
" Hmmm kemana tu orang , kok nggak balik balik " seru Yudha yang sedang duduk di samping tempat tidur di kamar Mentari seraya menoleh ke arah pintu kamar. Sudah satu jam Yudha dikamar memainkan game di ponselnya menunggu Mentari yang sejak tadi belum masuk ke kamarnya setelah obrolan di
ruang keluarga.
" Ne hp baterainya hampir habis lagi " gerutunya lagi sambil berjalan mendekati meja belajar Mentari. " Nggak ada charger disini , dimananya ? " sambil mengacak acak meja itu. " Ah nggak ada , mending gue tidur " ucapnya berjalan dan menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur .
Yudha memejamkan kedua matanya , beberapa menit pun berlalu tetapi Mentari belum juga kembali. Beberapa kali Yudha menoleh ke pintu berharap gadis itu datang.
Ceklek suara pintu kamar terbuka menampakkan tubuh Mentari yang berjalan masuk ke dalam sembari menutup kembali pintu itu.
" Hmm kayaknya udah tidur " gumam Mentari saat sudah berdiri pas di tempat tidurnya yang menampakkan seseorang sedang tidur di sana. Dia melangkah naik dan tidur membelakangi Yudha.
" Apa dia nggak takut petirnya ? " pikir Yudha saat membuka matanya melihat punggung Mentari yang membelakanginya. " Biasakan kalau di film film cewek takut petir sama gelap , mungkin karena cuma hujan dan petir makanya dia nggak takut , coba mati lampu pasti langsung meluk gue " pikirnya lagi entah apa yang di harapkan ya.
Suasana malam yang masih diselimuti hujan dan suara gemuruh petir semakin bertambah menakutkan saat tiba tiba listrik padam.
Tangan Yudha meraba raba ke samping menyentuh Mentari dalam kegelapan.
" Tar... Mentari... " panggilnya sambil menggoyangkan bahu Mentari , namun tidak ada respon. " Hmmm nyenyak banget sih tidurnya " gerutunya
" Coba aja dia kebangun pasti dia takut dan langsung meluk gue " gumamnya dan memindahkan tangannya dari bahu Mentari.
" Kebanyakan mimpi kamu " sahut Mentari sehingga mengejutkan Yudha.
" Eh kamu belum tidurnya ?" tanya Yudha.
" Udah, kamu nggak da kerjaan bangunin aku, kenapa ? takut " seru Mentari.
" Enggak , mana mungkin aku takut " ucap Yudha.
" Jadi , kalau nggak takut ngapain bangunin aku coba ? " tanya kesal.
Yudha menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" emm a aku haus " alasannya.
" Itu aja bangunin aku bukan ambil sendiri sana " sahut Mentari kesal.
" Ini tu rumah kamu , jadi kamu yang ambilkan minum untuk ku " pintanya.
__ADS_1
" Enggak mau , sana ambil sendiri " sahut Mentari.
" Ya udah kalau nggak mau " sahut Yudha.
Dan seketika ruangan yang gelap itu menjadi hening , sesaat setelah Mentari memejamkan mata seperti ada hembusan nafas terasa menyentuh telinganya , namun dia tidak peduli dan tetap melanjutkan tidurnya hingga terasa sebuah tangan menyentuhnya dan mendekapnya dalam pelukan.
" Hey... kamu ngapain , Sana pindah " teriak Mentari memindahkan tangan Yudha dan menolaknya menjauh. Namun Yudha kembali memeluknya.
" Jangan peluk peluk , aku nggak mau " teriaknya lagi sambil meronta ronta namun sangat susah lepas dari pelukan Yudha karena dia semakin memeluknya dengan erat.
" Yudha...." teriaknya dan brugghh Mentari terjatuh ke bawah.
" Mentari... kamu nggak papa kan ?" tanya Yudha dan mencoba bergeser hendak turun dari tempat tidur , suasana yang gelap karena listrik yang padam membuatnya kesusahan turun dari tempat tidur hingga membuat kaki tersangkut dan brugghh Yudha dengan kaki menggantung dan kepala menyentuh lantai.
" Aduh... kepala gue " seru Yudha dalam kegelapan.
" Mentari.. kamu dimana ? kenapa nggak ada suaranya ? apa jangan jangan dia pingsan ?" seru Yudha dan beranjak bangkit dan meraba raba mencari Mentari yang tidak terlihat.
" Astaga.. Mentari " Yudha terkejut saat lampu tiba tiba hidup dan menampakkan tubuh Mentari yang terlungkup di lantai tanpa bergerak.
" Apa dia pingsan ? , ya ampun kepalanya berdarah " seru Yudha saat membalikkan tubuh Mentari . Dia langsung mengangkat Mentari ke atas tempat tidur.
" Aduh gimana ini " Yudha mengambil kain yang ada disana dan mengelap kepala Mentari .
" Aduh.... sakit... " ucap Mentari saat tersadar dan menyentuh kepalanya.
" Tar kamu udah sadar ? " tanya Yudha dengan perasaan lega.
Kenapa aku pusingnya , dia ngapain lagi di sini pikirnya sambil menatap Yudha yang duduk di sampingnya.
" Kamu nggak kenapa napa kan ? " tanya Yudha sambil membelai kepala Mentari dan di balas gelengan oleh Mentari.
" Yang betul ? , tapi kepala kamu udah nggak berdarah lagi kok " ucapnya lagi dan mengusap kepala Mentari.
Oh iya tadi aku jatuh gara gara dia , pantesan kepala aku pusing banget , mending aku tidur aja biar nggak pusing lagi pikir Mentari sambil menatap Yudha dengan wajah sendunya dan memejamkan matanya.
" Tar..bangun tar kamu jangan mati entar aku jadi duren tar..." seru Yudha terkejut dan menggoyangkan tubuh Mentari saat melihatnya memejamkan matanya.
Mentari berdecak kesal dan membuka matanya menatap Yudha. " Jangan ribut aku pusing mau tidur bukan mati " ucapnya kesal.
__ADS_1
Yudha langsung menarik Mentari dan memeluknya. " Syukurlah kalau gitu , aku kira kamu mati gara gara aku " ucapnya.
" Yudha lepasin aku , aku pusing , aku mau tidur " ucapnya dengan nada suara yang lemah karena memang dia merasa sangat pusing.
" Iya iya " Yudha melepaskan Mentari dan membaringkannya untuk tidur. Yudha berjalan mengitari tempat tidur dan merebahkan tubuhnya di samping Mentari sambil menatap Mentari yang tertidur dan tidak lama diapun ikut tertidur.
*
*
Paginya Mentari yang telah selesai mandi dan memakai bajunya duduk di depan cermin menatap dahinya yang terlihat sedikit luka dan memerah.
" Untung nggak parah , mending kukasih plester aja kalinya " gumamnya.
" Ini gara gara tu anak " tatapnya ke arah Yudha yang masih tertidur dari pantulan cermin.
Dia berjalan mendekati tempat tidur dan hendak membangunkan Yudha , namun matanya sangat terkejut melihat dahinya Yudha yang benjol sebelah.
" Lah ne anak kepalanya kenapa ? perasaan aku yang jatuh kenapa dia malah ikutan benjol " gumamnya sambil menyentuh dahi Yudha.
" Yudha... bangun yud " ucapnya mengoyakkan tubuh Yudha , namun tidak ada respon hingga dia harus menggoyangkan tubuh Yudha dengan kuatnya.
" Emm ma bentar laginya " pinta Yudha yang langsung melingkarkan tangannya memeluk pinggang Mentari dan membenamkan wajahnya diperut Mentari.
Tok.. sebuah ketukan dengan kuat dilayangkan di kepala Yudha. " Sadar woy....aku bukan mama " teriak Mentari.
" Aduh...sakit " ucap Yudha dan menoleh ke atas melihat Mentari.
" hehehe.. sorry aku pikir mama " ucap Yudha sambil cengengesan.
" Sorry sorry alasan aja, semalam kamu peluk aku apa alasannya coba " seru Mentari dengan kesalnya.
" Semalam , semalam aku lupa kayaknya " ucap Yudha yang sudah bangun dan bersandar di kepala tempat tidur.
" Lupa kamu bilang , lihat ini ne buktinya " seru Mentari sambil menunjuk nunjuk kepalanya.
" Aduh... kayaknya ingatanku yang semalam hilang deh, gara gara kamu ketok " ucapnya .
" Yudha.... " teriak Mentari.
__ADS_1
" Aduh , jangan teriak teriak entar bisa tuli ne telinga " serunya sambil mengelus elus telinganya.
" Baru dua kali tidur bareng juga bukanya di sayang malah diteriakin , dasar istri durhaka kamu " ucapnya lagi membuat Mentari semakin kesal.