
tatapan rania masih lurus kedepan,Sean dapat melihat Rania begitu erat memeluk Arsene,seolah menunjukkan bahwa ini adalah anakku,tidak ada yang bisa memisahkan antara aku dengannya.
mobil yang membawa mereka tiba di halaman rumah sederhana,namun asri bagi siapa saja yang melihat.
Rania bergegas turun,sambil menggendong Arsene yang tengah tertidur, sedikit kesulitan namun Rania tetap berusaha dan enggan meminta pertolongan pada ayah dari anaknya itu.
Sean yang mengetahui Rania kesusahan, seketika keluar dan membukakan pintu mobil,mengambil Arsene yang tengah tertidur pulas.
"biar ku bantu!!"
menggendong Arsene,kemudian membawanya kedalam rumah.
"yang mana kamarnya!!"
"terus saja!!"ucap Rania dingin.
"maksud mu turun ke bawah??"
tanpa menjawab,Rania kemudian turun keruang bawah tanah di ikuti Sean yang masih tak habis pikir mengapa rania dan Arsene bisa tinggal di bawah yang mirip seperti gudang ini.
"letakkan saja di sana!!"tunjuk Rania dingin.
Sean kemudian meletakkan Arsene di ranjang yang tidak terlalu besar itu.
Sean memandang tiap sudut ruangan itu,rapi hanya saja dia tidak pernah membayangkan jika mereka berdua selalu berada di sini.
"sekarang silahkan pergi!!"
Sean menghela nafas"Rania bisa kita bicara sebentar??"
"tidak ada yang perlu kita bicarakan, anggap kita tidak pernah bertemu,dan jangan pernah menginjakkan kaki lagi di rumah ini!!"
raut wajah Sean berubah datar"Rania!! Arsene itu anakku,aku berhak melihat nya!!"ucap Sean dengan nada setengah tinggi.
"anak??anak dari seorang ayah yang tidak bertanggung jawab,itu maksudmu?? hahahaha,dia tidak membutuhkan ayah seperti mu!!"sembur Rania.
mendengar yang di ucapkan Rania,sontak membuat darah nya mendidih,tangan nya mengepal sampai buku buku kukunya memutih.
jika saja Rania tadi lelaki,mungkin Sean sudah menampar nya sejak tadi.
lama mereka terdiam,"pergilah,dan jangan pernah kembali lagi kesini!!"ucap Rania parau,air mata nya menetes perlahan.
Rania kemudian duduk di tepi ranjang,membelai lembut Arsene dengan lembut.
Sean dengan langkah pelan meninggalkan dua orang yang sangat di sayangi nya itu,di ujung tangga,Sean sekilas melihat kembali mereka,namun Rania masih di posisi yang sama.
Sean kemudian menemui ketiga sahabat nya yan sedang menunggu nya di ruang tamu,di temani dengan sang empunya rumah.
"sebaiknya biarkan dia sendiri dulu Sean!!mungkin dia masih butuh waktu,untuk menyakinkan dirinya!!"ucap Edward.
"dia telah melalui hal sulit seorang diri,bahkan di usianya yang seharusnya dia bersenang-senang,kini sudah di hadapkan pada kenyataan,bahwa saat ini dia sudah memiliki anak!!"jelas Rani.
"sebaiknya kita pergi dari sini,kita bisa berkunjung kembali esok!!"ujar Edward.
"sepertinya lebih baik begitu!!"jawab Rani.
"baiklah,kami akan pulang,tolong sampaikan pada Rania aku sangat mencintai nya,dan aku juga sangat menyayangi Arsene,aku tidak akan memisahkan antara mereka berdua!!"ucap Sean dengan menghela nafas berat.
Rani dapat melihat ketulusan di wajah tuan muda yang terkenal dingin itu,"baiklah tuan,nanti akan ku sampaikan!!"
mereka lalu undur diri,kemudian pergi dengan menyisakan Rani seorang diri di depan pintu, kemudian dia bergegas pergi menuju ruang bawah tanah,di mana Rania berada.
"apa mereka sudah pergi kak??"
"sudah Rania!!"ucapnya seraya duduk di tepi ranjang tidur.
"uhhh,baguslah!!"ucap Rania lega.
"mengapa begitu??"ucap Rani bingung.
"aku takut kak,dia akan membawa Arsene pergi bersamanya,aku takut kak!!"ucap Rania was was.
"Rania,tuan muda tidak seperti itu,dia bahkan tadi berkata pada ku, menyampaikan bahwa dia sangat mencintaimu,dan sangat menyayangi kalian berdua!!"
__ADS_1
Ranai terkejut mendengar apa yang di ucapkan kakak angkatnya itu,namun sekali lagi Rania tidak boleh percaya begitu saja,bisa jadi itu hanya jebakan,untuk memisahkan antara dia dan sanga anak.
"pikir kan baik baik Rania, Arsene butuh figur seorang ayah, apalagi kalian berdua sangat di inginkan oleh orang-orang yang tamak di luar sana,kakak hanya tak ingin kau berjuang seorang diri membesarkan Arsene, percayalah tuan muda sangat mencintaimu!!"ucap Rani seraya berjalan meninggalkan Rania yang masih diam merespon ucapannya.
malam hari ketika di penginapan,empat pemuda tampan tengah duduk di ruang tamu.
"aku harus bisa membawa Rania dan Arsene ikut bersama ku!!"ucap Sean.
"seharusnya memang seperti itu,tapi kau juga tak bisa egois begitu,apa kau tau mengapa dia berada di ruang bawah tanah??"ucap Edward.
Sean masih diam,pertanda dia memang tidak tau.
"karena para klan memburunya,bahkan pasukan klan hitam pernah menyambangi rumah itu dengan jumlah yang banyak,semenjak itu dia tidak mau keluar dari ruang bawah tanah itu,hingga bayi nya lahir!!"jelas Edward.
Sean membolakan mata mendengar apa yang di ucapkan sahabatnya itu,dia tidak menyangka demi keselamatan bayi nya dia rela terkurung di bawah sana.
"jadi aku harus bagaimana??"
"dekati Arsene,buat dia betah dengan mu,aku yakin melihat kedekatan kalian akan sedikit mencair kan hati ibu anak itu!!"saran Thomas.
"aku setuju,lagian tidak sulit membujuk anak kecil!!!"ujar lucky
"kau ini sudah seperti punya anak saja!!"ejek Thomas.
"baiklah akan ku coba,besok aku akan kembali kesana,lagian aku juga masih rindu dengan anak itu!!"
"kau rindu anaknya atau ibunya tuan muda??"ejek Thomas.
"tapi ngomong ngomong,kakak Rania cantik juga!!"celetuk lucky.
"itu milikku!!"sambar Edward.
ketiganya langsung melihat pada Edward, sedang Edward menjadi salah tingkah akibat ucapannya sendiri.
"hey,pak tua.. akhirnya kau jatuh cinta juga!!"ejek lucky.
"diam lah!!"ketus Edward.
semua yang berada di ruangan itu menahan senyum,mereka tidak menyangka lelaki batu itu akhirnya bisa jatuh cinta.
seperti biasa, setelah mandi Arsene bermain bersama Rania,hari ini Loudry sedang libur,karena salah satu mesin mereka sedang di servis.
"nduk,ada tamu ingin bertemu dengan mu!!"ucap Mbah putri.
sebelum memanggil rania,Mbah Kakung sudah terlebih dahulu mengintrogasi siapa Sean sebenarnya,dan alangkah terkejutnya dia saat tau ternyata dia adalah ayah dari cucu itu.
"Mbah,bolehkah aku tau cerita semuanya dari awal??"
lelaki paruh baya itu menghela nafas panjang,memang harus seperti itu,dia harus tau bagaimana perjuangan Rania hingga bisa seperti ini.
lalu mengalirlah semua cerita,termasuk Rania adalah cucu dari peri langit,dan tentu saja kabar ini sungguh mengejutkan Sean,dia sampai tidak bisa berkata-kata lagi.
"nak Sean, berbicara lah dengan hati pada Rania,gadis yatim piatu itu hidupnya sudah sangat berat,jadi jika dia marah atau bagaimana pun, sebaiknya kau menanggapi dengan kepala dingin!!"
Sean mengangguk kan kepala,tak lama Rania muncul bersama Arsene, penampilan Rania saat ini lebih cocok di panggil kakak dibandingkan mama.
Rania terpaku, ternyata yang ingin bertemu adalah lelaki yang membuat nya tak bisa tidur semalaman.
"hai Arsene!!"sapa Sean.
Arsene seketika melepaskan pegangannya pada sang ibu, kemudian berlari menuju Sean,dan kemudian Sean lekas menangkap anak embul itu.
"kau haru sekali!!"
"tentu dong paman,aku kan sudah mandi bersama mama!!!"
Rania membolakan mata mendengar ucapan polos putranya itu,sedang Sean tersenyum tipis mendengar ucapan polos anaknya itu.
"Arsene papa punya hadiah untuk mu!!"
"papa??"ucap Arsene bingung.
"mmm, papa,aku adalah papa mu,dan mulai sekarang kau harus panggil aku papa ya,no om.!!oke ??"
__ADS_1
"oke papa!!"ucap balita itu.
sedang Rania hanya bisa membisu melihat kedekatan ayah dan anak itu, sekuat apapun dia menjauh kan,tidak akan mampu memutuskan hubungan darah antara keduanya.
"nah, sekarang ini mainan untukmu!!"ucap Sean Membuka satu persatu maina yang di bawanya.
"wah, mainan Arsene banyak ma!!"
Mbah Kakung maupun mbah putri sangat terharu melihat kebahagiaan dia mata Arsene,balita itu mang belum mengerti bagaimana keadaan ibunya dulu,tapi dia juga berhak bahagia tanpa harus melihat ke belakang lagi.
seminggu kemudian...
pagi ini mereka semua berkumpul di ruang bawah tanah,"nduk hari ini pemuda itu akan kembali ke kota,apa kamu tidak kasihan melihat Arsene terpisah dengan ayahnya??"
Rania masih terdiam,dia takut jika dia ikut,dia tidak akan di terima oleh keluarga besar Sean.
"tapi Mbah,Rania takut mereka menolak kedatangan kami berdua!!"
"nduk keluarga Kingston itu keluarga baik baik,yakinlah mereka akan sangat bahagia bila bertemu dengan mu!!"
"tapi bagaimana dengan Mbah,dan kak Rani??"
"kamu tidak usah mengkhawatirkan kami,,kalau Rani masih meneruskan usaha laundry kalian!!"
tak lama,deru mobil terdengar hingga keruang bawah tanah, mereka membawa tiga mobil,Mbah Kakung naik ke atas dan ikuti dengan yang lainnya.
"kamu jadi pulang hari ini nak??"
"iya Mbah, perusahaan tidak bisa di tinggal lama lama.
Rania terpaku di depan pintu bersama Arsene.
Sean kemudian mendekat pada dua orang yang di cintai nya itu "Arsene papa akan pergi,kamu jaga baik-baik mama di sini ya??"
"Arsene mau ikut papa!!"rengeknya.
"sayang kalau kamu ikut,yang jaga mama siapa??"
"tapi Arsene gak mau papa pergi!!"
"sayang dengar kan papa,setelah urusan papa selesai,papa pasti akan kembali kesini!!"
"apa kau tak ingin mengajakku?"ucap Rania menatap lelaki yang sudah memporak-porandakan hatinya itu.
Sean lalu menatap pujaan hatinya itu"apa kau mau ikut bersama ku??"
"jika kau ajak,maka aku akan ikut!!"
Sean lalu memeluk tubuh Rania,dia tidak menyangka usahanya dalam seminggu ini ternyata membuahkan hasil.
"sayang,aku akan mengajakmu pulang bersama anak kita!!"ucap Sean seraya menghapus air mata Rania.
"aku akan ikut bersama mu!!"ucap Rania.
semua yang berada di sana,tak dapat membendung air matanya,termasuk Rani.
"Mbah apa Rani boleh ikut bersama kami??"ucap Sean.
seketika Rani membolakan mata,dia tidak menyangka bakal diajak oleh mereka.
"terserah Rani saja nak!!"
"bagaimana Rani,apa kau mau ikut bersama kami??kau akan menjadi sekertaris pribadi Edward,karena saat ini pikirannya sedang korslet,jadi untuk sementara kau akan menjadi sekertaris nya,menunggu sampai pikiran nya pulih!!"ucap Sean enteng.
"dasar Sean brengsek!!"umpat Edward,tapi dia senang akhirnya teman laknatnya itu mengajak sang pujaan hati.
"tidak apa-apa,jika dia macam macam nanti,akan ku keluarkan jurus andalan ku!!"ucapnya seraya terkikik.
"terimakasih Mbah,sudah mau menampung Rania selama ini,lain waktu kami akan main kesini!!"ucap Rania memeluk satu persatu lansia itu.
"nak Sean,aku titip mereka pada mu,dan sampai kan salam ku pada eyang mu Santoso,bilang saja dapat salam dari junet!"
"iya Mbah,nanti saya sampaikan!!"
__ADS_1
mereka pun saling berpamitan,kemudian berlalu pergi meninggalkan dua paruh baya yang masih menatap ke arah mobil yang semakin menjauh.