
Sunyi.... itulah suasana dalam mobil Awan saat ini, padahal sudah beberapa menit berlalu sejak mereka berangkat.
" Kak Manda kalau boleh tau umur kakak berapa sih." Tanya Mentari mencoba menghilangkan sunyi yang ada didalam mobil sedari tadi.
" Umur kakak 21, tahun ini. kalau kamu." Tanya Manda pada Mentari.
" Umur aku 17 kak, 4 bulan lagi baru 18." Sahut Mentari
" Wih berarti tua gue 2 bulan." Ucap Yudha. "Jadi kalau kakak ma abang nikah loe jadi adek gue ya.." Sambung Yudha sambil tersenyum usil.
" Besanan kali... bukan adek." Sahut Mentari
" Lagian 2 bulan juga santai aja." Tambah Mentari.
" Yah harusnya loe senang sama gue mau anggap loe adek , kapan coba punya saudara yang ganteng, keren kayak gue." Ucap Yudha makin pede dan belagu.
" Udah...udah...aku aja gak suka punya saudara kayak kamu, apalagi Mentari." Sahut Manda yang memang kesal dengan Yudha yang kadang suka usil dan kadang cuek gak jelas.
" Yaudah kita saudaraan berdua aja." Sahut Awan sambil tersenyum.
" Hmm... iya tu bang, itu lebih pas lebih nyambung dari pada punya saudara cewek susah dipahami." Timpal Yudha yang memang terkadang bingung dengan sikap cewek cewek termasuk kakaknya.
" Heh... enak aja yang ada cowok tu yang suka rusuh." Ucap Mentari.
" Betul tu." Tambah Manda.
" Haha... yaudah, cewek selalu betul." Ucap Awan sambil tertawa senang merasa mereka mulai akrab, " Dah sampai. ayok turun." Ucap Awan sudah memarkirkan mobilnya diparkiran didepan mall.
*
*
" Em kita mau ngapain bang." Tanya Mentari berjalan mengikuti abangnya.
" Iya gimana kalau kita nonton." Jawab Awan sambil melihat lihat.
" Oh adek boleh aja, kak Manda ma Yudha gimana ?" Tanya Mentari menatap Manda dan Yudha.
" Boleh aku ikut aja." Jawab Manda.
" Ya...gue sama ikut aja." Ucap Yudha.
" Enaknya nonton film apanya." Tanya Awan
" Film horor aja boleh." Jawab Yudha penuh semangat.
" Ah jangan, seram yang ada." Sahut Mentari yang tak suka film horor.
" Heleh.... itu aja takut, Cemen loe." Ucap Yudha dengan wajah mengejek.
__ADS_1
" Udah film romantis aja kalau gitu." Ucap Manda.
" Iya romantis aja kak " sahut Mentari yang memang suka genre romantis biasa cewek.. cewek ..
" Oh boleh juga kalau gitu." Ucap Awan.
" Hmmm ya boleh kalau menurut kalian yang memang lagi mau mesra mesraan, ini lah gue gimana." Ucap Yudha dan melirik Mentari yang memang ikut cuma sebagai pengawal.
" Oh iya ya... horor aja deh bang, adek juga kepingin nonton film horor." Tiba tiba berubah pikiran karena merasa aneh mengingat film romantis pasti yang nonton rata rata pasangan yang sedang berbunga-bunga.
" Betul ne.....gak takut." Tanya Awan yang tidak masalah mau nonton apa saja.
" Gak.... gak takut." Sahut Mentari.
" Kalau Manda gimana." Tanya Awan yang melihat Manda diam saja tidak berkomentar.
" Iya.. iya.. boleh film horor aja deh." Jawab Manda dia tiba-tiba merasa aneh kalau menonton film romantis dengan Awan.
" Ya udah ayo kalau gitu." Sahut Awan berjalan menuju penjual tiket.
*
*
Wajah yang sudah berdarah... Baju yang tercabik cabik, malam yang begitu gelap long longan anjing yang begitu kencang Gong...gong....Aung.......aung.... suara jam yang terasa berbunyi keras tek...tek...tek...dan detak jantung yang berdetak begitu kencang deg deg, deg deg, deg deg tampak seorang pria hah...hah...hah...suara nafas terengah engah sedang berlari menjauhi sebuah bayangan yang mengerikan dan tiba-tiba berhenti dan menoleh kebelakang. " Sudah tidak ada." Ucapnya lalu membalikkan badannya kembali berjalan ke depan dan...
" AAAAAAAA........" teriak Mentari ketakutan dan meremas tangan Yudha yang duduk disampingnya.
" Maaf... maaf." Ucap Mentari melepaskan tangannya.
" Gak pa pa dek." Tanya Awan yang duduk di samping Manda khawatir pada Mentari.
Posisi duduk mereka Yudha, Mentari, Manda dan Awan. Karena Awan ingin dekat Manda dan Mentari juga ingin dekat Manda dan tidak mau orang yang gak dikenal disampingnya jadilah Manda ditengah Awan dan Mentari, lalu Yudha dekat Mentari
" Gak pa pa." Jawab Mentari masih dengan nafas tidak beraturan karena takut.
" Kalau kamu takut, mending kita keluar aja yok." Ucap Manda menggenggam tangan Mentari.
" Gak kak , gak pa pa." Sahut Mentari menenangkan dirinya.
" Cemen loe." Bisik Yudha , Mentari menoleh kearah Yudha dan menatap kembali ke depan.
Jangan takut jangan takut cuma film, pura pura bukan beneran harus bisa harus bisa batin Mentari sambil memejamkan matanya.
Tangan Yudha menggenggam tangan Mentari lalu berbisik. " Jangan takut... kalau takut pejamin aja mata loe." Maksudnya biar dia gak ngecengkram tangannya lagi.
Mentari menoleh ke Yudha dan blus.... wajahnya langsung merah karena belum pernah ada cowok yang menggenggam tangannya
" Udah nonton aja jangan teriak lagi... malu gue." Ucap Yudha santai tidak merasakan apa-apa.
__ADS_1
" I..iya." Jawab Mentari dan menatap ke depan dan sekali kali menunduk karena takut melihat adegan mengerikan, tentu saja dengan posisi tangan masih digenggam Yudha.
*
*
*
" Huh.... akhirnya selesai juga tu film." Gerutu Mentari mengelus dadanya yang berdetak tak beraturan karena takut.
" Hihihi...." Yudha berbisik menakuti Mentari dari belakang.
" Apaan sih loe." Ucap Mentari kesal.
" Gitu aja marah." Ganggu Yudha dan berjalan kedepan Mentari.
" Kita makan yok." Ajak Awan yang berjalan menuju restoran.
" Iya yok." Jawab Yudha dengan semangat
Manda dan Mentari mengangguk dan ikut jalan mengikuti Awan dan Yudha.
Tak terasa hari mulai sore, mereka sudah nonton, makan dan main game yang terakhir karena Yudha yang memaksa main, namun cuma dia yang menikmati karena Mentari dan Manda tidak pernah main game dan Awan yang malu pada usia.
" Bang hp adek." Ucap Mentari mengingatkan Awan yang mau membelikan hp baru untuknya.
" Iya iya abang ingat kok." Sahut Awan dan berjalan kearah toko hp.
" Kita mau ngapain." Tanya yudha, ya memang sedari tadi yang banyak ngomong Yudha, dan Manda hanya jawab sekali kali.
" Mau beli hp buat Mentari, hpnya jatuh jadi rusak." Sahut bang Awan .
" Iya jatuh....rusak.... gara gara siapa ya..." Ucap Mentari melirik Yudha menajamkan matanya
Yudha yang tau sindiran Mentari untuknya
" Ya udah yang udah rusak di ikhlasin aja." Sindir Yudha melirik Mentari.
" iya....iya....kamu aja yang ikhlas." Sahut Mentari merasa geram.
" Kalian kenapa, ada masalah." Tanya Awan yang memang tidak tau apa maksud mereka
"GAK ADA." Ucap Mentari dan Yudha serentak
Awan dan Manda terkejut dan menggeleng geleng bingung.
Assalamualaikum teman teman, terima kasih buat yang udah mampir ke karya saya. dan kalau berkenan tinggalkanlah jejak kalian buat saya berupa like, komen ,dan vote dan apa aja.... boleh..
berikan sedikit masukan di komentar agar saya bisa berbenah jadi lebih baik..
__ADS_1
terimakasih 😊