Tiba Tiba Jadi Pasangan

Tiba Tiba Jadi Pasangan
eps 4 kekesalan


__ADS_3

Fajar telah datang dan mentari mulai menyinari cahayanya yang terang masuk ke selah selah jendela menerangi kamar Yudha yang masih tertidur lelap hingga mamanya datang dan membangunkannya.


" Yudha bangun....ntar kamu telat loh sayang." Sambil membelai kepala anaknya. Yudha membuka matanya dan memeluk mamanya.


" Mama hp aku ma." Rengek Yudha pada mamanya karena memang kalau sama mamanya dia sangat manja maklum anak bontot.


" Salah kamu asik main, mama mau ngapain kalau ayah kamu dah bilang ngak ya enggak." Jawab mamanya.


" Ma.." Yudha merayu .


" Cepat bangun ntar telat sabar aja palingan seminggu dah dibalikin " ucap mama Yudha dan keluar meninggalkan anaknya.


Yudha merasa frustasi dan mengacak acak rambutnya .


Maklum anak sekarang tampa hp apalah artinya hidup <( ̄︶ ̄)↗.


Yudha yang sudah sampai ke sekolah berjalan menuju kelasnya dengan wajah tidak bersahabat karena kesal, bel berbunyi begitu dia masuk kelas dan guru datang dan mulai pelajaran.


*I*ni semua gara gara loe hp gue yang berharga disita membatin sambil menatap Mentari.


Bughhh " Aduh....kepala gue." Ucap Yudha sambil mengelus kepalanya yang dilempari spidol oleh Bu Salma


" Kenapa kamu ngelamun sambil natap Mentari." Tanya Bu Salma berjalan mendekati Yudha.


" Eng enggak apa apa Bu." Jawab Yudha .


" Sekarang jam belajar bukan jam cinta cintaan jadi saya harap kamu fokus ke depan bukan ke Mentari." Ucap Bu Salma dan disambut sorak dari murid dikelas


" WUUUUUU..."


" Diam.. siapa suruh kalian ribut." Ucap bu Salma dengan suara tegasnya dan semua langsung terdiam dan fokus kembali belajar.


Setelah dua pelajaran berlalu bel jam istirahat berbunyi dan spontan Arief dan Egi menepuk pundak Yudha.


" Kenapa loe ngelamun sambil liatin Mentari." Tanya Arief.


" Apa loe lagi ngayal lari lari nyanyi sama Mentari " Sambung Egi.


" Enak aja.. loe pikir film India apa...." Jawab Yudha


" Jadi kenapa juga... loe suka bilang aja dia cantik kok menurut gue." Ucap Arief tersenyum mengganggu Yudha.


" Apaan sih kalian...." Jawab Yudha kembali menatap Mentari yang keluar dari kelas


" Enggak katanya tapi matanya terus ngikutin tu..... wih.. mau copot tu kayaknya." Ganggu Egi


" Kalian kenapa sih...ribut aja..." Ucap Yudha.


" Yang ada gue kena masalah gara gara dia " sambung Yudha lagi dengan wajah kesal


" Emangnya loe ada masalah apa ma dia dekat juga enggak." Tanya Arief heran setahunya Yudha dan Mentari ngomong kalau ada tugas sekelompok aja.


" Semalam dia kerumah gue .......bla....bla... " Yudha menceritakan semua kejadian semalam pada sahabatnya.

__ADS_1


" Oh jadi gitu..." Sahut Arief.


" Jadi sekarang loe ngak punya hp " Tanya Egi


" Enggak " jawab Yudha.


" Ya udah sabar aja...." Ucap Arief sambil menepuk bahu Yudha.


" Haha... mana bisa dia sabar nyawanya hilang setengah." Sahut Egi karena memang Yudha maniak game apalagi game yang lagi ngetrend sekarang.


" Dasar loe." Yudha berdiri menolak kepala Egi dan berjalan keluar.


" Hey mau kemana loe tunggu kita " Ucap Arief dan Egi berjalan mengikuti Yudha.


" Kantin...lapar gue." Ucap Yudha dan terus berjalan menuju kantin.


Mentari yang duduk disudut kantin dengan teman temanya yang sibuk bertanya dan ngegosip.


" Eh...eh... Yudha." Ucap Eva yang melihat Yudha masuk kantin.


" Iya emang kenapa." Tanya Rara melihat Yudha sedangkan Mentari tidak peduli fokus makan.


" Mentari tadi Yudha natap kamu mungkin naksir kali." Ucap Eva.


" Uhuk uhuk." Mentari tersedak dan langsung mengambil air dan meminumnya.


" Kamu bilang apasih." Jawab Mentari selesai minum.


"Ya...aku heran aja belum ada tu yang ditatap Yudha sampai bengong." Ucap Eva sambil tersenyum menatap Mentari.


" Kamu yakin...." Tanya Rara menatap Mentari


" Iya dia natap aku gitu palingan gara gara semalam." Jawab Mentari santai dan terus makan.


" APA....." Eva dan Rara terkejut.


" Memangnya kamu ngapain sama dia semalam." Tanya Eva kepalanya suka mikir aneh aneh sih.


" Iya kalian jumpa malam malam." Tanya Rara dengan mata melotot sama aja ma Eva suka aneh aneh.


" Tenang dulu.... jangan heboh gitu." Ucap Mentari yang sudah siap makan.


" Jadi tadi malam keluarga aku kerumah Yudha kakaknya dijodohin sama abang aku." Jelasnya


" Hah.... bang Awan dijodohin." Ucap Eva terkejut ya karena dia fansnya bang Awan.


" Iya." Jawab Mentari sambil berdiri.


" Yok balik hampir bel masuk ni."


" Jadi kamu sama Yudha bakal besanan dong." Ucap Rara sedang berjalan bersama Mentari dan Eva menuju kelas.


" Iya." Jawab Mentari sudah masuk kelas dan duduk di bangkunya.

__ADS_1


" Kakaknya Yudha cantik kayak aku nggak..? " Tanya Eva.


" Cantikkan kakaknya Yudha dari pada kamu." Jawab Mentari


" Yang betul kamu.... nyesal nanti ngak terima aku jadi kakak ipar." Ucap Eva dengan wajah sok cantik.


" Amit amit nyesal yang ada senang malahan, Eva yang terkenal suka aneh aneh gak jadi kakak ipar aku." Sahut Mentari tersenyum mengganggu Eva.


" Udah udah jangan ribut, ntar bang Awan sama aku aja.." Ucap Rara sambil tertawa ke arah Eva.


Eva menyilang tangannya " No... cuma sama aku bolehnya..." Jawab Eva dan tiba tiba guru masuk dan mereka terdiam, duduk mulai belajar.


Bel pulang sekolah berbunyi tanda sudah boleh pulang karena hari ini hari Sabtu jadi cepat pulang. Guru keluar dan murid murid membereskan bukunya. Mentari sedang memasukkan bukunya dan menutup tas


" Mentari , Rara kita jalan jalan dulu yok... Sabtu ne..." Ucap Eva berdiri didepan Mentari dan Rara.


" Mau kemana." Tanya Mentari.


" Ya jalan jalan makan diluar baru pulang... oke." Jawab Eva dan berjalan bergandengan dengan Rara dan Mentari.


" Oke....kemana aja aku boleh " jawab Rara yang memang kemana aja dibolehin.


" Oke.. tapi aku telpon mama dulunya." Jawab Mentari yang selalu bilang pada orang tuanya kalau mau jalan jalan.


" Assalamualaikum mama.." Mentari menelpon mamanya.


" Waalikumsalam." Jawab mamanya


" Ma adek telat pulangnya mau jalan jalan sama Eva dan Rara dulu." Ucap Mentari ditelpon.


" Iya tapi jam 5 paling telatnya.." Sahut mamanya.


" Iya ma makasih ya..." Ucap Mentari.


" Assalamualaikum mama." Sambung Mentari.


" Waalikumsalam hati hati." Sahut mamanya.


" Cie...cie.... anak mama...." Ganggu Eva.


" Sirik ya... ngak mesra sama mama kek aku.." Ucap Mentari tiba tiba hpnya ditarik oleh seseorang dan Mentari langsung menoleh kebelakang.


" Yudha." Ucap Mentari melihat orang yang mengambil hpnya.


" Kamu apaan sih balikin hp aku." Ucap Mentari mengulurkan tangannya.


" Ngak mau..... hp gue disita gara gara loe jadi sebagai gantinya hp loe gue yang pakai." Ucap Yudha memegang hp Mentari sambil diputar putar.


" Emangnya apa salah aku, aku gak da urusan sama kamu." Sahut Mentari dan mencoba mengambil hpnya.


" Gak boleh.... hp loe gue yang pakai sampai hp gue dibalikin sama ayah, itu semua salah loe yang asal cerita." Ucap Yudha dan mengangkat tangannya yang memegang hp Mentari keatas.


" Balikin.....hp aku." Mentari tetap berusaha meraih hpnya dari tangan Yudha sambil berloncat karena Yudha yang tinggi membuat Mentari kesusahan meraihnya dan terus menjauhkannya dari Mentari namun Mentari tetap berusaha dan tiba-tiba " bugghhhh " Mentari jatuh.

__ADS_1


Buat yang mau baca makasih jangan lupa like dan komen yang lebih dari itu juga boleh....


terima kasih


__ADS_2