Titisan Mafia Kejam

Titisan Mafia Kejam
Rindu tak bertepi


__ADS_3

sekar masih betah duduk sendirian di bangku taman, omongan lucky tadi masih terngiang-ngiang di telinganya,sungguh hatinya belum bisa untuk melupakan kenangan pahit yang membuat nya belum bisa mempercayai seorang laki-laki.


"apa benar yang di ucapkan nya?batin sekar.


Sekar memejamkan mata,lalu menghembuskan nafas, kemudian kembali masuk ke dalam rumah.


Dilihatnya dua sahabatnya telah tertidur lelap,hanya dia yang masih terjaga,entah apa yang terjadi dengan hatinya,semua menjadi satu.


"aku benci di situasi seperti ini!'' ucapnnya seraya berusaha memejamkan mata, berharap pagi cepat datang dan menghapus semuanya.


tepat jam tujuh pagi semuanya telah bersiap,lucky yang sekarang bukan lucky yang dulu, jangankan bicara dengan sekar, sekedar melihat saja dia enggan,ini semata-mata untuk mencegah agar cinta di hati berhenti mekar.


"bagaimana apa semuanya sudah siap?"


semuanya mengangguk, Sekar diam diam melirik pada lucky,namun tetap sama laki laki itu tetap cuek.


"baiklah, sampai di bandara kita akan berpisah dengan lucky,karena dia akan langsung ke Belanda,sedang kita akan menuju tanah air!!"


"berhati-hati lah di sana lucky,jika ada apa apa cepat hubungi kami!!"


Mantan Casanova itupun mengangguk, mereka pun sama sama keluar dari rumah.


sekar yang bingung naik mobil siapa akhirnya tetap berdiam diri di luar.


"masuklah!!"ucap lucky dingin.


sekar dengan ragu masuk ke dalam mobil, suasana canggung menyelimuti hatinya.


mobil pun meluncur membelah jalanan,tak ada canda tawa seperti biasanya,sekar merasa ada yang berbeda kali ini di hatinya.


setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di bandara.


"jaga dirimu baik-baik,!!"ucap lucky mentap sekar intens,kemudian mengecup lembut kening sekar,lalu melepaskan sabuk pengaman nya.


seketika jantung sekar berhenti berdetak,dia masih mematung,otaknya belum bisa mencerna apa yang terjadi.


"turunlah!!"


ke duanya kemudian bergabung dengan yang lainnya,tak lama pengumuman keberangkatan berkumandang.


"jaga dirimu baik-baik!!"bisik lucky tepat di telinga sekar,kemudian dia berpisah dengan rombongan sean,"sekar cepetan jalannya dong!!"


melly kemudian menarik tangan sahabat nya itu,sejak tadi sekar kebanyakan melamun.


menempuh perjalanan hampir 17 jam, akhirnya mereka tiba di tanah air,sopir sudah stanbay menjemput mereka.


"gue sama melly langsung balik ya!!"ucap sekar.


"oke,,jangan lupa loe berdua kabarin gue kalau sudah sampai!!"


keduanya mengacungkan jempol, mereka pun memisahkan diri,sean dengan rania, Edward dengan Rani,dan sekar dengan melly.


tak butuh waktu lama, akhirnya sean dan Rania tiba di mansion, kedatangan mereka sudah di tunggu oleh penghuni rumah,terutama Arsene,si balita kecil yang sejak pagi sudah sibuk.


"mama,papa!!"teriak Arsene seraya berlari memyambut ke dua orang tuanya.


"hay boy,!!"sambut sean seraya menggendong buah hatinya itu.

__ADS_1


"seminggu tak melihat mu,kau seperti nya bertambah gemuk saja!!"ucap sean seraya mencubit pipi embul sang anak.


"no no no papa,ini bukan gemuk,tapi berisi!!"ucapnya dengan memanyunkan bibir.


"betul sayang,kau memeng tampak lebih berisi!!"ucap rania membeli lembut kepala sang anak.


ketiga lalu berjalan menuju ruang tamu,di mana nyonya dan tuan Kingston sudah menunggu.


"hay,sayang!! bagaimana kabar kalian??"


"kami sehat ma!!"ucap rania seraya memeluk wanita yang sudah di anggapnya sebagai ibu sendiri ini.


"sebaiknya kalian istirahat dulu, setelah itu kita bisa ngobrol ngobrol bareng!!"


"iya ma!!"


rania beserta sean akemudian menuju kamar untuk beristirahat,sedang Arsene terlihat bingung.


"kau kenapa??"ucap sang opa.


"adikku mana opa??kata papa dia akan membuatkan adik untukku,tapi kok tidak ada??"


sontak keduanya tertawa terpingkal-pingkal,"sayang bukan seperti itu maksudnya, semuanya butuh waktu hingga sembilan bulan,baru adik mu akan lahir!!"


"begitu ya Oma!!"


"iya sayang,ya sudah sekarang kamu main gih dengan opa,Oma mau lihat bi Lusi dulu!!"


"oke Oma!!"


di Rania sedang berbahagia justru berbanding terbalik dengan yang di rasakan kedua orang yang telah menyia-nyiakan,harta berlimpah namun semuanya menjadi hampa, sampai saat ini mereka belum tau bagaimana kabar sang putri.


"papa,juga berpikiran seperti itu!!"


"lalu bagaimana ini pa??"


"entahlah ma,papa juga juga bingung!!"


kedua terdiam larut dalam pikiran masing-masing "bagaimana kalau kita minta bantuan pada Rania pa??"


"Rania??"


"iya pa,mama yakin suami Rania bisa membantu kita!!"


"suami Rania??tapi papa tidak yakin tuan muda itu mau membantu, setelah apa yang kita lakukan pada Rania dulu ma!!"


sang istri menghela nafas berat,rasa rindu pada sang putri membuat dia bertekad besok akan mendatangi rumah sang tuan muda.


"pokoknya mama besok akan ke sana,terserah papa mau ikut apa tidak, firasat mama mengatakan,Aurel sedang dalam bahaya saat ini!!"


setelah berfikir sejek, akhirnya sang suami mengiyakan ucapan sang istri.


ke esok harinya,dengan bermodalkan alamat dari dunia Maya, akhirnya keduanya tiba di depan gerbang mansion.


"besar sekali rumahnya pa!!"


"iya ma!!"

__ADS_1


saat keduanya saling mengagumi,mereka di kejutkan oleh suara yang membuat keduanya terkejut.


"sedang apa kalian??"


keduanya menoleh,dua pengawal sedang melihat mereka dari ujung kaki hingga kepala.


"kamu ingin berjumpa dengan Rania!!"


"siapa kalian??ada perlu apa kalian ingin berjumpa dengan dengan nona muda kami!!"


sang bibi terkejut, ternyata keponakan yang dulu di tindasnya kini berubah menjadi nona muda yang di hormati.


"ada sesuatu yang harus kami katakan padanya, tolong izinkan kami bertemu dengannya!!"


kedua pengawal itu saling berpandangan"kalian tunggu disini,kau jaga mereka jangan sampai menerobos masuk!!"


satu pengawal kemudian pergi,dan yang satunya menjaga,agar kedua lansia itu tidak masuk sembarangan ke dalam mansion.


mendengar laporan dari para pengawal membuat Sean mengeram,,"berani nya mereka datang kesini!!"


melihat suaminya dari jauh dalam keadaan tidak baik-baik saja, membuat Rania segera berjalan mendekat.


"ada apa sayang?"


"paman dan bibi mau,mereka datang kesini!!"


"ha??untuk apa mereka kesini??"


"mereka ingin bicara pada mu!!"


Rania menghela nafas sejenak,"biarkan mereka masuk!!"


Sean kemudian melihat sang istri"apa kau baik baik saja!!"


"tentu,selagi kau ada di sampingku, semuanya akan baik-baik saja!!"


Sean tersenyum mendengar kata-kata yang keluar dari bibir manis istri kecilnya itu.


tak lama kedua paruh baya itu masuk,mereka berdua begitu takjub dengan yang ada di dalam mansion.


"apa kalian sudah puas mengagumi nya??"


"maaf maaf tuan muda!!"ucap mereka menunduk.


"katakan ada perlu apa kalian menemui istriku!!"


sang bibi kemudian menghela nafas"Tania maaf kan kami berdua!!"


"aku sudah memaafkan,cepat katakan ada perlu apa kalian ke sini!!"


"Rania,Aurel sudah hampir dua tahun tidak pernah kembali ke rumah,tapi dia terus mengirimkan uang pada kami!!"


"terus,apa hubungannya dengan ku??"


"Rania,kami mohon,tolong bantu cari Aurel,paman dan bibi yakin,anak itu saat ini dalam bahaya!!"


baik Sean maupun Rania sama sama melihat satu sama lain.

__ADS_1


"aku tidak bisa membantu kalian!!"ucap Sean dingin.


__ADS_2