Tiba Tiba Jadi Pasangan

Tiba Tiba Jadi Pasangan
eps 28 bertemu


__ADS_3

"Hah..... nggak enak loe nggak enak." Yudha yang baru bangun melempar gulingnya.


" Hah... gue kepingin tidur meluk Mentari... , ini semua salah mama." Geramnya karena setelah beberapa hari lalu Mentari menginap di rumahnya karena permintaan sang mama, satu malam tidur bersama Mentari dan tanpa sengaja memeluknya membuat Yudha merasa nyaman dan terbayang bayang lagi pelukan itu hingga membuatnya susah tidur beberapa hari ini.


Yudha duduk dan melamun, tiba tiba ponselnya berdering membuyarkan lamunannya dan menerima panggilan tertera nama Egy disana.


" Ya halo bro, udah bangun "-) Disebrang telpon.


" Udah , ada apa loe pagi pagi " -) Yudha.


" Kita mau ke kampus cari informasi , loe ikut nggak ?" -) Egy.


" Iya gue ikut , siap siap dulu ya " -) Yudha.


" Iya gue tunggu tempat biasa ya " -) Egy.


Tut tut tut.... panggilan diakhiri dan Yudha bangun dan bersiap siap.


*


*


*


" Mama...." Mentari datang dan memeluk mamanya dari belakang.


" Uss kamu.. pagi pagi ngejutin mama." Mama menoleh dan menepuk lengan Mentari.


" Kamu mau kemana ?, pagi pagi dah cantik." Tanya Bu Sari melihat anaknya yang sudah rapi dengan stelan kemeja yang dimasukkan kedalam dan rok jeans selutut.


" Mau ke kampus ma, cari informasi buat kuliah." Jawabnya dan duduk mengambil piring dan menyendok nasi goreng untuk sarapan.


" Oh... sama siapa perginya ?" Tanya mama.


" Biasa ma sama Rara dan Eva." Jawabnya.


" Oh ya ma, papa ma abang mana ? " Tanyanya karena keduanya tidak sarapan bersama.


" Papa bersepeda bareng sama teman temannya, dalam rangka acara apa ya... ah mama lupa." Jawab sang mama.


" Kalau abang kamu ya biasa, sibuk ma kerjaan dan jam segini belum bangun, kadang mama cemas sama kesehatannya, dia berkerja keras cuma untuk melupakan Manda." Lirih mama dengan wajah yang mulai sendu mengingat Awan.


" Sudahlah ma.. jangan terlalu dipikirkan, kita berdoa saja semoga abang dapat pengganti kak Manda secepatnya." Mentari memeluk sang mama memberi ketenangan.


" Iya..." Ucap sang mama dan melepaskan pelukan Mentari, menatap tajam matanya dengan wajah yang begitu sendu iya berkata


" Sayang... Kamu jangan kecewakan kami ya.., tolong jaga hubungan mu dengan Yudha dan jangan ada kata pisahnya, karena pernikahan itu bukan permainan." Pintanya pada Mentari.


Mentari terdiam dan mencoba tersenyum menguatkan hatinya mendengar keinginan sang mama. " Iya ma." Jawabnya dan memeluk lagi mamanya.


Maaf ma , saat ini aku sudah menerimanya namun hatiku belum ma, tapi aku berjanji akan mencoba membuat sebuah keluarga yang bahagia bersamanya lirihnya didalam hati.


Tin... tin.... tin... suara klakson mobil.


" Ma aku berangkat dulu ya.. kayaknya Eva udah datang." Ucapnya dan berpamitan dan di balas anggukan oleh sang mama.

__ADS_1


*


*


*


Mobil Eva telah terparkir diarea kampus dan mereka turun menatap kagum ke seluruh tempat disana.


" Wih..... keren... woy..." Ucap Rara terkagum kagum melihat gedung dan taman disana.


" Norak woy....." Seru Eva dan Mentari ke telinga Rara.


" Apaan sih, aku senang banget tau." Ucap Rara.


" Iya aku juga senang, akhirnya bisa melangkahkan kaki di tempat yang namanya universitas." Ucap Mentari dengan wajah yang begitu bahagia.


" Iya aku juga sama senang." Jawab Eva dan tiba tiba mengangkat kedua tangannya ke atas seperti orang berdoa dan mengaminkannya.


Mentari dan Rara yang melihatnya merasa heran. " Hey.... kamu berdoa ?" Tanya Mentari.


" Iya." Jawab Eva.


" Minta apa di depan kampus ?" Tanya Rara merasa heran.


" Aku minta sama tuhan, dengan melangkahkan kaki ku di kampus ini semoga aku ketemu cowok baik , ganteng ,mapan , jadian dan nggak jomblo lagi." Ucapnya seraya tersenyum membayangkan bertemu cowok tampan idamannya.


Refleks Mentari dan Rara menolak kepala Eva


" Dasar...." Pekiknya.


" Ya udah yok kita jalan, kelamaan lagi ntar kalau nungguin kamu ngayal." Ucap Mentari dan berjalan bergandengan dengan Rara.


*


*


Mereka telah berjalan berkeliling di seluruh area kampus dan sudah mendapatkan beberapa informasi, karena kelelahan dan perut yang mulai terasa lapar mereka memilih istirahat di kantin.


" Kantin kampus memang beda ya..." Ucap Rara sambil melirik ke kiri dan kanannya.


" Iya... ah liat tu ada senior ganteng." Ucap Eva menunjuk ke arah meja yang di duduki dua cowok tampan.


" Iya... aku satu ya.." Jawab Rara penuh semangat.


" Ah kalian kenal aja belum udah pada sibuk." Sahut Mentari menoleh sekilas saja melihat mereka.


" Hmmm mentang mentang udah punya Raihan nggak jomblo jadi sok nggak perduli." Sahut Eva menyenggol lengan Mentari.


" Iya tu.., oh iya tar kamu sama Raihan udah sejauh mana ?" Tanya Rara penasaran.


" Biasa aja, palingan jalan bareng ada beberapa kali." Jawabnya.


" Misalnya ciuman pernah nggak ?" Tanya Eva mendelik kan matanya dengan nada suara pelan ingin tau.


" Nggak." Jawabnya singkat.

__ADS_1


" Betulan tar." Tanya Eva.


" Aku belum siap." Jawab Mentari dan terdiam.


Raihan ! gimana caranya aku mutusin kamu , kalau buat ngejelasin hubungan aku ma Yudha memangnya dia bakal percaya huh.... pikirnya.


" Hey ne anak malah melamun." Rara memukul pundak Mentari.


" Sakit woy....." Teriak Mentari.


" Habisnya kamu sih orang lagi ngomong juga, malah bengong." Sahut Rara.


" Dia lagi gayal tu dicium Raihan cie.... cie.." Ganggu Eva.


" Soak ne otak." Mentari menolak kepala Eva.


" Kebanyakan nonton Drakor, yang dibayagin ciuman melulu." Ucap Mentari


" Lah kayak dia nggak aja tu..." Eva membela dirinya.


" Ya enggak lah... ya kan Ra." Jawab Mentari dan mengiyakan pada Rara.


" Enggak apanya, orang kamu sama aja ma kita pas adegan ciuman cuma teriak sama tutup mata halu...." Jawab Rara tidak setuju.


" Ya aku setuju sama kamu Ra." Ucap Eva dan tersenyum melebarkan mulutnya.


" Yah kalian memang udah kebelet pingin di cium oppa." Ucap Mentari memanyunkan bibirnya.


" Kamu juga sama pingin dicium." Sahut Rara


" Siapa pingin di cium ?" Tanya Yudha yang tiba tiba datang menghampiri mereka bersama Egy dan Arief.


" Lah kalian kok disini juga ?" Tanya Eva merasa heran.


" Biasa cari informasi." Jawab Egy dan duduk di dekat Eva.


" Eh jawab dulu siapa yang kepingin dicium." Tanya Yudha yang telah duduk di dekat Mentari.


" Dia tu kepingin dicium." Tunjuk Rara ke Mentari.


" Lah beberapa hari yang lalu Ken udah, sekarang mau lagi." Yudha spontan menoleh ke samping menatap Mentari tanpa berpikir akibatnya.


" Uhuk... uhuk..." Mentari yang sedang minum malah tersedak mendengar perkataan Yudha.


" Kalau minum hati hati dong." Ucap Yudha sambil menggosok punggung Mentari.


" Maksud loe apa sih yud." Tanya Arief merasa heran begitu juga yang lain.


" Iya maksud kamu apa... ?" Tanya Eva yang menatap serius


Mentari hanya diam dan bingung mau menjawab apa, dia menoleh ke Yudha berharap dia punya alasan.


" Sebetulnya kita itu..." Jawab Yudha dan menoleh ke Mentari.


" Kita itu.... " Jawabnya ragu.

__ADS_1


" Dia cuma ngayal, nggak usah di dengar." Alasan yang didapat seketika oleh Mentari.


" Ngayal kamu bilang, mau aku cium lagi." Ucap Yudha memegang pipi Mentari.


__ADS_2