Tiba Tiba Jadi Pasangan

Tiba Tiba Jadi Pasangan
eps 12 Pulang bersama


__ADS_3

Sudah lama setelah kejadian di lapangan. Mentari dan Yudha tidak pernah lagi berbicara karena Mentari yang lebih memilih menjaga jaraknya dengan Yudha dan Yudha yang akhir akhir ini sibuk dengan urusan gamenya yang paling disukai setelah hpnya dikembalikan oleh sang ayah.


Bel berbunyi guru pun sudah pergi meninggalkan kelas. Murid murid mulai menikmati jam istirahat mereka


Yudha bangun dari tempat duduknya menghampiri Mentari.


" Hey loe.... pulang sekolah ikut gue ya." ucap Yudha tanpa menoleh ke arah Mentari sibuk memainkan hpnya.


" Maksud kamu siapa ya..." Tanya Mentari melihat Yudha bingung apa iya sedang bicara dengannya.


" Ya iya... loe..." Sahut Yudha masih dengan posisi sibuk memainkan hpnya.


" Hay yud... kalau ngomong tu yang sopan, liat dong orangnya." Balas Mentari geram melihat Yudha sibuk memainkan hpnya.


Yudha menoleh ke Mentari, memasukkan hpnya kedalam saku celana dan menatap Mentari sangat dekat. membuat Mentari bergetar takut mengingat kejadian dulu.


" Mentari......" Ucap Yudha.


" OPS salah.... adek maksudnya... ntar pulang sekolah ikut gue ya.... ops ikut abang maksudnya..." Ucap Yudha menatap Mentari dalam dalam.


Mentari tertegun ngeri, pikirannya kembali mengingat sikap Yudha dulu di lapangan.


" Ma.. mau kemana." Tanya Mentari memalingkan pandangannya dari Yudha.


Namun Yudha malah memegang wajah Mentari mengarahkan kembali menatap ya.


" Kalau orang lagi ngomong dilihat jangan buang muka." Ucap Yudha sambil tercengir menatap Mentari. Mentari menganggukkan kepalanya menatap Yudha.


" Kak Manda suruh gue buat ngajak loe, ketempat foto pre weddingnya mereka jelas....?" Tanya Yudha yang sudah memberi penjelasan.


" Iya... " Sahut Mentari menganggukkan kepalanya dan Yudha melepaskan tangannya dan berjalan pergi meninggalkan Mentari.


Eva dan Rara yang duduk bersama Mentari hanya diam melihat ekspresi Yudha yang serius dingin dan mengerikan menurut mereka.


" Gak sangka tu anak kalau serius ngeri bawaannya." Ucap Rara yang baru pertama melihat ekspresi aneh Yudha, berbeda dengan Eva yang sudah pernah melihatnya.


" Iya ... serem amat tu orang.... dulu gitu juga." Sahut Eva yang bergetar takut mengingat perbuatan Yudha dulu ke Mentari.


" Ah udahlah gak usah peduli." Sahut Mentari yang menahan rasa takutnya dari tadi


jantung ini berdebar gak beraturan saking takutnya batin Mentari.


*


*


Raihan yang sudah ada di depan kelas menghampiri Mentari untuk mengajak pulang bersama.


" Sayang.... pulang bareng yok." Ucap Raihan yang berdiri didepan Mentari dengan senyum manisnya.


Yudha bangun dari tempat duduknya menghampiri Mentari. "Gue tunggu loe di parkiran, enggak pakek lama." Ucap Yudha menepuk pundak Mentari dan berjalan meninggalkan mereka tanpa menoleh ke Raihan.


" Kamu... ada apa sama dia." Tanya Raihan menoleh ke Mentari merasa heran.

__ADS_1


" Kita mau ke tempat pre weddingnya kakaknya Yudha ma bang Awan." Sahut Mentari dan bergegas membereskan mejanya.


" Oh... kalau aku yang antar gimana." Tawar Raihan sambil berjalan menuju parkiran dengan Mentari.


" Bentar aku tanya Yudha." Sahut Mentari dan terus berjalan menghampiri Yudha.


" Yudha aku pergi ma Raihan aja ya." Ucap Mentari pada Yudha yang sudah mengeluarkan motor ya.


" Jangan, loe disuruh sama gue, jadi ikut gue aja." Sahut Yudha menoleh ke Mentari dan Raihan yang berdiri di dekat motornya.


" Biar gue aja yang antar dia." Sahut Raihan yang sudah siap dengan motornya.


" Naik...." Yudha menarik tangannya Mentari yang berdiri di sampingnya. Mentari mengikutinya dan duduk dibelakang Yudha dan Yudha menjalankan motornya.


Mentari memilih mengikuti Yudha dan malas kalau harus berdebat , dia tersenyum dan melambaikan tangannya ke Raihan.


" Dah Raihan." Lambaian tangan Mentari untuk Raihan.


Dan Raihan berdecik kesal. "CK.... dasar... awas loe.."


*


*


Di perjalanan Yudha sengaja menancap gas motornya membuat Mentari takut dan memeluknya.


" Oi... ngapain loe peluk peluk gue.... bukan muhrim tau.." Ucap Yudha sok alim tercengir puas melihat Mentari ketakutan dari spion motornya.


Mendengar kata kata yudha langsung melepaskan pelukannya.


" Segitu aja kencang..." Sahut Yudha sambil mengegas motornya lagi, Mentari yang terkejut lagi lagi spontan memeluk Yudha.


Yudha hanya tersenyum puas.. melirik Mentari di spion motornya


dah lama gak gue kerjain , rasain loe hari ini batin Yudha.


" Jita mau ngapain kesini." Tanya Mentari menoleh ke warung makan yang terlihat biasa saja.


" Makanlah... masak di sini mau bobok.." Sahut Yudha yang telah memarkirkan motornya.


" Yok masuk." Ajak Yudha berjalan kedalam warung.


Mata Mentari memandang sekeliling warung, dinding warung bagian depan setengah beton setengah lagi hanya anak kayu yang disilang.


" Duduk... jangan bengong.... ntar keluar iler tu mulut." Yudha menarik kursi menyuruh Mentari duduk.


"Buk nasi kayak biasa dua." Ucap Yudha ke pemilik warung wanita yang umurnya sebaya ibunya dan tak lama ibu itu datang membawa pesanannya.


" Ini siapa.... nak.. pacar kamu ? " Tanya pemilik warung menoleh ke Mentari.


" Iya.. buk." Sahut Yudha tersenyum , Mentari yang mendengarnya hanya membelalakkan matanya.


Apaan sih bilang bilang aku pacarnya batin Mentari.

__ADS_1


" Cantik ya... cocok sama kamu, ya udah ibu balik dulu silahkan dinikmati." Ucap sang ibu tersenyum melihat keduanya. ya... mungkin ingat masa muda.


" Iya buk makasih." Sahut keduanya Mentari langsung menoleh ke Yudha.


" Maksud kamu apaan..! bilang aku pacar kamu?" Tanyanya berbisik melotot kan matanya.


" Biar tu ibu langsung pergi.... kalau bilang teman atau yang lain pasti nanyak mulu ntar.." Sahut Yudha seraya memasukkan sesuap nasi kemulutnya.


" Dimakan jangan dilihat aja." Ucap Yudha melihat Mentari belum menyentuh makanannya.


" Alasan aja..." Sahut Mentari, matanya memandang makanan yang sudah terhidang di hadapannya.


Jadi ne anak biasa makan nasi pecal pakek peyek udang sederhana bangetnya pikir Mentari menatap makanan di hadapannya dan menyuapkan makanan ke mulutnya,


langsung saja matanya membelalak terkejut.


" Yudha ini... enak banget.." Ucap Mentari dengan terus mengunyah makanan di mulutnya.


" Lagi makan jangan ngomong." Sahut Yudha menoleh ke Mentari yang matanya berbinar binar suka.


" Ini enak banget, aku belum pernah makan pecal seenak ini.." Tanpa henti menguyah.


" Makasih dong sama gue..." Ucap Yudha tersenyum usil ke Mentari.


" Iya.. iya.. makasih." Ucap Mentari menoleh ke Yudha dasar... rese.. batinnya.


Beberapa menit kemudian mereka sudah selesai dan berjalan keluar warung menuju parkiran, Yudha menggeser motornya Hendak berbalik lalu hpnya berbunyi.


" Ya halo... kak." Yudha menggeser tombol hijau dilayar hp bertuliskan nama kakak.


" Dek kami gak jadi foto hari ini. jadwalnya diganti besok." Ucap Manda dari sebrang telpon.


"Ada masalah." Tanya Yudha.


" Awan ada rapat mendadak makanya ganti jadwal." Sahut Manda. " Udah dulunya " Sambung Manda.


" Iya." Yudha menutup telponnya.


" Ada apa." Mentari yang sedari tadi mendengar percakapan mereka, lalu Yudha menjelaskan semuanya.


" Ya udah kalau gitu kita pulang aja." Ucap Mentari seraya menaiki motor Yudha.


" Iya." Sahut Yudha.


" Yud... ini bukan jalan kerumah aku." Ucap Mentari melihat jalanan asing yang dilewati.


Yudha diam saja tidak menjawab.


" Yudha... " Mentari menepuk-nepuk bahu Yudha.


" Iya... gue tau." Sahut Yudha dan terus berjalan tidak berbalik arah.


" Yudha.... turunin aku." Teriak Mentari.

__ADS_1


Assalamualaikum semua teman teman yang udah mampir . terimakasih saya ucapkan dan jangan lupa komen like n share.... eh salah vote maksudnya


__ADS_2