Tiba Tiba Jadi Pasangan

Tiba Tiba Jadi Pasangan
eps 5 Emosi


__ADS_3

" Balikin.....hp aku." Mentari tetap berusaha meraih hpnya dari tangan Yudha sambil berloncat karena Yudha yang tinggi membuat Mentari kesusahan meraihnya dan terus menjauhkannya dari Mentari namun Mentari tetap berusaha dan tiba-tiba " bugghhhh " Mentari jatuh.


" AW." Yudha menjerit dadanya terasa sesak dan punggungnya terasa sakit karena Mentari jatuh menimpanya, Mentari segera bangun dan mengambil hpnya yang lepas dari tangga Yudha.


" Yah hp ku retak." Ucap Mentari.


" Dasar loe bukan tolongin gue malahan sibuk sama hp loe." Sahut Yudha beranjak bangun.


" Ngapain kalian tiduran ditempat umum." Ucap Arief .


" Kakak ma abang loe yang dijodohin, kenapa loe pada yang mesra mesraan." Ucap Egi sambil tertawa.


" Ah loe pada bukannya ngebantu malah ngejek gue, dasar temen gak guna." Sahut Yudha ngeram melihat temannya.


Mentari hanya diam mencoba menghidupkan hpnya " Bisa Mentari." Tanya Rara.


" Kalau ngak bisa suruh ganti rugi aja." Sahut Eva .


" Hey Yudha ganti tu hpnya Mentari.." Ucap Eva kesal .


" Apa urusan loe... " Sahut Yudha.


" Orang salah dia sendiri gue cuma pinjam.. lah dia pelit amat." Sambung Yudha dengan wajah cuek dan tidak merasa bersalah.


" Udah Yudha loe ganti aja, loe kan orang kaya..." Ucap Arief sambil menepuk bahu Yudha.


" Gak bakal gue ganti......" sahut Yudha.


" Lagian mau jadi saudara juga... sesama saudarakan harus memaafkan.." Tambah Yudha,


" Iya saudara... itu pun terpaksa." Tiba tiba Mentari menjawab dengan penuh emosi, mengingat hp itu hadiah yang Abang nya berikan dari gaji pertamanya.


" ya udah kalau terpaksa bilang papa loe sana kakak gue juga gak suka sama Abang loe." Ucap Yudha mengingat kakak nya juga terpaksa dijodohkan.


Mentari terdiam mendengar kata kata Yudha, mengingat Abangnya yang begitu senang dijodohkan dengan kakak nya Yudha.


" Ah yasudah aku mau pulang aja." Ucap Mentari sambil berjalan mendekati Yudha bukan menjauh dan tiba-tiba bugghhhh Mentari menolak Yudha yang berdiri santai hingga terjatuh dan Mentari berlari meninggalkan Yudha. Eva dan Rara juga ikut berlari mengikuti Mentari..


" WOY Gila loe ya..." teriak Yudha yang terjatuh.


" Hahaha lembek banget sih loe " Ucap Egi.


" Iya ditolak cewek aja langsung jatuh." Sahut Arief tertawa geli melihat Yudha yang jatuh dengan sekali tolak.


" Gue lagi santai... makanya jatoh.." Ucap Yudha membela dirinya.


" Iya iya santai " sahut Arief dan Egi sambil tertawa.


" Ah mending gue pulang,.sebel gue ama loe pada." Ucap Yudha sambil berjalan meninggalkan Arief dan Egi.

__ADS_1


" Yah ngambek.... tu anak..." Ucap Arief.


" WOY loe cowok bukan cewek suka ngambek." Sahut Egi berjalan mengikuti Yudha.


" Diam loe." Ucap Yudha naik motornya dan meninggalkan Arief dan Egi.


" Yah betulan ngambek." Ucap Egi sambil tertawa.


" Dah yok kita pulang juga."ahut Arief menghidupkan motornya.


Didalam mobil Eva. " Aku gak nyangka kamu bakal dorong Yudha tar." Ucap Rara tersenyum mengingat Mentari yang selama ini diam saja saat menggangunya.


" Iya tumben kamu emosi." Ucap Eva merasa heran dengan Mentari akhir akhir ini sambil fokus mengemudi.


" Ntah kenapa perasaan aku akhir akhir ini ingin berontak aja kalau diganggu, kayaknya aku dah bosan diam aja." Sahut Mentari.


" Dari dulu napa..." Ucap Eva yang sering kesal saat Mentari diam saja dikerjai.


" Iya tu... kamu telat sadarnya." Ucap Rara yang biasa membela Mentari selama ini dari ulah murid yang suka usil.


" Iya aku mau jadi lebih berani mulai sekarang." Ucap Mentari yang mengingat dirinya selama ini yang sabar atau takut dengan murid yang suka usil dengannya.


Sampai ke mall mereka jalan jalan sambil menemani Eva yang hobi belanja.


" Eva dah belum belanjanya." Tanya Mentari yang merasa lelah.


" Iya iya sikit lagi." Jawab Eva sambil melihat lihat aksesoris.


" Yaudah kalau gitu kita makan duluan ajanya." Ucap Mentari yang merasa lelah dan lapar.


" Iya aku juga dah gak tahan rasanya." Sahut Rara.


" Iya iya yaudah kalian duluan sana." Jawab Eva sambil memilih milih aksesorisnya.


Mentari dan Rara yang sedang makan lalu Eva datang menghampiri dengan belanjaan nya. " Hey buat aku mana, kenapa belum dipesan." Tanya Eva yang berdiri dan menarik kursi lalu duduk.


" Kalau dipesan dah dingin gak enak lagi." Jawab Mentari sambil menyuapkan makanan ke mulut.


" Iya Eva kelamaan belanjanya." Sambung Rara.


" Ya sudah.... mbak mau pesan."Eva melambaikan tangannya memanggil pelayan restoran.


*


*


*


"Eva mskasih ya dah dianterin." Ucap Mentari yang turun dari mobil Eva yang sudah berada didepan rumahnya. " iya ma cama." Jawab Eva dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Mentari.

__ADS_1


" Assalamualaikum." Ucap Mentari yang langsung masuk kedalam rumahnya.


" Waalaikumsalam." Jawab mamanya bu Sari.


" Adek udah pulang ya, gimana jalan jalan nya seru." Tanya mamanya.


" Seru ma.. tapi ma hp adek rusak ma gak sengaja jatuh pas disekolah." Ucap Mentari duduk didekat mamanya yang sedang nonton.


" Kenapa bisa jatuh..tadi ada telpon mama." Tanya mamanya


" Setelah telponan sama mama jatuh ya." Sahut Mentari


" Yaudah nanti beli baru aja." Jawab mamanya.


" Tapi ma ini kan hadiah dari bang Awan, Ngaji pertamanya lagi khusus buat beli hp aku. Ucap Mentari.


" Ya suruh beli lagi aja sama bang Awan, sekarangkan gajinya banyak tu." Ucap mama santai mengingat anaknya yang sudah punya jabatan tinggi di perusahaan


" Ah mama matre." Ucap Mentari


" Gak pa pa matre sama anak dan suami sendiri." Sahut mamanya mengganggu Mentari yang memang dasarnya sangat hemat dan tidak royal.


" Ya udah adek mau ke kamar mau mandi." Ucap Mentari berjalan ke tangga menuju kamarnya.


*


*


Yudha yang tengah nonton diruang keluarga menekan sibuk memindahkan channel. " ah gak seru.. ah gak seru juga." Menggerutu sendiri karena hpnya disita jadi tidak bisa main game kesukaannya dan juga Yudha tidak mempunyai PlayStation dirumahnya karena tidak diizinkan ayah membelinya.


" Eh ada Yudha dirumah." Ucap Manda kakaknya.


"Tumben gak jalan jalan ma teman?" Tanya Manda ikut duduk diruang keluarga dan menarik remote dari Yudha.


" Lagi malas kak...." Jawab Yudha Menganti posisi dari tidur ke duduk.


" Kak pinjam hp dong." Minta Yudha pada Manda.


" Gak da gamenya hp kakak." Jawab Manda


" Gak pa pa aku download sendiri." Ucap Yudha dengan mengulur tangannya.


" Gak boleh hp kakak dah penuh apknya gak muat lagi buat game." Jawab Manda bangun berjalan menuju kamar meninggalkan Yudha


" KAK..... satu aja.." Teriak Yudha menatap kakaknya berjalan menuju kamarnya di atas.


Assalamualaikum teman teman yang udah mau baca karya saya. Ini novel pertama saya jadi kalau berkenan tolong diberi masukan dimana kurangnya agar bisa berbenah dan jadi lebih baik kedepannya.


oh iya jangan lupa kasih like lovenya buat saya. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2