
Hari yang cerah, Awan berjalan menuju kamar Mentari yang berada disebelah kamarnya
tok tok tok. " Dek udah siap .." Tanya Awan.
" Masuk bang, adek udah siap." Sahut Mentari berjalan membuka pintu kamarnya.
" Yaudah kalau dah siap kita langsung jalan aja, udah jam 9 juga ntar buru buru." Awan berjalan menuju tangga turun kebawah di ikuti Mentari.
*
*
*
Tok tok tok suara pintu kamar Yudha, Yudha yang masih tidur menarik selimut menutupi kepalanya.
" Yudha.... bangun." Teriak Manda di depan pintu kamar.
" Mendingan langsung masuk ah." Gerutu Manda membuka pintu berjalan menghampiri Yudha.
" Woy.... bangun ntar kita telat.." Manda menarik selimut Yudha dan terlihat Yudha yang tidur hanya menggunakan celana pendek.
" Bentar lagi... kak.." Gerutu Yudha dengan suara beratnya membalikkan badannya terlungkup dan tidur lagi.
Manda menggoyangkan badan Yudha menariknya jatuh dari tempat tidur.
" Wadowwwww.... " Teriak Yudha yang terjatuh.
" Mang enak." Ucap Manda terkekeh melihat Yudha yang dijatuhkan.
Yudha bangun dan duduk menarik kakaknya kesampingnya dan mencepitnya diketiak Yudha.
" Woy.... bau... lepasin..." Manda memegang tangan Yudha dan melepaskan dirinya.
" Aku dah mandi tau... " BUGHHH Manda melemparkan bantal ke Yudha. Yudha yang sok drama langsung terjatuh di lantai dan tidur lagi.
" YUDHAA....." Teriak Manda geram melihat Yudha tidur lagi dilantai.
" Yud bangun ntar kakak telat katanya mau di anterin.." Manda duduk di dekat Yudha dan menggoyangkan badan Yudha.
" Manda ngapain sih teriak teriak." Ucap mamanya menghampiri mereka dikamar Yudha.
" Ini ma.... si kebo gak bangun bangun." Sahut Manda menoleh ke mamanya dengan perasaan yang sangat kesal.
" Ya.. Allah.. Yudha bangun.. udah di lantai juga nggak bangun bangun.. mau mama siram." Ucap mamanya menggelengkan kepala melihat Yudha yang tidur nyenyak di lantai.
Tak ada pergerakan dari Yudha, mama langsung berjalan mengambil air dalam gayung di kamar mandi dan menyiram kemuka Yudha.
" Ha... banjir banjir.." Teriak Yudha terkejut bangun terduduk melihat mama dan Manda tersadar seketika.
" Mama... kok disiram.." Serunya.
" Salah kamu nggak bangun bangun, udah cepat beres beres ntar kakak kamu telat." Pergi berjalan meninggalkan Yudha.
" Cepat.. aku tungguin dibawah." Ucap Manda berjalan mengikuti mamanya keluar dari kamar Yudha
" Ya... terlanjur basah mandi la.." Yudha bangun berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
*
*
*
Di tempat pemotretan Awan dan Mentari yang telah sampai duluan duduk menunggu kedatangan Manda.
" Bang dah jam 10 kok kak Manda belum datang ya.." Mentari melihat jam ditangannya.
" Bentar lagi mungkin sabar aja." Sahut Awan menghilangkan rasa bosan dengan memainkan hpnya.
Beberapa menit kemudian terlihat Yudha dan Manda yang datang menghampiri mereka.
" Awan maaf.. kalian udah lama." Ucap Manda merasa nggak enak.
" Nggak lama kok." Jawab Awan tersenyum menatap Manda
" Iya.... nggak lama cuma 25 menit.. " Sahut Mentari yang merasa sudah nggak mood kelamaan nunggu.
" Maaf... maaf.. " Balas Manda menundukkan kepalanya.
" Nggak pa pa kok, yaudah yok kita siap siap." Awan bangun dari sofa menghampiri Manda.
" O iya kalian tunggu disini aja dulu ntar kalau dah siap kita ke ruang pemotretan bareng." Ucap Awan menoleh ke Mentari dan Yudha.
" Iya.. " Sahut Mentari.
Yudha yang berdiri sedari tadi akhirnya memilih duduk di sofa dekat Mentari dan memainkan hpnya.
" Halo sayang." Sapa Raihan dari sebrang telpon.
" Iya halo juga." Sahut Mentari.
" Kamu lagi ngapain sayang." Ucap Raihan.
" Aku lagi kawanin bang Awan pemotretan weddingnya." Sahut Mentari.
" Ih... lama... " Tanya Raihan.
" Nggak tau baru juga makeup tu." Sahut Mentari.
" Yah... kirain mau ajak jalan sekarang, nggak bisa ya.." Tanyanya lagi.
" Sekarang nggak bisa , ntar sore gimana." Sahut Mentari.
" Oh boleh... ntar aku jemput ya..." Balas Raihan.
" Iya.. ntar aku bilang kalau dah siap." Ucap Mentari.
" Iya.. yaudah aku tutup dulu ya.. sayang." Sahut Raihan.
" Iya dah dulu Raihan." Balas Mentari.
" Sayang dong ... biar mesra." Goda Raihan.
" Ih udah ah malu." Mentari langsung menutup telpon Raihan merasa geli kalau harus memanggil sayang.
__ADS_1
Mentari menoleh ke Yudha yang masih sibuk dengan game di hpnya dan menoleh lagi ke depan mereka melihat seorang pria berusia sekitar empat puluhan mondar mandir memegang telpon ditangan kanannya sibuk berbicara dan tangan kiri memijat mijat kepalanya seperti pusing.
" Yud Yud Yudha." Mentari mencolek Yudha yang sibuk dengan hpnya.
" Emm.... apa." Sahut Yudha tanpa menoleh ke Mentari.
" Liat tu.. itu bapak kayak ada masalah deh." Bisik Mentari.
" Nggak da kerja apa loe ,urus urusin orang." Sahut Yudha tidak peduli dengan Mentari.
" Ish... sebel." Gerutu Mentari kesal melihat Yudha yang tidak peduli dan mengambil hpnya dan melihat lihat sosmed ya.
" Maaf adek adek saya mau ngomong bentar sama kalian boleh." Ucap seorang pria menghampiri mereka. ya pria itu orang yang sedari tadi mondar mandir di depan mereka.
" Iya.. mau ngomong apa pak." Sahut Yudha menoleh ke pria itu, Mentari memilih diam saja.
" Kenalin saya Bagas salah satu staf di studio pemotretan ini." Ucapnya seraya mengulurkan tangan ke Yudha.
" Oh.. saya Yudha pak dan ini teman saya Mentari." Jawab Yudha memperkenalkan diri dan juga Mentari.
" Maaf pak sebetulnya ada perlu apa ya ? " Tanya Mentari.
" Sebetulnya begini , saya hari ini ada pemotretan model untuk promosi studio, tapi modelnya tiba tiba membatalkan kontrak dan saya ingin minta tolong sama kalian berdua." Ucap pak Bagas menjelaskan masalahnya.
" Maaf pak jadi hubungan sama kita apa ya?" Tanya Yudha merasa heran.
" Saya sudah dari tadi melihat kalian disini, melihat postur tubuh kalian membuat saya berpikir bagaimana kalau kalian gantiin model saya." Ucap pak Bagas.
"APA.. " Sontak Yudha dan Mentari.
" Tapi pak kita gak bisa." Ucap Mentari dengan ekspresi yang sangat terkejut.
" Tenang saya bantu kalian, tolong saya kalau saya tidak membawa model untuk pemotretan hari ini saya bakal di pecat." Pak bagas memohon penuh harap.
"Tapi saya tidak yakin." Ucap Yudha.
" Saya bayar kalian, tolong saya." Pak Bagas memohon lagi.
*W*ih.. dapat uang lumayan ne.. buat jalan jalan dan kuota bulanan gue batin Yudha.
" Emm.. begini pak kita terima tawaran bapak." Ucap Yudha tersenyum.
Mentari yang mendengarnya menyenggol lengan Yudha. "Apaan sih.. aku ogah." Bisik Mentari.
"Udah mau aja uangnya lumayan, kalau nggak mau gue kerjain lagi loe." Bisik Yudha.
" Ehem... ehem.. jadi gimana setuju." Pak bagas menyela pembicaraan bisik bisik mereka.
" Iya pak setuju." Jawab Yudha dan menyenggol Mentari supaya menjawab.
" I... iya pak." Jawab Mentari menoleh ke pak bagas.
" Ya kalau begitu kalian siap siap di bantu bawahan saya, kita pemotretan sebentar lagi." Ucap pak Bagas.
" Saya tinggal dulu , Sera akan membantu kalian." Timpalnya lagi dan pergi meninggalkan Yudha dan Mentari ditemani Sera berjalan keruang ganti dan makeup.
ayolah kalau dah mampir kasih komen like dan vote biar saya senang 🙏🙏😅
__ADS_1