
Mobil sudah berlaju 15 menit meninggalkan rumah Mentari, namun tidak ada sepatah kata pun di antara keduanya, hingga ponselnya Mentari berbunyi tertera nama Raihan dilayar tanpa ragu dia langsung menekan tombol hijau dilayar.
Raihan -) " Halo sayang."
Mentari -) " Halo juga."
Raihan -) " Kamu udah minta ijin sama mama ?" Tanyanya.
Mentari -) "Maaf karena ada acara mendadak
aku lupa minta ijin." Sahutnya sambil melirik ke arah Yudha yang fokus menyetir.
Raihan -) " Memangnya acara apa ?"
Mentari -) " Acara keluarga , maafnya kayaknya aku nggak bisa hari ini." Terus melirik Yudha yang seolah acuh tidak peduli.
Raihan -) " Sayang kenapa sih kamu selalu nggak punya waktu buat kita jalan, selalu ada masalah , apa terpaksa pacaran sama aku ?"
Mentari -) " Nggak, aku nggak terpaksa kok pacaran sama kamu." Spontan ucapan itu keluar dari mulutnya tanpa peduli dengan Yudha yang sudah sah menjadi suaminya.
Raihan-) " Yaudah aku terima alasan kamu kali ini, tapi lain kali aku nggak mau dengar alasan apapun itu."
Mentari -) " Iya iya aku janji." Ucapnya sambil tersenyum.
Raihan -) " Yaudah aku tutup dulu ya... dadah."
Mentari -) " Dadah." Sahutnya dan mengakhiri pembicaraan.
Mentari menoleh ke Yudha yang terlihat tidak peduli dengannya membuatnya duduk dan kembali fokus melihat ke depan.
Namun beda dengan Yudha yang terus menggerutu dalam hatinya dasar ganjeng, dah nikah sama gue juga eh masih pacaran juga sama si Raihan sogong itu, emangnya gue kurang ganteng apa.. kalau kaya ntar kalau sukses gue bakal kaya juga kok batinnya namun mencoba pura pura acuh dan fokus mengemudi.
" Oh iya Yudha kita mau kemana ?" Tanya Mentari memecah rasa canggung yang ada.
" Kemana aja pokoknya sore baru pulang." Sahutnya dengan nada suara kesal.
" Hmmm memangnya mau ngapain aja sampai sore, mana sekarang masih jam 10 lagi, kita jalan bentar aja ya." Pintanya mengingat kalau cepat pulang dia akan punya waktu berjumpa dengan Raihan.
" Nggak, sebut saja ini kencan pertama kita , jadi kita akan melakukan apa saja yang orang lakukan." Menjawab dengan nada suara tegas tanpa menoleh sedikit pun ke Mentari.
" Hah...." Mentari menghela nafasnya dan coba berpikir.
" Bagaimana kalau sampai jam 3 saja." Tawarnya.
" Nggak." Jawabnya singkat dengan acuh.
Mendengar jawaban Yudha membuatnya kesal dan memilih diam, rugi saja pikirnya kalau dia menawar, jawabannya akan tetap sama.
*
__ADS_1
*
Yudha dan Mentari telah berjalan jalan di dalam mall sekitar 15 menit dan belum tau apa yang akan mereka lakukan.
" Aku capek jalan terus." Mentari berhenti dan duduk di sebuah bangku.
" Kamu mau ngapain sih ?" Tanyanya
" Mau muter muter aja." jawabnya sendiri
" Gimana kalau kita nonton aja." Ajak Yudha.
" Yaudah boleh, mau nonton apa ?" Tanyanya.
" Apa aja, ayo." Jawabnya dan langsung menarik tangan Mentari menuju pembelian tiket.
Mentari berjalan mengikuti Yudha , dia tidak peduli film apa yang di pilih Yudha , pikirnya terserah saja asal Yudha senang dan hari ini cepat berlalu.
Mereka berjalan masuk ke dalam bioskop tapi ada rasa aneh bagi Mentari , dia melirik ke kiri , ke kanan , depan dan belakang kenapa kebanyakan penonton ibu ibu dan anak anak pikirnya , film apa sebenarnya yang dipilih Yudha.
Ini orang mau nonton film apa sih , kenapa penontonnya ibu ibu dan anak anak.
Saat film di mulai spontan Mentari menepuk jidatnya Si juki the movie judul yang tertera.
" Pantesan Mak Mak pada bawa anak si Juki yang di nonton." Gerutunya merasa heran orang kencan nontonnya film kartun ada ada saja pikirnya.
" Seru kan nonton si Juki." Tanya Yudha melihat Mentari yang tertawa lepas tadi.
" Ia seru, lucu." Mentari tertawa lagi
" Tapi ada yang lebih lucu lagi dari pada Juki." Ucap Mentari tertawa menatap Yudha.
" Siapa... temannya Juki atau..." Ucapnya terputus karena Mentari langsung mengatakan. " Kamu yang lucu."
" Aku...?" Tanya Yudha menunjuk dirinya dan berpikir apa yang lucu darinya.
" Iya " Jawab Mentari.
" Apa yang lucu dariku ?" Tanya Yudha sambil menoleh ke bawah melihat apakah sepatutnya berbeda kiri kanan tidak, dan mengangkat tangannya dan menelisik apakah bajunya koyak , tidak juga pikirnya.
" Sudah hentikan, tidak ada yang salah dengan penampilan mu." Ucap Mentari.
" Lalu apa yang lucu dariku ?" Tanyanya lagi.
" Apa hidungku merah seperti badut." Dengan bodohnya memegang hidungnya lalu bercermin di ponselnya tidak juga pikirnya.
Mentari malah tertawa melihat wajah lucu Yudha. " Ah sudahlah." Ucapnya dan menarik tangan Yudha. " Ayo kita makan, aku lapar."
Yudha senyum senyum melihat tangannya yang di genggam Mentari dan mengikutinya.
__ADS_1
Mereka duduk berhadapan menikmati makanan yang telah dipesan.
" Boleh aku tau apa yang lucu dariku ?" Tanyanya menoleh menatap Mentari masih penasaran.
" Kamu aneh." Sahutnya.
" Tau kenapa ?" Bertanya balik ke Yudha dan di balas gelengan.
" Kamu tau nggak, kalau orang kencan itu biasanya nonton film romantis dan kamu , malah nonton film komedi." Jawabnya sambil tertawa.
Yudha terdiam dan berfikir sejenak iya juga ya , aturan kan tadi nonton Aladin yang ada kiss kiss nya gitu , barang kali di kasih sekali kiss , ah ***** gue malah ajak dia nonton Juki dan menggaruk kepalanya merasa kurang beruntung.
Yudha biasa bicara menggunakan gue loe , tapi dengan Mentari dia lebih nyaman menggunakan aku kamu.
" Hey malah bengong." Mentari menggoyangkan tangannya di depan wajah Yudha.
" Yok kita nonton lagi." Jawab Yudha tersadar dari lamunannya.
" Nggak... nggak, cukup udah nontonnya." Sahut Mentari.
" Yah... padahal aku mau ngajak kamu nonton film romantis sekarang." Ucapnya dengan wajah memelas.
" Nggak mau, kalau nonton lagi mending aku pulang." Sahutnya dengan segera menghabiskan makanannya.
" Iya.. iya nggak nonton lagi." Jawab Yudha tiba tiba dia kesal gagal deh belajar kissing nya batin Yudha.
" Emm.. aku ke toilet dulunya." Izinnya dan langsung pergi meninggalkan Yudha.
" Iya jangan lama , entar ku tinggal." Teriaknya tanpa perduli jadi perhatian pelanggan yang lain.
Sudah sekitar 10 menit tapi Mentari belum kembali juga, berkali kali Yudha melirik jam tangannya perasaannya mulai tidak tentu.
" Kemana sih tu anak, masak ke toilet lama banget , apa gue susul aja ya." Gumamnya.
Yudha berjalan menuju toilet menyusul Mentari.
" Duh kan aku nggak mungkin masuk kedalam yang ada di kira penguntit sama orang." Gerutunya di depan toilet wanita.
Saat Yudha mondar mandir di depan toilet, keluar seorang ibu ibu dan dia langsung bertanya. " maaf Bu di dalam masih ada orang nggak ?"
" Nggak ada nak." Jawab ibu itu.
" Memangnya mau cari siapa ?" Tanyanya lagi.
" Pacar saya Bu , dari tadi ke toilet tapi nggak balik balik , makanya saya susul." Jawabnya.
" Oh coba di telpon aja nak, mungkin dia udah pulang duluan." Ucap ibu itu. " Oh iya ibu pergi dulunya." Pamitnya pada Yudha.
" Iya Bu, makasih sarannya." Sahut Yudha dan bergegas membuka ponselnya, saat ingin mengetikkan nama Mentari dia langsung terdiam. " Ah bodoh... gue nggak punya nomornya." Merasa kesal dan ingin melempar ponselnya namun tidak jadi.
__ADS_1