
sudah hampir satu bulan Rania tinggal di mansion Sean sebagai pelayan pribadinya.
sudah hampir satu Minggu juga Sean pergi keluar kota, pekerjaan Rania hanya makan tidur pasalnya jika dia ingin membantu yang pekerjaan lainnya maka bibi Lusi langsung melarang nya.
"bosan sekali rasanya,,kangen sekolah,meli dan Sekar!!"sendu nya.
Rania duduk seorang diri di taman belakang rumah,setiap sudut di jaga oleh para pengawal,itu sebabnya di tidak takut jika malam hari duduk di taman sendirian.
"kapan ya tuan muda pulang?"ucapnya.
"kalau ada tuan muda,setidaknya masih ada yang mengajakku bicara, walaupun ketus,tapi setidaknya masih ada yang bicara padaku!!"ucapnya lagi.
tanpa sepengetahuan Rania ternyata Sean sudah kembali dari luar kota.
"di mana gadis itu??"ucapnya pada Lusi.
entah mengapa Sean sangat ingin melihat Rania saat ini.
"di taman belakang tuan!!"
Sean segera menuju taman belakang,di lihatnya gadis yang di rindukannya itu sedang termenung dan mengoceh seorang diri.
"apa dia sudah mulai gila?"batin Sean,di lihatnya Rania sedang bicara seorang diri.
perlahan dia berjalan tanpa menimbulkan suara,para pengawal yang melihat sang tuan sudah kembali dan hendak memberi hormat, seketika di larang oleh Sean.
jarak mereka hanya sekita dua meter,sangat jelas saat Rania mengatakan kapan Sean pulang.
"ternyata kau merindukan ku gadis kecil!!"batin Sean.
"ya ampun bosan sekali rasanya!tuan muda kapan sih kembali,di sini tidak ada yang mau di ajak bermain!!"kesalnya.
Rania terus menggoyangkan kakinya.Para pengawal hanya diam seraya menahan senyum.
"tak baik bicara sendiri di malam hari,kesambet baru tau rasa!!"
seketika Rania menoleh kebelakang,ternyata Sean sudah berdiri seraya memasukkan tangan dalam saku celana.
"tuan muda sudah kembali??atau ini hanya ilusi ku saja!!"beo Rania.
"peletak!!"Sean menyentil kening gadis cerewet itu agar sadar dari halu nya.
"aw!!"seketika matanya membola"ini beneran tuan muda!!"
Sean mengangguk.
"yes, akhirnya tuan pulang juga!!"
Sean dan Rania duduk di kursi taman,melihat bintang di langit.
"tuan!"
"mmm"
"boleh saya minta sesuatu"
__ADS_1
"mmm"
"saya serius tuan!"
"mmm"
"saya mau kembali sekolah! apakah boleh?"
Sean yang menatap ke depan seketika menoleh pada gadis kecil di samping nya."sekolah?"
"iya tuan,setengah semester lagi saya akan tamat,sayang kalau tidak di lanjutkan!!"
"lalu pekerjaan mu bagaimana?"
"sebelum berangkat saya akan menyiapkan semuanya tuan,saya mohon izin kan saya kembali ke sekolah!!"
Sean hanya diam tanpa menanggapi ucapan Rania.
"tuan saya mohon,izinkan saya sekolah,saya mau menebus rumah peninggalan orang tua saya!"ucapnya kemudian.
"kau bekerja seumur hidupmu di sini,belum tentu bisa melunasi hutang mu pada ku,kau tau berapa kerugian yang harus ku tanggung?lima ratus miliar!!"
"dan kau tau dampak dari semua itu, penyerangan ke mansion sebulan yang lalu!!"
deg,jantung Rania berdegup kencang,dia mengira Sean akan mengizinkannya untuk kembali bersekolah,namun nyatanya tidak.
pupus sudah harapan nya,untuk menebus satu satunya peninggalan orang tuanya.
"ya sudah kalau begitu tuan!!
air matanya menetes tanpa bisa di bendung"maafkan Rania ma,pa!!"ucapnya seraya menangis terisak.
Rania berpapasan dengan dengan le,saat akan masuk,di usapnya air mata yang masih menetes seraya menundukkan kepala."selamat malam pak!!"
"astaga gadis ini,pak,pak,apa aku setua itu!! sebaiknya aku besok ke salon, melakukan treatment wajah!!"
Le berjalan menuju taman belakang,ada laporan yang akan di sampaikan pada tuan mudanya.
"selamat malam tuan!!"
"ada apa Le!!duduklah!!"
"tuan dua minggu lagi nyonya dan tuan Kingston akan berkunjung ke mari!!"
"biarkan saja!!"ucap Sean dingin.
kepalanya masih di penuhi dengan permintaan Rania tentang ingin kembali ke sekolah.
"tuan muda boleh saya bertanya?"
"tanyakan lah!"
"tuan,tadi saya melihat nona Rania menangis,apa tuan memukul nya??"
Sean menatap tajam pada le"apa menurut mu aku sudah gila,hingga memukul wanita?"
__ADS_1
Sean terpejam sejenak"dia meminta izin untuk kembali bersekolah Le,apa menurut mu ku izinkan saja?"
"selagi tidak menggangu pekerjaan nya,tidak ada salahnya anda mengizinkannya, sepertinya dia sedikit bosan di sini!!"
Sean mencoba menelaah apa yang di ucapkan asisten nya itu.
"aku sudah membantu mu gadis kecil,awas kalau kau masih memanggil ku pak lagi!"sungut Le dalam hati.
"besok kau urus semua masalah sekolahnya!!
"baik tuan muda.
Sean segera berlalu,namun dia masih sempat melihat ke arah kamar pembantu, ternyata lampu kamar Rania sudah mati,Sean pun menuju kamar untuk beristirahat.
pagi menyingsing, seperti biasa Rania menyiapkan semua kebutuhan Sean,dari mulai menyiap kan pakaian hingga sarapan pagi.
Sean melihat Rania pagi ini sedikit berbeda,mata sedikit bengkak,dan tidak ada senyum menghiasi bibir mungilnya.
Sean bangun,dan langsung masuk kamar mandi,selagi Sean mandi Rania membersihkan tempat tidur sang majikan,dengan cepat Rania menyelesaikan nya.
seperti biasa Sean keluar kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk saja, biasanya Rania akan menutup mata,tapi tidak kali ini,dia hanya memejamkan matanya.
Bulu mata yang lentik,bibir yang merah alami,pipi yang sedikit chuby,membuat wajah Rania semakin imut,saat memejamkan mata.
"tuan syaratnya sudah siap!!"
Sean lalu berjalan menuju ke meja makan,Rania juga mengikuti nya dari belakang,tapi saat melihat apa yang tersaji membuat kening Sean mengkerut.
di sana hanya tersaji nasi goreng,dengan toping yang biasa Lusi buat.
makanan yang di makan Sean,tidak seperti yang di makannya seperti biasa.
"ini siapa sih yang masak??"batinnya.
Sean hanya memakan satu suapan saja,rasanya tak seenak saat Rania yang memasak,namun Sean belum tau jika Rania jago memasak.
setelah Sean masuk keruang kerjanya,Rania pun duduk di bawah pohon rindang sedang berayun ayun seorang diri.
Ternyata tempat Rania berayun ayun menghadap langsung ke ruangan Sean kerja.
Sean dapat melihat,air mata yang menetes di pipi mulus Rania,sesekali ia mengusapnya,namun lagi lagi air bening itu menetes.
"apa sebegitu ingin nya kamu sekolah Rania?"gumam Sean.
"Le selediki tentang Rania,sore ini juga laporan nya sudah harus selesai!!"
Le yang sedang berada di salon mau tidak mau mengiyakan perintah sang tuan muda,"astaga apa masih lama mbak?"
"dua jam lagi kak baru selesai!!"
"lama amat mbak?"
"itu sudah yang paling cepat kak,bahkan ada yang sampe enam jam baru selesai!!"
"astaga, sepertinya aku masuk ketempat yang salah!!gumamnya.
__ADS_1
"