Titisan Mafia Kejam

Titisan Mafia Kejam
kekacauan mulai terjadi


__ADS_3

"tutup mulut loe!!"bentak Aurel.


"kenapa?loe merasa tersinggung??atau loe itu memang sedang di rasuki setan!!"ejek Rania.


nafas Aurel memburu,dia tidak menduga jika anak dari bude nya ini,sudah pandai melawan pembicaraan orang lain.


"jauhi tuan Sean!!"ucap Aurel dingin.


"siapa loe,ngatur ngatur gue!!"


"gue bilang jauhi, ya jauhi,jangan membantah!!"


"Aurel Aurel,loe kira tuan muda mau sama wanita modelan kayak loe,astaga sepertinya loe itu butuh kaca!!"


"atau loe mau gue ngelakuin sesuatu yang di kepala loe gak pernah terlintas?"ancam Aurel dengan nada dingin.


Rania bangkit dan mencondongkan tubuhnya pada Aurel"loe kira gue takut?seribu ular seperti loe,siap gue sikat sampai ke akar-akarnya,oh atau loe mau ngadu sama dua benalu itu?silahkan!!kalian semua akan ku kirim ke neraka saat itu juga!!"


Rania menarik tubuhnya,dan meninggalkan aurel yang masih terkisap mendengar perkataan sepupunya,tak lama di lihatnya mobil mewah tepat berhenti di depan rivalnya itu,kemudian dia naik melaju membelah jalanan.


"siapa tadi itu neng!!"sebab di lihatnya wajah Rania sedikit bete.


"oh,itu calon istri tuan muda pak!!"


"hahahaha, seperti neng butuh hiling hiling!!"


"dia bilangnya begitu tadi pak!!"


"mana mau tuan muda,sama modelan ondel ondel seperti itu!!"ucap pak Tarno masih dengan tawanya.


Rania hanya mengherdikkan bahu.


tiba di mansion, Rania segera mengganti baju,kemudian bergegas ke kamar Lusi.


"loh,bibi Lusi kemana??"ucapnya.


"kamu mencari ku Rania!!"


"astaga,bibi ini buat terkejut saja!!"sewot Rania,pasalnya jantungnya hampir copot.


"habisnya kamu sudah seperti maling tau gak!!"


Rania memindai tubuh Lusi, sepertinya wanita yang sudah di anggap nya seperti ibu itu sudah sehat.


"bibi sudah sembuh?"


"seperti yang kau lihat,bibi sudah sembuh!!"


"oh, syukur lah.."ucap Rania seraya memegang tangan Lusi.


"gelang itu!!"batin Lusi,,matanya tak sengaja melihat benda mungil itu bertengger di tangan Rania yang kecil.


"cantik sekali gelang mu Rania,beli dimana?"ucap Lusi mencoba mencari informasi dari mana gadis manis ini mendapatkan nya.


"oh,ini pemberian eyang tuan muda bibi Lusi!!"


"pasti ada alasannya mengapa,sang ketua memberikan gelang itu pada gadis manis ini!!"batinnya.


"ya sudah,kamu antar gih cemilan untuk tuan muda, dia sedang bersantai di taman belakang!!"

__ADS_1


Lusi pun segera membawa cemilan yang sudah di siapkan Lusi,berjalan sambil tersenyum manis membuat siapa saja pasti kagum pada gadis kuat seperti Rania.


"sore tuan muda!!"ucap Rania seraya meletakkan yang di bawanya tadi.


"gelang itu??"batin Sean.


Rania bermaksud ingin pergi, setelah meletakkan bawaan nya namun di cegah oleh Sean.


"duduk!!"


"tapi tuan!!"


"duduk!!"


"tuan saya belum makan siang,sedangkan ini sudah mau sore!!"


Sean mengerenyitkan keningnya"pengawal!!"teriak Sean.


pengawal yang posisinya paling terdekat dengan Sean, kemudian berlari menuju tuan muda Kingston itu.


"ambilkan makan siang untuk Rania,bawa kemari cepat!!"


"siap tuan!!"


pengawal itu kemudian pergi, meninggalkan Sean dan Rania yang melongo melihat tuannya itu.


"tuan Rania bisa ambil sendiri!!"


"duduk saja di sini,tunggu sampai pengawal itu datang!!"


benar saja hanya dalam hitungan menit,pengawal itu datang lengkap dengan troli berisi makanan yang banyak.


Rania melihat Sean,kemudian melihat makanan di troli itu lagi.


"serius tuan!!"


"mmmm, makanlah,jika kau sanggup,kau bisa menghabiskan nya!!"


"tuan bisa saja!!"ucap Rania tersenyum manis pada Sean.


dia mulai mengambil makanan yang menggugah selera nya, perlahan tapi pasti Rania mulai mengunyah udang asam manis favoritnya itu.


"cantik sekali gelang mu!!"


"Rania mengangguk kan kepala,tuan orang ketiga yang mengatakan gelang milikku ini cantik,pertama Sekar,bibi Lusi,dan tuan!ini pemberian eyang tuan,tadi pagi eyang sendiri yang memakai kannya di tanganku!!"


"untuk apa eyang,memberi gelang pagar diri pada gadis ceriwis ini!!batin Sean.


"boleh aku pinjam?"


Rania menghentikan makannya"tuan mau pakai ini??"ucapnya melihat Sean.


"aku hanya mau mencoba nya!!"


Rania lalu menyerahkan tangannya pada Sean,namun niat awal hendak meminjam seketika sirna,karena Sean melihat sekelebat cahaya putih bersinar di gelang Rania.


"tidak jadi!!"


"tidak, sepertinya itu hanya cocok untuk perempuan!!"jawab Sean asal.

__ADS_1


Rania mengangguk angguk kan kepala.


tak lama dari kejauhan le berjalan mendekat ke arah mereka.


"selamat sore tuan!!"ucap Le sambil melirik Rania yang sedang makan aneka hidangan lezat di hadapannya,"enak sekali gadis tengil ini!!"


"mmm,ada apa Le!!"


"tuan anda mendapat undangan dari Sriwijaya grop,ulang tahun putri semata wayang mereka!!"


"mmm,nanti aku akan pergi, apa kau mau ikut Rania??"


"uhuk uhuk,,tuan mengajak saya!!"


"mmm,,!!"


Rania melirik Le yang juga meliriknya,Le mengerenyitkan keningnya "apa tuan muda lupa ingatan!!"batin le.


"Le siapkan semua perlengkapan Rania,ingat gaun nya harus tertutup!!"


Le membungkuk kan badan dan segera berlalu dari Sean juga Rania.


"tuan, apa tuan tidak malu mengajak saya?"


"untuk apa malu,kau masih makan nasi kan?kalau makan batu baru aku malu!!"


"tuan saya serius!!!"


"saya lebih serius!!"


Rania melanjutkan makannya,dan malam harinya dua perias Kingston sudah berada di mansion.


"gadis ini yang akan kalian rias,jangan terlalu norak,sesuaikan dengan gaun yang kan di kenakan nya!!"titah le pada dua wanita itu.


Rania hanya manut,saat dua perias itu mulai mengaplikasikan make up pada wajah imutnya,"wah anda cantik sekali nona!!"


"ini benar wajah ku kak??"ucapnya tak percaya.


"iya nona,nah sekarang kita tinggal pakai gaunnya!!"


Rania pun mencoba dua gaun yang di bawa le tadi,merah jambu dan biru.


"sepertinya merah jambu ini lebih cantik untuk mu nona!!"


"iya kak,,aku juga setuju!!"


Rania memakai gaun yang di pilih nya,"perfect "!!


sekarang mari kita keluar,benar saja Le maupun Sean sangat terpukau dengan kecantikan alami yang di miliki Rania"tuan gadis tengil itu ternyata cantik juga!!"ucap Sean dengan suara kecil.


"benar,,bahkan aku seperti om om jika berada di sebelah nya!!"ucap Sean.


Le hanya tersenyum tipis mendengar ucapan tuannya ini,baru kali ini seorang Sean Kingston tidak percaya diri berjalan dengan seorang wanita, terlebih wanita yang akan menjadi teman kencannya malam ini adalah pelayan nya sendiri.


"oh, seandainya nyonya besar ada di sini??ini akan semakin seru!!"batinnya.


"berhenti mengejek ku di dalam hati mu le!!"


Rania berjalan ke arah Sean"ayo tuan saya sudah siap!!"

__ADS_1


__ADS_2