
Di lapangan sekolah yang luas terlihat tiga orang murid yang sedang membersihkan lapangan. pohon pohon yang ditanam di samping lapangan agar sedikit mengurangi hawa panas membuat daunnya mengotori lapangan sekolah. hari hari biasa ada petugas sekolah pak Maman yang membersihkan. namun hari ini pak Maman cukup duduk santai mengawasi tiga orang murid yang sedang menjalani hukuman.
" Uh pegalnya ne tangan." Ucap Mentari seraya terus menyapu daun daun yang masih berserakan.
" Iya...nasib..nasib." Sahut Eva yang juga sedang menyapu dengan Mentari.
" Cepetan.... jadi orang jangan lembek...nyapu itu aja lama banget.." Ucap Yudha yang tugasnya memasukkan daun yang sudah dikumpulkan Mentari dan Eva kedalam tong sampah.
" Sini... bantuin.... kalau gak tukaran aja " Sahut Eva menyodorkan sapu pada Yudha.
" Gak mau....Mak gue aja gak pernah suruh gue nyapu." Balas Yudha menepis sapu yang di pegang Eva.
" Gak mau gak mau... tapi jangan dibuang sapunya." Sahut Eva berjalan mengambil sapu yang jatuh di tepis Yudha.
" Eva..... Yudha itu biasa disuruh buang sampah sama emaknya.." Ucap Mentari seolah membela Yudha.
" Iya... tu, palingan cuma disuruh buang sampah." Sahut Yudha mengiyakan ucapan Mentari.
" Tau..... kenapa kamu disuruh buang sampah..." Tanya Mentari pada Yudha menajamkan matanya.
" Ya... karena gue baiklah." Jawab Yudha mengangkat wajahnya menaikkan bahunya kepedean.
" Salah....salah....salah..." Sahut Mentari.
" Kamu tu disuruh buang sampah karena kamu tu sama aja ma sampah." Timpal Mentari menajamkan matanya menatap Yudha dan tersenyum memiringkan bibirnya.
" Oh jadi gitu..." Sahut Eva tersenyum mengejek melihat Yudha.
" Iya...ya...gitu rupanya." Sambung Yudha berjalan mendekati Mentari dan menarik tangannya mencengkram kuat.
" Apaan sih....lepasin tangan aku." Gertak Mentari memaksa melepaskan tangannya dari cengkeraman Yudha, namun gagal.
" Yud lepasin..." Sambung Eva berdiri di dekat Yudha bergedik ngeri menatap Yudha yang terlihat aneh.
" Mentari.... loe tau nggak....cowok yang dibilang sampah itu gimana." Tanya Yudha dengan nada suara lembut namun menusuk menatap Mentari.
" Lepasin yud..." Teriak Mentari tetap berusaha menarik tangannya, nafasnya sudah tidak beraturan lagi, melihat Yudha yang terlihat mengerikan dengan tatapan tajam makin mendekat ke arahnya.
" Cowok sampah itu...gini Mentari." Ucap Yudha seraya tangganya yang sebelah lagi mencengkram wajah Mentari dan mendekatkan wajahnya dan bibirnya semakin di dekatkan ke arah bibir Mentari. Mentari tidak bisa apa-apa hanya berusaha melawan , saat bibir Yudha hampir menyentuh bibirnya.
" Cowok sampah itu........ cowok yang tega berbuat kurang ajar sama cewek." Ucap Yudha melepaskan tangannya dari Mentari dan berjalan kembali memasukkan daun daun yang sudah terkumpul kedalam tong sampah.
Mentari yang berdiri langsung jatuh terduduk lemas, jantungnya berdetak kencang dan nafasnya tidak beraturan.
" Tar...kamu ngak pa pa kan ?" Tanya Eva berjongkok menyamakan diri dengan Mentari dan di balas gelengan dari Mentari.
" Ternyata Yudha itu mengerikan ya.." Bisik Eva kepada Mentari dengan mata keduanya menatap Yudha.
" Iya..... ayok kita lanjut lagi." Bisik Mentari yang merasa sudah mulai tenang berdiri dan mengambil sapu untuk melanjutkan hukumannya.
__ADS_1
Pak Maman yang sedari tadi ke kantin baru saja kembali dan tidak tau apa yang terjadi disana.
" Wah hampir siap ya..." Ucap pak Maman pada mereka bertiga.
" Iya pak...." Sahut Mentari sudah habis menyapu semua daun.
" Iya pak kalau gitu kami duluan pak ya.." Sambung Eva menyerahkan sapu pada pak Maman dan berjalan dengan Mentari meninggalkan Yudha yang masih memasukkan daun ke tong sampah di lapangan.
" Iya... makasih ya....sudah mengurangi tugas bapak." Ucap pak Maman pada Eva dan Mentari yang dibalas anggukan dan terus berjalan.
" Sini nak bapak bantu." Ucap pak Maman pada Yudha dan ikut memasukkan daun kedalam tong sampah.
" Iya... makasih pak." Sahut Yudha sangat sopan.
*T*akut loe kan gue kerjain batin Yudha menatap Mentari yang berjalan meninggalkan lapangan.
*
*
*
Bel pulang sekolah berbunyi tanda sudah boleh pulang, murid murid mulai membereskan barang barang mereka begitu juga Mentari yang hari ini tidak banyak bicara setelah kembali dari lapangan tadi.
"Tar....tar.... Mentari Mentari.." Sapa Rara melambaikan tangannya di wajah Mentari yang memasukkan buku ke dalam tas namun tidak ada jawaban.
" Mentari...." Ucap Eva menepuk pundak Mentari membuatnya sadar.." Eh...iya.. ada apa " tanya Mentari melihat kearah Eva dan Rara.
" Aku gak kenapa napa kok." Sangkal Mentari yang memang dari tadi melamun memikirkan Yudha, tidak ada sepatah kata pun di antara mereka setelah kejadian di lapangan tadi.
" Yakin kamu tar..." Tanya Rara merasa ada sesuatu.
" Iya tari.. cerita aja napa sama kita." Sambung Eva menatap Mentari.
" Iya... betulan gak ada apa apa." Sahut Mentari mengangguk menyakinkan mereka
dan tiba tiba terdengar suara seorang cowok.
" Mentari..... sayang.." Sapa Raihan berjalan menghampiri Mentari yang masih dikelas, tinggal mereka bertiga yang belum pulang.
" Eh Raihan." Sahut Mentari menatap ke arah Raihan yang menghampirinya.
" Pulang bareng yok." Ucap Raihan merangkul Mentari meletakkan tangannya dipundak Mentari.
" Iya... boleh...tapi itu tangannya di lepasin dulu.." Sahut Mentari melirik ke tangan Raihan.
" Eh maksudnya ini.." Tanya Raihan menggoyangkan tangannya.
" Iya....malu tau." Sahut Mentari memindahkan tangan Raihan.
__ADS_1
" Iya....iya.... malu..." Sahut Raihan tersenyum geram melihat Mentari yang begitu imut menurutnya.
" Malu... malu... tapi mau." Ejek Eva memanyunkan mulutnya ke atas Mentari.
" Iya tu....mending kita pulang yok VA." Ucap Rara menarik tangan Eva meninggalkan Mentari dan Raihan.
" Em...jadi kita disini aja gak pulang ne..." Ucap Raihan menyenggol bahu Mentari yang diam saja melihat Eva dan Rara pergi.
" Eh...pulanglah masak mau tidur disini, nggak pulang pulang." Sahut Mentari berjalan meninggalkan Raihan.
" Ya...kalau kamu mau... aku boleh aja sih." Sahut Raihan berjalan mengikuti Mentari.
" Gak...gak.... kamu mesum palingan." Balas Mentari memukul lengan Raihan.
" Enak... aja.. aku gak gitu kok sayang.." Balas Raihan meraih tangan Mentari mengandengnya.
" Iya...iya... aku tau." Ucap Mentari berjalan bergandengan dengan Raihan menuju parkiran dan pulang bersama.
*
*
" Kamu nggak mampir." Tanya Mentari pada Raihan saat ini mereka sudah sampai di depan rumah Mentari.
" Nggak deh yang.... aku pulang langsung aja, mau jumpa teman bentar." Sahut Raihan yang duduk di motornya.
" Hmm ya udah." Balas Mentari sambil memberikan senyuman kepada Raihan.
" Ya udah sayang, aku pulang dulu ya, salam buat mama, papa dan bang Awan ya.." Ucap Raihan dan menjalankan motornya meninggalkan Mentari yang masih menatapnya dan Mentari masuk kedalam rumahnya.
*
" Assalamualaikum." Ucap Mentari berjalan masuk kedalam rumah.
" Waalaikumsalam." Sahut Mama Mentari menghampiri anaknya.
" Eh anak mama udah pulang..." Sambung mama.
" Iya ma... " Sahut Mentari menyalami ibunya.
" Kamu pulang sama siapa, kayaknya nggak ada suara mobil Abang atau Eva." Tanya mamakarena biasa kalau nggak pulang sama Eva dijemput abangnya.
" Oh tadi pulang sama Raihan ma.." Sahut Mentari.
" Raihan yang teman kamu dari SMP ya.." Tanya mamanya.
" Iya ma... yaudah Mentari mau ke kamar mau mandi dulu, gerah ne ma." Sahut Mentari berjalan meninggalkan mama.
assalamualaikum terimakasih buat yang sudah mampir di karya saya..
__ADS_1
jangan lupa berikan like, komen dan vote
😊