
Sudah dua hari Nobita di rawat di Rumah Sakit, tapi sampai sekarang Shizuka belum tahu kabar pasti keadaannya.
Kabar burung yang di dapat dari teman sekelasnya justru malah membuat Shizuka menjadi khawatir. Ada teman yang bilang Nobita patah tulang, dan ada juga yang bilang Nobita gagal otak.
Entah mana yang benar, pastinya hal itu mendorong Shizuka untuk ingin segera mengetahui keadaan Nobita.
Diam diam Shizuka mencuri waktu untuk bisa datang ke Rumah Sakit menjenguk Nobita, namun ternyata usahanya itu gagal karena Roy lebih dahulu mencium rencana Shizuka.
"Sudah ku bilang, jangan temui Nobita... tapi kamu malah tetap memaksa..", kata Roy dengan sedikit kasar.
"Kenapa aku tidak boleh menjenguk Nobita, Roy? Dia kan juga teman kita, apalagi dia juga temanku sejak kecil..", tanya Shizuka memelas.
"Tidak boleh ya tidak boleh... karena yang aku lihat dia tidak hanya menganggap mu sekedar teman, dia juga suka sama kamu. Dan aku tidak ingin ada orang lain yang mendekati kamu...", jawaban Roy membuat Shizuka berhenti bertanya.
Roy tahu jika Shizuka keberatan dengan keputusannya, tapi dia tidak peduli akan hal itu.
Dan rupanya Shizuka pun juga tidak begitu peduli dengan keputusan Roy, sehingga sekali lagi dia mencoba menjenguk Nobita.
Shizuka sedikit lega karena kali ini dia berhasil sampai rumah sakit. Tapi langkah dia terhenti ketika ponselnya berdering..
"Roy?? kenapa dia harus menelepon ku sekarang?? apa dia tahu jika aku datang ke sini??", tanya Shizuka dalam hati.
Dia sengaja mengabaikan telepon itu dan membiarkannya sampai berhenti, namun Roy kembali mengulangi panggilan kedua nya.
__ADS_1
Dengan penuh keraguan Shizuka berniat untuk menerima telepon itu, tapi niatnya dia urungkan kembali dan memilih dia biarkan panggilan itu berakhir begitu saja.
Melihat Roy sudah berhenti menelepon, hati Shizuka sedikit lega. Dia kembali melangkahkan kaki ke arah ruang informasi untuk menanyakan letak kamar Nobita.
Kini Shizuka sudah berhasil mengetahui dimana kamar tempat Nobita di rawat, segera dia menuju ruangan itu.
Satu pesan masuk ke ponsel Shizuka,
"Sekali lagi kamu berani melangkahkan kaki, maka ayah dan ibumu akan terjerat kasus penipuan hutang dengan ku"
Deeggghhhhh,
Jantung Shizuka sejenak berhenti, dia mematung di lorong Rumah Sakit itu.
"Kenapa kamu begitu jahat Roy? dan kenapa kamu tega kepada orang tuaku? kamu jahat Roy... jahat... selama ini kamu bilang cinta padaku,, tapi ternyata bohong...!!",
Shizuka langsung melontarkan kalimat tersebut ketika dia menelepon Roy. Bahkan tidak memberi kesempatan Roy berbicara karena tanpa menunggu jawaban dari Roy, Shizuka sudah mematikan panggilannya.
Roy kembali menelepon tapi Shizuka tidak mengangkatnya. Hingga akhirnya Roy mengirim Shizuka sebuah pesan,
"Bukan aku yang jahat, tapi kamu!".
"Aku? Aku jahat apa sama kamu?",
__ADS_1
balas Shizuka.
"Kamu tidak menghargai aku sebagai kekasihmu.. aku cemburu Shizuka.. dan aku cemburu karena aku mencintaimu",
balas Roy yang membuat Shizuka sejenak berpikir.
"Apa benar yang dia katakan? apa dia benar benar mencintaiku sampai begitu melarang untuk bertemu dengan Nobita?",
Dalam benak Shizuka bertanya tanya bagaimana sebenarnya jalan pikiran Roy?
Belum sampai dia mendapat jawaban, Roy kembali mengirimkan pesan.
"Aku mengirim dua wanita bodyguard untuk mengawal mu kemana pun kamu pergi!".
"Roy....?? kamu keterlaluan...!!", Shizuka berkata sambil menoleh kanan kiri mencoba mencari tahu apakah bodyguard yang Roy maksud itu sungguhan?
Dan benar saja, dua perempuan berbadan sangar dengan mengenakan celana jeans hitam dan kaos hitam serta tak lupa juga memakai kaca mata hitam , telah datang berjalan ke arahnya.
"Selamat sore nona, kami di perintah Tuan Roy untuk menjaga anda.." ,kata kedua bodyguard itu.
Shizuka adalah perempuan lemah lembut yang paling tidak bisa membentak orang, apa lagi kepada orang yang lebih tua.
Sehingga ketika bodyguard itu bicara , Shizuka malah tersenyum tipis walaupun hati nya sangat kesal dengan kedua wanita dewasa yang di kirim Roy untuk mengawal dirinya.
__ADS_1