
"Aku pulang" sapaan khas Nobita ketika sampai di kamar kos.
Doraemon keluar dari laci persinggahannya lalu menyambut Nobita.
"Dasar nggak punya perasaan..!Harusnya kasih perhatian dan selalu menemani.. bukan malah seenaknya sendiri... Dasar nggak punya hati..!" ucap Nobita sambil melepas jaket dengan kasar.
"Apa apaan kamu Nobita, kenapa datang sambil marah marah? Memang apa salahku sama kamu? Kamu minta aku perhatikan dan aku temani terus? Bilang baik baik jangan bilang aku nggak punya hati dan perasaan karena aku robot ...!" Doraemon membalas ucapan Nobita dengan nada tinggi.
"Apa sih kamu Doraemon? Kamu tidak tau masalahnya jadi lebih baik kamu diam dulu, aku lagi kesal, aku lagi marah... huuuh..." kata Nobita.
"Gimana aku bisa diam, sementara kamu kesal sama marahnya padaku. Ya sudah kalau gitu aku keluar saja" Doraemon berkata sambil berjalan menuju pintu.
"Eehhhh.... tunggu dulu... kamu mau kemana? jangan pergi .." Nobita menahan langkah Doraemon.
"Yang penting aku keluar, katanya kamu marah dan kesal sama aku!" jawab Doraemon.
"Kata siapa?" Nobita menyangkal.
"Kata kamu tadi!" Doraemon menjawab.
"Enggak, aku nggak marah dan kesal sama kamu" kata Nobita.
"Lalu kamu marah dan kesal sama siapa?" tanya Doraemon.
__ADS_1
"Sama Roy" jawab Nobita.
"Kenapa nggak bilang?" Doraemon bertanya kembali.
"Kamu nggak nanya duluan, udah keburu ngambek" jawab Nobita sambil mengerucutkan bibirnya.
"Oh, jadi kamu marah dan kesal nya sama Roy.. Hehehe... aku kira sama aku" jawab Doraemon sambil tersenyum malu.
Kemudian Nobita menceritakan pengalamannya hari itu, dari mulai menjenguk Shizuka hingga bertemu Roy.
Keesokan hari Nobita berangkat kuliah. Di kampus dia berpapasan dengan Roy, Nobita teringat kejadian kemaren dan ingin menegur Roy tapi tidak jadi.
Dia teringat Shizuka yang terbaring lemah di Rumah Sakit,
Siang itu Nobita berencana untuk menjenguk Shizuka lagi. Kali ini dia lebih percaya diri karena melihat Roy yang tidak peduli dengan Shizuka.
"Ah... ada untungnya juga Roy tidak perhatian sama Shizuka, jadinya aku bisa lebih perhatian sama dia..hihihi..." Nobita berkata dalam hati sambil senyum senyum sendiri.
Pulang dari kuliah Nobita langsung menuju ke Rumah Sakit .
Nobita mengetuk pintu, dan kemudian masuk.
__ADS_1
"Hai Shizuka... aku datang menjenguk mu lagi.. nggak lama kok..." sapa Nobita.
"Hai juga Nobita, iya nggak apa apa. Terima kasih ya " jawab Shizuka lemah dengan sedikit senyum.
"Siapa yang menjaga kamu di sini?" tanya Nobita.
"Kalau malam ayah sama ibu tidur di sini, tapi kalau siang mereka kerja. Paling kalau butuh sesuatu aku panggil suster" jawab Shizuka dengan nada pelan.
"Oh begitu ya.. kalau begitu kamu keberatan atau tidak kalau aku temenin?" tanya Nobita lagi.
"Nanti malah ngerepotin kamu Nobita" kata Shizuka.
"Oh ... tidak.. tidak... aku tidak merasa di repot kan" jawab Nobita.
"Baiklah, terserah kamu saja" Shizuka akhirnya menyetujui jika Nobita akan menemaninya.
Nobita sangat senang karena Shizuka mengijinkannya untuk menemani.
Tiga hari sudah Shizuka di rawat , dan tiga hari juga Nobita selalu menemani Shizuka sepulangnya dari kuliah.
Sore itu Shizuka di perbolehkan pulang. Hatinya senang karena sudah sembuh, tapi juga kecewa karena Roy tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya sampai sekarang.
Justru Shizuka merasa tidak enak hati kepada Nobita yang sudah merawatnya. Shizuka menyesal pernah memarahi Nobita dan menyuruhnya menjauh. Padahal Nobita sangat tulus.
__ADS_1
Shizuka pulang dari Rumah Sakit dengan di temani oleh Nobita karena orang tua Shizuka masih bekerja.
Sejak saat itu hubungan keduanya mulai membaik.