Tiba Tiba Jadi Pasangan

Tiba Tiba Jadi Pasangan
eps 24 hilang


__ADS_3

Yudha berlari kembali ke meja tempat dia dan Mentari makan tadi , namun Mentari belum kembali ke sana.


*D*uh kemana tu anak, apa dia culik , kalau dia di culik sama om om lalu dibawa ke hotel, lalu dia di pe*****sa sama om om itu kayak di film film gimana pikirnya semakin resah dan kembali berjalan menulusuri mall mencari Mentari.


" Ah bodoh gue, bodoh..." Gerutunya kesal , setelah sekitar 20 menit berlari lari pelan menulusuri mall dan belum juga menemukan Mentari.


Yudha duduk terdiam di lantai memegang kepalanya merasa bingung , dia bahkan tidak sadar kalau orang orang sedang melihatnya aneh.


" Sayang tu anak, kayaknya baru diputusin." Bisik seorang ibu pada temannya.


" Iya.. anak muda sekarang kalau lagi galau kayak orang gila ya..." Sahut ibu yang satunya lagi.


" Eh... eh... cowok ganteng tu.." Seorang gadis A menunjuk ke temannya.


" Iya... ganteng , tapi ngapain tu orang duduk sambil ngomel ngomel." Jawab sahabatnya gadis B.


" Mungkin baru diputusin kali." Seorang yang lain berasumsi gadis C.


" Duh ngapain galau, gue mau kok jadi pacarnya." Sahut gadis A lagi.


" Huh.... dasar loe... asal ganteng semua mau.." Seru kedua sahabatnya.


Yudha tidak perduli dengan orang orang yang menjadikannya tontonan dan bahan bergosip karena dia sibuk dengan pemikirannya


aduh.... bingung gue bingung , Kemana sih loe , ah apa gue lapor polisi tapi hilangnya aja belum sejam , ah........ teriaknya kesal dan frustasi.


Tiba tiba ponselnya berdering, Yudha melihat layar ponselnya nomor tanpa nama tertera di sana , lalu dia mengangkat panggilan tersebut.


" Halo kamu dimana ?" Terdengar suara seorang wanita di sebrang telpon.


" Aku... maaf ini siapa ?" Yudha balik bertanya.


" Ini aku Mentari..." jawabnya.


" Kamu dimana sih aku tungguin kamu di tempat kita makan tadi , tapi nggak ada." Sambungnya lagi.


" APA " Yudha terkejut.


" Tunggu aku." Ucapnya dia segera bangkit dan berlari kembali ketempat dia dan Mentari makan tadi.


Mentari duduk memainkan ponselnya dan tiba tiba seseorang menarik tangannya dan langsung memeluk , spontan Mentari mendorong orang itu hingga terjatuh.


Bruukk... " Aw...." Yudha terjatuh menabrak meja dibelakangnya.


Mentari terkejut dan menghampiri Yudha


" Maaf." Ucapnya dan membantu Yudha berdiri.


" Maaf , maaf... orang udah susah susah cariin kamu , malah di dorong." Ucapnya merasa kesal.


" Cariin aku ?" Tanya Mentari menunjuk ke dirinya.

__ADS_1


" Iya." Jawabnya singkat.


" Kenapa memangnya." Sahutnya bingung.


" Kamu ke toilet hampir sejam tau.... dan kamu tanya kenapa.." Teriak nya menggoyang bahu Mentari.


" Oh... itu maaf." Ucap Mentari dengan perasaan bersalah.


Flashback on


Mentari keluar dari toilet saat berjalan kembali ke tempat Yudha seseorang menarik bajunya dan dia menoleh.


" Loh.... adik cantik kenapa ?" Tanyanya melihat seorang anak perempuan dengan mata berkaca kaca, dia pun berlutut menyamakan tinggi dengan anak yang terlihat berumur sekitar 4 atau 5 tahun.


" Adik cantik kenapa ?" Tanyanya lagi.


" Kamu mau nangisnya , mama kamu mana ?" Membelai rambut anak itu memberi ketenangan.


" Mama.... aku nggak tau.." Jawabnya dengan air mata yang mulai tumpah.


" Eh.. adik cantik jangan nangis." Ucapnya menghapus air mata anak kecil itu.


" Adik cantik namanya siapa ?" Tanyanya.


" Nasya." Sahutnya dengan tatapan begitu sedih.


" Ya udah Nasya jangan nangisnya.. , kakak akan bantu cari mama kamu." Ajak Mentari tersenyum melihat Nasya dan di balas anggukan olehnya.


" Oh iya Nasya tadi sama mama main dimana ?" Tanya Mentari.


" Oh.. ayo kita ke sana." Ucapnya dan menggandeng tangan mungil Nasya.


Mentari mengelilingi setiap rak di sana, memperlihatkan semua ibu ibu di sana mungkin salah satu dari mereka ibunya Nasya , namun Nasya selalu menggelengkan kepalanya tanda bukan, hingga beberapa waktu dan dia merasa lelah dan membawanya ke ke tempat penjaga mall belum juga sampai nama anak kecil itu sudah di sebutkan menggema seisi mall karena ibunya sedang disana mencarinya.


" Terimakasih ya nak." Ucap ibunya Nasya sesaat setelah Mentari sampai mengantarkan Nasya.


" Iya Bu.. sama sama." Sahutnya.


" Maaf Bu kalau begitu saya pamit dulunya teman saya sedang menunggu." Sambungnya lagi.


" Iya nak, makasih ya.." Ucapnya lagi menggenggam tangan Mentari.


" Kakak... makasih." Ucap Nasya tersenyum menatap Mentari dan di balas senyuman oleh Mentari.


Flashback off


" Gitu ceritanya." Ucap Mentari.


" Dan pas aku kemari kamu nggak ada , ku pikir ke toilet juga , jadi ku tunggu , eh rupanya nggak datang datang.." Jelasnya lagi.


" Hmmmm." Jawab Yudha singkat.

__ADS_1


" Kamu marahnya ?" Kanya Mentari melihat ekspresi Yudha yang datar dengan jawaban hmm saja.


*B*ukan marah... , malu iya... , bisa bisanya aku syok dan duduk di lantai tadi tanpa peduli orang orang melihat ku, ini semua karena ulahnya pikir Yudha menggelengkan kepalanya.


" Oh syukur deh kamu nggak marah." Mentari mengartikan gelengan kepala Yudha.


" Emm kita mau jalan lagi atau pulang saja ?" Tanya Mentari melihat Yudha yang terus diam.


" Pulang saja , badan ku sakit." Sahut Yudha dan bergegas bangun menarik tangan Mentari meninggalkan tempat itu.


" Aduh... lepasin.. aku bisa jalan sendiri." Ucapnya menggoyangkan tangannya yang di genggam kuat oleh Yudha.


Yudha berhenti dan menatap Mentari.


" Nggak , yang ada kamu hilang lagi." Ucapnya.


" Siapa juga yang hilang , kamu pikir aku anak kecil." Sahutnya terus menggoyangkan tangannya biar di lepas, bukannya dilepas oleh Yudha malahan tangan mereka mulai di ayun ke depan dan ke belakang oleh Yudha seperti anak TK.


Mentari memilih tangannya yang sebelah lagi untuk mengangkat tas samping yang dia gunakan untuk menutup mukanya yang begitu malu di lihat orang orang.


Yudha tersenyum dan berbisik.


" Kamu malu ya... "


" Ya iyalah.... jalan sama orang gila gimana aku nggak malu." Bisiknya membalas Yudha.


" Gimana kalau sambil nyanyi , naik naik ke puncak gunung." Bisik Yudha lagi.


" Nggak mau.. mending aku mati aja.." Jawab Mentari, yang benar saja sudah jalan dengan tangan diayunkan seperti anak TK sekarang mau di tambah lagi dengan nyanyian, rasanya dia ingin menghilang saja kalau bisa pikir Mentari.


" Ehem... ehemm... naik nai... hup." Mentari menutup mulut Yudha dengan tangannya dan melirik ke kiri dan ke kanan melihat pandangan orang orang disana.


Yudha tertawa melihat tingkah Mentari dan tiba tiba Mentari menarik tangannya berlari keluar dari mall sesegera mungkin karena malu.


" Hah.. hah.." Mentari merasa kehabisan nafas saat sampai di parkiran.


Yudha membuka pintu mobil dan mengambil sebotol air mineral memberikannya pada Mentari. " Ne minum." Ucapnya.


Mentari langsung menyambarnya dan membuka tutup botol dan meminumnya dengan sekejap habis.


" Huh segar... " Ucapnya.


" Makanya kalau mau lari mikir dulu , capek nggak." Ucap Yudha menolak kepala Mentari.


" Aku lari gara gara kamu tau...." Teriaknya.


" Loh... kok gara gara aku, jelas jelas kamu yang ajak aku lari , udah kayak pencuri aja." Ucapnya dan masuk duduk di dalam mobil.


" Kamu...." Tunjuk Mentari bruugg suara pintu mobil yang di tutup Yudha membuat Mentari diam.


" Kamu pulang nggak ?" Tanyanya santai.

__ADS_1


Mentari dengan kesal berjalan masuk ke dalam mobil bruugg menutup pintu mobil dengan emosi.


" Uuppps ... jangan kencang kencang entar rusak, uang jajan aku di potong." Ucapnya tersenyum melihat Mentari mengejek.


__ADS_2