
Eva, Rara , Egy dan Arief duduk dengan tatapan serius memandang Yudha dan Mentari. Mereka sedang menunggu sebuah kejelasan maksud dari kata kata Yudha sebelumnya dan perbuatannya yang tiba tiba ingin mencium Mentari.
" Emmm jadi gini sebenarnya kita itu udah..." Yudha menoleh menatap Mentari yang menepis kakinya dibawah meja.
" Mentari... semua masalah harus diselesaikan" ucapnya.
" Kita udah nikah " seru Yudha menatap ke teman temannya.
" APA... " sontak mereka terkejut
Mentari hanya diam menundukkan wajahnya.
" Loe becanda " seru Egy dan diiyakan oleh yang lain.
" Ngapain gue bercanda." serunya Yudha.
" Iya ken tar.." Yudha menyenggol lengan Mentari.
" I iya.. " sahut Mentari dengan wajah tetap tertunduk.
" Kok bisa? setau kita abang ma kakak kalian yang nikah, kenapa sekarang malah kalian?" tanya Rara dengan wajah yang penuh rasa penasaran.
" Iya, seharusnya mereka yang nikah, tapi kakak gue kabur , jadi biar keluarga kita nggak malu ya kita yang gantiin " sahut Yudha.
Mentari hanya diam dia tidak mau menjelaskan apapun.
" Yang loe bilang betulan yud ? kakak loe kabur ?" tanya Arief dan dianggukan oleh Yudha.
" Ya ampun kasian banget hidup kalian " seru Rara
" Apanya yang kasian, malahan kan enak udah bebas mau ngapain aja , ya kan Yud " seru Egy sambil menarik naikkan alisnya.
" Hah... dasar loe, mikir yang enak enak aja " sahut Yudha
" Gue ngasih tau kalian bukan buat gejeknya, tapi biar kalian tau dan nggak salah paham " tutur Yudha.
" Iya.. iya kita sebagai teman nggak niat gejek kok, dan malahan kita senang loe mau kasih tau kita sekarang " seru Arief.
" Iya kita bakal ngedukung hubungan kalian " sahut Rara dan juga diiyakan oleh Eva.
" Tapi tar hubungan kamu ma Raihan gimana ? " tanya Eva yang seketika ingat akan Raihan.
" Emm.. belum tau " sahut Mentari menggelengkan kepalanya.
" Loh kok nggak tau, ya loe harus putuslah sama dia " sahut Yudha.
Mentari hanya diam menoleh ke Yudha dan sejenak berpikir
" Iya tar kamu harus mutusin Raihan," seru Eva
" Iya.. aku bakal mutusin Raihan, tapi aku butuh waktu nggak mungkin aku putusin dia sekarang," sahut Mentari dengan wajah kesal.
" Jadi kapan ?" tanya Yudha dengan menajamkan matanya ke Mentari.
" Entar aku pikirkan, sekarang aku mau pulang ," ucapnya seraya beranjak dari tempat duduknya.
" Eh Mentari tapi aku masih ada urusan," sahut Eva bermaksud menghentikan langkah Mentari.
" Aku pulang naik taksi," sahutnya dengan terus berjalan meninggalkan mereka.
" Yudha anterin sana," Rara menyuruh Yudha.
__ADS_1
" Enggak ah," jawabnya.
" He.. cepat sana, loe nggak lihat apa tu cuaca mendung , kalau nggak ada taksi entar dia kehujanan," ucap Eva berdiri berkacak pinggang di depan Yudha.
" Biarin.." sahutnya.
" Ya udah, gue telpon Tante Sari kasih tau kamu nggak mau nganterin Mentari," serunya lagi sambil menekan ponselnya.
" Udahlah Yud sana loe," Ucap Arief seraya menarik Yudha yang sedang duduk hingga dia berdiri.
" Iya.. iya.." sahut Yudha dan berjalan menyusul Mentari.
*
*
Di pinggir jalan di depan kampus Mentari sedang berdiri menunggu taksi lewat namun belum ada yang lewat satu pun.
" Ayo, aku antar ," seru Yudha yang sudah menghentikan motornya di depan Mentari.
" Nggak usah ," jawabnya singkat tanpa menatap Yudha.
" Cepat naik ," seru Yudha.
" Nggak," jawabnya.
" Naik ,"
" Nggak ,"
" Naik "
Yudha merasa geram dan turun dari motornya mendekati Mentari.
" Cepat aku antar pulang , atau aku cium disini, " ucap Yudha mencengkram tangan dan menatap tajam ke Mentari.
Mentari terkejut mendengar ucapan Yudha hingga membulatkan kedua matanya.
" Cepat pilih yang mana ?" tanya Yudha mendekatkan wajahnya ke Mentari.
" Emmm pulang, " jawab Mentari tanpa memandang Yudha dengan perasaan bergetar.
" Ya udah ayo.." serunya duduk di motornya dan menyalakan mesin. Mentari naik dan duduk dibelakang Yudha dengan wajah kesal dan takut.
" Dasar.. cewek , senangnya kok dipaksa," gumam Yudha seraya menjalankan motornya.
*
*
Disaat mereka hampir mendekati rumah Mentari, tiba tiba hujan turun dengan derasnya membuat mereka berdua basah, namun Yudha malas untuk berteduh karena sedikit lagi sampai ke rumah Mentari.
" Ya ampun... kalian kenapa hujan hujan hujanan ," seru Bu Sari yang sedang duduk di bangku teras rumahnya, melihat Yudha yang baru menghentikan motornya di depan rumah.
" Assalamualaikum ma ," sapa Mentari berdiri di hadapan mamanya.
" Waalaikumsalam " jawab Bu Sari.
" Kalian ngapain hujan hujanan , kan basah semua ," seru Bu Sari menggeleng kepala melihat Yudha dan Mentari basah kuyup.
" Pas kita sampai di gang depan hujannya turun, jadi nanggung berteduh ma ," sahut Yudha yang telah menghampirinya dan menyalami.
__ADS_1
" Ya udah cepat masuk, dan ganti baju kalian ," ucap Bu Sari.
" Nggak usah ma, Yudha pamit pulang aja " ucapnya tersenyum melihat Bu Sari dan hendak pamit.
" Pulang..." Seru Bu Sari melototkan matanya.
" Nggak, cepat masuk istirahat dulu dan ganti bajumu , " seru Bu Sari memaksa. Dan Yudha terpaksa mematuhinya.
*
*
Yudha tengah duduk di samping tempat tidur di kamar Mentari melihat ke sekeliling karena dia baru pertama kali masuk ke kamar itu.
" Ne bajunya ," Mentari datang dan memberikan baju untuk Yudha tanpa menoleh, dia merasa malu untuk melihat Yudha yang duduk hanya menggunakan handuk di pinggang nya.
" makasih," ucap Yudha mengambil baju dan celana yang diberikan oleh Mentari dan berjalan masuk kedalam kamar mandi.
" Oh iya kalau udah siap di suruh turun sama mama, " teriak Mentari dan berlaku pergi meninggalkan kamarnya.
*
*
Bu Sari , Yudha, Mentari dan pak Wahyu duduk berbincang bincang di ruang keluarga.
" Yudha sepertinya hujannya makin lama makin deras bagaimana kalau kamu menginap disini saja ," seru pak Wahyu mengingat waktu yang sudah sore namun hujan tidak berhenti juga.
Yudha menoleh menatap Mentari dan dibalas dengan tatapan menajam oleh Mentari.
" Enggak usah pa, aku pulang aja," sahut Yudha sambil melirik Mentari karena dia tahu kalau Mentari merasa keberatan.
" Yudha diluar masih hujan, menginap sajanya , " pinta Bu Sari.
" Tapi.... " jawab Yudha
" Enggak ada tapi tapi ," sahut Bu Sari memotong jawaban Yudha.
Dan Yudha terpaksa mengiyakannya.
" Ya udah mama dan Mentari ke dapur dulu mau masak buat makan malam," serunya dan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju dapur di ikuti Mentari.
Sesampai di dapur Mentari langsung mendekati mamanya.
" Yudha kok di ajak tidur disini sih ma ," seru Mentari dengan suara pelan.
" Memangnya kenapa ?" tanya Bu sari.
" Aku nggak mau tidur sama dia ," ucapnya memanyunkan bibirnya.
" Jadi mau tidur sama siapa ? sama mama dan papa ? " tanya Bu Sari.
" Ya enggak juga, sama Abang ajanya ," jawabnya.
" Ya kalau di izinkan sama abang mu, boleh ," seru mama Mentari dan berjalan mendekati kulkas untuk mengambil bahan.
" Mama yang ngomong ya.." pintanya.
" Minta saja sendiri, lagi pula sepertinya dia akan pulang telat malam ini," seru Bu Sari.
" Aduh... gimana ne, mana tadi kamarnya terkunci lagi ," gerutu Mentari mengingat tadi saat dia mengambil bajunya Awan untuk Yudha pintu kamarnya terkunci hingga membuat Mentari terpaksa mengambil baju yang ada di kamar dapur tepat mereka menggosok baju biasanya.
__ADS_1