
Dirumah Mentari sedang santai diruang keluarga menonton tv, kebetulan hari Minggu jadi dia tidak ada kegiatan dan tidak ada rencana jalan jalan.
" Dek kamu ada acara hari ini." Tanya Awan yang baru saja duduk dekat Mentari.
" Gak ada bang." Jawab Mentari.
" Oh kalau gak ada mau ikut abang?" Tanya Awan.
" Memangnya mau kemana?" Tanya Mentari melihat kearah Awan yang sibuk menekan hpnya.
" Mau ajak Manda jalan jalan biar lebih kenal." Jawab Awan tersenyum membayangkan Manda yang cantik dan manis.
" Ah gak mau entar adek yang ada jadi nyamuk lagi..." Jawab Mentari memanyunkan mulutnya.
" Gak kok biar ramekan seru." Ucap Awan mencubit pipi Mentari geram melihatnya.
" Aduh sakit tau." Menggosokkan pipinya yang dicubit kecil oleh Awan.
" Gak ah gak mau, malas." Sahut Mentari.
" Yakin......." Ucap Awan sambil tersenyum memiringkan bibirnya.
" Ih apaan sih, ngeri tau." Ucap Mentari yang mengingat itu senyuman pasti ada apa apanya.
" Oh yaudah, hp adek mana" Tanya Awan kembali menekan hpnya.
" Itu....am..... em....." Sahut Mentari bingung mau bilang apa.
" Apaan am em kayak bahasa bayi." Ucap Awan melirik ke Mentari.
" Hmmmm sebetulnya hp adek jatuh kemarin dan ya...udah rusak." Jawab Mentari memilih mengatakan apa yang terjadi.
" Maaf." Ucap Mentari menatap Awan dengan wajah memelas karena itu hadiah yang berharga buat dia.
" Um.... gak pa pa." Jawab Awan seolah-olah dia kecewa ,untuk mengerjai Mentari padahal Awan sudah tau hp Mentari rusak dari mamanya.
" Jangan marahnya.... adek udah jaga baik-baik tapi, dah terlanjur rusak." Jawab Mentari menatap abangnya yang terlihat kecewa, padahal pura pura lalu tiba-tiba tersenyum.
" Mau yang baru?" Tanya Awan melihat Mentari seketika Mentari terkejut dan senang. " Mau mau banget." Ucap Mentari menatap Awan dengan tersenyum girang dan diam.
" Memangnya boleh." Tanya Mentari lagi dengan perasaan gak enak.
" Ya boleh.. kalau gak jatuh lama lama juga rusak." Ucap Awan mengacak rambut Mentari.
" Ya udah ayok ikut abang jalan sama Manda ntar pulangnya kita beli hp buat kamu." Tambah Awan
" Boleh boleh..." Ucap Mentari dengan senangnya.
" Ya udah sana siap siap." Ucap Awan.
" Jadi sekarang." Sahut Mentari terkejut.
" Gak besok." Jawab Awan santai....
" Ya iyalah sekarang." Sambung Awan.
" Iya iya tunggu Mentari siap siap." Sahut Mentari dan berlari menuju kamarnya.
Awan tersenyum melihat tingkah Mentari, dia adek satu satunya yang Awan punya jelas dia sangat sayang kepada Mentari apalagi mereka beda 8 tahun membuat Awan lebih dewasa dan cukup bertanggung jawab menjaga adeknya.
__ADS_1
*
*
*
" Manda sayang kamu udah siap nak." Tanya mama yang masuk ke kamar Manda.
" Udah ma." Jawab Manda dengan wajah cemberut.
" Mukanya kanapa gitu, senyum dong biar cantik." Ucap mamanya.
" Ma... Manda gak suka sama Awan ma..." Ucap Manda menatap mamanya.
" Udah lama lama nanti juga suka." Sahut mamanya.
" Tapi ma Manda cintanya sama Rendy ma." Ucap Manda menatap mamanya dengan memelas.
" Udah sayang, ayah kamu gak suka sama Rendy dan ayah kamu tu sangat menginginkan Awan jadi menantu nya." Sahut mamanya sambil mengelus rambut Manda.
" Tapi ma Manda gak cinta sama Awan." Sahut Manda dengan wajah lesu.
" Di coba dulu, lagi pula Awan anak yang baik dan sopan menurut mama." Ucap mama merayu Manda.
*
*
Diruang keluarga Yudha tidur di sofa sedang menonton, tiba tiba bel berbunyi dan Yudha beranjak bangun membukakan pintu.
" Assalamualaikum." Sapa Awan melihat Yudha membukakan pintu
" Waalaikumsalam." Jawab Yudha.
" Duduk dulu ya." Ucap Yudha mempersilahkan duduk dan berjalan menuju ke dapur.
" Bi atik buat minum duanya, ada tamu." Ucap Yudha pada bi Atik yang sedang di dapur dan kemudian kembali keruang tamu.
" Oh ya bang apa kabar." Tanya Awan sekedar basa-basi.
" Kabar baik, kalau Yudha gimana." Ucap Awan balik bertanya.
" Baik.... agak kurang sih." Jawab Yudha sambil melirik Mentari.
" Oh ya... Mandanya mananya." Tanya Awan
" Kak Manda ada di kamar." Jawab Yudha
" Ada perlu." Tanya Yudha.
" Iya udah janjian mau jalan-jalan." Sahut Awan.
" Oh kalau gitu tunggu bentar ya aku panggil." Ucap Yudha dan pergi menuju kamar Manda.
Tok..tok..tok... " kak dibawah ada bang Awan nungguin kakak." Ucap Yudha sambil membuka pintu kamar Manda.
" Awan udah datang ya." Tanya mama
" Iya barusan aja." Sahut Yudha.
__ADS_1
" Ayo turun Manda." Ucap mama mengajak Manda.
" Tapi ma...." Ucap Manda menatap mamanya.
" Sudah dijalani aja dulu lama lama juga suka." Sahut mamanya.
" Iya kak ntar juga suka." Jawab Yudha menyambung percakapan kakak dan mamanya.
" Diam... jomblo aja sok tau." Bentak Manda lagi kesal dan berjalan keluar kamar bersama mamanya.
" Yah gue jomblo karena terlalu indah untuk dimiliki." Jawab Yudha dengan sombongnya, karena menurut Yudha pacaran cuma buang buang waktu dan mendingan waktunya digunakan untuk main game lebih bermanfaat menurutnya.
*
*
" Eh nak Awan, Mentari juga ikut ya.." Ucap Bu Mira melihat ada Mentari.
" Iya Tante." Sahut Mentari sambil menyalami Bu Mira yang sudah duluan disalami Awan.
" Awan ajak Mentari biar rame." Sahut Awan
" Gak pa pa kan Manda." Tanya Awan melihat kearah Manda.
" Gak pa pa kok, malahan seru." Jawab Manda
tersenyum manis.
*K*alau aku lihat senyum kak Manda apa benar yang dikatakan Yudha, kalau kak Manda terpaksa menerima perjodohannya dengan bang Awan, ah aku mikir apa sih batin Mentari.
" Oh ya gimana kalau Yudha juga ikut." Ucap Bu Mira melihat kearah Yudha yang sudah berdiri didekat mereka.
" Iya yud ikut aja." Tambah Manda.
" Gak mau ah malas." Ucap Yudha
" Ayolah yud." Ucap Manda sambil memegang tangan Yudha menatap penuh harap, setidaknya dia sedikit tidak canggung kalau ada Yudha pikirnya.
" Iya Yudha ikut aja biar rame, biar kita juga makin dekat dan saling mengenal." Ucap Awan dengan wajah senang.
" Emmm yaudah boleh deh." Sahut Yudha yang mengerti keadaan kakaknya.
" Kalau gitu kita pamit dulu ya tante." Ucap Awan meminta izin pada bu Mira.
" Iya hati hati dijalan ya." Sahut bu Mira dan berjalan mengantar mereka keluar.
" Ma kami pergi dulunya." Ucap Manda naik mobil Awan dan duduk dibelakang bersama Mentari.
" Iya ma dadah." Ucap Yudha yang duduk didepan dengan Awan.
" Kami jalan dulu ya tante." Ucap Awan.
" Iya." Sahut bu Mira.
" Assalamualaikum." Ucap Awan.
" Waalaikumsalam." Sahut bu Mira.
Dan Awan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah bu Mira, melihat mobil Awan sudah meninggalkan rumahnya Bu Mira kembali masuk kerumah.
__ADS_1
Assalamualaikum teman teman yang udah meluangkan waktunya untuk mampir sebentar di karya saya, saya ucapkan terimakasih dan jangan lupa kasih like dan vote buat semangat buat saya dan komentar baik maupun buruk agar saya bisa berbenah jadi baik dan lebih baik. maklum ini karya pertama saya mohon dukungannya
terima kasih