Titisan Mafia Kejam

Titisan Mafia Kejam
Sean berubah


__ADS_3

pertarungan masih terus berlanjut, Robert merasa pasukannya semakin terdesak "mundur!!"teriaknya.


mereka lari kocar-kacir,kini tinggallah pengawal dari keluarga Kingston.


"apa tuan muda terluka??"


"tidak!"sebaiknya kita pergi dari sini.


Sean dengan di ikuti Rania kemudian bergegas naik mobil,dan di ikuti para pengawal lainnya.


"ternyata kau jago juga dalam berkelahi!!"ucap Sean sambil terus fokus pada setirnya.


"itu hanya kebetulan saja tuan,aku hanya mempraktekkan seperti yang di Drakor itu!!"


"jadi itu hanya kebetulan?"


"iya,sama seperti nona Cleo,dia bisa sampai terlempar ke luar pintu,karena praktek ku berhasil!!"ucap Rania dengan terkikik.


"gadis ini, sepertinya belum menyadari kemampuan nya!!"batin Sean.


"tapi ngomong ngomong mereka tadi itu siapa tuan??"


"siapa yang mana?"


"yang membantu kita!!"


"mereka pengawal keluarga Kingston!!"


"wahhh!!!mereka hebat ya tuan,tau saja kita lagi di serang!!"


"dasar gadis bodoh,mereka itu suruhan le!!"batin Sean.


sementara itu, Robert dan anak buahnya telah tiba di markas,Cleo datang menyambut mereka,semenjak bergabung dengan klan hitam,Cleo lebih banyak menghabiskan waktu di markas.


"mengapa kalian babak belur seperti itu?"


"kami kalah melawan pasukan tuan muda tengik itu??"gerutu Robert.


"maksud mu Sean??"


"ya,sungguh kedua anak sialan itu, adalah perpaduan yang terbaik!!"


"terbaik??"


"ya gadis manis yang bersama Sean tadi!!".


"apa Rania yang di maksud bedebah ini??kalau memang iya,dasar Robert brengsek,berani sekali dia memuji wanita sialan itu di hadapan ku!!"umpat Cleo dalam hati.


"hahahaha,kan sudah ku katakan,kau tidak akan mampu melawannya,!!"ejek Cleo.


"tutup mulutmu!!kami hanya kurang persiapan saja!!"elak Robert.


"bagaimana pun caranya, pewaris bangsat itu harus mati di tangan ku,aku tidak terima dia membunuh adikku mati dengan perlahan!!"


"mati dengan perlahan??"


"ya,dia memotong lidah,dan kedua tangan adikku,lalu membiarkan nya membusuk, merasakan sakit,hingga maut menjemput!!"

__ADS_1


Cleo menelan Silva,ternyata tuan muda yang terlihat kalem itu sangat kejam ternyata.


"Robert, bagaimana kalau kita serang Sean d Ngan cara lain??"


"cara lain,maksudnya??"


lalu Cleo menjelaskan cara yang ada di otaknya saat ini."mari kita coba saran mu,budak ranjang ku!!"ucap Robert dengan serangai licik di bibirnya.


sesuai dengan formasi yang telah di susun,anak buah Robert awalnya menyusup menjadi karyawan di gudang tempat di mana semua bahan baku industri di tempat kan.


"bagaimana,apa anak buah mu sudah berhasil menyusup??"


"sudah!"


"bagus,tunggulah beberapa Minggu,baru kita akan memusnahkan semuanya!!"hahahah tawa menggelegar Cleo,di iringi senyuman tipis penuh kelicikan dari Robert.


dua Minggu berlalu,pagi hari saat semua orang sedang melakukan aktivitas masing masing,tiba tiba le berlari menuju ruang kerja Sean.


"tumben pak le, berlarian!!"beo Rania.


"sepertinya ada yang genting!!"batin Lusi.


sementara itu Sean dan ke sedang berbicara serius di ruang kerjanya.


"brengsek!!"


"Le cepat cari dalang di balik semuanya,bila perlu bawa dia ke markas hari ini juga!!"


"siap tuan!!"


Le pun segera pergi meninggalkan sang tuan muda yang sedang di penuhi dengan amarah.


Le kembali lagi ke Mansion menjemput sang tuan mafia,untuk memberikan hukuman pada sang pengkhianat.


"mari kita pergi!!"


Le dan Sean pun segera berlalu,keduanya telah sampai di markas.


"lepaskan aku!!"teriak lelaki yang di ikat dengan tali dan mata di tutup itu.


"buka penutup matanya!!"titah Sean.


mata bertemu mata,Sean memandang tajam penuh amarah pada lelaki di hadapannya itu.


"siapa yang menyuruh mu!!"


"aku tidak akan memberitahukan nya pada mu!!"


"oh,kau memilih mati,ketimbang memberi tahu perihal ini??"


"iya,aku lebih baik mati,karena seorang lelaki pantang mengingkari janji!!"


"mmm, baiklah aku akan mempercepat kematian mu!!"ucap Sean dengan ada dingin.


"pengawal,ambil gergaji listrik,dia akan menyaksikan kematian nya sendiri!!"


rupanya sang tawanan nyalinya menjadi ciut, setelah melihat betapa tajamnya gergaji yang akan mengeksekusi dirinya.

__ADS_1


"bagaimana apa kau sudah siap??"


sang tawanan yang sudah terikat janji dengan iblis pun, seketika tubuhnya menjadi melepuh, perlahan tapi pasti anggota tubuhnya mulai membusuk.


"ada apa ini!!"ucap Sean tiba tiba pasalnya dia belum sama sekali menyentuh tawanan nya.


semua yang berada di sana bergidik ngeri,sambil melotot kan mata, tawanan itu seperti menahan rasa sakit yang teramat sangat, perlahan lahan tubuhnya berubah menjadi setumpuk daging giling.


"cepat bersihkan semua ini,dan bakar tubuh nya,jangan sampai menyentuh tanah,karena dia bisa hidup kembali.!!"


sesuai perintah Sean,mereka membakar daging hancur itu,benar saja terdengar suara teriakan dari dalam api, ternyata tadi hanya kamuflase sang raja iblis.


sementara itu ke kembali mendapatkan kabar,bahwa gudang kedua juga terbakar,sudah merambat ke pemukiman warga.


"bangsat!!"ucap Le seraya menemui Sean yang masih berada di markas.


"ini benar-benar gawat tuan,,mereka sengaja membakar gudang gudang kita,agar semua klien kecewa pada kita!!"


"astaga apalagi ini!!"umpat Sean.


Sean dan le kembali ke mansion,"Lusi bawakan aku kopi ke ruang kerja!!"


Lusi segara membuat pesanan Sean.


"itu untuk siapa bi??"


"untuk tuan Rania!!"


"boleh aku mengantar nya!!"


"sebaiknya jangan Rania,saat ini kondisi tuan benar benar kacau!!"


"tidak apa-apa bi, seharian bibi sudah lelah,biar aku saja yang mengantar nya!!"


akhirnya Lusi memberikan nampan pada Lusi,benar saja prediksi Lusi tidak salah.


"aku menyuruh Lusi mengantar,bukan kau!!"bentak Sean, sementara le hanya diam.


"kau nona,cari masalah saja!!"batinnya.


"tapi tuan..!!"


"cukup,selama ini aku sudah terlalu baik pada mu,ingat kau hanya pelayan di rumah ini,kau di sini sebagai tawanan,,jadi jangan sampai kau lupa batasan!!"teriak Sean.


deg,,Rania tak menyangka,jika Sean akan mengatakan hal yang menyakitkan.


"sekarang kau keluar,dan jangan sampai aku melihat mu berada di sisi ku!!"


dengan langkah gemetar Rania keluar dari ruangan Sean,dan menyerahkan nampan itu pada Lusi.


"maaf Bi!!"


semenjak kejadian itu,hubungan Sean dan Rania semakin renggang,banyak investor yang menarik sahamnya,sungguh ini membuat hari hari Sean semakin kacau.


Di tambah lagi,gudang gudang terbakar itu memakan korban jiwa,sungguh semuanya harus di tanggung sendiri.


Sean selalu pulang larut malam,Rania sering mengintip lewat jendela,saat Sean akan pergi bekerja "hati hati di jalan tuan!!"ucapnya pelan.

__ADS_1


"tetaplah berdoa,semoga masalah ini,cepat selesai!!"ucap Lusi seraya membelai lembut punggung Rania.


__ADS_2