
"Doraemon, bagaimana ya caranya agar aku bisa segera menghasilkan banyak uang untuk melunasi hutang keluarga Shizuka?", tanya Nobita.
"Gimana ya Nobita? pastinya kamu harus tetap bekerja" ,jawab Doraemon.
"Tapi kelamaan Doraemon, hutang nya masih sekitar dua ratus lima puluh juta... sementara kemaren aja aku dapat tabungan lima puluh juta itu setahun... kalau dua ratus lima puluh juta? apa aku harus menunggu beberapa tahun lagi .. ??keburu Shizuka di nikah paksa sama si Roy..", Nobita menggambarkan mimik wajah bersedih.
"Emmm gimana ya Nobita... aku juga bingung...", jawab Doraemon sambil berpikir.
"Doraemon, apa kamu tidak punya mesin pencetak uang? kalau ada keluarkan dong... plisssssss......", rayu Nobita.
"Tidak bisa Nobita.... itu melanggar hukum... nanti kita bisa masuk penjara...", Doraemon menolak permintaan Nobita.
"Ya kita diam saja, jangan bilang siapa siapa kalau kita cetak uang sendiri....jadinya pak polisi nggak tau...", Nobita tetap memaksa.
"Tidak bisa Doraemon, semua mesin ajaib yang ada di kantongku itu bersifat sementara dan ada waktunya... jadi bagaimana jika uang tersebut tiba tiba menghilang pada batas waktunya... itu justru merugikan orang lain... dan kita membohongi mereka...", Doraemon menjelaskan secara detail.
"Begitu ya ...???", jawab Nobita dengan nada lemas.
"Begini saja Nobita, aku punya cara agar kamu bisa dapat uang lebih dari pada hanya menjadi karyawan kedai...", kata Doraemon yang membuat Nobita sedikit bersemangat.
"Apa itu Doraemon... cepat katakan..!!", Nobita sudah tidak sabar.
"Kamu buat aja usaha sendiri..nanti penghasilan mu pasti akan lebih besar", jawab Doraemon.
"Betul juga... tapi usaha apa Doraemon?", tanya Nobita.
__ADS_1
"Emmmmm....apa ya...? aku juga bingung... mungkin kamu bisa jualan atau usaha yang lainnya...", Doraemon juga masih belum menemukan ide.
"Aahaaaaa..... aku tau Doraemon... aku tau... aku mau buka kedai sendiri.... yang aku jual seperti menu di tempatku kerja... pasti ramai...", kata Nobita.
"Jangan Nobita .. aku tidak setuju...", jawab Doraemon.
"Kenapa? memangnya salah?", tanya Nobita.
"Bukan salah tapi melanggar etika", jawab Doraemon.
"Melanggar etika? memang nya minum alpukat kocok sama makan mie melanggar etika? ", Nobita masih belum mengerti.
"Bukan karena makanan atau minumannya ... tapi caranya...coba kamu pikir... sebelum kamu kerja di sana kedai itu tidak terlalu ramai, setelah kamu kerja menjadi lebih ramai... dan kemudian kamu seenaknya saja mau mendirikan usaha dengan menu sama, pasti tempat kamu yang lebih ramai dan kedai punya bos kamu akan sepi ... bahkan gulung tikar... apa itu tidak merugikan orang lain juga? kamu juga bisa di bilang kacang lupa sama kulit karena dari sana kamu mendapatkan semua ilmu itu", Doraemon kembali menjadi penceramah untuk sahabatnya yang kurang sabaran dan mudah emosi.
"Iya ya... Doraemon... terus gimana ya ... ??aku jualan apa enaknya...??ah..... aku tau... aku mau jualan di sebelah kedai bos ku tapi dengan berbeda menu... aku tidak perlu susah susah menarik pelanggan karena mereka sudah mengenalku...", kata Nobita dengan wajah yang bersemangat.
"Strowberry Kocok sama olahan mie khas Jepang" ,jawab Nobita.
Nobita pun akhirnya mengutarakan rencananya itu kepada si bos , karena dia pasti akan mengundurkan diri dari pekerjaannya untuk mengelola usaha baru.
Tapi si bos melarang dan malah menawari Nobita bekerja sama dengannya, yaitu meminta Nobita tetap jualan di kedainya dengan menu berbeda ,sehingga menarik para pelanggan karena ada banyak menu di kedai itu.
Nobita setuju, akhirnya mereka melakukan renovasi untuk meluaskan bangunan kedai.
Sementara Nobita harus mencari kitchen set sendiri untuk dia gunakan berjualan.
__ADS_1
Kali ini Doraemon ikut turun tangan.
"Mesin duplikat"
"Mesin apa itu Doraemon?",tanya Nobita.
"Ini mesin duplikat, jadi bisa menduplikatkan apapun menjadi lebih dari satu dan tak terbatas jumlahnya" ,jawab Doraemon.
"Terus apa hubungannya dengan usaha baruku?", Nobita masih tidak mengerti.
"Aku akan menduplikatkan kamu jadi banyak, biar kamu lebih cepat menyelesaikan pekerjaanmu dengan bantuan duplikat kamu sendiri",jawab Doraemon.
"Waah... hebat...hebat kamu Doraemon..ayo cepat lakukan... aku mau di bantuin membuat kitchen set", kata Nobita tidak sabar.
Hanya butuh waktu setengah hari semua pekerjaan Nobita beres.
"Terima kasih ya para duplikatku... kalian boleh kembali", kata Nobita kepada para duplikatnya.
Akhirnya manusia manusia duplikat itu masuk kembali ke dalam mesin, sebab satu jam lagi mereka akan mencair . Karena seperti yang di katakan Doraemon, semua alat yang keluar dari kantong ajaib itu bersifat sementara.
Hari itu Nobita memulai usahanya, tidak di sangka pengunjungnya sangat ramai. Dia juga menjual makanannya via online.
Dalam tiga bulan kemudian usaha Nobita berkembang pesat. Hari demi hari penghasilan Nobita semakin bertambah.
Tepat di bulan ke lima Nobita mampu mengumpulkan uang dalam jumlah besar.
__ADS_1
Nobita semakin bersemangat dan terus mengembangkan usahanya dengan menambah menu menu baru khas Jepang.