
2 tahun kemudian...
"Rania main yuk!!"ucap Rani seraya membolak-balik badannya di kasur ruang bawah tanah.
"kemana sih kak!!"ucap Rania seraya memperhatikan Arsene bermain mobil-mobilan.
"gak jauh dari sini,ada tempat wisata loh,kita kesana yuk!!"
"tapi bagaimana dengan Arsene?"
"ya di bawa dong Rania,masa di tinggal!!"judes Rani.
"hehehehe,kirain..!!"ucap Rania nyengir kuda.
"jadi kapan kita kesananya??"
"bagaimana kalau besok,pasti rame secara ya kan hari Minggu,,sekalian cuci mata!!"ucap Rani seraya menarik turun alisnya.
"astaga Arsene, sepertinya aunty mu mulai gila!!"kikik Rania.
Rani hanya cuek bebek menanggapi ocehan wanita beranak satu itu,otaknya saat ini sedang bertraveling membayangkan esok akan bertemu dengan cowok-cowok tampan di sana.
"ma, aunty kenapa?"ucap Arsene yang heran melihat auntynya senyum senyum sendiri.
Rania mengherdikkan bahu, seraya tersenyum.
ke esok harinya, setelah pamit mereka bertiga pergi menggunakan sepeda motor mengunjungi taman wisata yang menjadi buah bibir di lingkungan sekitar rumah nya.
"ma,kita mau kemana??"
"kita mau main main sayang,nanti di sana ars n boleh main apa saja!!"
"bener ma??"
"iya dong sayang,!!"ucap Rania seraya mengusap rambut Arsene yang hitam.
Arsene bocah dua tahun itu,tidak seperti bocah yang lainnya,IQ nya di atas rata rata,bahkan di umurnya yang baru menginjak dua tahun,dia sudah bisa mengenal huruf,bahkan sudah bisa merekam wajah seseorang dan melukis nya dengan tangan kecilnya.
Rania juga tidak perlu takut jika membawa Arsene kemanapun,selagi gelang bermata mas itu bertengger,mereka tidak perlu takut,karena panglima langit selalu mengawasi mereka.
"lihat kan Rania!! tempatnya cantik banget!!"teriak Rani histeris.
"gak usah kampungan deh kak!!"
"tapi ini beneran cantik Rania!!"
Rania memutar mata malasnya,Rani memang seperti itu,bila melihat hal baru,dia akan teriak histeris, terkadang Rania sampai malu,di buat kakak anehnya ini.
mereka mulai bermain,dari mulai wahana permainan,hingga permainan anak.
"Rania,kakak beli minum dulu ya,kalian tunggu di sini,jangan kemana-mana oke!!"
"oke!!"jawab Arsene, sebelum ibunya menjawab.
Rani pun berjalan menuju tempat menjual minuman,sedikit jauh memang tapi masih bisa di lihat oleh mata.
"mama,ayo tangkap Arsene!!"ucapnnya seraya berlari lari.
"awas kamu ya,mama tangkap nanti!!"teriak Rania seraya tertawa.
mereka saling kejar-kejaran di area taman,namun tanpa sengaja Arsene menabrak seseorang yang sedang membelakangi mereka.
seketika Sean membalikkan badan,di lihatnya anak kecil itu menunduk kan kepala,Sean pun berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Arsene.
sedangkan ketiga sahabat nya hanya bisa diam membisu,mereka seperti melihat Sean tapi dengan versi kecil.
"maafkan Arsene om!!"ucap nya dengan menundukkan kepala.
Sean tersenyum kecil mendengar ucapan anak kecil yang bernama Arsene itu.
__ADS_1
"kamu dengan siapa kesini!!"
"dengan mama dan aunty om!!"
belum lagi Sean berkata, seketika dia terkejut mendengar suara yang sangat lama di rindukan nya ini.
"maafkan anak saya pak!!"ucap Rania dengan ngos-ngosan.
pasalnya dia melihat Arsene berbicara dengan orang lain,dia takut jika anaknya akan di culik begitulah isi kepalanya saat ini.
Sean langsung berdiri ketika mendengar suara wanita yang sangat di rindukan nya ini,dan sontak saja membuat Rania terkejut,dia tidak menyangka,akan bertemu kembali dengan laki laki yang telah membuat nya menderita.
Rania langsung menggendong Arsene kemudian membawanya pergi,Sean yang melihat amarah di mata Rania,turut mengejar Rania dan Arsene.
"Rania tunggu!!"
namun Rania terus berjalan cepat,dia tidak ingin Sean merebut Arsene dari nya,karena hanya Arsene yang di miliki nya.
sedangkan ke tiga sahabat nya hanya menonton drama kehidupan sang tuan muda.
"ternyata Rania sangat cantik, patut Sean tergila gila padanya!!"celetuk lucky.
"di mata loe semua wanita cantik,dasar biaya!!"ucap Thomas.
"tapi memang Rania itu sangat cantik,tak salah jika dia memang gadis terpilih itu!!"ucap Edward,tanpa sadar dia menangkap sosok wanita yang selama ini di carinya.
"ternyata kamu di sini juga!!"serangai bibirnya.
Edward kemudian mengikuti kemana Sean pergi,karena dia yakin,wanita itu pasti ada sangkut pautnya dengan Rania.
"mereka kenapa sih!!"gerutu Thomas.
"berisik, cepat ikuti saja,kalau tidak mau kehilangan jejak!!"balas lucky seraya berjalan mengikuti kemana Edward berjalan.
"dasar teman durhaka!!"umpat Thomas sambil berjalan.
Rania,tunggu Rania!!"ucap Sean memegang lengan Rania yang sedang menggendong Arsene.
"tenang dulu Rania,ini bisa kita bicarakan baik baik!!"
Rania menatap tajam Sean,"apa yang akan di bicarakan baik baik tuan,apa dulu anda tidak mengingatnya,setelah anda melakukan hal menjijikkan itu,apa ada anda berbicara baik baik pada saya??" tajam Rania.
"Rania semua itu tidak seperti yang kamu pikirkan!!"ucap Sean mencoba menjelaskan padanya.
"hahahaha,orang kaya seperti anda,tidak akan pernah mengakui kesalahan, bahkan anda langsung pergi begitu saja,tanpa bertanya, bagaimana keadaan saya waktu itu!!"tunjuk Rania tepat di dada Sean.
Arsene yang melihat sang ibu yang hampir menangis, seketika memeluk erat tubuhnya,"ma,maafin Arsene ya,karena Arsene mama jadi sedih!!"
"tidak sayang,mama tidak apa-apa!!"ucap Rania mencoba tersenyum pada sang buah hati.
"Rania apa dia..??"
"dia anakku,aku yang mengandung dan yang melahirkan nya,jadi kau tidak memiliki hak sedikitpun atas anakku ini!!"bentak Rania pada Sean.
sungguh dia sangat takut,jika mereka akan membawa Arsene dari nya.
"Rania,kamu tidak apa-apa??"ucap Rani dengan nafas memburu.
minuman yang di bawanya masih bertengger di tangan cantiknya.
"ayo kita pulang kak!!"ucap Rania dingin.
"tapi Rania..?"
"kalau kakak masih mau di sini,aku dengan Arsene akan pulang duluan!!"ucap Rania menjauh dari mereka.
"Rania biar aku antar ya!!"ucap Sean mengejar langkah wanita yang sedang marah itu.
namun siapa sangka langkah Rania tiba tiba terhenti saat beberapa pemuda mencoba menghalangi langkahnya.
__ADS_1
"minggir,aku tidak ada urusan dengan kalian??"bentaknya.
"cantik cantik kok galak!!"ucap pemuda satunya seraya mencoba menyentuh Rania.
"jauhkan tangan kotor mu itu dari ku,jika kau masih membutuhkan nya!!"ucap Rania menatap tajam para pemuda itu.
"uuhhh takut!!"ucap mereka seraya tertawa mengejek.
para pemuda itu mencoba untuk memegang Rania,sedang Arsene memeluk erat leher sang ibu.
"jangan ganggu istri dan anakku!!!"teriak Sean.
para pemuda itu seketika menghentikan aksinya,seraya menatap Sean yang berjalan menuju ke arah mereka.
"ada pahlawan ke siangan nih!!"ejek salah satunya.
"eh tuan, sebaiknya kau pergi saja,kau tidak akan mempu melawan kami semua,karena kau hanya seorang diri!!"
"kata siapa dia seorang diri!!"teriak lucky,seraya berjalan di iringi oleh Edward,Thomas,dan juga Rani.
"wah ternyata kau membawa teman tuan,aku rasa kita sudah seimbang!!"ucap lelaki berwajah sangar itu.
"sudah lah kalau kau takut katakan saja,tidak perlu banyak alasan!!"ejek Thomas.
"bangsat..kau jangan merendahkan ku!!"teriaknya seraya menyerang Thomas,dengan senang hati Thomas menyambut mangsa barunya,sudah lama dia tidak melatih otot-otot nya itu.
pertarungan pun tak terelakkan lagi, dengan mudah nya keempat pemuda itu melumpuhkan mereka semuanya.
"ayo ku antar pulang!!"ucap Sean dingin.
"aku bisa pulang sendiri!!"ketus Rania.
Sean menghela nafas berat,sungguh rania yang di kenalnya dulu,bukanlah Rania yang di lihatnya sekarang,keras kepala,dan paling menyeramkan adalah tatapan matanya yang tajam.
"aku tidak mau terjadi apapun dengan putraku, sebaiknya kau segera naik ke dalam mobil!!"ucap Sean seraya mengambil Arsene dari gendongan Rania.
raut wajah Rania berubah padam,sungguh saat ini hatinya sangat kesal melihat Sean bersikap sea enaknya pada nya.
Rania mau tidak mau, mengikuti langkah kaki Sean, sementara itu Thomas dan lucky sudah masuk ke dalam mobil,tinggal menunggu Edward yang belum masuk.
mereka tidak mengetahui jika sahabat nya sedang mengikuti Rani ke parkiran motor,"mengapa anda mengikuti saya!!"ucap Rani bingung.
"aku di tinggal oleh teman teman ku, sekarang aku tidak tau mereka ada dimana!!"
Rani mengerutkan keningnya,namun buka Edward namanya jika tidak bisa mengendalikan sesuatu, apalagi ini berurusan dengan wanita.
"bukankah kau serumah dengan Rania??tak ada salahnya kan kalau aku menumpang sampai ke rumahmu!!"
Rani menghela nafas,"ada ada saja lelaki ini!!"pikir nya.
Rani kemudian mengeluarkan motor dan bergegas menaiki nya,namun belum lagi kaki ini naik,Edward sudah lebih dulu duduk di depan"tak baik seorang lelaki di bonceng wanita!!naik!!"perintah Edward.
"dasar pria gila!!"umpat Rani.
Thomas dan lucky yang melihat sahabatnya naik motor bersama teman Rania,hanya bisa terbengong,kemudian mengumpat bersama"dasar Edward brengsek!!"teriak mereka.
di dalam mobil,Sean dan Rania sudah seperti keluarga kecil yang bahagia,namun nyatanya adalah sebaliknya.
"ma,enak ya kalau punya mobil,gak perlu takut panas atau kehujanan!!"ucap polos Arsene.
ada rasa menyayat sembilu,ketika sang anak berbicara seperti itu.
"Arsene pingin punya mobil!!"ucap Sean.
"iya om, Arsene pingin beliin mama mobil,kasihan kalau ke laundry,suka kena hujan!!"
Rania dan Rani memiliki usaha kecil-kecilan,untuk sekedar membantu memenuhi kebutuhan mereka,namun letaknya sedikit agak jauh dari rumah mereka,itulah sebabnya mengapa Arsene berkata seperti itu.
"ya sudah,nanti om belikan ya!!"
__ADS_1
"tak perlu memberikan kami apa apa tuan,karena aku tidak ingin memiliki hutang budi pada mu!!"
Sean memejamkan mata, sepertinya dia harus berusaha lebih keras lagi,untuk meluluhkan hati ibu dari anak nya itu.