Titisan Mafia Kejam

Titisan Mafia Kejam
pernikahan Rania dan Sean


__ADS_3

keesokan pagi, Rania dan Sean menuju butik langganan keluarga Kingston,"apa ini tidak terlalu cepat?"tanya Rania


"bahkan ini sudah terlalu lama aku sudah menunggumu sejak 2 tahun yang lalu!!"ucap Sean seraya menatap calon istrinya itu.


"yayaya terserah saja lah!!"ucap Rania seraya memanyunkan bibir.


mobil memasuki area parkir butik mereka sudah ditunggu oleh madam rose desain terkenal langganan keluarga Kingston.


"akhirnya calon pengantin tiba juga mari masuk nona manis!!"


Sean dan Rania mengikuti madam rose masuk ke dalam butik menuju tempat di mana baju yang dipesan nyonya Kingston berada.


"nah ini bajunya sekarang coba kamu tes dulu ya!!"ucapnya kepada Rania dan didampingi oleh satu orang.


setelah mengenakan gaun pengantin tersebut Rania kemudian keluar dari ruang ganti menunjukkan pada sen dan madam rose.


"ganti"ketus Sean.


"itu terlalu terbuka madam bagian lehernya jangan ada yang terbuka sedikitpun!!"perintahnya


"bagaimana dengan gaun yang ini!!"tunjuk madam rose pada gaun yang menempel di manekin.


"itu terlalu kampungan!"komentar Sean.


sungguh omongan Sean membuat tensi darah madam rose naik, setelah mengatur nafas madam rose kemudian mengambil baju yang dicoba Rania tadi meletakkannya di atas meja besar lalu menyuruh Sean untuk menunjukkan bagian mana-mana saja yang harus ditutup.


"bagian ini, ini,dan ini harus tertutup!"tunjuk Sean pada gaun yang ditaksir bisa membeli 1 buah apartemen.


"baiklah tuan muda 3 hari lagi kalian bisa datang ke sini untuk mencobanya!"


"kuharap kau tidak mengecewakanku madam kutunggu hasilnya 3 hari lagi!"ucap Sean seraya melenggang keluar.


"sepertinya kau terlalu berlebihan pada madam rose?"ucap Rania di perjalanan.


"kita ini pembeli, pembeli adalah raja jadi bisa menentukan yang terbaik!"


Rania hanya melengos mendengar ucapan calon suaminya yang keras kepala ini.


"setelah kita menikah aku tidak mau mendengar kau menyebutku dengan nama ataupun kata kau!!"ujar Sean seraya fokus mengendarai mobil.


"lalu aku harus memanggilmu apa?"


"sebaiknya kau pikirkan sendiri panggilan apa yang bagus untuk suamimu yang tampan ini!!"


Rania memutar mata malasnya dia tidak menyangka jika mantan majikannya ini ternyata absurd.

__ADS_1


"bagaimana jika aku memanggilmu dengan mas, Abang atau kakak?"


"tidak ketiganya,aku tidak mau dipanggil dengan sebutan itu!!"


"dasar pemilih!!"batin Rania.


"bagaimana jika aku memanggilmu dengan kata bebeb? astaga mulutku terasa berat mengucapkan kata tak lazim itu!!"kikik Rania


wajah Sean berubah cemberut"astaga wanita ini tidak ada romantis-romantisnya!!"sungutnya dalam hati.


melihat ekspresi calon suami yang semakin kecut akhirnya Rania memutuskan untuk memanggilnya dengan kata sayang.


"sayang,wajahmu terlihat lucu jika sedang cemberut begitu"ucap Rania seraya menahan senyum.


"coba ulangi lagi kau tadi memanggilku apa?"


"sayang!!"ucapannya malu-malu.


"itu jauh terdengar lebih baik!!"ucap Sean


sebelum pulang ke rumah Sean mengajak Rania terlebih dahulu berbelanja untuk kebutuhan calon istri nya dan juga putra semata wayangnya.


"pilihlah mana saja yang kau suka ambil!!"ucap Sean saat memasuki butik ternama di dalam mall


"tapi ini terlalu mahal untuk harga sebuah baju!!"ucap Rania seraya membolakan mata.


"untuk orang yang tersayang tidak ada kata mahal tugasku saat ini adalah membahagiakanmu, jadi pilihlah mana yang kau suka!!"ucap Sean seraya membelai lembut rambut Rania


"terima kasih sayang!!"ucap Rania seraya tersenyum manis pada calon suaminya ini.


Rania dibantu oleh satu pegawai toko mencari baju yang sesuai dengan seleranya, setelah dirasa cukup Rania kemudian membawanya pada kasir.


Sean mengerutkan kening melihat Rania hanya membawa lima pasang baju, kemudian dia memanggil pegawai butik untuk mencarikan 10 baju lagi, tentu saja hal ini membuat Rania terkejut.


"sayang ini terlalu banyak!!"


"ini masih sedikit bahkan aku akan memborong satu butik ini untuk mengisi lemarimu yang masih kosong!!"


"astaga sepertinya calon suamiku ini sudah mulai gila!"batin Rania


"jangan terus mengumpatku di hatimu sayang!!"ujar Sean saat melihat raut cemberut Rania.


setelah menyelesaikan pembayaran mereka pun keluar dari butik menuju butik pakaian anak-anak.


kali ini Sean sendiri yang turun tangan untuk mencari baju putranya, sungguh Rania dibuat terplongo melihat aksi Sean, seperti orang yang kesurupan saat mengambil semua baju-baju yang terlihat begitu menggemaskan di matanya.

__ADS_1


"astaga ini banyak sekali!!"omel Rania.


"aku hanya berusaha menebus kesalahanku di masa lalu dengan membahagiakanmu dan putraku, jangan pernah menolak setiap apa yang kuberi karena setiap apa yang kqu miliki tidak akan mampu menembus semua rasa bersalahku padamu!!"ucap Sean menatap lembut calon istrinya yang sedang bingung itu.


Rania sungguh tidak dapat berkata-kata lagi, mungkin inilah buah dari kesabarannya, dia hanya berharap semoga pernikahannya dengan Sean langgeng selamanya sampai maut memisahkan.


setelah selesai berbelanja akhirnya mereka pulang kembali ke mansion, orang pertama yang menyambut mereka pulang adalah putra mereka sendiri Arsene.


"yeyeye Mama dan papa pulang!!"ucapnya seraya berlari menuju kedua orang tuanya.


dengan langkah sigap Sean langsung menyambut sang anak lalu menggendongnya, kemudian membawanya ke ruang tamu di mana mama dan papanya juga berada di sana.


"bagaimana sayang kamu suka gaun pengantinnya!!"


"itu terlalu terbuka ma!!"sewot Sean, sebelum Rania menjawab.


"itu bukan terlalu terbuka itu modelnya memang seperti itu!!"


"aku sudah menyuruh madam rose untuk mengubah bagian atas yang terlalu terbuka itu!!"ucap Sean.


"astaga Mama yakin pasti gaun itu akan terlihat kampungan setelah dipadukan dengan idemu yang aneh itu!!"


sean hanya menghardikkan bahu dia tidak rela jika sang istri nanti akan menjadi bahan fantasi lelaki hidung belang di acara resepsi pernikahan mereka.


"Rania adakah teman-temanmu yang ingin kau undang di acara resepsi nanti??"ucap sang calon mertua


"bolehkah aku mengundangnya mah??"


"tentu boleh dong sayang mereka juga harus bahagia melihatmu bahagia!!"


"aku hanya memiliki dua sahabat mah, besok aku akan ke sana untuk mengundang mereka!!"


"bagaimana jika kita ajak Edward, Thomas, lucky, dan Rani??"ucap Sean


"boleh-boleh sekalian aku akan memperkenalkan mereka semua pada dua sahabatku itu!!"


keesokan harinya....


mereka semua sudah berkumpul di Mansion Sean,"sebenarnya kita mau ke mana sih!!"kepo Lucky.


"mencari jodoh"jawab asal Sean


"benarkah? astaga seperti apa wanita yang akan kita temui ini jadi penasaran!!"


"kau ini jika sudah berurusan dengan wanita selalu saja semangat!!"balas Thomas

__ADS_1


"respon lelaki tampan sepertiku memang begini, aku selalu bahagia jika berkaitan dengan wanita!!"balas lucky.


sedang Rani dan Edward hanya menggelengkan kepala, selalu seperti itu jika mereka bertemu.


__ADS_2