Titisan Mafia Kejam

Titisan Mafia Kejam
pernikahan Edward dan Rani


__ADS_3

Cleo masih terus saja memperhatikan Aurel dari balik tembok,naluri wanitanya tidak bisa di bohongi,melihat kaum sesamanya tertindas seperti itu.


dengan langkah cepat,dia menuju kamar Aurel,"tok tok,tok!!"


tak ada jawaban yang terdengar,tanpa ba-bi-bu Cleo membuka pintu kamar,betapa terkejutnya,Cleo sampai menutup mulut melihat keadaan Aurel yang sangat mengenaskan.


"Aurel??"


tak ada terdengar jawaban,namun nafas nya masih terlihat dari gerak dada yang naik turun.


Cleo duduk di tepi ranjang,di genggam nya tangan keriput Aurel yang hampir seperti nenek tua,tubuh kering,dengan mata cekung kedalam.


"Aurel,bangunlah!!"


perlahan Aurel membuka mata,tak ada kata yang keluar,hanya tatapan tak berdaya sebagai jawaban nya.


"bertahanlah, genggam tanganku dengan erat,aku akan menyalurkan hawa murni ku ke tubuhmu!!"


Aurel mengedipkan mata, perlahan dengan sisa tenaga yang ada,dia mencoba untuk menggenggam tangan Cleo.


Cleo mulai fokus menyalurkan hawa murninya,Aurel dapat merasakan rasa hangat memasuki tubuhnya.


hampir lima belas menit,Cleo fokus hingga dia merosot jatuh ke lantai,karena lemas.


nafasnya naik turun,kemudian dia kembali duduk di ranjang Aurel.


"bagaimana,apa sudah sedikit mendingan??"


"ya,ini jauh lebih baik!!"


"syukurlah,,!!ucap Cleo lega.


"terimakasih telah membantuku,aku ingin pergi dari tempat terkutuk ini!!"


Cleo merasa iba,"tapi aku tidak bisa membantu mu!!"


"aku ingin, bertemu dengan orang tua ku!!"


kali ini,Aurel tidak bisa menahan lagi air matanya.


"baiklah,aku akan membantu mu,tapi berjanji lah hiduplah dengan baik,karena aku juga sudah muak berada di sini!!"


"terimakasih Cleo!!"


Cleo mengangguk kan kepala,kemudian meninggalkan aurelnuntuk beristirahat.

__ADS_1


di saat dia sedang menuju tempat favoritnya,tak sengaja dia berpas pasan dengan sang maha guru.


Cleo mengepalkan tangan,lalu berhenti tepat di sebelah sang maha guru."bisakah kau melepaskan nya??"


Sarmin yang mendengar ucapan Aurel seketika berhenti "maksudmu budak itu!!"


"ya!!"


"hahaha,itu tidak akan pernah terjadi,jika kau ingin dia lepas,kau harus mencari kan pengganti nya!!"


"kau kira aku mau, mencari kan pengganti nya??itu artinya sama saja!!"


"lantas mengapa kau ikut campur urusan ku??atau kau saja yang menggantikan wanita keriput itu??"


"kau kira aku mau jadi budakmu,lebih baik aku mati dari pada harus menjadi budak pengabdi setan seperti mu!!"


"bedebah,berani beraninya kau berkata seperti itu pada ku!!"teriak Sarmin.


"kenapa??asal kau tau,aku tidak pernah takut pada mu,!!"


dengan gerakan kilat,Sarmin kemudian mengeluarkan jurusnya,memda mendapat serangan seperti itu membuat tubuh Cleo terpental hingga menabrak dinding.


"kurang ajar?!"teriak Aurel.


pertempuran pun tidak dapat dielakkan cleo l yang tenaganya jauh di bawah Sarmin dengan mudah dia dipukul mundur oleh pengabdi setan tersebut.


"minggir, wanita bedah ini harus mati di tanganku!!"


"ada apa guru mengapa kau menyerang Cleo??"


"mulutnya terlalu tajam untuk ukuran seorang wanita, lebih baik dia mati di tanganku!!"


Robert yang terkejut, seketika membolakan mata dia tidak menyangka jika Cleo mampu membuat sang pengabdi setan ini marah.


"sabar guru tolong maafkan dia kali ini aku yakin dia tidak sengaja berkata seperti itu padamu mulai sekarang dia akan ku Didik jika dia berani macam-macam denganmu maka aku sendiri yang akan menghukumnya!!"


"baiklah kali ini kau ku biarkan bebas tapi jika hal ini terjadi lagi maka detik itu juga aku akan memisahkan nyawamu dari ragamu"ucap Sarmin seraya menatap Cleo dengan tajam.


dengan langkah yang masih dipenuhi dengan amarah Sarmin kemudian meninggalkan Robert dan Cleo, jelas terlihat oleh mereka berdua jika sang guru memang benar-benar marah.


"sebenarnya apa yang kau ucapkan pada guru? mengapa dia bisa marah sebesar itu!!"


"aku hanya mengatainya pengabdi setan, tapi memang benar kan? mengapa dia harus marah?!"


Robert hanya diam mendengarkan penjelasan dari Cleo, setelah dirasanya Cleo sudah mulai reda, Robert berbalik bertanya pada wanita yang suka marah-marah di hadapannya ini.

__ADS_1


"untuk apa kau mengatakan seperti itu pada guru??"


"aku jijik dengan perilakunya pada Aurel, hewan saja tidak seperti itu, jika ilmu kanuraganku bisa melebihinya sudah sejak lama dia ingin aku musnahkan!!"


"memangnya apa yang akan kau lakukan padanya?"


"itu sangat mudah tinggal masukkan ke dalam karung lempar dari jembatan aku yakin pasti dia akan mati dimakan oleh buaya sungai!!"ucap beliau dengan senyum tipis penuh kelicikan di bibirnya.


Robert hanya menggelengkan kepala mendengar penuturan gadis cerewet di hadapannya ini sepertinya Cleo memang belum mengenal lebih dalam siapa sang maha guru sebenarnya.


"aku ingin melepaskan Aurel dari siksaan lelaki bedebah itu? apa kau memiliki ide"


"ada satupun yang bisa kabur dari dekapan lelaki tua itu, kecuali??"


"kecuali apa??"ucap Cleo tak sabar.


"kecuali kau memandikan Aurel dengan kotoran manusia, karena lelaki tua itu tidak menyukai aroma dari kotoran itu??"


"apa kau sudah gila?? apa tidak ada cara lain??"


"tidak, hanya itu cara satu-satunya untuk melepaskan Aurel dari guru berdebah itu!!"


"astaga tidak pernah terbayangkan olehku seperti apa baunya apalagi ini untuk mandi!!"ucap Cleo seperti ingin muntah.


"terserah yang penting aku sudah memberikan caranya padamu untuk selanjutnya semua keputusan ada di tanganmu sendiri!!"


"ya ya ya ya ya pergilah omonganmu membuat perutku mual saja!!"ketus Cleo seraya mendorong tubuh Edward menjauh darinya.


lama Cleo terduduk di bangku taman pikirannya sulit mencerna bagaimana seseorang jika mandi kotoran manusia apa tidak bau sekali, otaknya seperti ingin rontok memikirkan apa yang akan terjadi.


"sepertinya Robert memang sudah benar-benar gila,!!"umpatnya dalam hati


sementara itu, di belahan dunia lain tepatnya di kediaman Edward saat ini sedang sibuk-sibuknya, sebab hari ini akan dilaksanakannya proses ijab kabul pernikahan Edward dengan Rani.


"bagaimana nak Edward apa kamu sudah siap??"


dengan mantap Edward kemudian menggangguk.


"oke jabat tangan saya!!"


"Ananda Edward Anugrah, aku nikahkan engkau dengan Rani, dengan mas kawin 1 buah Mansion lengkap dengan isinya, mobil dan emas seberat 1 kg dibayar tunai!!"


"saya terima nikah dan kawannya Rani dengan mas kawan tersebut dibayar tunai!!.


"gak lama kemudian berani dengan didampingi oleh sahabat-sahabatnya sangat cantik memakai gaun putih tulang yang kontras dengan kulit putihnya.

__ADS_1


setelah menandatangani semua berkas-berkas akhirnya selesailah sudah acara mereka untuk hari ini.


"Rani diboyong langsung ke Mansion yang menjadi emas kawin pernikahan mereka"


__ADS_2