Tolong Aku Doraemon

Tolong Aku Doraemon
Menahan


__ADS_3

"Kenapa??? kamu tidak suka???", tanya Shizuka.


"Su.. su...suka tapi ...", jawab Nobita terhenti.


"Tapi kenapa Nobita...??", tanya Shizuka lagi.


"Tapi...aku tidak tahu bagaimana cara makannya??", jawab Nobita terus terang sambil tertawa kecil.


"Oh ... sini aku ajari ...kamu pegang kedua sendok nya... terus yang garpu di tancepin ke baksonya...habis itu sendok satunya di gunakan untuk memotong... gampang kan???", kata Shizuka sambil memperagakan instruksinya.


"Oh seperti itu ... baiklah akan ku coba...", jawab Nobita dengan wajah seperti menahan aroma bau kotoran kucing.


"Bukan begitu Nobita ... nanti malah lompat baksonya dari mangkok....", kata Shizuka yang melihat Nobita terlalu menekan bakso itu begitu kuat.


Melihat Nobita yang begitu frustasi karena tidak bisa memotong bakso, akhirnya Shizuka berinisiatif untuk melakukan sesuatu.


"Ini makan punya ku aja..", kata Shizuka sambil mengulurkan sendok garpu lengkap dengan potongan bakso ke arah mulut Nobita.


Mata Nobita di buat tak berkedip ketika dia sadari bahwa Shizuka akan menyuapinya.


"Ka ..ka...kamu nggak bercanda??? kamu akan menyuapiku Shizuka....???", tanya Nobita.


"Iya ....ayo makanlah....", kata Shizuka dengan melempar senyum manis yang membekukan seluruh urat saraf pikiran Nobita.


"Baik lah...aku makan ya...aaaaaaa......", jawab Nobita sambil mulai membuka mulut.

__ADS_1


Satu hal yang harus Nobita persiapkan, yaitu menahan aroma dari bakso itu .


Dan ternyata,


"Astaga... Shizuka.....!!!", Nobita mengagetkan Shizuka.


"Ada apa Nobita?? kepedesan??? atau ada tulangnya...???", tanya Shizuka kebingungan.


"Bukan....tapi...baksonya....ternyata....enak... bangeeetttt....!!!!", jawab Nobita sambil memejamkan mata menikmati rasa khas dari bakso urat.


"Huuuuh.... kirain kenapa napa...syukur deh kalau kamu suka...", kata Shizuka.


Karena sudah merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan, Nobita bergegas memegang garpu dan sendok untuk segera melahap bakso tersebut.


Tak butuh waktu lama akhirnya bakso itu pun sudah habis, bahkan punya Shizuka saja masih ada. Tapi punya Nobita sudah ludes beserta kuah dan topingnya.


"Ups...maaf", Nobita menutup kedua mulutnya yang kebablasan bersendawa.


"Jorok ah Nobita....", kata Shizuka cemberut.


"Iya ...maaf ...maaf ...habisnya enak banget sampai aku kekenyangan...", jawab Nobita.


Seusai makan, rencananya mereka berdua mau nongkrong di daerah danau Unesa dekat kampus mereka kuliah. Namun sayang, petir mulai menggelegar tanda akan turun hujan.


"Nobita ,kita pulang saja ya....nanti hujan.... kasian ayah sama ibu pasti khawatir...", kata Shizuka.

__ADS_1


"Emm... ya sudah tidak apa apa... tapi besok besok kita ke sini lagi ya....", tanya Nobita.


Shizuka mengiyakan permintaan Nobita. Keduanya akhirnya pulang ke rumah masing masing.


 


Sampainya di kamar kost.


"Gimana makan malamnya Nobita...?", tanya Doraemon.


"Nikmat banget Doraemon, bahkan aku belum pernah merasakan sebelumnya...rasa nya aku kecanduan...ingin kembali menikmatinya .. terus dan terus....", jawab Nobita sambil menghempaskan badannya ke kasur.


"Waah selamat ya... akhirnya kamu bisa meraih cinta kamu...Berarti kalian sudah jadian malam ini??", tanya Doraemon.


"Belum....mengungkapkan perasaan aja juga belum...habisnya gugup...terus pas pulang dari makan malam, aku pengennya nongkrong dulu di danau Unesa...tapi sayang mau turun hujan...akhirnya pulang deh... nggak ngomong apa apa...", jawab Nobita santai.


"Apa ...???belum sempat ngomong???Lalu yang kamu omongin ke aku tadi apa?? yang kamu bilang nikmat dan candu, bahkan kamu belum pernah merasakannya...???", tanya Doraemon yang benar benar tidak paham.


"Oh itu ... yang ku maksud bukan Shizuka... tapi Bakso Urat..!!!, jawab Nobita sambil tertawa kecil.


"Apa???? Bakso Urat...???", Doraemon terkejut.


"Iya ..kenapa??? kamu mau coba juga..???", sahut Doraemon.


"Tidak tidak tidak....!!", Doraemon.menolak.

__ADS_1


"Nanti kamu nyesel kayak aku loh kalau nggak nyobain..."jawab Nobita


__ADS_2