
Ni...nu....ni ..nu...ni...nu....ni...nu....
Suara sirine ambulance lantang menggema di jalan raya siang itu.
Tim medis mengangkut sesosok tubuh yang tidak sadarkan diri akibat kecelakaan.
Tuan Yoshio memapah tubuh putrinya yang terlihat syok dengan kejadian itu. Mereka tidak ikut menuju Rumah Sakit, melainkan pulang untuk menenangkan Shizuka.
Sementara ibu Roy hanya bisa menangis terisak melihat tubuh putranya berlumur darah, bisa di pastikan Roy mengalami patah tulang hebat akibat tertabrak minibus yang melintas kencang ketika Roy berlari menyebrang jalan.
Tak kalah syok nya hati ayah Roy melihat putranya kecelakaan akibat gertakannya yang akan membawa polisi, sehingga membuat Roy berlari secepat mungkin tanpa menyadari ada kendaraan yang melintas. Padahal semua itu tidak benar, ayah Roy tidak benar benar memanggil polisi.
Roy sudah masuk ruang IGD, para tim medis bergerak cepat memberi pertolongan.
Satu menit, lima menit , hingga sepuluh menit menjadi waktu yang sangat menegangkan.
Orang tua Roy berdiri gelisah menanti kabar dari Dokter.
__ADS_1
Tiga puluh menit berlalu, terlihat pintu ruangan terbuka dan menampakkan laki laki berjas putih keluar dari sana.
"Bagaimana Dok keadaan putra saya?? " tanya ibu Roy.
"Tubuhnya mengeluarkan darah cukup banyak, sehingga membutuhkan donor darah secepatnya. Kakinya juga patah, sehingga harus di operasi malam ini juga. Tetapi sebelum melakukan operasi, kita harus bisa menemukan seorang pendonor," jawab Dokter tersebut.
"Ambil darah ku Dok...dia putra kandungku, pasti golongan darahnya sama...," kata ayah Roy.
"Baik, sebelumnya kita cek dulu kesehatan anda keseluruhan agar tidak ada kendala...," jawab Dokter sambil menunjukkan ruang pemeriksaan untuk ayah Roy.
Nobita datang ke Rumah Sakit setelah mendengar kabar bahwa Roy kecelakaan. Dia datang bersama Niko.
Tak berbeda dengan ibu Roy yang juga mempunyai kadar gula dalam darah yang cukup tinggi.
Keduanya keluar ruang pemeriksaan dengan wajah yang lemas, apalagi setelah mendengar perkataan Dokter.
"Kita harus segera mencari pendonor darah agar kondisi putra anda tidak semakin melemah, dan bisa segera menjalani operasi."
__ADS_1
"Ambil darah ku saja Dok,"
semua mata tertuju ke asal suara, dan ternyata Nobita yang menawarkan diri.
"Baiklah, mari kita lakukan pengecekkan," jawab Dokter tersebut tanpa banyak berpikir karena sepertinya Nobita terlihat sehat jasmani dan memenuhi kriteria. Tinggal di lakukan pengecekan apakah golongan darah mereka sama atau tidak?
Tidak sia sia Nobita menawarkan diri, karena ternyata golongan darah mereka sama.
Tidak mau mengulur waktu, Nobita segera di pasang alat untuk mulai di ambil darahnya.
Beberapa waktu kemudian dua kantong darah segar telah siap di gunakan untuk menyelamatkan nyawa Roy.
Orang tua Roy sangat berterima kasih kepada Nobita. Berita bahwa Nobita telah mendonorkan darah untuk Roy tersebut ternyata telah sampai di telinga Shizuka dan keluarganya.
"Kita harus ke sana yah.... kasihan Nobita... kenapa dia harus berkorban lagi untuk orang yang sudah jahat padanya....??? harusnya dia biarkan saja Roy tak terselamatkan...," kata Shizuka dengan pandangan penuh amarah.
"Jangan bicara seperti itu nak, seharusnya kamu bersyukur karena bertemu dengan pria sebaik Nobita," Tuan Yoshio menasehati.
__ADS_1
"Iya yah... Shizuka minta maaf... aku harap ayah bisa mengerti akan kebencianku yang mendalam kepada Roy. Sebenarnya kecelakaan itu bisa menjadi hukuman yang setimpal dengan perbuatan Roy yang selalu jahat kepada Nobita," jawab Shizuka.
"Iya nak...semoga saja setelah ada darah Nobita yang mengalir di tubuhnya, bisa membuat Roy menjadi lebih baik lagi," kata ayah Shizuka sambil bersiap pergi ke Rumah Sakit.