
Seperti malam malam sebelumnya setelah menyelesaikan tugasnya,Rania selalu duduk di taman belakang, biasanya dia menggunakan pakaian kerja tapi tidak kali ini.
Dia menggunakan daster,karena semua bajunya tertinggal di kos kosan kafe.
"ternyata enak juga,pake daster malam malam begini!!"gumamnya seraya duduk bersila di atas kursi.
"hmmm!!"deheman Sean sontak membuyarkan pikiran Rania.
"tuan muda!!"ucap Rania seraya menundukkan kepala.
Sean yang melihat pakaian Rania seketika mengerutkan dahi "baju siapa yang kamu pakai??"
pasalnya Rania memakai pakaian yang panjangnya di atas lutut dengan lengan pendek seperti karet di lengan.
"oh,ini pakaian yang ada di lemari kamar tuan,kata bibi Lusi,ini milik seorang yang sebelumnya pernah belajar di sini!!"ucapnya seraya duduk kembali.
paha putih Rania jelas terlihat oleh Sean dengan posisi duduk bersila seperti itu, apalagi jika tersibak angin,maka terlihatlah semuanya.
menyadari banyak pengawal yang berjaga di sana membuatnya sedikit gerah.
"pengawal,tutup mata kalian!!"teriak Sean menggema di area taman.
seluruh pengawal dengan serentak menutup mata mereka,tidak ada satu pun yang berani mengintip,karena cctv mengawasi.
"kenapa mereka menutup mata tuan!!"bingung Rania.
Sean menarik telinga Rania,"itu karena daster mu terlalu pendek!"
"masa sih??ini masih panjang tuan,Rania malah punya yang lebih pendek lagi!!"ujarnya tanpa dosa.
"mulai besok,buang semua daster yang pendek seperti ini!"
"kalau di buang,Rania pake apa tuan?semua baju Rania tertinggal di kos,masa Rania cuma pakai pakaian dalam saja!!"
"astaga gadis ini,tidak ada malu malunya!!"batin Sean.
"pokoknya kalau saya buang ya buang, jangan membantah!!"
Rania menghela nafas berat,"nasib nasib,alamat pake baju kerja sepanjang hari!!"batinnya.
raut wajah Rania seketika berubah menjadi kecut,tapi demi melunasi hutangnya yang setinggi tower ia harus rela berpakaian kerja seperti itu.
"ya sudah kalau begitu tuan!!"
Sean yang melihat raut sedih Rania, sebenarnya tidak tega,hanya saja kepalanya bisa pusing jika pelayan pribadinya memakai baju seperti itu.
"apa kau benar-benar ingin sekolah?"
"iya tuan!!aku ingin menebus kembali rumah peninggalan kedua orang tuaku yang di gadaikan para benalu itu!!"
"benalu?"
"paman dan bibi beserta anaknya,semua harta peninggalan kedua orang tua ku habis tak tersisa,hanya tinggal rumah itu tuan,itu pun sudah di gadaikan mereka!!"ucap Rania menerawang jauh.
"jadi selama ini sekolah mu?"
__ADS_1
Rania menghela nafas sejenak"aku memiliki tabungan dari uang saku yang di berikan orang tua ku tuan,tanpa sepengetahuan mereka ku gunakan untuk biaya sekolah, tapi semakin hari semakin menipis,itu lah sebabnya mengapa aku bekerja di kafe itu!!"
"mulai esok, sekolah lah,untuk biayanya sudah selesai sampai kau tamat sekolah !!"
seketika Raina menghadap Sean dan masih dengan posisi bersila,"tuan serius??"
Sean mengangguk"aaakkkk, terimakasih tuan!!"teriak Rania seraya memeluk tubuh Sean dari depan.
aroma tubuh Sean mampu membuat pikiran Raina menjadi tenang.
"terimakasih tuan,anda baik sekali!!"ucap Raina mengeratkan pelukannya.
mendapat pelukan dari Raina,ada rasa yang tak bisa di ungkapkan oleh Sean,antara senang dan bahagia menjadi satu.
"tapi tuan,baju beserta tas sekolah ku,ada di kosan kafe!!ucap Raina seraya melepaskan pelukannya dari Sean.
"semua sudah di urus Le!!"
"ya ampun pak le baik sekali, sekali lagi terimakasih ya tuan!!"ucap Raina memeluk singkat tubuh Sean kembali.
"oke tuan,saya mau tidur dulu,besok takut telat!!"ujarnya seraya berjalan seraya berlenggak lenggok.
"besok sekolah,besok sekolah,yeeee...Sekar meli i am coming!!ucap Rania seraya berlari kedalam mansion.
"dasar bocil!!"gumam Sean melihat tingkah wanita yang akhir akhir ini mengisi relung hatinya.
"malam pak le,cari tuan muda ya,tu ada di taman belakang,bay pak le!!"ucap Rania berlalu.
Le hanya terbengong melihat tingkah aneh pelayan pribadi tuan nya itu"sepertinya dia mulai stres!!"
Le segera menuju dimana sang tuan muda sedang menunggu.
"malam, bagaimana Le,apa sudah selesai!!"
"ini dokumen nya tuan,semua ada di sana!!"
"oke,,!!"ucap Sean seraya melihat Le,namun ada sedikit yang aneh menurut Sean pada Le.
"apa kau operasi wajah Le!!"
"tidak tuan!!"
"tapi,wajahmu berbeda!!"
"saya hanya ke salon untuk melakukan treatment saja tuan!!"
Sean hanya mengangguk, kemudian meninggalkan Le seorang diri dengan wajah yang sedikit bingung.
"apa ada yang aneh di wajahku?"gumamnya seraya meraba permukaan wajahnya.
pagi menyingsing,pagi pagi Rania sudah bangun , menyelesaikan semua tugasnya,kemudian bersiap mandi dan pergi ke sekolah.
"akhirnya aku bisa sekolah lagi??"gumam nya.
"tapi aku tidak punya ongkos,mana jarak dari sini ke sekolah lumayan jauh, apa aku minta pada tuan muda saja?"monolog nya.
__ADS_1
setelah rapi,Rania segera menuju kamar Sean,dia yakin jam segini sang tuan muda pasti belum bangun.
cklek,Rania masuk berjalan menuju ranjang king size majikan.
"tuan muda,tuan muda!!"panggil nya seraya menyentuh pindah Sean yang sedang tertidur.
"mmm"
"tuan bangun!!"
"bentar lagi Rania,masih ngntuk!!"ucap Sean masih dengan memejamkan mata.
"astaga tuan muda tampan sekali,!!astaga ingat Rania itu majikan mu,jangan gatel!!"batinnya.
"tuan muda bangun dong!!"
Sean yang merasa tidurnya terusik,kemudian membuka mata,dan alangkah terkejutnya dia saat melihat Rania sudah siap dengan pakaian lengkap sekolah nya,sedang berdiri di hadapan nya.
Sean kemudian bersandar di dipan tepat tidur,tapi masih dengan mata tertutup.
"ada apa hmm!!"
"tuan,saya mau minta ongkos!!"
"ongkos?"
"iya tuan,saya tidak punya uang untuk naik angkot pulang pergi!!"
Sean kemudian mengambil dompet lalu menyerahkan kartu debit pada Rania,mereka sudah seperti layaknya ayah dan anak saja.
"pakai ini!!"ujarnya menyerahkan kartu hitam pada Rania.
"tuan,bayar angkot tidak bisa dengan kartu,harus dengan uang tuan!!"
Sean menarik kembali tangannya,kemudian melihat kembali isi dompetnya,ternyata hanya ada selembar uang merah.
"apa ini cukup?"
"cukup tuan!!"ucapnya seraya mengambil uang dari Sean.
"Rania!!"
"iya tuan!!"
"apa rok mu,tidak ada yang lebih panjang sedikit?"pasalnya rok Rania tingginya di atas lutut.
"ini sudah yang paling panjang di sekolah tuan!!"ucap Rania melihat roknya,yang menurut nya biasa saja panjangnya.
Sean kemudian bangkit, membuka lemari dan mengambil jaket yang lumayan panjang untuk seukuran Rania.
"pakai ini!!ucapnya seraya memakai kannya pada Rania.
Rania hanya diam seraya melongo melihat sikap protektif sang majikan.
"banyak serigala di luar sana,yang siap menerkam!!"ucapnya.
__ADS_1
"sudah sana pergi,pulang dan pergi akan diantar oleh pak Tarno,ingat kalau belum di jemput,jangan pulang sendirian!!"
Rania yang otaknya masih ngebleng,hanya bisa mengangguk kan kepala,dan berlalu dari kamar tuan mudanya.