Tiba Tiba Jadi Pasangan

Tiba Tiba Jadi Pasangan
eps 10 asal aja


__ADS_3

Raihan baru saja sampai ke sekolah, dari parkiran sudah dipandangnya Mentari yang berada jauh darinya. Dia tersenyum-senyum sendiri dan terus berjalan menuju Mentari.


Cantik....kamu itu selalu cantik. Matamu yang lebar , hidungmu yang sedikit mancung sangat menggemaskan, bibir mu yang pink dan imut , rambut yang panjang sepinggang semua aku suka Mentari batin Raihan yang menatap Mentari dan berjalan semakin dekat Mentari.


" Mentari." Bisik Raihan yang sudah ada didekat Mentari, Mentari terkejut dan membalikkan badannya.


" Apa sih geli tau..." Menatap Raihan tersenyum dan dibalas senyum menawan dari Raihan.


" eEhem...ehem.. yang pagi pagi dah tambah energi, apalah arti jomblo yang pagi pagi jadi nyamuk." Ucap Eva yang tak dianggap ada oleh Raihan.


" Eh... sorry , ada Eva rupanya... pagi Eva." Canda Raihan pada Eva yang memasang muka mayun.


" Iya...iya...pagi, disapa kalau aku dah bersuara, kalau gak jelas jadi nyamuk atau kacang pagi pagi." Sahut Eva kesal maklum bawaan jomblo.


" Hahaha....maaf deh maaf." Ucap Raihan menyenggol Eva.


" Pergi sana.... cari kelas sendiri jangan kelas orang." Sahut Eva kesal, hampir jatuh gara gara Raihan.


" Udah...udah masih pagi juga , ngapain ribut sih." Ucap Mentari seraya menarik pipi Eva geram dengan suara Eva yang cempreng.. pagi-pagi.


" Apa sih...tar. salah kamu tu pagi pagi dah mesra mesraan aja." Kesal Eva masuk ke kelas.


" Nanti kita cariin kamu pacar... biar bisa mesra pagi pagi." Ganggu Mentari dan melambaikan tangan kepada Raihan yang meninggalkan Mentari menuju ke kelasnya.


" Ah gak....mau... kalau buru buru gak dapat yang ganteng." Ucap Eva memanyunkan bibirnya ke arah Mentari


" Ya cari yang ganteng lah..." Sahut Mentari tertawa.


" Pagi....... sayang..." Sapa Rara yang baru sampai menyapa Mentari dan Rara yang duduk di bangku mereka.


" Pagi sayang...pagi sayang..." Ucap Eva dengan nada suara mengejek menggoyangkan kepalanya.


" Pagi sayang..." Sahut Mentari lembut.


" Lah...Eva kenapa sih, gak mesra banget jawabnya gak kek biasa." Rara merasa heran mendengar jawaban Eva yang tak seperti biasa.


" Males mesra sama kamu ra..." Sahut Eva dengan menunjukkan wajahnya ke Mentari, namun Rara tak mengerti apa maksud Eva


" Maksudnya apa sih..." Tanya Rara dengan wajah cemberut merasa heran

__ADS_1


" Itu loh... kita sayang sayang biasa bertiga, tapi Mentari dia mulai berkhianat kepada kita." Ucap Eva seolah olah sedang dramatis.


" Ah makin gak ngerti aku va." Sahut Rara bingung menatap Mentari dibalas gelengan dari Mentari seolah-olah tidak mengerti.


" Dia......dia.....dia.....mulai sayang sayangan pagi ini sama si...Rai.. Raihan." Eva yang makin mendrama...menunjuk nunjuk Mentari.


" Apa sih....lebay tau..." Ucap Mentari menatap Eva merasakan ke lebayan Eva yang kumat.


"Oh...kirain apa..." Sahut Rara biasa aja dan menarik kursinya untuk duduk.


" Makanya jangan jomblo.." Ucap Rara menolak jidat Eva dengan jarinya.


" Yah...yah..yah...yang ngomong apa kabar halo....... perasaan sama juga tu jomblo." Balas Eva dengan nada khas cempreng nya.


" Jomblo......loe ngatain gue." Ucap Yudha yang baru datang dan asal nimbrung.


" Gue....tu jomblo karena ...." Belum habis Yudha berucap langsung disambung Rara Mentari dan Eva serentak.


" TERLALU INDAH UNTUK DIMILIKI." Dan tertawa....lepas semua. karena itu kata kata yang biasa Yudha ucapkan.


" Woy...kok kata kata gue loe potong." Ucap Yudha tak terima.


" Gak pa pa basi masih bisa dijemur , kering digoreng." Sahut Yudha lidah dijulurkan keluar mengejek mereka.


" Lah di kirain nasi...apa.." Ucap Eva mengedikkan bahunya.


" Ya iyalah, nasi itu kan sama indahnya kayak gue, kemana mana dicariin...kalau belum dapat belum puas.." Balas Yudha asal aja kalau ngomong.


" Ya....kali.....mau dikunyah kunyah masuk perut lalu di buang.." Balas Mentari mengejek Yudha.


" Iya....aku lapar ne... sini kamu aku makan." Sahut Rara menarik tangan Yudha mau menggigit.


" Hey....loe kira tangan gue makanan apa." Ucap Yudha menarik tangannya.


" Tadi katanya nasi..... nasi itu makanan yud." Balas Rara sambil tertawa..


" Ah seram....... pagi pagi dah ada vampir mau hisap darah gue." Yudha berjalan ketempat duduknya menutup mata dan bergetar seolah olah sangat takut.


Mentari Rara dan Eva hanya tertawa melihat Yudha.

__ADS_1


*


*


*


Raihan.... Raihan.... aku suka caramu menyapaku tadi pagi, tapi aku bingung kata orang kan kalau cinta seseorang ada suara debaran di hati, tapi rasanya aku gak merasakan debaran saat melihat Raihan apa mungkin belum ya.... seperti apa sih detak jantung sebenarnya saat jatuh cinta pikiran Mentari yang melayang kemana-mana saat belajar dan di sampingnya juga ada Eva yang melamun.


*K*ira kira aku suka siapanya... menoleh ke Yudha dia.... ganteng , keren juga iya tapi maniak game ogah ah, lalu menoleh ke arah Arief gak kalah keren sama Yudha oke juga tapi...rada gak nyambung kadang hmm lalu menoleh ke Egi neh yang ini kayaknya oke...gak maniak game ganteng juga tajir iya pengertian aduh..... paling suka, sama sama suka lagu Hindia kayak aku Eva senyum senyum sendiri dengan pemikirannya.


*S*ayang oh sayang..... tenang kamu dua hari lagi pasti lepas dari tahanan ayah dan kamu bisa bersatu lagi sama aku, aku rindu sama kamu kamu juga rindu sama aku kan. ya itu jelas aku aja dah nggak sabar nyentuh kamu kayak biasa saat aku lagi main sama kamu , pikiran Yudha yang sudah terkontaminasi hanya dengan hp game yang sangat dirindukan dan naas jadi anak orang kaya tapi missquen hidup selalu dibatasi nasib nasib.


Pelajaran sedang berlangsung . namun Mereka asik dengan pemikiran masing masing tampa peduli apa yang sedang dijelaskan guru Bu Ratih.


" Mentari ke depan..." Buk Ratih menyentuh Mentari menyuruhnya ke depan karena tidak menjawab panggilannya sedari tadi.


" Eh iya...buk." Sahut Mentari terkejut tidak tahu apa apa, langsung berjalan ke depan kelas.


" Eva kamu juga." Sambung Bu Ratih menatap Eva yang sudah sadar dari lamunannya.


" I....iya..Bu.. tapi kenapa ya ?" Tanyanya bingung apa salahnya.


" Ke depan saya bilang.." Ucap Bu Ratih menajamkan matanya ke Eva dan Eva langsung bangun dan berjalan ke depan.


" Yudha....." Panggil Bu Ratih berbisik ke telinga Yudha. " Iya sayang " Jawab Yudha masih melamun.... Tiba tiba sadar... kok sayang bisa ngomong ya....( sayang itu hpnya) pikir Yudha membuyarkan lamunannya dan menoleh kesamping.


" Apa kamu bilang." Tanya Bu Ratih berdiri disampingnya sambil menepuk nepuk rol ditangannya.


" Eh.... maksud saya ibu sayang." Jawab Yudha sambil tercengir menatap Bu Ratih.


" Ke depan kamu." Ucap buk Ratih.


" I...iya...buk."Yudha bangun berjalan ke depan.


" Kok kalian di depan juga." Tanyanya heran melihat Mentari dan Eva berdiri di depan kelas juga. Mentari dan Eva cuma diam dan menggelengkan kepalanya karena sengan Yudha tidak tahu apa salah mereka,


bukan gak tau sih gak sadar iya...dah berbuat salah.


Assalamualaikum makasih buat yang udah mampir terima kasih buat teman teman yang cuma lewat buat baca karena itu sudah sangat berharga buat saya. dan akan tambah berharga kalau kalian berkenan meninggalkan like vote dan komentar

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2