh kirain Yudha suami kamu." Ucap sang mama merasa kecewa tebakannya salah.


" Mulai sekarang jangan chat Raihan lagi , entar kalau Yudha lihat yang ada dia cemburu." Nasehat sang mama lagi.


" Cemburu , buat apa ma ?" Tanyanya.


" Mentari status kamu sekarang istrinya dia , jadi nggak baik kalau dekat sama cowok lain." Nasehat sang mama mengingat anaknya memang agak dekat dengan Raihan.


" Sayang kamu nggak lupakan Yudha udah jadi suami kamu." Ya seorang ibu apapun isi pikiran anaknya pasti dia tau.


" Ya maaf ma , memang lupa." Jawabnya tersenyum


" Habis tiba tiba punya pasangan , status jadi istri , apa nggak linglung ma , lulus aja belum." Jelasnya lagi.


" Hmmmm yaudah mama terima alasan kamu yang sekarang , tapi kalau seterusnya mama nggak bakal terima , masak suami sendiri aja kamu lupa." Cerocos sang mama.


" Iya.. iya.. di usahakan." Sahut Mentari sambil mengangkat jari kelingking tanda janji.


" Ya sudah sana siap siap , kata Bu Mira Yudha sedang menuju kemari buat jemput kamu." Ya karena itulah alasan pertama mama menghampiri Mentari ke kamarnya.


" Buat apa ma." Ucapnya terkejut.


" Ya terserah dia buat apa orang istrinya , diapain juga udah halal kok." Jawab sang mama mengganggu Mentari.


" Ah mama, jangan ngomong yang bukan bukan napa." Ucapnya lagi.


" Lah kok yang bukan bukan, orang kamu istrinya mau dibawa kemana aja kan terserah dia, orang kamu udah tanggung jawab dia." Sahut sang mama menggelengkan kepalanya.


" Mama... " Teriaknya tapi tidak digubris oleh mamanya dan malahan mamanya pergi meninggalkannya.


*

__ADS_1


*


Yudha yang baru sampai di depan rumah Mentari memarkirkan mobilnya , UPS maksudnya mobil ayahnya , karena ingin membahagiakan menantunya maka Yudha di pinjamkan mobil sang ayah.


" Assalamualaikum." Sapanya di depan pintu rumah yang memang terbuka.


" Waalaikumsalam." Jawab Bu Sari.


Yudha langsung membungkuk dan menyalaminya "Tante Mentari ya ada ?" Tanyanya setelah menyalami.


" Ada ayo masuk dulu." Bu Sari mengajak Yudha masuk dan mempersilahkannya duduk di ruang tamu.


" Makasih Tante." Ucapnya.


" Eh jangan panggil tante dong, panggil mama aja kan kamu udah jadi anak kami juga." Ucapnya.


" Eh iya Tante, ops maksudnya mama." Sahut Yudha merasa canggung.


Pak Helmi yang baru keluar dari kamarnya menghampiri Yudha , Yudha segera bangun dan menyalaminya.


" Bagaimana kabarmu nak ?" Tanyanya yang telah duduk bersama di sofa ruang tamu.


" Alhamdulillah baik om." Jawabnya.


" Kenapa om , panggil papa saja." Ucapnya tersenyum melihat Yudha.


" I iya papa." Jawab Yudha merasa canggung.


Bu Sari yang baru saja kembali dari dapur membawa nampan berisi dua gelas air teh.


" Ayo silahkan diminum nak." Ucapnya dan ikut duduk juga bersama mereka di dekat suaminya.


Mereka tengah berbincang bincang dan Mentari datang menghampiri mereka


" Ma , pa." Sapanya menyalami tangan kedua orang tuanya dan hendak duduk namun terhenti oleh suara. " Yudha juga di salami sayang." Ucap sang mama.


" Oh iya ma ." Sahut Mentari dan menyalami Yudha dengan perasaan canggung dan duduk di sebelahnya.


" Em.. Begini pa ma , kami langsung pamit jalan saja ya." Ucap Yudha dengan rasa canggung.


" Memangnya kalian mau kemana ?" Tanya papa.


" Belum tau pa." Jawab Yudha.


" Rencana mau jalan jalan saja." Timpalnya lagi


" Hmm yasudah hati hati di jalan." Ucap pak Helmi.


" Iya pa." Sahutnya dan mereka bangun mohon ijin dan menyalami kedua orang tua mereka.


" Pa masalah yang mama bicarakan dengan Bu Mira tadi bagaimana keputusan papa ?" Tanyanya.


" Ya papa sudah punya jawabannya dan alasan agar Mentari mau." Sahutya.

__ADS_1


" Ya semua terserah papa, mama cuma mau yang terbaik buat anak kita." Ucapnya lagi.


__ADS_2