Titisan Mafia Kejam

Titisan Mafia Kejam
lahirnya bayi suci


__ADS_3

dua hari sudah,eyang Sean merasakan aroma dari calon cicitnya itu.


"tidak akan lama lagi!!"batinnya,saat ini dia sedang berada di rumah Sean,mencoba membantu empat lelaki yang belum berhasil menemukan Rania.


"ada apa guru memanggil kami!!"ucap lucky seraya duduk di hadapan sang guru,di ikuti tiga orang lainnya.


"sebentar lagi Sean!!"ucap sang guru seraya meresapi aroma wangi yang semerbak.


"maksud eyang??"ucap Sean seraya mengerutkan keningnya.


"anak mu Sean, sebentar lagi dia akan hadir ke muka bumi ini!!"


deg,sejenak Sean terpaku,itu artinya saat ini Rania sedang berjuang melahirkan buah hatinya.


"apa eyang bisa melacak keberadaannya??"


"tidak,dia di lindungi oleh kekuatan yang besar,yang eyang khawatir kan saat melahirkan nanti, darah yang keluar akan memancing para iblis!!"


"bagaimana bisa guru??"ucap Edward,sejak tadi mulutnya gatal ingin bertanya.


"momen di mana gadis itu melahirkan,adalah waktu yang di tunggu tunggu oleh mereka yang memiliki niat jahat,kita hanya bisa berdoa semoga semuanya baik baik saja!!"


Sean hanya bisa menunduk kan kepala, sebagai calon ayah ia tidak bisa melindungi sang buah hati,"maafkan papa nak!!"batinnya.


sementara itu raja klan hitam juga sudah merasakan aroma wangi dari bayi Rania.


"sebentar lagi, sebentar lagi!!"ucapnya dengan sumringah.


gerak gerik sang guru tak luput dari pandangan Robert dan cleo,mereka selalu memantau sang guru jangan sampai mereka lengah sedikit pun.


"sepertinya guru sudah gila!!"ucap Cleo.


"bukan gila,tapi dia sedang merasakan aroma bayi suci itu!!"


"benarkah??itu artinya dia akan segera lahir!!"


"ya,dan ku pastikan aku orang pertama yang akan meminum darahnya!!"ucap Robert tajam.


"apa kau tak mau memberi ku sedikit saja??"ucap Cleo asal.


Robert memandang gadis yang selalu mengikutinya kemanapun dia pergi.


"kalau kau juga menginginkan darah bayi itu,ikutlah berjuang bersama ku!!"


"baiklah,aku akan ikut berjuang dengan mu,dan sekarang kita harus apa??"


"diam dan jangan berisik!!"


Cleo melengos mendengar ucapan Robert, berbicara dengannya memang harus dengan ekstra sabar..


sedangkan sang ibu yang darah bayinya saat ini sedang di nanti nantikan oleh orang orang yang tamak,masih santai menikmati cemilannya.


namun di saat saat dia bercanda,perutnya mulai terasa mulas.

__ADS_1


"aku sudah tidak sabar,menunggu keponakan ku lahir Rania!!"


"sabar Wak, sebentar lagi aku akan lahir!!"ucap Rania menirukan suara anak kecil.


"astaga Rania,jangan manggil Wak juga kali,panggil yang lebih kerenan dikit,Tante, aunty!!"cemberut Rani.


"tapi kak Rani lebih cocok di panggi Wak loh!!"ucapnya seraya terbahak.


"dasar!!"Rajuk Rani.


"aduh,aduh,perut ku kak!!"rintih Rania.


"kenapa,kamu mau melahirkan??aduh gimana ini!!tunggu tunggu jangan kemana-mana,oke,KK ke atas dulu!!"ucap Rani panik.


dia langsung berlari kencang naik ke atas memanggil Mbah putri dan Kakung nya.


"Mbah,Mbah,Rania Mbah!!"


kedua paruh baya tersebut terkejut mendengar teriakan cucunya itu,"ada apa nduk??"


"Rania Mbah,Rania sepertinya mau melahirkan!!"


"apa??bagaimana ini pak,apa mereka sudah berada di sini??"


"pergilah ke ruangan bawah Bu,biar bapak yang mengurus di sini!!"


Mbah putri dan Rani, bergegas turun ke ruangan bawah,sedang Mbah Kakung,memindai setiap sudut halaman rumah.


"cepatlah kalian datang!!cemasnya.


"terimakasih sudah datang!!"


"sudah kewajiban kami tuan, melindungi cucu dari sang ratu!!"ucap sang panglima.


sementara itu,Rania terus saja merintih ke sakitan, seharusnya di usia nya saat ini,dia sedang menikmati masa muda,namun takdir berkata lain,saat ini dia bahkan harus bertarung dengan nyawa untuk melahirkan buah hatinya hasil dari kesalahan.


"ayo nduk,tarik nafas, keluarkan pelan pelan!!"


Rania mengikuti apa yang di katakan sang Mbah,namun rasa sakit masih terus mendominasi.


"sakit sekali Mbah!!"


"sabar nduk, sebentar lagi dia akan keluar!!"


"iya Rania,kamu harus kuat,,ayo semangat!!"ucap Rani menggenggam erat tangan gadis yatim piatu itu.


sementara Rania tengah berjuang melahirkan buah hatinya,di luar sana juga sedang terjadi keributan.


"biarkan kami masuk!!"


"siapa kalian??bentak sang panglima peri langit.


"kami adalah klan ungu,kami menjemput ibu dan bayi yang ada di dalam!!"

__ADS_1


"tidak semudah itu,apa kau tidak melihat??untuk apa kami berada di sini??dan kau tau siapa kami??"


"aku tidak perlu tau siapa dirimu,yang aku tau,aku di tugaskan untuk menjemput ibu dan bayi itu!!"


"dasar bodoh!!"ejek sang panglima.


"tutup mulut mu!!jangan salah kan aku jika aku merobek mulut mu itu!!"bengisnya.


"lalu apa namanya,kalau bukan bodoh??jika kau saja tidak tau siapa kami,!!"


pimpinan klan ungu masih diam seraya menatap tajam panglima peri langit.


"kami adalah utusan peri langit,kami turun ke bumi untuk melindungi cucu dan cicit beliau!!"


"maksud mu mereka berdua bagaian dari keluarga peri langit??"


"benar,dan siapa saja yang mencoba berbuat jahat pada mereka berdua,maka bersiaplah berperang dengan kami!!".


ketua klan ungu seketika menelan Silva, siapa yang tak kenal peri langit,dia tidak mengampuni siapa saja yang berani mengusik nya.


"bagaimana,apa kau ingin mencoba nya!!"


"kami masih cukup waras,bila mencari masalah dengan ratu peri langit!!"


mereka berlalu tanpa membawa apapun,bagi mereka keselamatan lebih penting di bandingkan ambisi yang akan merugikan nantinya.


"oke,oek,oek"akhirnya yang di tunggu keluar juga, setelah melalui drama yang panjang, akhirnya bayi mungil itu melihat dunia juga.


"wah Rania,anakmu cowok!!"ucap Rani bahagia.


Rania hanya mampu tersenyum,untuk bergerak dia belum berani,karena tenaganya hampir terkuras melahirkan sang buah hati.


setelah semuanya selesai, akhirnya Rania menggendong buah hati nya juga.


"uluh uluh gantengnya,,jadi pengen deh!!"ucap Rani lebay.


"kakak pengen punyak anak??kan kakak masi jomblo!!"ejek Rania.


"udah dech,gak usah mulai!!"cetus Rani.


"Hay, arsenio.. perkenalkan ini wak Rani,yang cantik,imut,baik hati dan tidak sombong!!"ucap Rania.


"bukan Wak ya arsenio,tapi Aunty!!"ucap Rani seraya membelai lembut pipi bayi tampan itu.


"iya aunty!!"


tak lama berselang,Mbah Kakung sudah berada di ruang bawah tanah "gantengnya cucu Mbah,siapa namanya Rania??"


"Arsenio Mbah!!"


"nama yang bagus,oh ya Rania,ini ada sesuatu dari seseorang,pakaikan pada bayi mu,untuk menghambat datangnya para musuh!!"ucap sang kakek,seraya menyerahkan gelang putih bermata emas.


"dari siapa Mbah!!"

__ADS_1


"pakai kan saja dulu,di luar sana masih banyak yang menginginkan bayi mu,dan suatu hari nanti kau akan tau, siapa yang memberi kalung ini!!"


Rania hanya mengangguk,dan memakai kan gelang putih bermata emas itu, sekilas hanya seperti gelang bayi biasa,Namun bagi mereka yang memiliki penglihatan lebih,gelang itu memiliki makna.


__ADS_2