Tiba Tiba Jadi Pasangan

Tiba Tiba Jadi Pasangan
eps 15 pemotretan


__ADS_3

Terlihat seorang cowok tampan memiliki tubuh yang tegap dan tinggi 179dengan setelan jas berwarna putih bersanding dengan seorang cewek cantik yang memiliki tubuh langsing dan tinggi 160 mengenakan gaun berwarna putih dengan potongan di pinggang kembang ke bawah sedang di ajarkan berpose di depan kamera.


Sebelumnya Mentari dan Yudha sudah berjumpa dengan Awan dan Manda, dan mereka sudah menjelaskan semuanya kepada kakak kakaknya dan di setujui.


" Tolong yang cewek ke kiri sedikit lebih dekat." Ucap sang fotografer.


Mentari bergeser mendekati Yudha, Yudha melingkari tangannya di pinggang Mentari dan tangan Mentari diletakkan di dada Yudha dengan mata saling bertatapan


deg... deg.. deg... suara jantung siapa ya.


"Cekrek mantap." Ucap sang fotografer mengambil gambar lalu keduanya di beri arahan mengganti gaya Yudha duduk di kursi panjang dan Mentari tidur di pangkuan Yudha sambil memegang bunga dan saling bertatapan.


" Cekrek... bagus..." Ucap sang fotografer dan begitu seterusnya, entah berapa baju yang sudah mereka pakai dan berpose dengan macam gaya sesuai arahan fotografer.


*


*


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, Awan dan Manda duduk menunggu Yudha dan Mentari yang sedang mengganti pakaian dan menyelesaikan urusan mereka.


" Huh.... capek ya..." Ucap Yudha yang langsung duduk di sofa dekat Manda dan di susul Mentari dengan wajah lelahnya.


" Hey... kalian kenapa ?" Tanya Awan tersenyum melihat keduanya.


" Iya ne... kita foto disini bayar, kalian di foto bis tu di bayar kok lemes.." Ucap Manda menoleh ke Yudha dan Mentari.


" Capek... kak... aku pikir nggak capek cuma di foto foto aja." Sahut Yudha menyenderkan kepala ke samping sofa memejamkan mata.


Mentari hanya diam duduk meregangkan otot-otot nya yang terasa sangat lelah seraya memijat mijat kakinya yang pegal karena memakai heels tadi.


" Kan dapat uang kok capek." Ucap Manda tersenyum melihat adeknya yang sangat tergiur kalau sudah bicara soal uang.


" Capek ah.. malas debat." Sahut Yudha.


" Dek kaki kamu sakit." Tanya Awan melihat Mentari terus memijat kakinya.


" Pegal bang.. " Jawabnya.


" Pulang yok." Ajak Mentari dia merasa sudah sangat lelah.


" Bentar capek ne mager.. " Ucap Yudha yang masih tidur menyenderkan kepalanya kesamping sofa.


" Lah.. tadi dengar uang iya.. iya... sekarang capek capek capek capek." Ucap Mentari mulai kesal semua ini gara gara Yudha sampai dia harus merasakan pegal2 di kakinya.


" Heleh.... loe juga senangkan dapat uang n jadi model sehari.. " Sahut Yudha terkekeh Menaikkan alisnya melihat kearah Mentari.


" Aku terpaksa gara gara kamu." Sahut Mentari menyilangkan tangannya di dada yang terasa mulai panas.


"Hahaha... terpaksa tapi suka." Ucap Yudha tertawa mengejek Mentari.


" Udah yok pulang." Awan menyela biar nggak terjadi debat di antara keduanya menarik tangan Mentari mengajak keluar.


" Yok yud." Manda menepuk pundak Yudha mengajak pulang, Yudha dengan malas bangun berjalan mengikuti mereka keluar dari studio.


" Oh ya.. Manda kita duluan ya.. " Ucap Awan menoleh ke Manda.

__ADS_1


" Iya." Jawab Manda singkat.


" Hati hatinya." Ucap Awan.


" Iya.. kalian juga hati hati." Sahut Manda.


Awan dan Mentari masuk ke mobilnya dan berjalan meninggalkan Manda dan Yudha yang menatap mereka hingga jauh.


" Kak... kakak bawa mobil ya... aku ngantuk capek." Ucap Yudha membuka pintu mobil dan duduk di sebelah kemudi.


" Ish... diajak biar ada yang nyetir malah aku sendiri yang nyetir." Gerutu Manda membuka pintu mobil dan duduk di bagian kemudi.


Manda menghidupkan mobilnya dan berjalan meninggalkan tempat itu menuju rumah mereka.


*


*


Di mobil Awan Mentari menatap keluar jendela mencoba mengingat ingat seperti ada yang dilupakannya. namun dia tak kunjung ingat apa.


*A*pa ya... kayaknya ada yang lupa hmmmm nggak ingat ah entar ingat sendiri pikir Mentari.


" Dek kamu kenapa ?" Tanya Awan yang melihat Mentari seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Eh.. oh.. nggak ada kok bang." Sahut Mentari menoleh tersenyum melihat Awan.


" Hmmm.... " Awan tersenyum melihat Mentari.


" O ya.. maaf ya, rencana mau kawanin Abang ma kak Manda eh malah nggak jadi." Ucap Mentari merasa tidak enak dengan abangnya.


depan fokus mengemudi.


" Iya.. bang.... walau capek tapi seru juga kok." Ucap Mentari tersenyum mengingat semua proses pemotretan tadi.


" Jadi... kalau di tawarin lagi kamu mau ?" Tanya Awan.


" Ah.. enggak mau.. nggak hobi." Sahut Mentari.


" Beneran.." Tanya Awan.


" Iya.. bang lagian cuma jadi model amatiran pun, bukan kelas atas." Sahut Mentari sambil tersenyum geli mengingat bisa bisanya dia jadi model sehari.


"Hmmm... ya udah." Timpal Awan terus melajukan mobilnya.


*


*


*


Manda memarkirkan mobilnya dihalaman rumah dan menoleh ke Yudha yang masih tertidur pulas.


" Huh... dasar... bocah kebo." Gerutu Manda menggelengkan kepalanya menatap Yudha dan mencoba membangunkannya.


" Yud.... bangun dah sampai." Manda menggoyangkan badan Yudha tak ada respon dari Yudha membuat Manda kesal.

__ADS_1


" Oh... yud Yudha bangun uang kamu hilang.. " Teriak Manda membangunkan Yudha.


Yudha terkejut dan langsung bangun


" Mana... mana... kok bisa hilang." Sambil meraba raba kantong celananya dan mengambil dompetnya membuka dan memicingkan matanya.


" Lah ada kok nggak hilang." Ucapnya.


Manda tidak peduli langsung keluar dari mobil meninggalkan Yudha dengan kebodohannya.


" Alhamdulillah masih semua." Ucapnya setelah menghitung semua jumlah uangnya.


*


*


*


Yudha berlari masuk kedalam dan mencari mamanya.


" Ma.... mama... mama..." Panggil ya.. teriak teriak.


" Iya Yudha.. apaan sih teriak teriak mama nggak tuli kok." Sahut mamanya geram melihat tingkah Yudha.


" Ma lihat ma... aku ada uang hasil kerja keras sendiri." Mengambil uang dalam dompetnya dan mengipas ngipaskannya.


" Norak...." Ucap Manda yang sedang duduk di ruang keluarga.


" Enak aja uang sendiri tau.." Balas Yudha menjulurkan lidahnya ke Manda.


" Dasar.... kasian kamu yud, ayah kaya kamunya missquen." Balas Manda lagi yang memang menjadi anak yang paling dimanja sang ayah semua permintaannya dikabulkan kecuali permohonannya membatalkan perjodohan dengan Awan tidak dikabulkan.


" Ah... yud nggak sopan jijik mama lihatnya." Ucap mamanya sambil menghela nafas melihat tingkah anaknya yang kekanakan.


" Yah mama nggak senangnya." Ucap Yudha menekukkan wajahnya merasa sedih.


" Senang kok, tadi kakak kamu udah telpon mama dan cerita semuanya." Sahut mama seraya mengelus kepala bayi besarnya itu.


Yudha langsung kembali tersenyum dan memeluk mamanya.


" Dasar.. manja." Ejek Manda melihat Yudha.


" Biarin... loe mau manja juga sana nikah cepat cepat jadi mama punya gue seorang." Balas Yudha mengejek Manda balik.


" Udah.. udah.. pada tua juga masih kek anak anak." Ucap mama berjalan meninggalkan mereka di ikuti Yudha.


" Mama... ayah mana? " Tanya Yudha yang melihat tidak ada mobil ayahnya di depan.


" Lagi pergi kunjungan sama teman temannya." Jawab mama berjalan menuju dapur membantu bi atik yang sedang menyiapkan makan malam.


" Oh." Sahut Yudha berjalan mengambil gelas di meja dan menuangkan air putih ke gelas dan meneguknya menghilangkan rasa haus ya.


makasih yang udah mampir jangan lupa komen like n vote


🙏🙏🙏🙏😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2