
Manda dan Yudha yang sudah ada di ruang keluarga duduk menunggu sang ayah pak Wahyu yang masih dikamar dan mama Mira yang masih di dapur dengan bi atik, Terdengar bel berbunyi ting tong Ting tong.
Yudha bangun untuk membuka pintu dan ayah Yudha langsung berjalan juga menuju pintu, Kreek Yudha membuka pintu dan pak Wahyu langsung keluar menyambut tamunya.
" Assalamualaikum." Ucap pak Helmi papa Mentari.
" Waalikumsalam." Jawab pak Wahyu.
" Ayo masuk." Ucap pak Helmi pada tamunya.
" Iya...." Jawab pak Helmi berjalan masuk kedalam.
" Silahkan duduk." Ucap pak Wahyu sambil tersenyum.
" Ini Yudha ya." Tanya pak Helmi menatap Yudha yang berdiri sopan didepan mereka.
" Iya om." Jawab Yudha sambil melirik ke Mentari yang juga menatap Yudha.
" Yudha sudah besar, ganteng lagi, kamu sekolah dimana." Tanya pak Helmi.
" Sama dengan Mentari om." Jawab Yudha dan melihat ke Mentari.
" Oh jadi kalian sama sama kenal ? " Tanya pak Wahyu dengan wajah sedikit terkejut.
" Iya kalian kenal kenapa ngak nyapa?" Tanya pak Helmi.
" Iya kita kenal malahan sekelas lagi, tapi ngak akrab." Jawab Mentari dan Yudha mengiyakannya.
" Oh jadi gitu...." Sahut pak Helmi.
" Tapi mulai sekarang kita bakal jadi keluarga." Timpal pak Wahyu.
" Ayo minum dulu." Ucap buk Mira mama Yudha sambil meletakkan minuman di atas meja tamu setelah itu pergi keruang keluarga untuk melihat Manda.
" Manda ayo ke depan." Mira mengajak anaknya ke ruang tamu yang masih duduk diruang keluarga.
" Iya ma." Jawab Manda dengan muka lesu.
" Kamu senyum dong sayang." Goda Mira yang tau anaknya tak suka di jodohkan.
Manda tersenyum ke mamanya.
" Gitu Ken cantik " Ucap mamanya sambil menggandeng Manda berjalan ke depan, sampai diruang tamu Manda dan mamanya duduk di sofa dekat papanya.
" Awan kenalkan ini Manda dan Manda ini Awan." Pak Wahyu mengenalkan anaknya.
__ADS_1
" Awan." Ucap awan sambil memberikan tangan untuk kenalan dan disambut Manda.
" Manda." Mereka duduk kembali sambil saling bertatapan.
" Kalau yang ini Mentari adeknya awan." Ayahnya mengenalkan Mentari
" Halo kak Manda." Ucap Mentari yang kagum dengan Manda yang tersenyum manis kepadanya.
" Manda kuliahnya gimana" Tanya buk Sari mamanya Awan dan Mentari, menghilangkan canggung diantara mereka berdua.
" Alhamdulillah lancar tante." Jawab Manda sambil tersenyum.
" Kak Manda semester berapa kuliahnya? " Tanya Mentari.
" Semester 6, kalau kamu..?" Tanya Manda
" Aku kelas 3 SMA sekelas sama Yudha kak." Jawab Mentari.
Awan yang ada di antara mereka hanya duduk diam dan sekali kali melirik ke arah Manda , dia cantik dan manis saat tersenyum batin Awan.
" Oh iya bagaimana kalau kita makan dulu." Ucap buk Mira yang melihat Awan melirik Manda putrinya dari tadi, menghilangkan sedikit kecanggungan diantara mereka.
" Iya iya ayo kita makan dulu." Sahut suaminya, mereka pun berjalan menuju ruang makan yang sudah dihidangkan berbagai macam makanan untuk menjamu tamunya.
Setelah selesai makan malam bersama mereka pun melanjutkan pembicaraan mengenai acara Awan dan Manda mau bagaimana, tiba tiba Mentari bangun.
" Mau kemana." tanya mamanya.
" Duduk diluar sebentar cari angin ma." Jawab Mentari.
" Oh yasudah." Ucap mamanya dia tau Mentari bosan didalam, Mentari berjalan keluar duduk di teras rumah Yudha memainkan hpnya dan tiba tiba Yudha datang duduk di dekatnya
" Yudha..." Mentari melihat Yudha duduk disampingnya yang dibatasi meja.
" Gue juga bosan makanya keluar." Ucap Yudha menatap Mentari.
" Oh." Ucap Mentari singkat, memang mereka tidak dekat hanya sebatas teman sekelas.
Sudah 5 menit Yudha dan Mentari duduk di teras rumah Yudha dengan suasana sunyi tanpa ada percakapan diantara mereka, hingga Yudha memulai pembicaraan mengubah suasana.
" Ngak nyangka nya kakak gue bakal nikah sama Abang loe.." ucap Yudha.
" Dunia terasa sempitnya..." Sahut Mentari sambil terus memainkan hpnya.
" Kenapa kamu bisa pingsan tadi pagi." Tanya Mentari mengingat kejadian tadi pagi.
__ADS_1
" Oh gue ngak pingsan cuma ngantuk aja jadi..." Ucapan Yudha terputus karena Mentari terkejut dan teriak. " JADI KAMU PURA PURA PINGSAN." Berdiri dengan mata melotot.
" Iya." Jawab Yudha santai Mentari merasa kesal karena dia sangat panik tadi pagi.
" Memang dasar kamunya... aku tu panik banget lari lari ke kelas minta tolong kamunya malah pura pura." Ucap Mentari dengan suara sedikit keras.
" Hahaha.... ya maaf." Ucap Yudha sambil tertawa mengingat kejadian tadi pagi.
" Mentari kamu kenapa teriak teriak." Ucap mamanya bu Sari , merasa malu mendengar putrianya berteriak dan bergegas keluar diikuti yang lain.
" Jadi siapa yang pura pura pingsan." Tanya Wahyu ayah Yudha sambil menatap anaknya dan Yudha duduk diam saja seolah-olah bukan dia.
" Yudha om." Jawab Mentari melihat Yudha yang biasa saja.
" Memangnya apa yang terjadi sampai Yudha pura pura pingsan." Tanya ayah Yudha dengan perasaan heran dan bingung.
" Jadi tadi pagi kita tu dijemur gara gara buat keributan." Jawab Mentari yang lupa kalau jawabannya bakal membuat mereka bermasalah.
" APA." Semua terkejut serentak dan Yudha langsung berdiri dan menajamkan mata kearah Mentari dan Mentari baru menyadari kalau dia salah ngomong dan tiba tiba diam membisu.
" Jadi kalian buat masalah disekolah." Tanya pak Helmi papanya Mentari menatap putri nya.
" Tapi...bisa Mentari jelaskan pa.. ini semua salah Yudha." Ucap Mentari menatap ayahnya dan melirik Yudha.
" Coba jelaskan Mentari." Pinta pak Wahyu yang berpikir sepertinya memang salah anaknya yang suka usil, Mentari menatap Yudha yang menajamkan matanya ke arah dia. namun Mentari tidak peduli dan langsung menjelaskan semua kejadian agar dia tidak disalahkan.
" Ya sudah kalau begitu kami pulang dulunya.." Pak Helmi pamit pulang pada Wahyu. " Iya hati hati." Jawab pak Wahyu dan saling bersalaman, setelah mobil keluarga pak Helmi keluar dari gerbang rumah mereka pak Wahyu langsung menatap Yudha penuh pertanyaan dan Yudha yang ditatap menunduk diam membisu.
"Bisa jelaskan ngapain kamu dirumah sampai ngantuk disekolah ?" Tanya pak Wahyu pada Yudha sambil memangku tangannya di perut sambil menepuk nepuk pelan.
" Ngantuk aja pa." Jawab Yudha tetap menunduk tidak menatap papanya.
" Kamu main game kan sampai tidak tidur dan membuatmu mengantuk." Ucap ayahnya dengan suara agak keras.
Yudha diam tidak menjawab dan ayahnya tau dia diam karena memang benar yang dikatakannya dan sudah berapa kali dia melihat anaknya tidak tidur karena asik main game.
" Ayah sudah berapa kali mengingatkanmu tapi masih saja dikerjakan, bukannya belajar malah main saja kerjamu." Dengan menatap tajam kearah Yudha dan geram
" Sudahlah yah besok besok dia ngak gitu lagi." Ucap mamanya sambil memegang tangan suaminya yang sedang marah
" Berikan hpmu." Ucap pak Wahyu pada anaknya mengulurkan tangannya.
" Jangan yah.." Jawab Yudha memohon.
" Tidak ini hukuman buat kamu." Kali ini Wahyu menarik hp dari anaknya dan masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Buat kawan kawan makasih buat yang sudah baca dan jangan lupa like n komen buat semangat aku .
terima kasih