Tiba Tiba Jadi Pasangan

Tiba Tiba Jadi Pasangan
eps 9 benar atau salah


__ADS_3

Kring....kring...bunyi hp Manda, Manda berjalan ke meja riasnya mengambil hpnya dilihat nama seseorang yang ada dilayar panggilan masuk.


" Rendy." Ucap Manda menatap layar hpnya, diam tidak mengangkat dan malah melamun.


" *G*imana aku jelasin ke kamu masalah aku, aku bingung....." Batin Manda, hpnya terus berbunyi dan Manda menekan tombol hijau dilayar.


" Halo sayang." Sapa Rendy di sebrang telpon


" Iya halo sayang." Balas Manda.


" Kamu lagi ngapain ?, udah makan, udah mandi ?" Tanya Rendy.


" Udah." Sahut Manda dengan suara yang sendu.


" Kamu kenapa , kok suaranya lemas gitu." Tanya Rendy, biasa Manda selalu senang kalau di telpon.


" Gak kenapa napa kok." Sahut Manda.


" Oh iya kamu lagi ngapain." Tanya Manda memilih melupakan masalah perjodohannya dan fokus untuk Rendy cintanya.


" Aku lagi di kosan, lagi siapin skripsi aku." Sahut Rendy yang memang tengah berusaha menyelesaikan skripsinya supaya mendapatkan gelar sarjana.


" Kamu udah makan." Tanya Manda.


" Belum sayang, tapi dengar suara kamu aja aku dah kenyang kok." Sahut Rendy merayu Manda.


" Ih bisa aja, kamu pikir suara aku makanan apa." Sahut Manda tersenyum senang mendengar rayuan receh rendy.


" Iya sayang. buktinya sekarang aku gak lapar lagi." Ucap Rendy.


" Iya iya serah kamu deh." Ucap Manda, tiba tiba Manda diam memikirkan bagaimana cara mengatakan dia sudah dijodohkan pada Rendy.


" Sayang...sayang...." Panggil Rendy di sebrang telpon. " Manda Manda sayang..." Panggil nya lagi.


" Eh iya....sayang." Tersadar dari pikiran nya.


" Kamu kenapa, lagi sakit ?" Tanya Rendy yang sudah mendapat jawaban suara Manda dari hpnya.


" Yang....kamu serius sama aku. ayah aku ken gak suka sama kamu ? " Tanya Manda ragu ragu sebenarnya.


" Kamu bilang apa sih sayang, aku kan udah bilang serius sama kamu dan setelah aku wisuda dua bulan lagi aku langsung cari kerja biar ayah kamu setuju sama aku." Sahut Rendy merasa ada yang aneh dengan perasaan Manda.


" Sayang...aku sedang berusaha, membahagiakan orang tua aku, kamu dan juga orang tua kamu. aku lagi berjuang buat hubungan kita." Jelas Rendy dengan perasaan gundah.


" Iya aku tau.." Jawab Manda lesu.


" Sayang...ayah kamu gak suka sama aku karena aku belum kerja, anak rantau dan aku yang tidak sebanding dengan kamu. tapi aku tetap berusaha sayang." Ucap Rendy dengan hati tersayat namun tetap disembunyikan.


" Iya sayang, aku tau . kalau gitu jaga dirimu baik-baik buat perjuangin aku apapun yang terjadi... janji." Sahut Manda membuatkan janji pada Rendy.


" Janji." Jawab Rendy.

__ADS_1


" Ya udah kamu istirahat sudah jam sembilan, aku juga mau makan dulu." Sambung Rendy yang merasa sedikit tenang.


" Iya sayang good night." Ucap Manda.


" Good night." Balas Rendy dan menutup telponnya.


" Huh......" Manda menarik nafasnya dan duduk di samping tempat tidur.


" Apa aku udah benar mencintai kamu sedalam ini, atau ayah yang benar menjodohkan aku. mana sebenarnya yang benar dan salah buat aku." Gerutu Manda bingung dengan perasaannya.


*


*


*


Di kamar Mentari terlihat gadis itu duduk di depan kaca menatap bayangannya yang terpantul.


" Aku pacaran sama Raihan sekarang, tapi aku gak cinta sama dia cuma sayang sebagai sahabat. apa aku bisa belajar mencintainya... lagi pula Raihan orang pertama yang nembak aku dan sahabatku dan juga aku cinta pertama Raihan, gak mungkin aku lukai hatinya . kalau aku nolak dia pasti dia sakit hati, tapi kalau seiring waktu aku gak cinta sama dia.... dia kan bisa jadi sakit hati juga." Gerutu Mentari di depan kaca bingung merasa sikapnya sudah benar atau malahan salah.


" Ah sudahlah mending aku tidur." Menuju tempat tidurnya merebahkan badan, menarik selimut dan memejamkan matanya.


*


*


*


" WOY...." Teriak Egi mengejutkan Yudha sehingga murid yang lain melihat ke arah mereka . kebetulan jam pelajaran ke dua namun guru yang bertugas sedang izin.


" Apaan sih loe." Ucap Yudha dan menempelkan wajahnya ke meja dan tidur.


" Woy..... ne anak gak beres deh." Ucap Arief melihat Yudha semakin aneh.


" Kalian jangan ribut, gue lagi rindu sama hp gue.." Sahut Yudha dengan posisi tetap tidur di meja, hpnya masih dalam tahanan ayah.


" Lah ni anak...parah banget...hp aja kayak rindu ma pacar." Timpal Egi menepuk bahu Yudha.


" Dia mana tau rasanya rindu ma pacar, lah dia jomblo dari lahir." Sambung Arief yang memang tau Yudha gak pernah pacaran atau suka sama cewek sebelumnya.


" Apa mungkin loe....gak normal yud." Sahut Egi dengan wajah muna nya.


Bunggg , Yudha bangun dan memukul punggung Egi.


" Gila loe.... mulut tu dijaga, yang ada loe yang gak normal." Timpal Yudha kesal dan memilih keluar dari kelas.


" Dasar aneh.. orang tuanya kaya tapi anaknya dibatasi, Ken anaknya jadi gila sekarang." Ucap Arief.


" Iya kasian juga tu anak." Sambung Egi sambil berjalan keluar meninggalkan kelas.


*

__ADS_1


*


Mentari dan temannya melihat keanehan Yudha dan memilih tidak peduli.


" Oh ya tar , acara bang Awan ma kakaknya Yudha kapan ? " Tanya Rara sambil mengayunkan polpennya.


" Kayaknya 3 bulan lagi , siap kita UN " Jawab Mentari , orang tuanya memilih waktu itu agar Mentari bisa fokus pada Ujian akhir kelulusannya.


" Yah tanggal berapa ?" Tanya Eva


" Belum tau belum ditentukan, lagian aku gak ikut urusan orang dewasa." Sahut Mentari.


" Oh iya aku punya kabar baru buat kalian .... mau ta...mau tau.." Membuat Rara dan Eva penasaran, dasar tukang gosip ya gini langsung penasaran.


" Mau...mau...." Ucap Rara.


" Iya apa...cepetan " sambung Eva dengan tatapan fokus dan siap mendengar.


" Aku.....aku....jadian sama Raihan." Mentari berbisik pada Rara dan Eva.


" APA JADIAN SAMA RAIHAN " Teriak Eva membuat murid yang ada dikelas menatap mereka semua.


" Usss kenapa kamu teriak sih." Ucap Mentari kesal sama Eva dan malu dengan tatapan mata yang sudah tertuju ke dia.


" Wih.... jangan lupa PJ nya Mentari." Ucap Alma teman sekelas mereka.


" Iya... jangan lupa." Yang lain ikut ikutan. "


" Semoga langgeng ya Mentari." Ucap murid yang lain.


Yudha yang berdiri didepan pintu baru balik langsung bertanya.


" Apanya yang langgeng." Merasa heran karena tidak tau kejadian awal dikelas.


" Itu loh Yudha, si Mentari jadian sama Raihan jadi kita minta PJnya jangan lupa." Sahut Noval si ketua kelas.


" Ha.... jadian." Yudha terkejut dan langsung jalan ke Mentari menatap Mentari dan dibalas tatapan juga oleh Mentari.


" Dek..adek jadian.... kok gak bilang sama abang sih." Ucap Yudha membuat semua yang dikelas terkejut dan kembali mengarahkan matanya ke Mentari.


" Apaan sih... panggil adek." Sahut Mentari kesal bingung dan malu di jadikan pemandangan kedua kalinya oleh teman sekelas.


" Besanan...kali..." Ucap Eva santai membuyarkan semua mata yang memandang mereka dan mulai terdengar segala macam pendapat berbisik bisik.


" Ya...kan dah gue bilang kakak gue nikah ma abang loe kita bakal jadi saudara. loe adeknya dan gue abangnya." Ucap Yudha dengan nada keras dan entah apa maksudnya.


Assalamualaikum makasih buat yang udah mampir , dan kalau berkenan berikanlah saya oleh oleh berupa like , komen dan vote supaya saya bahagia dan tambah semangat.q


segala bentuk komentar saya terima untuk berbenah jadi lebih baik


terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2