Titisan Mafia Kejam

Titisan Mafia Kejam
bulan madu 3


__ADS_3

"dan kau terlalu tua untuk menjadi pelakor!!"ucap Rania santai.


Rania memandang wanita yang ada di sebelahnya ini,"bukankah kau yang dulu datang kerumah suamiku,dengan dalih belum memberikan selamat?? padahal kau ingin merebut nya dari ku!!"skakmat Rania.


"benar sekali nona,bahkan aku sudah tergila gila dengan suamimu sejak dulu!!"


"hahahaha,ada ya wanita seperti mu, mencintai suami orang dengan tidak tau malunya!! astaga sepertinya kau butuh rumah sakit jiwa!!"ucap Rania membalas ucapan meta.


"beraninya kau mengatai ku gila??"bentak meta.


"nona nona,aku hanya bilang kau butuh rumah sakit jiwa,tapi dengan sikap mu yang seperti ini, sepertinya kau memang gila!!"ucap Rania seraya melipat tangan di dada.


tanpa aba aba meta melayang kan tangannya pada Rania,namun secepat kilat Sekar lalu menangkis tangan meta.


"berani sekali kau menyentuh sahabat ku!!"bentaknya.


"siapa kau,jangan ikut campur urusan ku!!"


"aku tidak akan ikut campur,jika kau tak mengganggu sahabat ku!!"ucap Sekar seraya menghentakkan tangan meta hingga dia terdorong ke belakang.


"kalian!!"teriak meta.


meta kemudian menyerang keduanya dengan membabi buta,Sekar dan Rania dengan lincah mengelak, walaupun tidak ahli dalam berkelahi,namun kalau hanya untuk menghadapi meta,mereka berdua masih bisa menghadapi.


Sekar memiting tangan meta dari belakang "lepaskan aku brengsek!!"


"kenapa,tadi kau begitu berani nona!!"ucap Rania seraya menatap tajam meta.


"dan ku peringat kan pada mu,Sean adalah suamiku,dia milikku,jika kau berani mengusiknya lagi,maka bersiaplah aku akan memisahkan tubuhmu dengan nyawamu!!"ucap Rania seraya membuka pintu,dan memberi kode pada Sekar untuk membawanya keluar.


Sekar kemudian berjalan ke luar pintu,dan seketika mendorong meta hingga tersungkur kelantai tepat di bawah kaki Sean.


alangkah terkejutnya Rania dan Sekar, ternyata mereka semua menyusul mereka ke toilet.


melihat ada Sean di sana,meta mulai melancarkan aksinya,"Sean, lihatlah istri yang kau cintai,ternyata dia bar bar,dia sampai berbuat seperti ini pada ku!!"ucapnya dramatis.


Rania melipat tangan di dada,dia ingin melihat bagaimana sikap sang suami terhadap teman masa kecilnya itu,"apa benar begitu??"ucap Sean bersandiwara.


"iya Sean, lihatlah tangan ku sampai lecet karena ulah mereka berdua!!"adu nya.


"maaf kan dia meta,dia memang masih ke kanak Kanakan,dia belum bisa mengontrol emosinya!!"ucap Sean seraya tersenyum manis pada meta,dia sebenarnya muak dengan wanita bermuka dua ini,namun dia ingin bermain main sekejap,karena sejak tadi dia sudah melihat rona cemburu di wajah istri kecilnya itu.


mendapat perlakuan seperti itu,meta seperti mendapatkan angin surga, sedangkan Rania tidak menyangka jika sang suami lebih memilih pelakor itu ketimbang dirinya.


melihat sang suami masih betah berdiri di dekat teman kecilnya,membuat Rania jengah,dia pun berjalan meninggalkan mereka semua,namun saat bersisian dengan Sean,dia membisikkan sesuatu yang membuat sang suami seketika membolakan mata"kau telah mempermalukan ku di depan umum,jangan mencari ku,dan kau urus saja teman kecil mu itu!!"


Rania kemudian pergi,lalu di ikuti Sekar dan dua sahabat lainnya"sahabat mu ternyata sangat mengecewakan!!"ucap Sekar saat berpapasan dengan lucky.


Sean masih mematung,dia tidak menyangka aksi nya bersandiwara,ternyata berakibat fatal.


ke empat wanita itu kemudian pergi dengan menggunakan taxi,entah kemana tujuan nya,namun mereka saat ini malas bertemu dengan para lelaki itu.


"gue gak nyangka,suami loe seperti itu!!"emosi Sekar.


"gue apa lagi,, ternyata dia menyimpan rasa dengan pelakor itu!!"ucap Rania membalas.


"sebaiknya di bicarakan baik-baik Rania,agar tidak terjadi salah faham!!"nasehat Rani sebagai orang tertua di antara mereka.


"entahlah kak,tapi aku sangat kecewa dengannya!!"ucap Rania membuang wajah ke arah kaca.


taxi yang membawa mereka berempat berhenti di sebuah kafe,di depannya terlihat sungai jernih,"sebaiknya kita di sini saja!!"ujar Rani.


mereka bertiga menuruti ucapan Rani,kemudian turun dan duduk di tepi sungai.

__ADS_1


sedangkan Sean,yang telah menyadari kebodohannya,kini bingung mencari istrinya kemana.


"Sean,mau kemana??"ucap meta menarik baju Sean.


"lepaskan aku brengsek,aku mau mencari istriku!!"


"Sean biarkan dia pergi,masih ada aku di sini!!"


Sean menatap tajam Meta"seribu wanita seperti mu,tak akan mampu menggantikan posisi istriku!!"Ica Sean seraya menghempaskan tangan meta yang menempel di baju nya.


"Sean jangan tinggalkan aku!!"teriak meta namun Sean tidak memperdulikan nya,dia terus saja berjalan.


"sadar diri nona!!"ucap lucky dengan senyuman mengejek.


"diam kau!!"teriak meta pada lucky.


mereka semua meninggalkan restoran itu dan menuju mobil masing-masing.


hingga sore hari Sean tidak juga menemukan sang istri, begitu pun dengan ke tiga sahabatnya.


mereka saat ini berkumpul di ruang tamu.


"huh,akibat ulah mu,aku gagal berkencan dengan Melly!!"gerutu Thomas.


"jika aku jadi Rania, aku ogah memaafkan mu!!"celetuk lucky.


Sean menatap tajam sahabat cerewet nya itu,bukannya takut lucky malah semakin membuat Sean kesal.


"jelas dong,suami yang katanya sangat mencintai nya, ternyata membuatnya malu di depan umum,lebih membela pelakor!!"skakmat lucky.


"dasar jomblo karatan!!maki Sean.Dia tak menampik semua ucapan lucky sama dengan ucapan sang istri.


"diam lah lucky,kau hanya menambah suasana menjadi runyam saja!!"ucap Edward menengahi.


"aku masih malas kak!!"ucap Rania seraya memandang lurus kedepan.


Sekar dan Melly menangkap kegelisahan Rani,"ada apa kak!!"ucap Melly.


"kita harus segera pergi dari sini!!"ucap Rani seraya menatap sekitar.


"ada apa??" ucap Sekar.


"kita harus pergi!!"ucap Melly.


Rani kemudian mengelus pundak Rania lembut "kita harus pergi secepatnya dari sini Rania,ingat kau adalah gadis berjantung biru,hawa di sini sudah mulai tak enak!!"bisik Rani.


deg,jantung Rania seketika berdegup kencang,matanya menyapu sekeliling,ternyata benar,banyak mata yang memandang seolah mereka ingin menerkam nya.


"ayo kita pergi kak!!"ucapnya berjalan dengan cepat,ketiganya juga mengikuti Rania dengan berjalan cepat.


"ayo cepat,jangan sampai mereka menangkap kita!!"ucap Rani,seraya melihat ke belakang,benar saja ada sekitar lima orang mengikuti mereka.


Rania lekas menyetop taksi,kemudian masuk lalu di ikuti tiga lainnya.


"pak ngebut,kami sedang terburu buru!!"ucap Rani seraya melihat kebelakang.


dapat di lihatnya,lima pemuda itu berlari mengejar taksi mereka,Rani masih terus melihat kebelakang "lebih kencang lagi pak!!"ucapnya.


Melly dan Sekar seketika melihat kebelakang,sungguh mereka terkejut,melihat lima pemuda terus berlari mengikuti mobil yang mereka tumpangi.


"siapa mereka kak??"ucap Melly ketakutan,pasalnya mereka berlari sudah seperti mesin saja.


"entahlah,tapi mereka saat ini ingin menangkap Rania!!"ucap Rani,yang notabene nya sudah sedikit paham tentang Rania.

__ADS_1


sang sopir juga heran sejak tadi para lelaki itu terus mengikuti mereka.


"siapa mereka??"


"mereka orang jahat,tolong tambah lagi kecepatan nya!!"ucap Rania seraya melihat ke arah kaca.


sang sopir pun menambah kecepatan mobil yang di kendarai nya"berpegangan lah,aku akan menambah kecepatan nya!!"


dengan keahliannya,sang sopir mampuh meninggalkan lima pemuda tadi,hingga mereka selamat sampai depan rumah.


"turunlah,kalian sudah sampai!!"


Rania dan yang lainnya,masih diam membisu,nafas mereka seolah berhenti, seperti mimpi,dengan kecepatan kilat,mereka sudah sampai di depan rumah.


perlahan mereka turun,setelah membayar taxi itu kemudian pergi.


"rasanya aku ingin muntah!!"ucap Melly.


"aku juga!!"ucap Sekar seraya duduk di rumput.


"aku duluan"ucap Rania seraya masuk ke dalam rumah.


empat pemuda yang gelisah,tiba tiba terkejut mendengar suara pintu di dibuka.


Rania berjalan perlahan,perutnya masih terasa di aduk aduk,ditambah lagi emosinya belum reda.


"sayang,akhirnya kamu pulang!!"ucap Sean seraya bangkit dari tempat duduknya.


"menjauh dari ku!!"ucap Rania dingin,seraya berjalan perlahan ke kamar.


Sean masih terus mengikuti sang istri, instingnya berkata, sepertinya tidak ada yang beres.


"jangan mengikuti ku!!"ucap Rania membalikkan badan, menatap tajam sang suami.


kemudian dia masuk,lalu mengunci nya dari dalam.


Sean menghela nafas berat,lalu dia kembali ke ruang tamu, dilihatnya tiga sahabat sang istri sudah duduk manis di sana.


"jadi kalian dikejar oleh pemuda siluman??"ucap Edward.


"mmm,bahkan kami hampir tertangkap oleh mereka, untung saja sopir taxi itu pintar mengemudi,jika tidak, entahlah apa yang akan terjadi!!"


"bersyukurlah,kalian masih bisa selamat!!"ucap Edward seraya menggenggam tangan sang kekasih.


"sebaiknya jika ingin bercanda,jangan seperti itu lagi tuan!!kau hampir membahayakan nyawa kami semua!!"ketus Sekar.


Sean hanya diam,dia menyadari jika tindakan bodohnya hampir membahayakan nyawa sang istri.


sementara itu,lima pemuda tadi masih terus mencari keberadaan Rania"kita hampir menangkapnya!!"ucap salah satunya.


ya mereka salah anak buah Robert,diam diam dia telah menebar kan para anak buahnya untuk mencari gadis berjantung biru.


dia tau,sang guru pasti tidak akan mau berbagi dengannya,itulah sebabnya dia mengambil langkah sendiri.


dia pun mengetahui,jika diam diam sang guru membuat jalan sendiri,namaun dia tidak ambil pusing,asal tidak saling menjatuhkan.


malam pun berlanjut,semua sudah masuk ke kamar masing-masing,kini hanya Sean yang masih berdiri di depan pintu kamar.


dengan kunci cadangan,Sean membuka pelan pintu,dan melangkah masuk tanpa terdengar suara.


di lihatnya sang istri,masih dengan menggunakan pakaian tadi, tertidur dengan mata sembab,jejak air mata masih jelas tercetak di pipi mulusnya.


"maaf kan aku sayang!!"ucap Sean mengecup lembut kening nya.

__ADS_1


__ADS_2