Titisan Mafia Kejam

Titisan Mafia Kejam
Rindu tak bertepi 2


__ADS_3

"tuan muda,tolonglah kami,kami tidak tau harus minta tolong kepada siapa lagi!!"


"itu bukan urusanku, sekarang pergi dari sini!!"


keduanya menundukkan kepala,pupus sudah orang yang di harapkan, ternyata menolak mentah-mentah.


"Rania, tolonglah paman dan bibi,aurel sudah hampir dua tahun tidak ada kabarnya!!"


sang bibi terisak, kesedihan di hatinya tidak dapat di bendung lagi.


"Rania tolonglah kami!!"


sang paman bersimpuh,Rania menghela nafas kemudian melihat sang suami,tanpa di komando sang suami sudah tau,apa maksud dari tatapan sang istri.


"baiklah!!"


kedua seketika melihat Sean"kalau tidak karena istri ku, sampai matipun aku tidak sudi membantu kalian!!"


"terimakasih tuan muda, terimakasih Rania!!"


wajah penuh harapan jelas terpatri pada kedua paruh baya itu.


"ceritakan!!"


keduanya kemudian menceritakan dengan detail dari awal hingga akhir.


"Le,cepat kemari!!"


selang beberapa menit, asisten Le sudah tiba di mansion,dengan langkah nya yang panjang, akhirnya dia tiba juga di hadapan sang tuan muda.


"cepat kau cek, nomor rekening ini, laporkan pada ku setelah selesai!!"


dengan cekatan le, mengecek nomor rekening yang selalu mengirimkan uang pada orang tua Aurel,dan benar saja,kedua matanya membola besar.


"tuan muda,silahkan anda lihat!!"


Sean lalu mengambil handphone yang di sodorkan Le, keningnya mengkerut, kemudian menatap kedua paruh baya yang sedang berharap cemas di hadapan nya ini.


"Robert??ada hubungan apa wanita itu dengan keparat ini??"batin Sean.


"bagaimana tuan,apa ada petunjuk tentang aurel??"


"aku tidak tau pasti, sepertinya anakmu menjadi budak disana!!"


"budak!!"ucap sang ibu.


"mmm,anakmu sepertinya bekerja pada lelaki yang memiliki nomor rekening ini!!"


kedua paruh baya itu,mencoba menepis hal hal yang berseliweran di kepalanya.


"maaf tuan muda,tadi anda mengatakan budak,apa maksudnya budak..??"

__ADS_1


"sesuai dengan dugaan kalian,putri mu bekerja pada lelaki itu!!"


keduanya seketika luruh ke lantai,mereka tidak menyangka sang putri tega membohongi mereka selama ini.


"aku rasa, informasi tentang putri mu sudah cukup, silahkan angkat kaki dari sini!!dan kau le,urus sisa nya!!"ucap Sean kemudian menggandeng lengan sang istri.


Rania sejak tadi hanya diam, menurut nya tidak perlu turun tangan jika sang suami sudah mampu untuk mengatasi.


keduanya terus berjalan,hingga mereka tiba di taman belakang mansion.


"sayang,apa ada hal yang aneh ,terjadi pada Aurel?"


"sepertinya begitu,!!".


"apa itu berbahaya??"


"Le sedang menyelidiki nya,semoga firasat ku salah!!"


"ya, semoga firasat mu salah!!"


Sean kemudian menatap sang istri,"memang kau tau apa firasat ku??"


"tidak!!"ujar Rania terkikik.


"dasar!!"


Sean kemudian menarik Rania dalam pelukannya.


sementara itu,kedua paruh baya yang di usir secara halus,kini sedang menggerutu satu sama lain.


"namanya juga orang kaya ma!!"


"alah,kita juga kaya,tapi gak sombong!!"


keduanya kemudian meninggalkan istana Sean, sedikit banyaknya mereka juga berharap sang putri lekas ketemu.


lain dengan mama Aurel lain pula dengan keadaan sang anak.


Mengetahui sang aki sudah pulang dari bertapanya,Aurel mulai merasakan rasa cemas.


tubuh yang belum pulih,serta rasa benci menjadi satu, membuat Aurel takut dan dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya jika dia terus-terusan di bawah penindasan sang pemuja setan.


"brengsek mengapa engkau tidak mati saja, seharusnya kau tidak perlu lagi kembali ke tempat terkutuk ini!!"umpat Aurel.


benar saja tak lama pintu kamarnya digedor oleh pengawal"cepat buka pintunya nona!!"teriak mereka dari luar.


"pergi kalian dari sini katakan pada brengsek itu aku tidak mau lagi melayaninya!!"


suara Rania tak kalah kencang dari kedua pengawal itu namun mereka tetap saja menggedor pintu kamar Aurel tanpa memperdulikan ucapan yang keluar dari mulut Aurel.


karena tak kunjung dibuka akhirnya dengan terpaksa kedua pengawal itu mendobrak pintu kamar Aurel.

__ADS_1


sedangkan Aurel tidak menyangka jika kedua pengawalan itu berani mendobrak pintunya dengan paksa.


"aku tidak ingin lagi bertemu dengan pria pemuja setan itu!"


"kami tidak perduli apapun alasan munculnya tugas kami hanya mengajakmu untuk menuju ke pembaringan sang guru"!!


para pengawal itu kemudian menyeret Aurel keluar dari kamar,menariknya secara paksa karena Aurel melakukan perlawanan.


"lepaskan aku,tolong lepaskan aku!!"teriaknya seraya memohon sambil menangis.


namun para pengawal itu tidak menggubris sama sekali isakan Aurel yang terpenting bagi mereka saat ini tugas selesai dan tidak mendapatkan amukan dari sang Mahaguru pemuja iblis.


mereka terus menyeret Aurel sampai tiba di depan kamar sang akhir pintu dibuka kemudian mereka masukkan Aurel ke dalam kamar tersebut.


"mengapa kau tidak mati saja"teriak Aurel pada sang aki yang tengah duduk santai


sang aki masih terus memandangi Aurel, aura kejahatan jelas terpatri di wajah tua keriputnya.


"tidak perlu berteriak seperti itu jika bicara denganku!!"ucapkan lagi seraya terus menatap Aurel.


Aurel yang sedang dirasuki amarah kemudian tanpa aba-aba langsung menghajar sang aki tua, namun bukan Aurel namanya, dengan tenaga yang masih full, dia terus-menerus menghajarnya.


"apa kau sudah selesai!"


"seharusnya kau ikut mati saja waktu itu!!"


dengan singkat sang akhir pemuja setan itu lalu menarik Aurel hingga tersungkur di pangkuannya.


"kau tidak perlu banyak bicara padaku tugasmu hanya melayaniku hingga sampai diriku puas!!!".


dengan tenaga yang masih ada orang memberontak pokoknya dia harus bisa lepas dari pemuja setan ini.


namun semuanya hanya menjadi sia-sia terkalah sangat dimulai memainkan perannya.


suara-suara yang menjijikkan terdengar kembali di telinga pada orang yang melintas di depan kamar sang Mahaguru.


"tak perlu malu-malu padaku kau tinggal menikmati saja semuanya!!"


sang guru tanpa ampun menggempur tubuh Aurel hingga membuat aurel benar-benar lemas serasa tak bertulang.


setelah merasa puas sang adik pun meninggal karena Aurel yang masih terbaring lemah, gak lama dia pengawal sudah tiba di depan pintu kamar sang maha guru.


"cepat bawa wanita itu menyingkir dari kamarku!!"


dengan sikap kedua pengawal itu langsung masuk ke dalam kamar guru dan mendapati Aurel tengah memakai pakaiannya dengan tubuh gemetar.


mereka lalu menyuruh Aurel keluar dari kamar sang maha guru tanpa memperdulikan rasa sakit disekejur tubuh wanita malang itu.


setelah melemparkan tubuh Aurel ke atas ranjang mereka kemudian meninggalkannya seorang diri di dalam kamar.


"ya Tuhan kapan semua ini akan berakhir!!"isaknya di sela-sela tubuh yang sakit.

__ADS_1


apa yang dilakukan oleh para pengawal itu tidak lepas dari pandangan seseorang yang sejak tadi memantau pergerakan Aurel.


"dasar lelaki bedebah!!"umpatnya seraya mengepalkan tangan.


__ADS_2