
suasana mansion begitu ramai,mereka kedatangan eyang Sean beserta beberapa murid nya.
"Arsene mana??"ucap pria sepuh itu.
"dia sedang bermain dengan susternya pa!!"ucap nyonya Kingston.
"firasat ku mengatakan,malam ini akan kedatangan tamu,jagalah anak itu,ingat kita jangan sampai lengah!!"
kedua orang tua Sean terkejut,"maksud papa siapa??"
"entahlah,tapi yang pasti kita bertiga harus siaga menjaga bocah suci itu!!"
keduanya mengangguk,"sebaiknya kalian istirahat,dan bawa anak itu bersama kalian,biar aku yang berjaga di sini!!"
keduanya mengangguk,kemudian menyusul sang cucu,lalu mengajak nya untuk beristirahat.
"kira kira siapa ya yang akan datang pa??"
"entahlah ma, yang pasti kita jangan sampai lengah!!"
"apa sebaiknya,kita kabarin Sean dan Rania??"
"tidak usah ma,papa yakin bapak pasti sanggup menghendel semuanya disini!!"
sang istri pun kemudian mengangguk angguk kan kepalanya, tak lama mereka bertiga terlelap di ranjang tidur.
"berjaga lah,aku sudah merasakan kedatangan nya!!"ucap sang guru.
"siap guru!!"ucap mereka serentak.
benar saja, sekitar pukul setengah dua pagi,langit seperti mengeluarkan cahaya,eyang Sean dengan mata kepalanya melihat para wanita turun dari langit,"siapa kalian!!"
"aku peri langit!!"
"ada perlu apa,kalian ke sini!!"
sang peri tersenyum lembut"aku ingin menemui cucuku, Arsene!!"
"cucumu??"beo pria paruh baya itu.
"benar,Rania adalah cucuku, otomatis Arsene adalah cicit ku!!"
"apa buktinya jika kau adalah bagian dari keluarga Rania??"ucap sang eyang seraya menatap sang peri.
"kau lihat, gelang yang melingkar di tangannya??itu pemberian dari ku,jika kau masih kurang yakin,kau bisa tanyakan pada sahabat lama mu Juned!!"
"Juned??"
"ya,dia selama ini yang melindungi Rania dari kejaran klan hitam,dan dia juga yang telah memasang pelindung agar para klan tidak bisa mengendus nya!!"
sungguh eyang Sean tidak menyangka,jika selama ini, sahabatnya lah yang melindungi cicitnya.
"sekarang di mana Arsene??"
"dia ada di dalam,sedang tidur!!'.
__ADS_1
"bawa aku padanya!!"
eyang Sean, pun kemudian membawa peri langit menuju kamar di mana arsene sedang beristirahat.
"anak yang tangguh!!"
peri langit lalu menempelkan di tangannya di kening Arsene,entah apa yang di lakukan nya,eyang Sean hanya melihatnya tanpa ingin ikut campur,sang peri tahu jika cucunya ini sewaktu-waktu bisa dalam bahaya,"kau jaga dia baik-baik jangan sampai jatuh ke tangan orang yang salah!! karena jika itu terjadi maka habislah semua yang ada di muka bumi ini tunduk pada kejahatan!!"
"baiklah!!"
"jangan pernah lepas gelang ini dari tangannya!"ucapkan sang ratu seraya menyentuh gelang bermata emas yang bertengger cantik di tangan Arsene kecil.
"Dengan gelang ini,aku akan selalu bisa mendeteksi keberadaannya,dan jika sewaktu-waktu dia dalam bahaya aku bisa langsung menolongnya!!"
"baiklah"
"tetaplah waspanda karena sebentar lagi akan ada tamu berikutnya yang datang, jadi jaga pertahananmu jangan sampai lengah!"
deg"siapa lagi yang akan datang!!"batinnya.
pria paruh baya itu pun kembali ke depan seraya mengantar peri langit yang akan segera pergi.
"ingat pesan ku,jaga cucuku,jangan sampai kalinya semuanya lengah!!"
"baiklah peri!!"
sang peri beserta dayang dayang nya kembali ke langit,benar saja tak butuh waktu lama sekumpulan awan hitam menyambangi kediaman sang bayi suci.
"bersiap-siaplah mereka sudah datang!!"
"hahahahahaha,,, aku tidak menyangka jika akan di sambut seperti ini!!"ucap lelaki paruh baya yang datang beserta kumpulan awan itu.
"Sarmin??"beo eyang Sean.
"iya,ini aku kang mas Santoso,apa kabar mu?? sudah lama kita tidak bertemu!! semenjak peristiwa menyakitkan itu!!"ucapnya seraya menatap tajam.
"sudah berapa kali ku katakan padamu Sarmin,bukan aku dan Juned yang membunuh anak dan istri mu!!tapi iblis yang bersemayam di tubuh istrimu sendiri!!"
"aaaa,aku tidak perduli,yang ku lihat kalian lah yang membunuh mereka,,!!"teriaknya.
"terserah pada mu,aku dan Juned tidak akan mungkin melakukan hal sekeji itu!!"
"diam!!!"teriaknya.
"kau terlalu banyak omong bedebah!!"
dengan membabi buta Sarmin menyerang Santoso,dendam masa lalu yang membuatnya tenggelam di dalam dunia hitam.
dengan lincah eyang mampu menghindari semua serangan yang ditujukan pada nya.
dengan sekali tendangan,Sarmin tersungkur ke belakang.
dengan tenaga yang di milikinya,Sarmin kemudian menendang teman seperguruan nya itu.
ternyata mereka sama-sama kuat,sama sama mengeluarkan tenaga dalam,dan sama sama tersungkur ke tanah.
__ADS_1
namun keduanya terkejut,saat mendengar suara khas anak kecil,"heiii,jangan sakiti eyang ku!!"
sang eyang buru buru mendatangi Arsene"mengapa kau ada di sini??"
"aku ingin membantu eyang,siapa laki-laki tua itu eyang?"
"bukan siapa-siapa, sekarang cepatlah masuk,,bahaya di luar sini!!"
"cepat bawa tida masuk!!"perintah sang eyang,sebab di lihatnya anak buah Sarmin sudah semakin banyak.
"ayo Arsene,cepat masuk!!"ucap nyonya Kingston.
"tidak Oma,aku ingin di sini membantu eyang dan opa!!"
"Arsene ini terlalu berbahaya,kau masih kecil!!"
"tidak,tidak,aku ingin di sini,, sebaiknya Oma saja yang masuk!!"
"bagaimana ini pa??
"ya sudah biarkan saja,cukup kau jaga dia jangan sampai ikut bertarung melawan mereka!!"ucap tuan Kingston.
pertarungan sengit pun terjadi,pengawal mansion sungguh heran, mengapa mereka semakin bertambah saja.
"ini penglihatan ku yang kabur atau bagaimana,coba lihat,mereka semakin bertambah banyak!!"
"benar,kalau begini,kita bisa kalah!!"ucap yang satunya.
Arsene masih terus melihat pertarungan sengit di depan matanya,tangan kecilnya mengepal tanda balita kecil itu sedang menahan amarah.
tanpa menunggu lama, Arsene kemudian turun dan ikut melawan para penjahat itu.
"Arsene!!"teriak nyonya Kingston.
darah Sean yang mengalir di tubuhnya, seketika bergejolak, tatapan mata balita itu mampu menembus hati bagi siapa saja yang menatap nya.
dengan lincah Sean menghajar anak buah Sarmin,secepat kilat dia bisa merobohkan semuanya,dan di akhiri dengan tendangan maut yang mengenai ulu hati sang ketua.
darah segar keluar dari mulut sang ketua,"dasar bocah kurang ajar!!"
"ayo kakek,berdiri,pertarungan kita belum selesai!!"ucapnya dengan suara khas anak kecil.
"bangsat,baiknya kau mati di tangan ku!!"teriaknya.
dengan segala kemampuan nya Sarmin mengerahkan seluruh tenaganya ,untuk mencelakakan Arsene,namun dengan secepat kilat juga sang opa dan eyang menjadi garda terdepan balita kecil itu.
"tak akan ku biarkan,kau menyakiti cucuku!!"teriak sang opa.
mereka saling beradu tenaga dalam, mendapatkan kesempatan yang baik, Arsene segera lompat,dan memberikan tendangan bertubi-tubi di dada Sarmin,hingga pertahanan nya roboh.
"akhhhhh!!"teriaknya.
"cepat tolong guru!!"teriak anak buahnya.
"ayo kita pergi dari sini,jangan sampai mereka menghajar guru lagi!!"ucap yang satunya.
__ADS_1
dengan asap hitam, seketika mereka semuanya hilang dalam sekejap.