Titisan Mafia Kejam

Titisan Mafia Kejam
malam kelam


__ADS_3

sudah hampir sebulan ini,Sean pulang hampir larut malam,kali ini dia pulang tanpa di temani le.


"sepertinya tuan muda mabuk !!"batin Rania.


Rania mencoba membantu Sean,hingga sampai di kamarnya,namun saat akan pergi tiba tiba Sean menarik tangan Rania hingga tubuhnya jatuh dalam pelukan Sean.


"tuan apa yang kau lakukan!!"teriak Rania.


Sean tidak memperdulikan teriakan Rania,dia terus melakukan aksinya,perlahan tapi pasti satu persatu pakaian yang menempel di tubuh ranian tertanggal.


"tuan ku mohon,jangan laku kan itu!!"ucap nya seraya menangis.


sungguh saat ini Sean sedang tidak sadarkan diri,yang di butuhkan nya adalah pelampiasan.


hingga akhirnya harta satu satunya yang di miliki Rania hilang di tangan orang yang selama ini di hormati nya.


Sean tertidur pulas,hingga tak sadar lagi atas perbuatannya,sedang Rania memunguti satu persatu pakaian yang berserakan di lantai.


"aku benci pada mu tuan!!"ucapnya seraya melihat Sean yang tertidur lelap.


Rania kembali ke kamarnya dengan segudang pilu di hati,sungguh kejadian seperti ini tidak pernah terlintas di kepalanya.


pagi menyingsing,Sean terbangun dari tidurnya saat mendengar nada dering yang sejak tadi bernyanyi tiada henti.


"ada apa!!"


"gawat tuan,para investor serentak menarik saham mereka bersamaan tuan!!"lapor le dari sebrang sana.


"tunggu lima menit lagi,aku akan kesan,tuuutttt!!"Sean mematikan sepihak telepon nya dan bergegas mandi dan bersiap menuju tempat di mana le sudah menunggu.


"kau bahkan tak meminta maaf atas perbuatan mu tuan,aku sangat membenci mu!!"ucapnya saat melihat Sean pergi begitu saja.


Rania sudah bertekad akan pergi jauh dari kehidupan Sean,dan keluar Kingston lainnya.


cepat dia mengambil motor yang dulu pernah Sean berikan kepadanya.


"mau kemana neng pagi pagi begini!!"sapa pak Tarno,membuat Rania terkejut,hampir saja niat kaburnya ketahuan.


"mau mencari roti bantal pak!!"


"sepagi ini!!"


"iya pak!!"


"kalau begitu ayo bapak temani,tak baik anak perawan pergi pagi buta seperti ini!!"


"aku bahkan tidak memiliki harta itu lagi!!"batin Rania terenyuh.


"ah bapak,Rania bisa sendiri,Rania janji setelah membelinya Rania langsung pulang,oke pak Tarno yang tampan!!"ucap Rania terkikik.


"kamu bisa saja neng,ya sudah hati hati di jalan ya!!"

__ADS_1


"siap pak!!"ucap Rania seraya pergi meninggalkan semuanya.


"selamat tinggal pak Tarno,bibi Lusi,maaf kalau aku tak pamit pada kalian!!"


Rania terus melaju kan motornya,hingga dia berhenti di sebuah minimarket,dia hanya singgah membeli tisu.


"kakak,aku titip kunci motor ya, sebentar lagi paman ku akan mengambil nya!!"ucap Rania seraya menyerahkan kunci motor pada kasir minimarket itu.


kemudian dia pergi dengan menaiki angkot,menuju kafe tempat dia dulu pernah bekerja.


"kak Rani!!"


ceklek"Rania??"kejutnya.


"boleh aku masuk kak??"


"ayo masuk!!"ucapnya seraya menutup pintu.


"ada apa kamu pagi pagi kesini!!"


lalu Rania menceritakan semua kejadian yang menimpanya malam tadi,hingga Sean pergi tadi pagi tanpa meminta maaf padanya.


"dasar lelaki brengsek!!"umpat Rani.


"aku mau pergi kak,tapi aku tidak tau harus kemana!!"isaknya.


"jangan khawatir,pergilah kerumah kakek dan nenek kakak yang ada di kampung,akan akan membawakan surat untuk mereka!!"


"surat??"


"bagaimana,apa kamu mau??"


"iya kak,aku mau..aku ingin pergi dari sini kak!!"


"bawa surat ini, sampaikan pada kakek dan nenek ya!!"


"terimakasih kak,maaf aku sudah merepotkan mu!!"ucapnya menangis.


Rani memeluk tubuh mungil itu, seharusnya dia saat seperti ini ada tempat dia mengadu,namun apalah daya, ke dua orang tua tempat mengadu,sudah lebih dulu di panggil sang maha kuasa.


"Rania,bawa ini!!"ucap Rani seraya menyerahkan sejumlah uang pada nya.


"kak,ini terlalu banyak!!"


"tidak apa apa,Rania satu pesan kakak,jika nanti tumbuh seorang anak di rahim mu,jangan kau gugurkan, bagaimana pun dia tidak bersalah, rawatlah dengan baik,kelak dia yang akan menyayangi mu!!"


"iya kak,jika tuhan menitipkan dia pada ku,aku akan merawatnya!!"


"pergilah, sebelum orang orang pada bangun!!"


"Rania pamit kak!!"

__ADS_1


Rania pun memeluk erat Rani,kemudian pergi menuju alamat yang sudah ada di genggaman tangannya.


sementara itu,saat ini tengah menghadapi para investor yang otaknya telah di cuci oleh para klan hitam,entah apa yang di janjikan pada mereka sehingga mereka bersikukuh ingin menarik semua sahamnya pada Sean.


"silahkan kalian tarik semua saham kalian,namun jika suatu saat nanti kalian tertipu,maka aku Sean Kingston tidak akan membukakan pintu untuk kedua kalinya!!"


mereka semuanya terdiam,sudah puluhan tahun mereka bekerjasama dengan Kingston Corp,mereka sama sekali tidak di rugikan,bahkan mereka selalu di untungkan.


"baiklah tuan muda, buktikan pada kami dalam seminggu ini, kekacauan ini harus selesai!!"


"baiklah!!"ucap Sean mantap.


mereka pun membubarkan diri,Sean mulai mengadakan rapat pada orang orang kepercayaan nya,"kita harus menemukan dalang di balik semua ini!!"


"siap tuan!!"


mereka pun segera membubarkan diri,tinggal lah Sean seorang diri,tiba tiba dia teringat apa yang telah di lakukan nya pada Rania.


seketika dia langsung menelepon Lusi"mana Rania??"


"dia belum keluar kamar tuan!!"ucap Lusi dari sebrang sana.


"jika dia sudah bangun,cepat kau telepon kembali, mengerti!!"


"iya tuan!!"


bayang bayang Rania memenuhi kepalanya saat ini, tangisannya hingga saat dia mengambil hal yang paling berharga dalam hidup gadis malang itu.


"akhhhhh!!"teriaknya.


"aku harus cepat menyelesaikan kekacauan di sini!!"ucapnya dengan mengepalkan tangan.


"Rania,tunggu aku pulang!!"


benar saja,hanya dalam waktu tiga hari,semua kekacauan telah di tangani nya dengan sempurna, perusahaan kembali stabil,dan tentu saja para investor kagum dengan kerja keras sang tuan muda.


"Le,kita pulang sekarang!!"


mereka pun meluncur menuju mansion,siang hai Sean sudah tiba di mansion tampar dimana dia telah menghancurkan masa depan seorang gadis belia .


"dimana Rania??"


baik Lusi maupun lainnya,hanya diam seraya menundukkan kepala.


"jawab,apa kalian tidak mempunyai mulut ha???"teriak Sean.


"anu tuan,tiga hari yang lalu neng Rania pamit ingin membeli roti bantal!"ucap pak Tarno takut takut,karena hanya dialah dari penghuni mansion yang bertemu terakhir kalinya dengan Rania.


"membeli roti bantal??"ucap Sean tak mengerti.


lalu le membisikkan sesuatu"maksudnya pembalut tuan!!"ucap Le.

__ADS_1


"lalu??"


"neng Rania berkata,dia akan segera kembali,karena dia menolak saat saya ingin mengantar kan nya tuan!"


__ADS_2