Tiba Tiba Jadi Pasangan

Tiba Tiba Jadi Pasangan
eps 8 panggilan baru


__ADS_3

Bel berbunyi jam istirahat pun dimulai, guru mulai mengakhiri pelajaran dan keluar kelas meninggalkan muridnya. Semua senang tidak karuan, ada yang sibuk bergosip, ada yang sibuk mengulang pelajaran, ada yang sibuk menganggu teman, ada yang sibuk ingin ke kantin karena lapar, ada yang sibuk pacaran dan segala jenis keadaan bisa dijumpai disana.


"Ra... kantin yok." Ajak Mentari melihat Rara yang sibuk dengan bukunya.


" Iya Ra aku juga lapar ne.." Timpal Eva.


" Iya..bentar. " Sahut Rara yang sedang menyelesaikan tugasnya.


" Ra tumben kamu rajin, apa ada ke jedot tadi..?" Tanya Mentari sambil menyibak poni Rara yang menutup dahinya.


" Iya coba sini aku liat... mungkin kalau Mentari yang liat gak bakal nampak." Eva ikutan memegang dahi Rara dengan wajah sok lugu.


" Apaan sih kalian." Ucap Rara kesal di ganggu Mentari dan Eva membuatnya susah menulis.


" Kita gak kenapa-napa." Sahut Mentari .


" Iya kamu Ra yang kenapa." Sambung Eva merasa aneh melihat Rara yang biasa kurang peduli buku, hari ini malahan sibuk sama buku


" Tumben fokus banget tu pegang buku." Ucap Mentari menatap serius ke Rara yang sibuk menulis.


" Kalian bisa diam gak.... ini catatan fisika aku belum siap, ntar dikumpulin tau.." Ucap Rara sambil terus menulis.


" Lah...kirain ke sambet apa..., rupanya ke sambet pak Hamid tu anak." Ucap Eva yang tau kalau catatan gak dikumpulin bakal dijemur sama pak Hamid.


" Makanya Ra, nulis yang rajin. jangan pas dibilang kumpul catatan baru sibuk gak jelas." Timpal Mentari yang tau kebiasaan Rara selalu gitu.


" Iya...iya..bukan bantuin malah ngomel." Ucap Rara kesal gak jelas.


" Yah sensi nih anak, mending ke kantin yok tar." Ajak Eva menarik tangan Mentari berjalan keluar kelas, Mentari hanya mengikuti langkah kaki Eva meninggalkan kelas.


*


*


" Mentari, Eva mau kemana ? " Tanya Raihan yang baru keluar kelasnya, sebetulnya sengaja nungguin Mentari lewat.


"Mau ke kantin han." Jawab Mentari terus berjalan menuju kantin yang ada diujung sekolah.


" Gue bareng boleh ?" Tanya Raihan berjalan mengikuti Mentari dan Eva.


" Boleh." Jawab Mentari karena memang Raihan lebih akrab dengan Mentari dari pada Eva.


Sampai di kantin mereka langsung duduk dan memesan makanan masing masing.


" Oh iya, Rara mana kok gak ikut kalian." Tanya Raihan yang biasanya melihat mereka selalu bertiga.


" Di kelas lagi siapin catatan." Jawab Mentari dan mengaduk batagornya agar kenak bumbu merata.


" Habisnya Rara sih, kerjaannya santai aja pas disuruh nyatat. kalau dah gini baru sibuk gak jelas kan." Timpal Eva mengigat kebiasaan Rara.


" Wah bisa ya.. kalian yang rajin gini punya teman gitu." Sahut Raihan merasa aneh aja gitu

__ADS_1


" Ya bisalah... berteman tu ken gak butuh syarat asal nyambung aja udah." Ucap Mentari yang memang tidak memilih milih teman.


" Kalau lebih dari te...." Perkataan Raihan terputus tiba tiba Yudha datang menghampiri Mentari.


" Waw... adek lagi ngapain." Ganggu Yudha langsung duduk di depan Mentari di samping Raihan.


" Adek..." Ucap Raihan terkejut menatap Mentari dan Yudha.


" Apaan sih loe... manggil manggil aku adek." Sahut Mentari kesal.


" Iya ken memang loe bakal jadi adek gue." Sahut Yudha sambil tersenyum ke Mentari.


" Adek apaan maksudnya." Tanya Raihan yang tidak mengerti.


" Ya adek lah..... dia adek gue abangnya ngerti loe.." Sahut Yudha dan bertanya ke Raihan dengan wajah sombong.


Deg.


Maksudnya adek gimana ya... apa adek Abang panggilan sayang kayak orang orang pacaran , apa mereka pacaran ?" Batin Raihan diam sebentar.


" Han ...Han... Raihan." Panggil Mentari menggoyangkan tangannya di muka Raihan yang melamun.


" Eh iya tar , kok loe jadi adeknya dia sih." Tanya Raihan menunjuk dengan wajahnya ke arah Yudha saat sadar dari lamunannya.


" Yah....gak jelas juga ne anak." Ucap Yudha membalikkan badannya menatap Raihan.


"Udahlah gak usah perduli sama dia." Sahut Mentari, "Sebenarnya bang Awan dijodohin sama kakak Yudha.." Sambung Mentari


" Ya... itu Loe denger kan." Timpal Yudha


" Dek pinjem hp dong." Ucap Yudha mengedip ngedipkan matanya.


" Aku dah siap yok balik Eva." Ucap Mentari bangun dari kursi tidak mempeduli ucapan Yudha.


" Yok tar." Sahut Eva ikut Mentari.


" Adek.... jangan pelit amat jadi orang." Ucap Yudha dengan suara agak keras tapi Mentari tidak peduli dan terus berjalan meninggalkannya.


Raihan hanya tersenyum dan bergegas berjalan mengikuti Mentari meninggalkan Yudha


" Hmmm... tinggal gue deh, mending balik ke tongkrongan ah.." Gerutu Yudha dan berjalan ke tempat biasa dia nongkrong dengan dua temannya.


*


*


*


" Mentari..." Suara yang tak asing memanggil Mentari dan dia menoleh kebelakang.


" Raihan... ada apa? " Tanya Mentari kepada Raihan yang sudah mendekat.

__ADS_1


" Pulang sama gue ya... ada yang mau gue omongin." Sahut Raihan menatap Mentari


" Oh boleh... memangnya mau ngomongin apa?" Tanya Mentari terus berjalan.


" Ada deh.. nanti gue bilang." Sahut Raihan dengan wajah tersenyum.


" eEhem...ehem..." UPcap Eva dan Rara yang berjalan dibelakang Mentari dan Raihan


" Siapalah hamba ini ya Allah, yang cuma jadi kacang.." Ucap Eva dengan lebaynya


" Iya... hamba juga hanya merasa jadi nyamuk disini." Timpal Rara dengan tangan di junjung ke atas seperti sedang berdo'a.


" Kalian kenapa sih, salah minum obatnya?" Tanya Mentari menggelengkan kepalanya.


" Tunggu disini ya tar, gue ambil motor dulu." Ucap Raihan berjalan ke parkiran mengambil motornya.


*


*


Mentari dan Raihan sudah sampai dan duduk di taman sambil memakan es krim.


" Oh ya..Han kamu mau ngomong apa." Tanya Mentari sambil terus memakan es krimnya


Raihan diam dan menarik nafasnya dalam dalam dan mengubah posisi duduknya menatap Mentari.


" Mentari." Panggil Raihan dengan nada lembut dan Mentari pun menatap Raihan sehingga kedua mata mereka bertatapan. suasana terasa hening tanpa ada sepatah katapun hanya mata yang saling memandang.


Raihan menarik nafas. "Mentari loe mau ngak jadi pacar gue." Ucap Raihan mengeluarkan kata-kata dengan penuh rasa mendebarkan.


Mentari diam membisu menatap Raihan, di hatinya ada rasa senang tapi dia selama ini hanya menganggap Raihan sahabat dan apa bisa jadi lebih, apa aku coba aja ya..pikir Mentari


" Tar " Ucap Raihan membelai rambut Mentari membuat Mentari tersadar dari lamunannya.


" Eh..iya han." Sahut Mentari menatap Raihan dengan rasa senang tapi tak ada debaran di hatinya.


" Loe mau...? Tanya Raihan penuh harap.


" Aku.....aku belum tau aku cinta kamu atau gak, tapi mungkin kita bisa mencobanya." Sahut Mentari yang tak mau kalau Raihan terluka kalau dia menolaknya.


" Jadi loe mau jadi pacar gue." Tanya Raihan dengan senyum lebarnya.


" Iya mau." Sahut Mentari tersenyum.


" Mungkin saat ini loe belum tau , loe cinta atau enggak ke gue. tapi semoga dengan hubungan kita sekarang loe bisa tau perasaan loe sebenarnya." Ucap Raihan tersenyum dan dibalas senyum oleh Mentari.


" Sayang...." Ucap Raihan mengelus kepala Mentari.


" Malu ah dipanggil sayang." Sahut Mentari yang merasa aneh.


" Hahaha ...... SAYANG..... " Teriak Raihan sambil tertawa lepas merasa sangat senang menatap Mentari.

__ADS_1


Assalamualaikum teman teman yang udah mampir di novel saya, semoga kalian berkenan dan memberikan sepatah dua patah komentar dan juga like juga vote


terimakasih


__ADS_2