
mobil terus melaju membelah kesunyian jalan, Arsene sudah tenang di kursi belakang,baik Rania maupun Sean masih saling diam satu sama lain.
"apa orang tuamu,akan menerima ku??"
Sean menatap lembut ibu dari anaknya itu,terlihat gurat khawatir di wajah yang cantik"bahkan sejak lama mereka sangat merindukan mu!!"
Rania mengerutkan dahi,tak faham dengan apa yang di ucapkan ayah dari anaknya itu.
"ingat saat kau pergi,dua Minggu kemudian papa dan mama pulang dari luar negeri,mereka membawa oleh-oleh yang banyak untukmu,namun saat mereka tau kau pergi, perasaan mama hancur, apalagi mereka tau kau pergi karena aku!!"
Rania jadi merasa tidak enak, mendengar penjelasan Sean,"apa mereka akan marah padaku?"
"entahlah,mungkin mereka akan memberikan mu hukuman!!"
"hukuman??"
"mmm,hukuman agar kau segera menikah dengan ku!!"ucap Sean seraya tersenyum lebar.
sejenak Rania terkesima dengan senyuman Sean,sudah lama dia tidak melihat senyuman itu.
mobil pun terus berjalan, sementara itu Edward dan Rani saling beradu argumen.
"apa benar yang dikatakan tuan Sean jika anda itu pikirannya sedang konslet?"tanya Rani.
"kau jangan percaya omong kosong tuan muda yang sedang jatuh cinta itu, dia sengaja mengajakmu agar nenek dan kakekmu bisa mengulang masa muda mereka kembali"ucapnya menutupi rasa malu.
"tapi aku percaya apa yang dikatakan tuan muda itu benar!!"ucap Rani seraya terkikik.
"apa menurutmu aku itu gila?"
"bisa jadi"ucap Rani saraya tersenyum.
Edward hanya bisa menggelengkan kepala sungguh omongan sahabat laknatnya itu sudah mencuci otak calon sekretaris barunya ini.
sedangkan Thomas dan lucky mereka saling mengumpat satu sama lain,"huh jauh-jauh ke sini yang dapat jodoh hanya Edward!!"gerutu lucky.
"mmm benar, mengapa Tuhan tidak mengirimkan sekalian jodoh untuk kita ya?"ucap Thomas menimpali.
"sepertinya jodoh kita belum lahir!!"ucap lucky.
"kalau belum lahir, ketika dia dewasa nanti kita sudah menjadi aki-aki tahu!!"status Thomas.
lucky hanya menghardikkan bahu, pertanda dia juga bingung mengapa jodohnya sampai saat ini belum tiba.
8 jam menempuh perjalanan akhirnya mereka tiba di depan sebuah rumah yang dulu pernah Rania huni, memori kelam itu terlintas kembali di kepalanya hingga membuat langkahnya sedikit terhenti, dia masih ragu untuk melangkahkan kakinya, hingga dia tersadar saat Sean menepuk punggungnya dengan lembut.
__ADS_1
"ayo kita masuk!!"ajak Sean seraya menggendong Arsene
perlahan tapi pasti keduanya melangkah masuk memasuki pintu utama ternyata kedatangan mereka sudah ditunggu oleh tuan dan nyonya Kingston begitupun dengan Lusi dan asisten Lee mereka turut hadir menyambut kedatangan tuan muda sang pewaris tunggal Kingston group.
"sayang akhirnya kamu kembali juga!"ucapkan seraya memeluk Rania
sedangkan Sean hanya melengos melihat kelebaian ibunya itu padahal dia anak kandungnya tidak disambut hangat seperti Rania.
"maafkan saya nyonya!"ucap Rania di sela-sela pelukannya.
"no no no jangan panggil nyonya panggil mama karena kamu adalah calon menantu keluarga Kingston!!"ucap sang nyonya dengan nada lembut
kemudian Rania mengalami tuan Kingston"jangan pernah kabur lagi ya calon menantu!"
Rania hanya tersenyum simpul seraya malu-malu kemudian dia beralih kepada babi Lusi, kemudian Rania memeluk wanita yang sudah dianggapnya seperti ibu kandungnya sendiri.
"dasar anak nakal!"ucap sang bibi saya memeluk Rania
"maafkan Rania Bi, pergi tanpa pamit padamu!!"ucapnya di sela-sela pelukan.
"kali ini bibi maafkan tapi jika terulang lagi kau akan mendapatkan hukuman dari bibi mengerti gadis nakal??"
Rania tersenyum simpul menanggapi ucapan dari kepala pelayan ini.
"apa dia cucuku??"
"astaga sayang kau tampan sekali mirip seperti papamu waktu kecil dulu"
Arsene yang baru bangun tidur,tapi nyawanya belum terkumpul penuh, bingung melihat begitu banyak orang di sekelilingnya lalu bertanya pada Sean"mereka siapa pa??"
"mereka Oma dan opa sayang??"ucap Sean seraya menatap lembut putra semata wayangnya itu.
lalu balita itu melihat kembali kepada nyonya dan tuan Kingston lalu berkata"hai Oma,hai opa aku Arsene!!"ucapnya dengan nada khas balita.
"hai sayang!!"ucap tuan Kingston.
saat mereka sedang asyik bersenda gurau, rombongan Edward dan yang lainnya baru tiba di Mansion.
nyonya Kingston terkejut melihat Edward bersama seorang wanita begitupun tuan Kingston, le dan bibi Lusi.
"siapa dia Edward"kepo nyonya Kingston.
"calon istrinya ma!!"sambar Sean sebelum Edward menjawab.
"wah akhirnya perjaka tua ini laku juga!"ucap nyonya Kingston seraya terkiki.
__ADS_1
Rani membolakan matanya sungguh dia tidak menyangka jika tuan muda calon dari adik angkatnya itu memperkenalkannya pada nyonya dan tuan Kingston sebagai calon istri dari sahabatnya.
"bukan nyonya, bukan saya calon sekretaris dari tuan Edward!!"ucap Rani menjelaskan.
sedang Edward hanya tersenyum simpul melihat kepanikan jalan sekretaris barunya itu.
"iya ma sekretaris merangkap jadi calon istrinya Edward!!"ujar lucky.
"sudah-sudah nanti ngobrolnya kita lanjutkan lagi setelah makan malam, Lusi apa semuanya sudah selesai?"
"sudah nyonya!!"
mereka semua beranjak menuju ruang makan, semua berada pada posisinya masing-masing.
"sayang kamu mau makan yang mana?"ucap sean lembut
semua terkejut melihat apa yang dilakukan Sean, selama ini lelaki kulkas itu tidak pernah berkata selembut itu pada siapapun, termasuk pada sang ibu tapi di depan Rania dia begitu lembut seperti kapas.
"yang mana saja!!"jawab Rania singkat
sungguh saat ini dia merasa malu karena semua pasang mata melihat pada mereka seolah-olah mereka ini seperti pengantin baru saja.
Sean lalu mengambilkan udang asam manis untuk Rania ,dia tahu ibu dari anaknya ini sangat menyukai makanan dari laut itu.
"jadi kapan kalian akan menikah?"tanya nyonya Kingston di sela-sela makannya
"satu minggu lagi mah!"jawab Sean enteng
Rania hampir tersedak mendengar jawaban dari Sean dia tidak menyangka hanya dalam waktu satu minggu dia akan menjadi istri dari pria dingin itu.
"papa setuju,semakin cepat semakin lebih baik!!"
"lalu ke Edward kapan kalian akan menikah?"tanya nyonya Kingston dengan nada keponya.
"satu bulan lagi mah setelah Sean menikah aku dan Rani akan menyusul, bukan begitu sayang??"
Rani hanya melongo tidak tahu harus perkata apa niatnya ikut ke kota untuk menjadi sekretaris pribadi Edward namun di luar prediksinya justru ia dijadikan istri oleh calon bosnya sendiri.
"baiklah untuk urusan pernikahan serahkan semua pada mama, kalian cukup terima bersih saja! dan untuk kalian berdua kapan kalian akan menikah??"tanya nyonya Kingston pada dua lelaki jomblo yang tengah makan itu.
"kami belum menemukan jodoh kami mah, kami tidak tahu mereka sembunyi di mana!!"jawab lucky dramatis.
"Mama beri jangka kalian dalam waktu 3 bulan jika kalian tidak membawa calon istri kalian ke hadapan Mama maka bersiaplah kalian berdua akan mama jodohkan dengan anak kolega bisnis papa!!"
"tapi ma...??"ucap lucky
__ADS_1
"tidak ada tapi-tapian, sebentar lagi kalian berdua memasuki kepala tiga, kalau tidak cepat menikah, maka tidak akan ada yang mau dengan aki-aki!!"ejek nyonya Kingston.
keduanya hanya pasrah mendengar titah sang ratu tidak ada satupun yang berkutik jika ratu sudah berkata a maka jadilah a, b maka jadilah b.