Tiba Tiba Jadi Pasangan

Tiba Tiba Jadi Pasangan
eps 13 bersama


__ADS_3

" Yudha... turunin aku." Teriak Mentari.


" Jangan teriak napa...!" Seru Yudha.


" Gue cuma mau ngajak loe jalan kok, bukan nyulik." Menoleh kebelakang sekilas.


" Jadi... kamu mau ngajakin aku jalan." Tanya Mentari merasa tenang.


" Iya... ngapain coba gue nyulik loe nggak jelas banget..." Sahut Yudha terkekeh ngeli


" Ta... siapa tau.." Mentari merasa malu dengan pemikirannya.


" Gila... kalau loe gue culik, nggak jadi tu acara kakak gue ..." Ucap Yudha.


" Tercemar tu ayah gue yang selama ini jadi rektor yang di agung agungkan orang." Celoteh nya lagi.


" Iya... iya.. " Sahut Mentari.


*


*


Yudha memarkirkan motornya


" Nah... udah sampai turun.." Seru Yudha menoleh ke Mentari. terlihat pemandangan danau yang begitu indah di sana dengan pepohonan disekitar danau dan udara yang segar.


" Wah..... indahnya ...." Mentari berlari ke dekat danau. " Hmm..........." menghirup udara yang begitu segar.


" Gimana.... segar banget kan ? " Tanya Yudha berjalan menghampiri Mentari yang sedang melentangkan tangannya seraya terus menikmati udara segar.


" Iya... seger banget..." Tersenyum menoleh ke Yudha . " Kenapa kamu ajak aku kemari ?" Tanya Mentari


" Mau... gue ceburin ke danau lah." Sahut Yudha menarik Mentari semakin dekat danau.


" Yud.... jangan.... aku gak bisa berenang." Seru Mentari mencoba menahan tarikan Yudha.


" Emangnya gue peduli gitu." Terus menarik Mentari semakin dekat dengan danau.


Wajah Mentari semakin pucat, terasa penyesalannya ikut dengan Yudha yang punya kelakuan gak jelas.


" Yudha lepasin....." Teriak Mentari .


" Kamu dah gila ya...." Merasa sangat takut.


Tak ada jawaban dari Yudha, dia sengaja menarik Mentari ke dekat danau, saat sudah sangat dekat dia berbalik menarik Mentari menjauh dari danau.


" Hahaha..... lucu banget sih tu muka." Ucap Yudha tertawa ngeli melihat wajah Mentari yang sudah berubah pucat sangking takutnya.


Mentari yang terkejut dengan kelakuan Yudha yang sedang mengerjainya langsung spontan memukul Yudha " bugghhhh.... " satu pukulan melayang di punggung Yudha.


" Dasar gila...." Teriak Mentari.


" Hey.... kalau pukul yang kuat dong , kok mukul kayak nyokeh sih." Seru Yudha yang tak merasakan sakit di pukul Mentari.


Mentari berjalan meninggalkan Yudha, sesaat dia pun kembali dengan kayu ditangannya berjalan menghampiri Yudha.


" Loe mau ngapain ?" Tanya Yudha melihat Mentari membawa kayu yang panjangnya 60 cm dan lebar 15 cm.


" Mau mukul kamu." Sahutnya mengarahkan kayu ke depan Yudha.


" Wih...... mantap." Seru Yudha mengangkat jempolnya.


Mentari merasa heran melihat ekspresi Yudha yang senang bukannya takut.

__ADS_1


" Kok loe senang sih...?" Tanya Mentari merasa kesal karena otomatis gagal untuk mengerjainya.


" Yah.... gue senang aja loe tambah berani sekarang, enggak kayak dulu." Jawab Yudha seraya duduk di rerumputan menatap danau.


" Kenapa kamu senangnya ngerjain aku?" Tanya Mentari yang masih memegang balok kayu ditangannya.


" Senang aja... " Sahut Yudha menoleh ke Mentari.


" Duduk." Ucapnya.


Mentari ikut duduk di rerumputan dekat Yudha menatap indahnya danau.


" Aku nggak ngerti sama sikap kamu, yang kadang baik dan yang kadang aneh nggak jelas." Ucap Mentari melempar batu ke arah danau.


" Nggak perlu dimengerti." Sahut Yudha menoleh ke Mentari dan kembali menatap danau.


Mentari menoleh menatap Yudha menggelengkan kepala.


" Loe memang gila ya?" Ucap Mentari.


Yudha tersenyum menoleh ke Mentari


" Kalau iya, kenapa? " Tanyanya.


" Mau di obati." Timpalnya lagi.


" Nggak biar aja gila...." Sahut Mentari kembali menatap danau, terasa ada sesuatu yang bergerak gerak di dekat tangannya.


Mentari menoleh dan mendapati seekor kodok , wajahnya langsung tersenyum licik menoleh ke Yudha. Yudha yang juga menoleh ke Mentari pun merasa heran.


" Napa loe , senyum gitu... merinding gue." Yudha memegang lehernya.


" Aku punya hadiah buat kamu." Ucap Mentari dengan senyum semakin lebar.


" AAAAA......." Teriak Yudha terkejut dan langsung melempar kodok yang ada ditangannya. Mentari hanya tertawa puas melihat ekspresi Yudha yang sangat takut dan geli terhadap kodok.


" Dasar... loe..... kurang kerjaan.. jorok tau." Ucap Yudha menggosokkan tangannya tadi ke wajah Mentari.


" Tu rasa.. wangi pacar loe." Timpal Yudha bergedik ngeri, sangat jijik , dan geli.


" Ah... apaan sih yud." Mentari langsung menggosokkan wajahnya kembali mengelap bekas tangan Yudha.


" Jorok tau ." Ucap Mentari.


" Lah... loe tau jorok, ngapain loe pegang.. " sahut Yudha menggosokkan tangannya yang masih terasa geli di celananya.


" Salah.. loe.. takut kok sama kodok, kan aku jadi nekat buat pegang." Balas Mentari merasakan kesal.


" Nang enak senjata makan tuan tu namanya." Yudha tertawa melihat Mentari


" Dingin... pulang yok, malas aku disini." Ucap Mentari yang kesal dan memang mulai merasa dingin karena hari sudah sore.


Yudha bangun, berdiri di depan Mentari mengulurkan tangannya. " Ya udah yok pulang." Ucapnya.


Mentari hanya diam menatap Yudha tidak menyambut tangannya.


" Udah... jangan dilihatin gitu muka gue... gue emang ganteng kok." Ucap Yudha tersenyum memiringkan bibirnya menatap Mentari.


Mentari yang terkejut mendengar ucapan Yudha langsung bangun tanpa memegang tangan Yudha yang di ulurkan untuk membantunya bangun.


" Aku bisa sendiri." Berjalan terus ke parkiran dengan detak jantung yang tak menentu dan wajah yang mulai memerah.


*L*agi lagi jantung ku berdetak gini, apa aku mulai trauma ya sama Yudha , uh.... kalau gini terus bisa bisa aku sakit jantung batin Mentari.

__ADS_1


" Hey.... tunggu gue napa." Ucap Yudha berjalan dibelakang Mentari.


" Kencang amat loe jalan kayak dikejar setan." Timpalnya.


Mentari berhenti dan menarik nafasnya menghilangkan rasa aneh di dirinya dan menoleh kebelakang melihat Yudha.


" Cepetan..... ntar kelamaan sampai rumah." Ucap Mentari.


" Iya... iya... sabar dong." Sahut Yudha.


*


*


*


" Assalamualaikum." Sapa Mentari yang telah sampai dirumahnya.


" Waalaikumsalam..." Sahut mamanya berjalan menghampiri Mentari.


"Kamu pulang dari mana sayang." Tanya mamanya.


" Pulang jalan jalan ma." Sahut Mentari menyalami mamanya.


" Sama siapa... kenapa nggak kabarin mama." Tanya mamanya lagi berjalan masuk kedalam rumah dengan Mentari.


" Sama teman ma." Sahut Mentari.


" Ma, aku ke kamar dulu ya mau mandi bau... ne." Ucapnya memeluk mama mencium di pipinya.


" Ih.... dasar kamu... dah bau juga main peluk mama." Ucap mama menggelengkan kepalanya.


*


*


*


Yudha yang baru sampai dirumah memarkirkan motornya di garasi dan berjalan masuk ke dalam rumah.


" Eh... kamu dari mana Yudha ?" Tanya mamanya yang sedang duduk menonton diruang keluarga menoleh ke anaknya.


" Jalan jalan ma..." Sahut Yudha ikut menghampiri mamanya lalu memeluknya.


" Ih... sana mandi... bau tau." Ucap mamanya menolak Yudha.


Yudha mengangkat tangannya mencium aroma ketiaknya.


" Hmm.... masih lumayan ma." Sahutnya Yudha tercengir menatap mamanya


" Lumayan apanya... mandi sana.." Ucap mamanya menolak Yudha yang lagi lagi memeluknya.


" Sana.... udah tua juga, masih manja.." Timpal mamanya lagi.


" Ma 18 itu baru gede belum tua... " Sahut ya duduk di samping mama mengambil cemilan di meja lalu memakannya.


" Yudha.... mandi dulu, jorok ah." Seru mamanya mengambil cemilan di tangan Yudha meletakkan ke meja kembali.


" Iya... iya..." Sahut Yudha berjalan malas menuju kamarnya.


Assalamualaikum teman yang udah mampir makasih ya n jangan lupa kasih like , vote dan komentar.... menurut kalian karya saya kurang garam , gula apa cabe atau yang lain lain..


ya.. tolong diberitahukan agar bisa berbenah

__ADS_1


terimakasih 😊


__ADS_2