Tiba Tiba Jadi Pasangan

Tiba Tiba Jadi Pasangan
eps 2 pingsan


__ADS_3

Mentari terus membatin menatap bendera. Dan tiba tiba saja Bughhh suara orang jatuh.


" Yudha....." teriak mentari dan langsung menghampiri Yudha yang pingsan.


Buk intan yang sedari tadi menjaga dan melihat mereka yang tengah dihukum pun lari menghampiri dengan terkejut.


" Yudha..... bangun nak " ucap buk intan sambil menggoyangkan Yudha agar tersadar, namun tidak sadar juga.


" Mentari panggil kawan cepat minta tolong angkat Yudha ke ruang UKS. " kata buk intan.


"Iya buk." Mentari langsung lari ke kelas yang sudah mulai belajar karena jam istirahat sudah selesai.


" Maaf, tolong ikut saya beberapa orang Yudha pingsan. " ucap Mentari berdiri di


pintu kelas


" Oh Yudha pingsan......" Arief terkejut.


"Biar aku ke sana yok gi." Bergegas bangun dari kursi dan menarik tangan Egi.


" Itu anak kenapa bisa pingsan sih Mentari. " Tanya Egi berjalan sambil menatap Mentari didepannya.


" Mana aku tau... perasaan aku yang pusing dia yang pingsan." Jawab mentari dengan wajah heran.


"Nak cepat jalannya." Ucap buk intan yang melihat mereka mendekat.


Arief dan Egi memapah Yudha menuju UKS, Diikuti buk intan dan mentari.


" Ambil air minum Mentari. " Suruh buk intan.


" Iya buk." Mentari bergegas ke tempat minum diruang UKS dan langsung menyerahkan minum pada buk intan.


Buk intan memberikan minum ke Yudha yang didudukkan Arief, Yudha yang sudah sadar meminum airnya dan merebahkan kembali badannya ditempat tidur.


*A*ku yang lapar, haus, pusing dia yang pingsan. ejek orang lemah sendirinya yang lemah dasar... anak sok jago. batin mentari.


" Buk saya boleh masuk kelas sekarang." Tanya mentari menatap buk intan yang tengah menggosokkan minyak angin di kepala Yudha.


" Iya kamu boleh masuk kelas sekarang." Sahut buk intan.


" Kalian juga boleh kembali ke kelas." Ucap buk intan sambil menatap Arief dan Egi.


"BAIK BUK." Jawab Arief dan Egi serentak.


" Kenapa si Yudha pingsan ya...? " Tanya Arief pada Egi


" Mana gue tau.... biasa dihukum gitu dan lebih dari itu juga ngak kenapa napa tu... anak." Jawab Egi dan masuk kelas kembali mengikuti pelajaran.


Tak terasa hari sudah siang karena hari Jum'at mereka cepat pulang, Arief dan Egi langsung keluar kelas dan menuju ruang UKS.


" Hey bangun loe......" Teriak Egi saat masuk UKS melihat Yudha yang masih tidur.


" Loe ribut banget jadi orang, gue lagi tidur juga...." Sahut Yudha membuka matanya dan tidur lagi.

__ADS_1


" WOY............ " Teriak Arief ditelinga Yudha.


" Apaan sih loe pada..." Ucap Yudha sambil menguap dan bangun dari tempat tidur.


" Kenapa loe pingsan sih..." Tanya Arief.


" Hahaha... " Yudha tertawa menatap teman temannya yang terlihat panik.


" Ketawa loe lagi.... jawab dulu." Egi menepuk pundak Yudha dengan keras karena kesal.


" Jangan jangan loe pura puranya ? " Tanya Arief dengan tatapan tajam.


" Haha.... gue ngantuk, semalam bergadang main game lupa tidur...." Jawab Yudha dan terus tertawa.


" Jadi...... betul loe pura-pura pingsan gitu....." Egi terkejut dan melototkan matanya.


Bugghhhh Arief memukul Yudha karena kesal.


" SAKIT WOY...." Teriak Yudha sambil menggosokkan pundaknya yang sakit dipukul Arief.


" Habis loe ngak da kerjaan banget, orang capek angkat loe tau..." Ucap Arief kesal melihat tingkah Yudha.


" Ya maaf...... habis gue ngantuk banget... jadi kepikiran gimana caranya tidur..... ya.... gue langsung aja jatuh pura pura pingsan." Sahut Yudha tampa rasa bersalah sedikitpun dan bergegas bangun dan keluar dari UKS karena sudah jam pulang sekolah.


" Dasar loe.... " celetuk Egi sangat kesal.


.


.


.


"Adek....... " Panggil mama Mentari.


" Iya mama.... " Sahut Mentari.


" Bantu mama bentar bawa belanjaan." Ucap mama mentari yang baru pulang.


" Mama dari mana ma ? " Tanya mentari melihat belanjaan mamanya yang banyak tidak seperti biasa.


" Beli keperluan untuk nanti malam." Sahut mama mentari dan duduk diruang keluarga.


" Oh...." jawab Mentari santai dan nonton lagi.


" Ini dek baju kamu.... untuk nanti malam." Mama memberikan baju baru untuk Mentari.


" Iya bangus ma.,, memangnya kita jam berapa perginya ? " Tanya Mentari karena rencananya malam ini keluarga mereka ingin kerumah teman papa untuk menjodohkan abangnya.


" Jam 8 kata papa... " Jawab mama mentari menoleh ke kamar abangnya Mentari di atas.


" Dek Abang kamu udah pulang ? " Tanya mama Mentari.


" Belum ma.... " Jawab Mentari sambil tersenyum senang Abang nya belum pulang jadi tidak ada yang menggangunya.

__ADS_1


" Oh ya ma... bang awan udah kenal sama calonnya ? " Tanya Mentari karena setahunya mereka belum pernah bertemu.


" Belum kenal, makanya kita ke sana malam ini.." Jawab mamanya berjalan meninggalkan Mentari menuju kamarnya.


" Duh... bang awan dijodohin, jangan ...jangan entar aku dijodohin juga kali...." gerutu Mentari. " Ah ngapain sih aku mikir kejauhan masih SMA juga, Ntar siap kuliah mungkin dijodohin..... huh... lama masih, masih sempat cari sendiri sebelum dijodohin." Fokus nonton kembali.


.


.


.


" Manda.... kamu dah siap sayang." Panggil mama Yudha memanggil kakaknya Manda.


" Kenapa ngak dijawab sih, Yudha coba lihat kakak kamu dah siap belum hampir jam 8 ini.." Ucap mama Yudha.


" Iya ma... " Jawab Yudha dan berjalan meninggalkan mamanya yang sedang mengatur makanan di meja dengan bi Atik.


" Kak..... ngapain ngak turun turun." Tanya Yudha sambil membuka pintu kamar kakaknya.


" Yudha...... hiks... hiks... " Manda sedang menangis menatap yudha yang masuk.


" Kakak kenapa " Tanya Yudha dan duduk di samping kakaknya yang sedang menangis.


" Yudha kakak ngak mau dijodohin ngak kenal lagi..." Ucap Manda sambil menangis.


" Entar bakalan kenalan juga kak.." Jawab Yudha sambil mengelus bahu kakaknya.


" Ngak mau.... kakak dah punya pacar sendiri." Ucap Manda.


" Ya...kenapa kakak ngak bilang sama papa." Tanya Yudha.


" Udah papa ngak mau dengar." Jawab Manda.


Terus menangis mengingat papanya yang tidak setuju dengan pacarnya karena sama sama masih kuliah.


" Yaudah kenalan aja dulu kak, Kakak kan tau papa itu keras banget susah dibantah." Ucap Yudha sambil membelai rambut kakaknya.


" Kamu ngak menyelesaikan masalah.. malah dukung papa." Jawab Manda merasa kesal.


" Mama suruh kakak turun hampir jam 8." Ucap Yudha tak tau harus berbuat apa.


" Ngak mau...." Jawab Manda berdiri membelakangi Yudha dengan air matanya yang sudah kering, Tiba tiba kakinya hilang arah dan badannya melayang di gendong Yudha.


" Yudha turunin... kamu ngapain sih." Ucap Manda sambil menggoyang minta turun.


" Bawak kakak kebawah." Sahut Yudha terus berjalan menuju tangga menggendong kakaknya.


" Huh....kamu ini.." Manda kesal tak bisa melawan karena badannya kecil dan Yudha besar.


Assalamualaikum buat kawan kawan,


makasih buat yang udah mampir baca ,kalau bisa kasih like juga sama votenya juga dan jangan lupa komen juga supaya saya tau, saya kurangnya dimana dan bisa berbenah.

__ADS_1


Terimakasih.....


__ADS_2